
Jam 4 subuh, sebelum menunaikan ibadah sholat, Laura berniat melihat keadaan Natalie, namun saat dia baru sampai didepan pintu kamar Natalie, dia melihat Yasha yang tertidur di sofa. Tak mau mengganggu, Laura pun memilih pergi dan menunaikan ibadah sholat dengan Rey.
Tak lama, setelah Laura pergi, alarm ponsel Rafa berbunyi, dia pun terbangun dan terkejut karena Yasha masih berada dikamar Natalie.
"Kenapa aku masih ada di sini? sebaiknya aku cepat pergi, sebelum ada yang melihat," batin Yasha, sebelum pergi dia menatap Natalie sekilas, namun kemudian dia pergi menuju kamarnya untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Sangking terburu-burunya Yasha, dia sampai melupakan ponselnya, dan masih tertinggal dikamar Natalie.
"Sayang," panggil Laura kepada Rey yang tengah melipat sajadahnya.
"Ada apa sayang?" tanya Rey.
"Tadi aku lihat Yasha loh," ucap Laura seraya tersenyum.
"Tiap hari juga kita lihat Yasha," ujar Rey bingung.
"Tapi ini beda, dia dikamar Natalie," ucap Laura.
"Ngapain Yasha dikamar Natalie," Rey mulai curiga.
"Jangan berpikiran negatif dulu, sepertinya semalam suhu tubuh Natalie naik, karena aku lihat ada kompresan dikepala Natalie, dan Yasha tertidur di sofa," jelas Laura.
"Masa? setahu ku Yasha sangat tidak suka dengan Natalie," ucap Rey.
"Itu artinya, dari benci sudah jadi suka," ucap Laura seraya melangkah keluar kamar.
Rey yang masih berada dikamar nya menatap kepergian Laura, "kalau benar berarti aku mau punya menantu, terus cucu, nanti cucuku panggil aku apa ya?" Rey berpikir lucu.
Sedangkan Laura, ternyata dia menemui Natalie dikamar nya, saat Laura masuk Natalie masih tertidur.
"Syukurlah suhu badan nya sudah stabil," ucap Laura, dia membereskan alat kompresan yang semalam Yasha pakai, namun saat Laura melihat sofa, dia melihat ponsel.
"Ini kan, ponsel Yasha," ucap Laura, dia pun tersenyum jahil, kemudian menyimpannya kedalam saku piyamanya.
Laura tengah menyiapkan sarapan, satu-persatu anak-anaknya mulai turun, dimulai dari Keysha, kemudian Rafa, dan disusul oleh Yasha dan Arsha, namun sedari tadi Yasha nampak tengah mencari sesuatu.
"Cari apa Yasha?" tanya Laura.
"Ponsel mom," jawab Yasha.
"Nih, tadi mommy lihat di sofa kamar Natalie," seru Laura, nampak sengaja supaya ketiga anaknya yang lain mendengar.
"Apa?" ucap Keysha, Arsha dan Rafa bersamaan.
Yasha langsung panik ketika Laura mengatakan bahwa ponselnya tertinggal dikamar Laura, bahkan ketiga saudaranya sudah menatap kearah Yasha, seolah meminta penjelasan.
"Apa sih mom, gak usah ngarang, mana ada ponsel aku ketinggalan di sana," elak Yasha gugup.
"Loh, jadi ponsel kamu jalan sendiri dong kesana?" tanya Laura dengan wajah polos, seolah dia percaya dengan perkataan Yasha.
"Mommy pasti ngarang, udah ah udah siang aku mau sarapan dulu," ujar Yasha, sangat nampak dia berusaha mengalihkan pembicaraan.
Laura memberi kode kepada ketiga anaknya yang lain, agar kembali fokus pada sarapan mereka, karena Rey juga sudah datang.
Hari ini Keysha masih harus bekerja sendirian, karena Natalie belum pulih betul, saat mobil Keysha sampai ditempat parkir, dia melihat seorang anak kecil yang tengah menangis, disampingnya Keysha tebak adalah ayah dari anak perempuan itu.
"Permisi," sapa Keysha.
__ADS_1
"Oh iya," jawab lelaki itu.
"Anak nya kenapa Pak?" tanya Keysha ramah.
"Cariin bundanya."
"Memangnya bundanya kerja disini?" tanya Keysha kepada anak perempuan yang tengah terisak.
"Iya," jawab nya.
"Oh iya kenalin, tante Keysha, Tante kerja disini juga," ucap Keysha berkenalan.
"Aku Kiara," jawab Kiara lucu.
"Oh Kiara, bundanya kerja apa sayang?" tanya Keysha lagi.
"Foto Tante," hanya itu yang menjadi jawaban Kiara, namun itu masih membuat Keysha bingung.
"Sebelum nya perkenalkan, saya Arya Ayahnya Kiara, istri saya bekerja disini, sebagai model," jelas Arya.
