
Sesuai dengan kesepakatan, Alisa dan Richard akan pergi bulan madu bersama dengan Raya dan Thomas lima hari setelah Raya menikah.
Mereka akan bulan madu hanya di negara sendiri, seperti kebanyakan. Pergi ke Bali, karena menimbang pekerjaan mereka juga. Setelah bulan madu, Richard akan membuka secara resmi mall yang dia buat di tiga kota besar.
Juga Alisa dan harus mendampingi model yang akan memgikuti kontes kecantikan di Hongkong. Sedangkan Thomas juga membuka cabang toko berlian terbesar di ibu kota. Agar dia bisa menetap di sana dan bisa bersama dengan istrinya Raya.
Malam ini, kedua insan Alisa dan Richard sedang makan malam di sebuah restoran, karena Raya dan Thomas tidak ikut makan malam, tapi mereka mengunjungi saudara Thomas di daerah Bali.
Karena sahabatnya tidak ada, jadi Alisa malas untuk keluar dari kamarnya. Richard sedang menghubungi Jo, dan tentu saja masalah pekerjaannya di sana.
Lama dia menelepon Jo, hingga Alisa menghampiri Richard dan memeluknya dari belakang. Richard menarik tangan Alisa untuk menghadapnya. Mereka pun saling menatap, Richard meraup bibir Alisa dan ********** dengan rakus, dia lupa sambungan telepon dengan Jo belum terputus.
"Tuan, apa anda masih di sana?" tanya Jo di seberang sana.
Suara kecapan kedua bibir Alisa dan Richard hingga terdengar oleh Jo. Jo di sana mungkin heran, suara apa di dekat Richard.
"Tuan, apakah anda sedang ..."
"Aaah ..." suara ******* Alisa terdengar di telepon.
Dan sambungan terputus dengan cepat. Jo mungkin berpikir jika bosnya itu sedang melakukan sesuatu dengan istrinya.
"Shiiitt!!"
Jo pun membanting ponselnya, dia benar-benar kesal dengan Richard.
"Kenapa ngga di tutup dulu sih, aargh!"
Sedangkan Alisa dan Richard sudah tidak terbendung lagi, mereka kini sudah berada di atas ranjangnya. Menikmati setiap sentuhan dari masing-masing tubuhnya.
Dan kini Richard melepas pagutan bibirnya pada Alisa, dia menatap wajah Alisa yang cantik meski tanpa make up.
"Kamu cantik banget sayang." ucap Richard.
Alisa tersenyum, dia lalu mengecupi dada bidang suaminya itu. Membuat Richard sedikit mengerang nikmat.
"Aaaaah, sayang kamu membuatku bergairah." ceracau Richard.
Kemudian dia kembali menyerang istrinya, dia mengecup dan mengulum dua bagian yang menonjol. Menantang Richard untuk terus memakannya dan menikmatinya.
__ADS_1
Tentu saja Alisa mengerang, dia menggeliat nikmat karena bukan hanya bagian yang menonjol di dada saja, tapi tangan Richard mengoyak-oyak bagian sensitif Alisa dengan tangannya. Richard senang melihat Alisa menikmati apa yang dia lakukan pada bagian intinya itu.
Lama mereka melakukan pemanasan, hingga kini Richard bersiap untuk menaiki puncak nirwana dengan Alisa untuk yang ke sekian kalinya.
"Aaaah, Richchaaard ...."
Suara lenguhan Alisa ketika Richard sudah menancapkan kejantanannya pada milik istrinya. Mereka pun menimati apa yang di lakukan oleh suami istri, menikmati surga dunia hingga sore harinya.
_
Malam hari, pukul enam sore mereka baru bangun setelah kelelahan karena kegiatan percintaan mereka sejak siang tadi.
Kini keduanya berada di restoran hotel untuk makan malam setelah mandi bersih-bersih tubuhnya. Memesan makanan yang di inginkan.
Dari jauh terlihat Raya berlari menghampiri Alisa dan Richard yang sedang makan malam. Thomas berjalan cepat mengimbangi istrinya yang sangat senang bertemu dengan Alisa.
"Hei, kamu hati-hati kalau jalan!" teriak salah seorang yang berpapasan dengan Raya.
"Eh, maaf mbak. Saya ngga sengaja." ucap Raya.
Dia lalu meninggalkan perempuan tadi yang memarahinya. Thomas juga meminta maaf oada perempuan tadi yang di tabrak istrinya.
"Samain aja ya mas dengan teman saya." kata Raya.
"Baik bu."
Ke empat orang itu menunggu makanan datang sembari mengobrol santai. Banyak juga obrolan kedua pasang suami istri itu dengan masing-masing kebiasaan tidur dengan pasangan. Dan kedua suami mereka hanya tersenyum saja.
"Aku kaget lho waktu baru pertama kali tidur dengan Thomas, tapi aku ingat kalau kemarin itu baru aja menikah. Hahaha." kata Raya dengan tawanya.
Alisa pun ikut tertawa, dia hanya menggeleng kepala saja.
Tak lama, makanan yang di pesanpun datang. Kini ke empat orang tersebut makan dengan lahap. Tapi tiba-tiba Alisa menyudahi makannya, dia mengelap mulutnya dan meletakkan sendok di balik.
Richard melihat istrinya selesai makan jadi heran.
"Sayang, kamu sudah kenyang?" tanya Richard.
"Iya, tiba-tiba ko aku kenyang banget lihat makanan di meja itu. Padahal aku makan sedikit aja tadi." jawab Alisa.
__ADS_1
"Kamu tadi makan apa Alisa?" tanya Raya.
"Ngga makan apa-apa kok, cuma ngga tahu lihat makanan di meja udah kenyang aja." jawab Alisa.
"Ya udah, tinggal minta dissert aja ya. Aku lihat tadi cuma beberapa sendok aja makannya, di sambung makan dissert ya?" kata Richard.
"Hemm, ya boleh."
Lalu Richard memanggil pelayan untuk meminta dissert untuk makan Alisa.
_
Alisa, Richard, Raya dan Thomas kinu berada di tepi pantai terkenal di Bali. Mereka menikmati hari libur bersama dengan bermain di pantai.
Banyak sekali pengunjung pantai, mereka banyak sekali. Ada yang dari luar negeri yang sengaja datang untuk berlibur ke Bali. Dan pantai di Bali sangat bagus.
"Ayo kita menyambut ombak di sana yuk." ajak Raya pada Alisa.
"Ayo."
Kedua sahabat itu pun berlari menuju garis pantai menyambut ombak yang menggulung. Terpaan ombak yang besar, seperti tidak menggetarkan Alisa. Dia begitu kuat menghadapi ombak yang mengguyur tubuhnya.
Seperti ujian dan cobaan selama hidupnya, Alisa sangat kuat. Sejak usia sepuluh tahun dia hidup penuh penderitaan, sekarang dia menikmati kebahagiaan bersama orang-orang yang mencintainya dan menyayanginya selamanya.
Hidup tidak melulu menderita ataupun pahit, tapi hidup akan bergulir sesuai masanya. Tinggal bagaimana manusia menanggapinya menghadapi cobaan.
_
_

Ngga bosen promo novel sendiri, kemarin-kemarin promo punya teman sesama othor. Yuk yang penasaran bisa baca ya lauching jam empat sore ini..😉😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1