Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
54. Thomas Dan Raya


__ADS_3

Raya sedang jalan-jalan di salah satu mall mencari beberapa kaos untuk keseharian di rumah. Mumpung Alisa sedang libur, dia juga ingin bersantai sendiri menikmati hari tanpa pekerjaan.


Kriiing


Suara ponsel Raya berbunyi, dia mengambil ponselnya di dalam tas kecilnya. Melihat siapa yang menelepon, Anindya.


"Halo kak, ada apa?"


"Kamu di mana?"


"Aku sedang menikmati liburanku hari ini. Kenapa memangnya?"


"Oh, ya sudah. Nikmati saja, aku pikir kamu masuk hari ini ke agensi."


"Memangnya ada yang penting?"


"Ngga juga, bisa di bicarakan besok sih. Nikmatilah liburmu, aku tahu kamu sama sibuknya dengan modelmu."


"Hahah, ya ya ya. Terima kasih kak, kalau ada yang mendesak kakak bisa hubungi aku lagi kok, tidak masalah kalau aku harus ke kantor."


"Tidak, kamu sedang bersenang-senang. Aku ngga mau ganggu kamu. Ya sudah, aku tutup ya. By."


"Oke kak, by."


Klik


Raya pun menutup sambungan ponselnya lalu memasukkannya ke dalam tasnya kembali. Tapi tidak sengaja dia di tabrak seseorang.


Bug!


Tubuh Raya miring ke samping dan hampir jatuh jika tidak di tarik oleh satu tangan kekar yang tadi menabraknya.


"Oh, maaf nona. Saya tidak tahu kalau nona berhenti." kata laki-laki tersebut masih menempelkan ponselnya di telinganya.


"Jalan hati-hati dong, lihat di depan!" teriak Raya sambil memegang lengannya yang terasa ngilu karena di tabrak dengan keras.


Laki-laki itu menatap Raya, seperti kenal. Pikirnya.


"Emm, nona Raa yaa?" ucap laki-laki itu ragu.


Raya pun mendongak, karena tubuh laki-laki itu tinggi. Mau tak mau Raya agak mendongak melihat wajah laki-laki tersebut. Raya berpikir, memgingat laki-laki di depannya seperti pernah bertemu. Tapi di mana ya?


"Thomas, saya Thomas. Anda ingat nona?" tanya Thomas sambil tersenyum ramah.


Dan Raya pun ikut tersenyum mengingat Thomas dulu adalah pemilik toko berlian yang menggunakan jasa Alisa untuk sebuah iklan perhiasannya. Ya, Thomas pengusaha berlian itu yang tampan dan senyumnya sangat manis. Yang dulu pernah Raya jodohkan dengan Alisa, meski hanya bercanda.


Tapi Alisa sekarang dengan Richard, kakak satu tingkat di kampus Alisa dan Raya. Mereka malah berpacaran sudah lama, hampir dua tahun sejak Alisa menjadi model terkenal. Aneh memang, siapa jodoh kita pun tidak tahu.


Richard yang dulu membenci Alisa, kini malah jatuh cinta padanya. Meski mereka punya kenangan singkat bersama.


"Ah, tuan Thomas maafkan saya. Saya tidak tahu kalau itu anda." ucap Raya sambil membungkuk badannya pada Thomas.

__ADS_1


"Aaah, jangan seperti itu. Saya yang bersalah karena menabrak nona Raya. Emm, begini saja saya traktir nona untuk permintaan maaf saya. Bagaimana?" tawar Thomas.


Entah modus atau apa, yang jelas Thomas senang bertemu dengan Raya di kesempatan yang panjang menurutnya. Tapi, apakah Raya sedang menunggu modelnya?


"Oh, tuan Thomas tidak perlu begitu. Sungguh, saya tidak apa-apa kok." kata Raya sedikit malu.


"Jangan menolak, atau saya bawa nona ke klinik untuk mengobati lengan anda yang kesakitan?"


"Eh, jangan berlebihan tuan. Saya hanya kaget saja tadi, jadi meringis. Saya tidak apa-apa."


"Apa anda sedang menungu model anda, nona Alisa?" tanya Thomas menyelidik.


"Hari ini sedang libur, jadi saya mencoba santai sebentar menikmati liburan jalan-jalan ke mall ini." ucap Raya.


"Oke kalau begitu, temani saya makan siang. Sebagai permintaan maaf saya, nona harus ikut makan siang dengan saya sekarang." ucap Thomas dengan menarik tangan Raya dan langsung berjalan cepat.


Raya kaget, dia terpaksa mengikuti Thomas kemana membawanya pergi meski dia kesal di tarik paksa oleh pengusaha berlian yang berpenampilan sederhana itu.


Ada rasa kagum di hati Raya dengan penampilan Thomas, tapi ups. Kenapa Raya jadi memuji Thomas dalam hati?