"Model? eem kalau boleh tahu, siapa nama istri Pak Arya?" tanya Keysha.
"Andara Kirana, panggilan nya Dara," ucap Arya.
Keysha mencoba mengingat nama itu, dia nampak tak asing dengan nama yang Arya sebutkan, setelah beberapa saat akhirnya Keysha mengingat nya, Dara adalah model yang berangkat ke Mexico, dan beberapa hari lalu bertemu dengan Keysha.
"Dara yang berangkat ke Mexico?" tanya Keysha mencoba memastikan.
"Iya betul," jawab Arya.
"Jadi? kantor agensi ini milik ibu Keysha?" tanya Arya memastikan.
Keysha pun mengangguk seraya tersenyum, "jangan panggil ibu, saya belum menikah, panggil Keysha aja," ujar Keysha seraya tertawa.
"Oh maaf-maaf, baiklah Keysha?" ucap Arya meminta persetujuan.
"Nah seperti itu terdengar lebih baik,," jawab Keysha.
"Jadi, Kiara cari bunda ya?" tanya Keysha kepada Kiara.
"Iya Tante," jawab Kiara, pipi tembam nya membuat Keysha tak tahan untuk mencubit gemas.
"Sabar ya sayang, bunda sebentar lagi pulang kok," ujar Keysha.
"Tuh Kiara, dengarkan apa yang Tante Keysha bilang? bunda sebentar lagi pulang, mungkin lusa bunda pulang," ucap Arya kepada putri kecilnya.
Mendengar Arya yang tengah menenangkan Kiara, Keysha sedikit bingung, kenapa Arya bilang bahwa Dara akan pulang lusa, sedangkan Dara berada di Mexico sekitar 2 Minggu.
"Maaf, sebelumnya pak Arya, Dara baru 3 hari ini kan di Mexico?" tanya Keysha.
"Iya, kan dara disana kurang lebih 5 hari," jawab Arya.
"5 hari? bukannya 2 Minggu?" tanya Keysha lirih, bermaksud agar Kiara tak mendengar.
"Tidak Keysha, Dara mengatakan bilang dia cuma 5 hari," ucap Arya.
__ADS_1
"Pak Arya tidak membaca keterangan terlebih dahulu sebelum menandatangani surat izinnya?."
"Menandatangani surat izin? memang ada?" tanya Arya bingung.
"Ada pak Arya, itu surat izin yang saya berikan kepada para model yang sudah memiliki suami, surat itu berisi pernyataan bahwa pihak suami memberikan izin kepada istrinya untuk berangkat ke Mexico, itu saya berikan 1 bulan sebelum pemilihan malah Pak," ucap Keysha.
"Tapi, saya benar-benar tidak menandatangani surat pernyataan itu," ucap Arya meyakinkan Keysha.
"Jadi yang tandatangan siapa? apa Dara sendiri?" tanya Keysha.
Arya nampak menghela napas lelah, "iya," jawab Arya mengangguk lemah.
Arya melihat jam di pergelangan tangannya, ternyata sudah jam 08.30, sebentar lagi dia harus meeting.
"Emm Key, sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya bahas soal Dara, tapi saya harus meeting," ucap Arya tidak enak.
"Tidak apa Pak Arya, lain kali bisa disambung lagi," jawab Keysha.
"Terimakasih ya."
"Ayo Kiara, kita ke kantor Ayah, bunda nggak ada disini," ucap Arya mencoba merayu Kiara.
"Nggak mau," ucap Kiara seraya menggeleng kan kepalanya.
"Tapi ayah harus meeting sayang," ucap Arya, dia berharap Kiara mau menurut dengannya kali ini.
"Nggak mau," jawab Kiara seraya menjauh dari Arya.
"Sayang, Kiara masih mau disini?" tanya Keysha kepada Kiara.
"Iyaa," jawab Kiara.
"Ya sudah, Kiara sama Tante mau?" tanya Keysha lagi.
"Mau Tante," Kiara yang semula berwajah murung, kini mulai ceria.
"Ya sudah, pak Arya, biarkan Kiara disini ya?"
"Tapi, apa tidak merepotkan?"
"Enggak kok Pak, kan ada baby sitter nya juga."
"Baiklah, sebenarnya terimakasih banyak ya Key."
"Sama-sama."
"Kiara, ayah ke kantor dulu ya? Kiara jangan nakal, nanti jam makan siang ayah kesini, oke?"
"Oke Ayah," jawab Kiara seraya tersenyum.
"Ya sudah ayah pamit," Kiara mencium tangan ayahnya hormat, sedangkan Arya mencium kening dan pipi putrinya.
"Saya permisi, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Arya pun masuk kedalam mobilnya, sedangkan Kiara melambaikan tangannya kearah Arya, melihat hal itu, Keysha merasa bersalah, karena keteledorannya Kiara jadi kurang kasih sayang dari Dara.