
Hampir setiap hari Richard menjemput Alisa pulang, dia juga sudah meminta maaf pada Raya. Meski apa salahnya pada Raya, tapi dengan begitu Raya tahu kalau dirinya sedang mendekati Alisa.
Raya pun hanya pasrah saja, dia memberi peringatan pada Richard jangan sampai Alisa merasa sakit hati lagi dengan ucapannya. Dan Richard berjanji akan lebih lembut, bahkan akan melindungi Alisa di manapun dan kapanpun.
Jam enam tiga puluh Alisa baru keluar dari kampus setelah dia melakukan revisi skripsinya. Dia bersemangat mengerjakan skripsinya kali ini karena hanya beberapa kalimat saja yang perlu di perbaiki, itu bisa di lakukan di tempat syuting.
Setiap ada jam istirahat, dia akan merapikan skripsinya di lokasi syuting atau pemotretan. Dan setiap kali berangkat pun Alisa selalu membawa laptop kesayangannya untuk memeriksa dan merevisinya.
Dan kini, dia sedang menunggu supirmya menjemput. Tapi lagi-lagi dia melihat Richard sudah menunggu di depan parkiran yang biasa mobilnya berhenti.
Alisa tersenyum sinis, namun dia juga merasa senang karena Richard selalu menjemputnya. Alisa berjalan mendekat pada Richard, tak lupa juga dia mengetik pesan pada mang Udin agar tidak menjemputnya di kampus.
"Sudah selesai?" tanya Richard tersenyum pada Alisa.
Alisa mengangguk cepat, dia membalas senyuman Richard yang terlihat tulus dan ceria.
"Aku lapar, sejak tadi sore belum makan." kata Alisa ketika mereka sudah berada di mobil.
"Oke, kita cari makan di restoran sea food bagaimana?" tanya Richard.
Alisa tampak berpikir, berapa kalori yang dia makan ketika makan sea food. Tapi sepertinya sesekali makan sea food tidak masalah ya, pikir Alisa.
"Kok diam, ngga mau?" tanya Richard.
"Emm, boleh deh. Lagi pula aku juga pengen makan cumi bakar sama lobster bakar. Sepertinya enak deh." jawab Alisa.
"Oke, siap tuan putri." kata Richard membuat Alisa merona pipinya.
"Gombal banget sih." kata Alisa.
"Ngga kok, kamu memang tuan putri malam ini." kata Richard lagi.
"Jadi seterusnya aku bukan tuan putri ya?"
"Bagiku kamu jadi tuan putri di hatiku, Alisa." jawab Richard membuat Alisa kembali merona.
Richard melirik Alisa yang tersenyum malu, dia pun ikut tersenyum. Rasanya menyenangkan menggoda Alisa, tapi hatinya masih mengganjal.
"Alisa, kamu belum punya pacar kan?" tanya Richard tiba-tiba.
Membuat Alisa diam kaku, memang dia belum punya pacar dan berniat punya pacar jika nanti cita-citanya jadi bintang film sudah tercapai.
Sampai di depan restoran seafood, Alisa tidak menjawab pertanyaan Richard. Richard memarkirkan mobilnya di parkiran, tapi belum turun karena ingin mendengar jawaban Alisa.
"Alisa?"
__ADS_1
"Apa?"
"Ngga jawab pertanyaanku?"
"Buat apa? Kamu sendiri udah tahu kan aku ngga pernah pergi dengan laki-laki lain selain kamu yang memaksaku menjemputku." kata Alisa membuat Richard tersenyum.
Alisa tidak sadar jika ucapannya itu membuat Richard menyimpulkan kalau hanya dia sendiri yang sering pergi dengan Alisa. Walaupun kadang Alisa banyak yang mendekat, seperti sesama model atau artis ternama juga ada. Tapi Alisa selalu mengabaikannya. Entah kenapa jika dengan Richard Alisa tidak bisa menolak, mungkinkah memang Alisa juga punya perasaan pada Richard.
Richard yang tampan juga pengusaha dan CEO perusahaan. Apa lagi tubuh tinggi dan tegapnya memang membuat siapa saja ingin menjadi pacar Richard.
Tapi dia tidak mengindahkan perempuan yang mendekat padanya. Baginya sebelum dia menemukan gadis pemilik gelang yang pernah menolongnya bertemu, maka dia tidak akan mencari perempuan lain untuk di jadikan kekasih. Dan sekarang dia sedang bersama gadis itu, betapa senangnya dia bisa bersamanya. Mengantar atau menjemputnya ketika pulang dari kegiatannya.
"Ayo keluar, aku sangat lapar sekali." kata Alisa membuka pintu mobilnya.
Dia menghindar dari tatapan Richard yang begitu dalam, Alisa takut hatinya akan tambah jauh menyukai Richard.
Dan Richard pun ikut keluar, dia mengunci pintunya dengan satu tombol lalu menarik tangan Alisa untuk jalan bersama, tapi kemudian dia berhenti. Dia kembali lagi ke dalam mobil untuk mengambil sesuatu dari dalam mobil.
Alisa bingung, kenapa Richard kembali ke mobil. Dia memperhatikan apa yang di lakukan Richard.