_


Raya dan Thomas kini sedang menikmati makan siang dadakan. Rencana Raya membeli baju santai jadinya gagal karena Thomas mengajaknya makan siang dan sampai jam dua tiga puluh mereka masih duduk di restoran itu.


"Nona Raya, bagaimana kabar anda sekarang?" tanya Thomas.


"Saya baik tuan, seperti yang anda lihat." jawab Raya sopan.


"Hahah, maksud saya apakah anda sudah mempunyai kekasih? Maaf kalau saya terlalu terbuka dan bertanya tentang pribadi." ucap Thomas lagi.


"Maaf kalau pertanyaan saya menyinggung anda nona Raya." ucap Thomas lagi.


"Engg, saya kaget aja anda bertanya tidak basa basi dulu. Biasanya orang akan bertanya kabar, pekerjaan dan juga yaa basa basi lainnya. Anda terlalu jujur atau memang anda ingin mendekati saya, hahah." ucap Raya dengan nada bercanda.


"Oh, jadi anda suka yang tidak basa basi juga ya. Emm, ya memang benar boleh di katakan saya sedang mendekati anda. Makanya saya tanya, apakah anda sudah mempunyau kekasih?" tanya Thomas lagi.


"Eh, bukan begitu maksud saya. Saya hanya bercanda tuan Thomas. Dan kita juga baru bertemu dua kali, saya rasa anda salah menilai saya." kata Raya.


"Tidak, aku tidak salah menilai. Kamu tahu, aku mencari tahu tentangmu. Dan ternyata kita bertemu lagi, mungkin ini takdir kita berjodoh." ucap Thomas.


Raya mengerutkan dahinya, heran. Ada laki-laki seperti Thomas?


"Tapi, kita baru bertemu dua kali. Bukankah anda terlalu cepat untuk..." ucapan Raya terhenti.


Dia takut salah bicara, karena Thomas tidak mengatakan apa-apa. Apa karena asumsinya sendiri seperti itu, jadi dia di buat gede rasa? Ups, Raya merutuki dirinya.


Akibat terlalu sibuk dengan Alisa dan selalu menghindar dari laki-laki yang mendekat padanya.


Thomas tersenyum manis, dia menatap Raya dalam. Memang dia baru dua kali bertemu Raya, tapi dia sering melihat Raya di televisi ketika klarifikasi masalah Alisa atau pun kadang tidak sadar tersorot kamera oleh wartawan.


Dan Raya suka dengan senyum Thomas itu, rasanya hati Raya meleleh di buatnya. Justru Raya salah tingkah di tatap Thomas dengan senyum yang bikin Raya mati kutu.

__ADS_1


"Berarti, kamu belum punya kekasih. Oke, aku akan melamarmu." ucap Thomas.


"Eh, kok gitu?"


"Kenapa? Kamu keberatan?"


"Yaa,, ngga begitu juga. Tuan Thomas, maaf sebelumnya. Kita, oke.." kata Raya gugup, dia menunduk malu.


"Saya baru bertemu anda lagi sejak pekerjaan itu dengan Alisa. Apa anda begitu yakin dengan saya? Saya malah merasa aneh, kenapa begitu cepat anda berpendapat kalau kita jodoh? Padahal ini kedua kalinya bertemu, bagi saya ini terlalu aneh tuan Thomas." ucap Raya menetralkan pikiran dan hatikya.


Karena sejak tadi pandangan Thomas tidak lepas darinya, membuat dia salah tingkah sejak tadi. Dan Senyumnya itu, membuat Raya jadi memerah wajahnya.


"Emm, baiklah. Besok kita akan bertemu lagi." ucap Thomas.


"Tapi besok saya sudah mulai bekerja." kilah Raya.


"Tidak masalah, aku akan ke kantor agensimu." kata Thomas lagi.


"Tidak, jangan."


"Kenapa?"


"Yaaa, tapi itu eengg.." Raya bingung mau mengatakan apa.


Benar-benar Raya merutuki sikapnya saat ini, bikin malu setengah mati.


"Hahaha, baiklah. Aku minta nomor ponselmu." kata Thomas lagi.


"Untuk apa?"


"Untuk membuat janji kalau kita akan bertemu lagi."


Raya diam, dia menatap Thomas aneh. Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Thomas.


Thomas mengambil ponsel Raya dan mendial ke nomornya lalu menyimpan nomor Raya. Ponsel Raya pun di kembalikan.


"Terima kasih. Mau ku antar pulang?"


"Ngga usah tuan, saya masih ada keperluan di sini." jawab Raya menolak ajakan Thomas.


"Oke, besok aku datang ke kantormu."


Setelah mengatakan seperti itu, Thomas pergi meninggalkan Raya yang masih bingung dan heran dengan sikap Thomas yang membuatnya bingung.


"Ada-ada aja tuh orang." gumam Raya.


Dia lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari restoran. Dia ingin kembali ke mall tadi untuk membeli baju yang tadi tertunda karena ajakan Thomas makan siang.


_


_

__ADS_1


_


😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤


__ADS_2