
Karena sudah ada beberapa model junior yang bekerja sampingan menjadi pemuas lelaki hidung belang, kini Alena sudah mengenal siapa saja laki-laki yang sering atau meminta jasanya untuk di jadikan pemuas di ranjangnya.
Alena senang, dia semakin terlihat lebih glamor hidupnya karena uang dari bayaran para model yang di tawarkan pada laki-laki penjaja cinta semalam.
"Alena, apa kamu bisa carikan saya model yang menarik?" tanya seorang laki-laki yang berpenampilan menarik pula, tapi dia penggila wanita.
Lebih tepatnya memang suka wanita-wanita malam yang dia sewa untuk tidur satu malan dengannya.
"Maksudnya tuan?" tanya Alena ketika mereka bertemu di sebuah bar malam hari.
Karena Alena juga sedang menunggu model yang sedang bersama dengan laki-laki yang menyewanya di hotel dekat bar itu.
"Carikan saya perempuan yang menarik dan dia tidak pernah melayani sembarang laki-laki. Jika kamu dapat, saya akan bayar mahal kamu nanti." kata Laki-laki itu.
Alena tampak berpikir, siapa yang di inginkan laki-laki itu?
"Jika saya dapatkan gadis itu, anda akan membayar saya berapa tuan?" tanya Alena.
Karena dia ingin tahu, berapa laki-laki itu berani membayar atas usahanya itu yang memang agak sulit.
"Bisa satu miliar saya berani bayar." ucap laki-laki itu santai.
"Apa?! Satu miliar?" tanya Alena tidak percaya.
Bibirnya bergetar ketika mulutnya menyebut satu miliar. Dia tergoda, tapi siapa yang akan dia bawa nanti?
"Apa anda bisa bawa gadis itu?" tanya laki-laki itu dengan santai.
Tentu saja Alena mau membawanya demi satu miliar, tapi siapa? Pikirannya terus berputar, dan dia memikirkan adiknya. Ya, Alisa itu dia yakin masih suci. Lagi pula dia sangat benci dengan adiknya, senyumnya menyungging.
"Tuan, anda tidak butuh dengan cepatkan?" tanya Alena.
"Tidak, kamu bisa kapan saja bawa dia. Tapi saya harap dalam minggu ini." jawabnya lagi.
"Satu minggu? Baiklah, saya bisa membawanya ke hadapan anda. Tapi saya punya penawaran untuk anda tuan, bagaimana kalau di tambah nominalnya. Soalnya dia ini orang yang sangat spesial dan di jamin dia masih ting-ting." kata Alena, jiwa rakusnya berontak.
"Emm, bisa saya tambahkan lima ratus juta."
"Deal, satu minggu dari sekarang saya akan bawa gadis itu di hadapan anda." kata Alena dengan pasti.
"Oke, saya tunggu. Dan saya akan transfer uangnya setelah saya bertemu dengan gadis itu." katanya lagi.
"Tunggu tuan, kenapa harus menunggu bertemu dengan gadis itu?"
__ADS_1
"Karena saya ingin tahu, apakah benar apa yang anda katakan gadisnya itu spesial."
Alena mendengus kasar, tidak mudah juga bertransaksi dengan kelas kakap seperti dia. Tapi dia juga harus cari cara agar bisa mendapatkan uangnya dulu, setidaknya separuhnya.
"Kalau transaksi tidak ada uang muka, berarti itu sama saia bohong tuan. Saya nanti yang rugi, bagaimana kalau anda beri setengahnya dulu. Saya pastikan anda akan mendapatkan gadis itu."
"Oke, saya transfer seratus juta dulu. Sisanya saya langsung kirim setelah saya duduk dan berhadapan dengannya." katanya lagi.
Alena tampak berpikir, seratus juta juga banyak. Selama ini paling besar dia mendapatkan dua puluh lima juta semalam dari hasil penjajakan model junior itu. Dan ini lebih besar dari yang dia dapat.
"Baiklah tuan, saya setuju. Saya minta nomor anda, nanti setelah saya dapatkan gadis itu bisa menghubungi anda tuan."