"Kamu pakai topiku, aku takut kamu akan jadi pusat perhatian di dalam sana." kata Richard memakaikan topi pada Alisa.
Alisa mengerti maksud Richard dan dia pun mengangguk pelan.
_
Keduanya masih saling diam, menyelami pikiran masing-masing atas kebersamaan itu. Richard merogoh sesuatu di balik saku celananya, sebuah gelang yang dulu dia pakai untuk mencari siapa pemiliknya. Alisa memperhatikan apa yang di lakukan Richard dan menatapnya sekilas.
"Alisa, aku kembalikan gelang milikmu." kata Richard menyodorkannya pada Alisa.
Alisa diam, dia menatap Richard lama. Richard menarik tangan Alisa dan memakaikan gelang tersebut.
"Kamu yakin ini milikku?" tanya Alisa memastikan benar apa yang di katakan Richard.
"Ya, di paling ujung ada nama inisial kamu. AS, berarti Alisa kan?" kata Richard.
"Emm, ya. Itu inisial aku, papaku dulu yang membelikannya agar tidak tertukar dengan Alena di kasih nama inisial di ujungnya." jawab Alisa.
Dia memegang gelang tersebut, akhirnya dia memakai gelang pemberian papanya sekaligus benda kenangan terakhir dari papanya. Dia awalnya tidak berharap gelang itu bisa ketemu, tapi sekarang malah dia pakai meski kekecilan.
"Alisa."
"Emm, ya?"
"Aku... mencintaimu." ucap Richard cepat.
__ADS_1
Membuat Alisa yang tadi fokus pada gelangnya kini mendongak ke arah Richard. Apa dia salah dengar?
"Kamu,, bilang apa?" tanya Alisa ragu.
"Aku mencintaimu Alisa." jawab Richard tegas dan pasti.
Dia menatap wajah Alisa dengan penuh cinta, dia benar-benar mencintai Alisa.
"Richard, aku..."
Alisa menunduk, wajahnya merona dan dadanya berdetak cepat. Entah apakah ini namanya, Alisa bingung. Richard memposisikan menghadap Alisa sempurna, pandangannya menelusuri setiap inci wajah Alisa yang menunduk malu.
Di raihnya dagu Alisa dan di angkatnya pelan, menatap kembali mata Alisa. Mencari sesuatu yang dia ragukan. Dan ya, di mata Alisa juga ada cinta untuknya. Tangan Richard membelai pipi Alisa yang semakin merona, pandangan keduanya berpaut satu sama lain.
Wajah Richard mendekat, semakin dekat dengan wajah Alisa. Richard menatap bibir Alisa yang mungil dan menggoda, pelan namun pasti bibir keduanya saling mendekat dan akhirnya bertemu dan menempel. Keduanya saling diam, Alisa memejamkan matanya kemudian Richard mengecup pelan dan meraupnya dengan penuh cinta. Beberapa kali Richard mengecap bibir manis Alisa. Keduanya tidak sadar kalau bibir mereka saling bertaut dan mengecap pelan. Alisa menikmati ciuman bibir Richard begitupun dengan Richard.
Setelah lama berciuman mesra, kini keduanya saling melepas karena asupan oksigen berkurang. Alisa membuang muka ke arah lain karena malu telah membalas ciuman Richard yang lembut.
Richard tersenyum, dia senang Alisa membalas ciumannya. Richard masih di posisinya, menatap wajah Alisa yang memerah seperti tomat.
"Alisa."
Alisa diam saja, dia malah menunduk karena malu. Di raihnya lagi wajah Alisa dan mencium kembali bibir Alisa, hanya sebentar mencium bibir Alisa tapi tangannya masih memegag pepilis Alisa.
"Aku mencintaimu Alisa, cup."
Setelah berkata seperti itu, Richard meraih kemudianya dan menjalankan mobilnya. Melajukan kendaraan roda empatnya mengantar Alisa sang pujaan hati sampai ke rumahnya.
Baginya tidak perlu menunggu Alisa menjawab kalau Alisa juga mencintainya. Dia akan tetap menjemput Alisa di tempat syuting atau pemotretan nanti.
Sedangkan Alisa?
Jangan di tanya, degup jantungnya seakan berirama dengan kencang sejak tadi. Tak tahu apa yang dia lakukan, hanya diam dan mengingat kembali ciuman Richard tadi. Ada senyum mengembang di bibirnya, tapi kemudian menghilang ketika Richard menoleh ke arahnya. Kembali rona merah wajahnya bersemu.
Sampai di depan rumah Alisa, Richard menatap Alisa kembali. Ingin dia mencium lagi bibir Alisa sebagai perpisahan. Wajahnya mendekat tapi Alisa menjauh, membuat Richard sedikit kecewa dan menghela nafas panjang.
"Aku turun dulu." kata Alisa tanpa menatap Richard.
"Ya, beristirahatlah Alisa."
Setelah Alisa keluar dan memasuki halaman rumahnya, Richard melajukan mobilnya meninggalkan sebuah rasa manisnya cinta pada Alisa.
_
_
__ADS_1
_
\=> jangan lupa like dan komen yaa..😊😊