
"Raya, kamu sedang..."
Ucapan menggantung Alisa membuat Raya terkejut. Begitu juga Alisa, dia menatap laki-laki yang duduk di depan Raya. Thomas menoleh dan tersenyum pada Alisa.
"Halo nona Alisa, apa kabar?" sapa Thomas pada Alisa ramah.
"Ah, apakah ini tuan Thomas?" tanya Alisa ragu.
"Ya benar, nona Alisa. Saya Thomas yang pernah menggunakan jasa anda sebagai model produk saya." jawab Thomas.
Alisa masih bingung, apakah Thomas mau menggunakan jasanya lagi? Tapi Raya tidak pernah menyinggung sebelumnya. Alisa menatap Raya yang salah tingkah dengan Thomas masih menatapnya.
Dia pun tersenyum, sepertinya ada sesuatu antara Raya dan Thomas. Pikir Alisa.
"Ada apa Alisa?" tanya Raya.
"Em., kamu ada tamu spesial sepertinya. Aku nanti lagi aja, lanjutkan aja ngobrolnya." kata Alisa.
Dia lalu keluar lagi untuk memberi waktu sama Raya da Thomas. Alisa yakin mungkin Thomas hanya perlu dengan Raya.
"Eh, tunggu Alisa!" teriak Raya.
Dia ingin menghindar dari Thomas, tapi rupanya Alisa mengerti dengan Thomas yang ingin berbicara dengan Raya. Thomas sendiri senang dengan pengertian Alisa meninggalkan Raya kembali dengannya.
Thomas melirik jam di tangannya, sudah pukul enam sore. Dia sempat bertanya pada staf di depan, kalau jadwal Raya itu sampai sore di kantor. Jadi dia bisa mengajak Raya keluar untuk makan malam.
"Ini sudah jam enam sore, sebaiknya kita segera cari makan. Mau makan di mana?" tanya Thomas.
"Ck, terserah kamu." jawab Raya kesal.
Dia ingin pergi dengan Anindya sebenarnya, karena Alisa sendiri sedang bersama Richard.
"Oke, aku yang tentukan. Ayo kita berangkat." ajak Thomas.
Meski Raya kesal, tapi dia memurut dengan ajakan Thomas. Lagi pula dia juga sudah lapar, di ajak makan gratis kenapa harus menolak? Pikir Raya.
Mereka kin keluar dari kantor Raya dan masuk ke lift untuk keluar dari gedung Symonesta Stars, dan berlanjut mencari restoran untuk makan malam.
Sampai di bawah, Raya dan Thomas bertemu staf lain dan menatap Raya berjalan dengan seorang laki-laki. Bagi mereka itu aneh, soalnya baru sekarang mereka melihat Raya berjalan atau keluar dengan laki-laki. Biasanya dengan Alisa atau Anindya.
"Mbak Raya, siapa tuh?" sapa staf dan resepsionis yang berjaga di depan sambil senyum-senyum.
Raya menatap mereka tajam, menandakan agar jangan bicara dan ingin tahu tentang laki-laki yang berjalan dengannya.
"Waah, ramah sekali ya pegawaimu." kata Thomas.
"Ck, jangan pedulikan mereka. Ayo cepat keluar, aku sudah lapar." ucap Raya tanpa sadar menarik tangan Thomas.
Dan tentu saja itu memgundang banyak reaksi dari staf yang ada di lobi itu. Ada yang berteriak dan juga ada yang bersiul. Karena mereka tahu siapa Raya.
"Waah, akhirnya ya bos kita punya gandengan. Ehem!"
Begitulah kira-kira, teriaka dan sorakan mereka pada Raya. Raya sendiri merasa kesal pada karyawannya itu, benar-benar menyebalkan. Pikir Raya lagi.
Kini Raya dan Thomas sudah berada di parkiran, Raya melihat masih ada mobil Richard yang terparkir di sana. Dia lalu mengamati mobil Richard itu dan hendak menghampiri Alisa di mobil Richard.
__ADS_1
Dia tahu Alisa ada di dalam mobil Richard, karena biasanya mereka mengobrol di dalam mobil.
Raya hendak melangkah, tapi dia terhenti karena tangan Thomas menahannya. Raya mengerutkan dahinya.
"Kenapa? Aku pengen menemui Alisa." kata Raya menatap Thomas kesal.
"Hei, jangan ganggu mereka.Aku rasa mereka sedang bermesraan. Apa kamu tidak merasa iri dengan modelmu?" tanya Thomas memancing Raya.
Raya mendengus kesal, dia lalu mencari mobilnya.Tapi di tahan lagi tangannya oleh Thomas.
"Apa lagi? Aku mau naik mobilku."
"Naik mobilku saja, biar mobil kamu di sini. Pulang aku antar ke rumahmu." ucap Thomas.
Tanpa persetujuan Raya, Thomsa langsung menarik tangan Raya dan membawanya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Masuklah, katanya lapar. Aku juga lapar, makanya ayo kita pergi ke restoran."
Raya masuk dengan dorongan dari Thomas, waktu sudah pukul setengah tujuh malam. Thomas segera menjalankan mobilnya menuju restoran favoritnya ketika berada di ibu kota.
