Akulah Malaikat Penolongmu

Akulah Malaikat Penolongmu
87. Ibu Rosi Yang Bingung


__ADS_3

Penangkapan Alena itu sangat menakjubkan. Tanpa di ketahui oleh Alisa dan Richard serta Raya dan Thomas, ternyata Simon sejak dari sore terus memperhatikan cctv di dalam studio dan bersiap siaga jika nanti Alena memang mau mencelakai Alisa.


Dia juga sudah siap dalam mobilnya dengan beberapa bukti dan orangnya melaporkan kejahatan Alena pada polisi, sedangkan dirinya ikut mengejar Alena dengan Richard.


Memang tidak seperti itu yang di inginkan Simon, tapi dia juga sangat puas telah mempermalukan Alena di depan wartawan yang secara dadakan dia undang dan menanyakannya dengan pertanyaan bertubi-tubi.


Di pastikan berita tentang Alena seorang mucikari akan tersebar dengan cepat di media sosial dan juga media elektronik. Beberapa tanggapan dan gosip akan berkembang sesuai prasangka media yang menggoreng isu tersebut.


"Apa kakak yang membawa para wartawan itu juga polisi?" tanya Raya pada Simon setelah mereka kembali ke rumahnya.


"Iya, aku melihat di cctv ruang studio poto perdebatan Alena dan Alisa. Mereka sepertinya berdebat sangat sengit, Alisa sangat tegas dan juga memojokkan Alena dengan beberapa kata-katanya. Setelah itu Alena marah dia berteriak dengan mengatakan akan mencelakai Alisa. Dan benar saja, malam hari dia menyuruh petugas kebersihan di bawah untuk memanggil Alisa. Dan ya, tadi jika Richard tidak mengejarnya mungkin Alena sudah membawa Alisa ke sebuah hotel. Dia tadi itu mencari hotel terdekat, tapi aku pepet dia agar tidak masuk ke dalam parkiran hotel." katq Simon menerangkan panjang lebar pada adiknya itu.


"Jadi begitu, ternyata kakak sudah mengetahuinya." kata Raya.


"Kakak sebenarnya tidak berharap seperti itu penyelesaiannya. Kakak ingin menjebak Alena di sebuah klub malam, tapi rencananya gagal." kata Simon.


"Ya, yang tadi juga cukup menarik kak. Memperlihatkan beberapa lembar chat Alena dengan beberapa model yang bernegosiasi masalah memakai jasa plus-plus model pada laki-laki hidung belang itu. Dia benar-benar marah, jika kakak tidak membuka aibnya itu. Kemungkinan Alisa yang jadi korbannya lagi dengan mencelakai Alisa kembali dengan cara apapun."


"Ya, dia sangat nekat sekali. Bahkan membuatnya malu seperti itu saja masih terlihat angkuh."


"Jadi, kakak merasa lega Alena sudah masuk penjara dengan banyak bukti itu?"


"Ya, aku merasa puas. Sekarang tidak ada lagi parasit yang akan mengganggu manajemen Symonesta Stars. Akan aku buat agensiku lebih mendunia." kata Simon dengan penuh percaya diri.


Dia juga sudah membentuk jaringan kerja sama dengan beberapa produk bermerek dan juga beberapa agensi untuk mengadakan ajang festival atau kontes kecantikan model seperti dulu Alisa mengikutinya sewaktu di Singapura.


Tapi dengan model bertalenta dan penuh semangat, dia akan menyeleksi beberapa model.


"Kakak akan menyeleksi beberapa model untuk mengikuti festival dan kontes di Hongkong dua bulan lagi." kata Simon.


"Oooh, ada kontes lagi?"


"Ya, kamu dan Anindya juga Alisa boleh menyeleksi mereka."


"Iya, nanti kita rundingkan dan rapatkan masalah ini." ucap Raya.

__ADS_1


Kini keduanya sangat lelah, akhirnya mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.


_


Seperti harapan Simon, berita tentang Alena sang mucikari, germo atau tante girang yang memperdaya model dan juga gadis-gadis lain untuk jadi pelacur kini menyebar luas di beberapa berita infotainment di televisi dan juga media sosial.