Laki-laki itu pun memberikan nomor teleponnya pada Alena, setelah selesai kini laki-laki itu pergi meninggalkan Alena yang tampak senang telah mendapatkan uang seratus juta dari laki-laki itu.
"Aku akan kaya dengan cara ini. Tanpa menjadi model pun hidupku akan sukses, hahaha ...!"
Tawa Alena mengeras seiring dentuman musik yang di putar di bar tersebut, dia menyesap minumannya lalu pergi dari bar tersebut. Mencari cara agar dia bisa membawa Alisa ke hadapan laki-laki sang casanova itu.
_
Dua hari Alena memikirkan cara agar Alisa bisa dia bawa ke hadapan laki-laki yang menawarnya, dia kesulitan karena setiap selesai syuting atau pemotretan Richard atau Raya selalu mendampinginya.
Entah bagaimana cara mengelabui Alisa agar bisa ikut dengannya. Sepertinya Richard tidak memberi waktu bagi Alena untuk mendekat pada Alisa, begitu juga Raya.
"Emm, sedang berpikir bagaimana aku menemui Alisa." jawab Alena.
"Memangnya mau apa?" tanya Bela heran.
"Eh, oh tidak. Itu saya mau makan malam dengannya tapi sepertinya sulit sekali, pacarnya itu selalu menjemputnya sebelum syuting selesai." kata Alena.
Bela mengerutkan dahinya, dia baru tahu kalau Alisa sudah punya pacar.
"Jadi, Alisa itu sudah punya kekasih?"
"Ya, yang selalu menjemputnya pulang itu kekasihnya."
"Ooh, tampan juga ya." gumam Bela
"Ck, kamu bisa ngga membawa dia ke tempat restoran agar aku bisa makan malam dengannya?" tanya Alena kesal.
Kenapa Bela malah memuji Richard.
"Emm, bisa kayaknya."
__ADS_1
"Waah, benarkah?"
"Iya, kamu ngga percaya?"
"Oh, percaya kok."
"Tapi, kenapa ngga minta aja langsung sama Alisa?"
"Eh, engg itu. Aku mau membuat kejutan makan malam dengannya. Kami sudah lama tidak makan malam bersama, kamu tahu meski kami kembar dan kakak beradik. Tapi kami jarang bertemu dan aku ingin sekali membuat kejutan untuknya." kata Alena berbohong.
Demi untuk mendapatkan sesuatu, dia sampai berbohong dan justru akan menjebak adiknya itu.
"Kapan waktunya? Saya bisa meminta waktunya nanti." tanya Bela.
"Malam lusa, ya. Malam lusa itu adalah ulang tahun kita berdua, aku ingin dia juga ikut merayakan makan malam berdua dengan Alisa."
"Baiklah, saya akan bilang sama Alisa lusa sore."
"Tapi kamu jangan bilang kalau aku yang mengajaknya ya, namanya juga kejutan kan."
"Iya, saya tahu. Pokoknya kamu siapkan aja kejutannya untuk Alisa."
"Tentu, aku akan siapkan kejutan manis untuknya."
"Baiklah, saya pulang dulu."
"Bela, sebelumnya terima kasih ya. Nanti saya kabari restorannya di mana. Atau nanti di kafe boleh juga."
"Oke."
Bela lalu pergi meninggalkan Alena yang sedang tersenyum puas. Dia tidak perlu meminta pada Alisa atau membohonginya.
"Heh, sebentar lagi kamu akan jadi gadis murahan Alisa. Ini benar-benar akan menggemparkan dunia model di agensi Symonesta Stars. Bahwa Alisa, model kesayangan Symonesta Stars menjual dirinya pada laki-laki yang menawarkannya uang sebesar satu miliar. Hahah! Ini sangat menyenangkan, bagaimana melihat hancurnya Alisa, karir dan kekasihnya akan menjauhinya. Rasakan kamu Alisa. Dan tentu saja, uangnya ada sama aku. Hahaha!!"
Suara tawa Alena membuat yang melihat Alena jadi heran. Apa yang membuat Alena jadi senang begitu?
Alena lalu pergi meninggalkan kantor agensi, hari sudah larut malam, suasana malam semakin gelap gulita.
_
_
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