_
Keliling-keliling jalanan ibu kota mencari restoran yang di tuju, beberapa kali Thomas menawarkan nama restoran pada Raya. Tapi Raya menolaknya sesuai tawaran Thomas padanya.
"Jadi kamu maunya makan di mana?" tanya Thomas.
"Aku pengen makan di pinggir jalan, rasanya seru jika makan berdua dengan..." kata Raya menggantung.
Thomas menatap lucu pada Raya, dia merasa Raya telah jatuh cinta padanya. Namun mungkin karena gengsi saja. Tapi baiklah, pikir Thomas. Akan mengambil hati Raya sedikit demi sedikit, dia tahu Raya itu suka padanya.
"Aku mau ketoprak."
"Boleh, nah itu di sebelahnya ada tukang sate.."
Thomas pun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, dia membuka pintu dan keluar. Di susul Raya yang antusias untuk makan ketoprak di tempat.
Thomas dan Raya mencari duduk, mereka duduk bersisian dan rapat.
"Mas, ketoprak dua ya." katabThomas pada penjualnya.
"Baik pak."
"Satu pedas."
"Oke bu."
Thomas mendekat pada tukang sate dan memesan sepuluh tusuk saja. Dia ingin makan sate juga, lalu memesan minumannya.
Sepanjang menunggu pesanan datang Thomas terus bertanya tentang Raya mau pun pekerjaannya. Dia juga mengenal pengusaha batu bara yang ada di Kalimantan dengan akrab. Raya terkejut, lalu menatap Thomas tidak percaya.
"Jadi..., kamu kenal papaku?" tanya Raya ragu.
"Ya, aku kenal. Beliau pengusaha yang sukses. Suatu kali aku bercanda padanya, aku akan menikahi putrinya jika bertemu agar aku bisa sukses sepertinya. Dan kamu tahu jawabannya apa?" tanya Thomas membuat teka-teki buat Raya.
"Apa?" tanya Raya penasaran.
__ADS_1
"Nikahi dia, jika kamu bisa mengambil hatinya. Dia putriku yang sangat aneh, hahaha.." jawab Thomas dengan tertawa senang.
Membuat Raya cemberut lucu. Tidak mungkinkan papanya mengatakan itu, pikir Raya.
"Itu hanya kata-katamu saja, papaku tidak pernah menganggapku aneh." ucap Raya ketus.
Dia menerima ketoprak pesanannya dan langsung melahapnya karena kesal dengan ucapan Thomas tadi. Thomas tersenyum puas telah menggoda Raya.
"Tidak, papamu mengatakan begini. Coba saja taklukan hatinya, lalu bawa ke hadapaku." kata Thomas menirukan ucapan papa Raya.
Raya diam, dia terus menyuapi ketopraknya ke dalam mulutnya.
"Dan bulan depan, aku akan membawamu ke hadapan papamu." ucap Thomas pasti.
Dia juga melahap ketopraknya pelan, melirik sejenak ke arah Raya yang masih fokus makan. Sate pesanannya pun datang dengan minuman jus jeruj dua gelas.
Baru beberapa suap, Thomas tersedak makanan. Rupanya ketoprak yang di pesannya tertukar dengan Raya. Raya pun terkejut, dia menepuk-nepuk punggung Thomas yang masih saja terbatuk. Lalu Raya menyodorkan jus jeruk ke mulut Thomas.
"Makanya hati-hati kalau makan, jangan buru-buru." ucap Raya masih menepuk punggung Thomas dengan cemas.
"Ini ketopraknya pedas banget, uhuk uhuk!"
"Masa sih?"
Raya menyuap ketoprak milik Thomas dan ternyata benar sangat pedas.
"Ini pesananku, kenapa kamu makan?"
"Aku pikir ini tidak pedas, kenapa kamu tidak sadar kalau ketoprak yang kamu makan tidak pedas? Ooh, jangan-jangan kamu memikirkan ucapanku?" tebak Thomas.
"Apa sih, ngga lucu." ucap Raya memerah.
Dia berbalik karena wajahnya merah. Benar, dia memikirkan ucapan Thomas tadi, sehingga tidak sadar kalau ketopraknya tertukar.
"Hahah, baiklah. Aku akan membawamu bulan depan ke hadapan papamu. Aku janji, ingat Raya. Buat jadwal untuk perjalanan kita ke Kalimantan untuk menemui papamu." ucap Thomas dengan yakin kalau Raya ternyata menyukainya.
Senyum mengembang di bibir Thomas, begitu pun Raya. Hanya saja dia malu-malu karena tidak mau Thomas tahu tentang hatinya.
Sudah cukup Thomas mendapatkan hati Raya dengan cepat. Pesonanya memang membuat Raya jatuh hati, apa lagi senyumnya yang begitu manis di mata Raya.
Lalu keduanya kembali makan ketoprak yang di tukar lagi, di susul sate langsung di habiskan.
Malam semakin larut, kedua insan yang sedang jatuh cinta tapi masih malu-malu kini sudah masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumahnya masing-masing.
_
_
Promo novel lagi kaka...
yuk baca sekalian ya, ini novel menarik lho ya..😉😊
_
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