Ibu Rosi begitu syok melihat tayangan televisi sejak pagi tadi dan video Alena di permalukan di depan wartawan dan juga Simon serta Raya. Dia benar-benar malu.


Sudah barang tentu ibu Rosi juga akan di kejar oleh wartawan. Dan benar saja, di depan rumahnya ada beberapa wartawan menunggunya dan memintanya untuk memberi keterangan padanya tentang peristiwa semalam pada anaknya Alena.


Telepon ibu Rosi juga beberapa kali berbunyi, entah itu teman-teman arisannya atau pun juga beberapa saudara menanyakan akan hal itu. Ibu Rosi sampai bingung menanggapi masalah anak kesayangannya itu.


Sebenarnya, beberapa kali dia sudah mengingatkan Alena agar tidak berbuat macam-macam dalam bekerja sebagai model. Dia juga heran, kenapa barang-barang mewah yang ada di kamar Alena itu sangat banyak. Dia heran, dari mana uang yang di dapat Alena. Ternyata dari pekerjaan sampingannya sebagai mucikari para model yang di perdaya dan mau mencari uang dengan cara intsan.


Tuuut.


Kembali suara dering telepon berbunyi, ibu Rosi semakin bingung. Namun akhirnya dia menjawab juga panggilan telepon itu.


"Halo?"


"Iya menurut berita tadi malam, dan sejak semalam Alena tidak pulang."


"Lalu, berita itu bagaimana?"


"Berita itu sebagian bebar adanya."


"Ya ampun mbak, anakmu kenapa bertingkah seperti itu. Apa kamu tidak pernah menasehatinya."


"Aku sudah menasehatinya berkali-kali, tapi Alena itu keras kepala. Dia juga sangat benci pada adiknya, semua berawal dari dia membenci Alisa."


"Kenapa dia benci pada adiknya itu? Bukankah Alisa itu tidak pernah macam-macam dan selalu mengalah padanya?"


"Mungkin aku yang salah, selalu menuruti apa maunya dia semenjak kecil. Jadinya dia seperti sekarang ini. Aku benar-benar menyesal dia seperti itu, karena saya dia sampai masuk penjara." ucap ibu Rosi lirih.


Tak ada perdebatan lagi, Ibu Rosi juga sepertinya sedang menangis menahan rasa menyesal dan juga malu pada keluarganya dengan kelakuan anaknya Alena.

__ADS_1


Alena yang selalu dia banggakan di depan keluarga dan juga teman-temannya terutama teman arisannya. Entah akan di simpan di mana mukanya jika nanti ada beberapa teman yang pernah berseteru dengannya akan merasa tertawa telihat berita itu.


Sambungan telepon pun terputus, kini ibu Rosi terduduk lagi di sofa. Melihat ke arah depan, wartawan semakin ramai di depan.


Tuuut


Kembali suara telepon berbunyi lagi, ibu Rosi menjawabnya tanpa melihat siapa yang menelepon.


"Halo?"


"Aduuh, jeng. Kok bisa ya Alena jadi mucikari. Apa jeng Rosi tidak tahu Alena anakmu jeng jadi mucikari?" kata teman arisan ibu Rosi yang suka sekali bergosip kalau bertemu.


"Aku tidak tahu!"


"Kok emaknya tidak tahu sih? Pastinya kan uang yang di hasilkan dari mucikari itu mengalir juga ke kantong jeng Rosi."


"Aku tidak menerima apa pun dari anakku ya. Jangan coba memperkeruh masalah, itu bisa membuat fitnah jeng. Saya tidak suka itu!" kata ibu Rosi dengan marah.


"Ya maaf, tapi apa jeng Rosi tidak memberi nasehat kenapa tidak menjadi model saja yang benar, kenapa harus jadi mucikari sih?"


Klik


Sambungan dia tutup, ibu Rosi kesal sekali. Semua seolah menyudutkannya dengan berita tentang penangkapan Alena oleh polisi.


Kini ibu Rosi terdiam di dalam rumah, tidak bisa kemana-mana. Dia takut bertemu dengan para wartawan itu, seperti dulu Alena membuat berita palsu dan penghianatan serta mempermainkan kuliah.


"Kenapa kamu berbuat seperti itu Alena, hik hik hik."


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2