
Riani dan Budi bergegas ke ruang tamu dengan Riani membawa minum dan beberapa camilan, mereka sangat senang dengan kedatangan Vania. Karena memang sudah cukup lama Vania tidak datang ke kediaman Budi dan Rani semenjak Vania bekerja.
"Vania..." Ucap Rani, dia lebih dulu menaruh nampan dimeja, lalu memeluk Vania.
"Kamu apa kabar nak?" Tanya Rani.
"Baik Tante,Tante juga gimana kabarnya?" Ucap Vania balik bertanya.
"Alhamdulillah kami juga sehat nak" jawab Rani.
"Oh iya Tante kenalin ini Leo" ucap Vania sambil menunjuk Leo sopan.
Leo pun menjabat tangan Rani, " Leo tante, calon suami Vania" ucap Leo.
"Saya Rani, tantenya Vania" ucap Rani.
" Ya sudah ayo duduk lagi" ucap Rani,dia pun menaruh minum di hadapan Vania dan Leo kemudian satu untuk Budi suaminya.
"Tante nggak perlu repot-repot" ucap Vania tak enak.
"Repot apa? Orang cuma air" ucap Rani. Dia pun duduk di samping suaminya setelah selesai menghidangkan minuman dan camilan di atas meja.
"Jadi kalian akan menikah?" Tanya Budi.
"Iya om" kali ini Leo yang menjawab.
"Nak Leo sudah bertemu dengan ibu Vania?" Tanya Budi.
"Sudah om, sebelum kemari kami kerumah Bu Ami mengabarkan niat baik kami" jawab Leo.
"Syukurlah, om dan tante ikut senang mendengar kabar Vania akan menikah" Ucap Budi.
"Tapi maaf ya om, sebenarnya aku ingin om yang menjadi wali nikah kami tapi.. ternyata tidak bisa" ucap Vania tak enak.
"Tidak apa apa nak, om tahu kok" jawab Budi.
"Lalu kapan pernikahan nya?" Tanya Rani.
__ADS_1
"Untuk tanggal belum bisa kami pastikan Tante,karena kami harus mengurus ke KUA, kalau memang tanggal yang kami tentukan sudah di ACC kami akan segera mengabari Tante dan om" Jawab Leo.
"Baiklah,sebagai orang tua kami hanya bisa mendoakan semoga hal baik yang kalian rencanakan bisa berjalan sesuai rencana" Ucap Budi.
"Amiin om" Jawab Leo.
"Sebentar lagi waktu makan siang, kalian makan disini ya?" Tawar Rani.
"Nggak usah tante, malah jadi ngerepotin" Ucap Leo.
"Repot apa nak Leo, nggak ngerepotin kok. Tapi maaf lauk nya sederhana" ucap Rani.
"Nggak papa Tante" jawab Vania.
"Ya sudah,Tante lanjut masak sebentar ya, tadi masih ada yang belum selesai" pamit Rani.
"Aku bantu ya Tante" Vania pun mengejar Rani. Kini hanya ada Budi dan Leo.
"Nak Leo,boleh om berpesan sesuatu?" Tanya Budi.
"Mungkin ini seharusnya di ucapkan oleh seorang ayah,tapi mungkin nak Leo sudah tahu bagaimana kisah Vania. Saya juga sudah menganggap Vania seperti anak saya sendiri, mendengar Vania akan menikah saya merasa sangat senang,akhirnya ada lelaki yang akan senantiasa menjaga dan melindungi Vania." Budi menjeda kalimatnya, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
"Saya mohon,jaga Vania dan sayangi dia selamanya, didik Vania dengan baik,jika suatu saat Vania berbuat salah,saya mohon jangan kasar apa lagi menyakitinya. Jika nak Leo tidak sanggup dan merasa menyerah dalam mendidik Vania, maka pulangkan Vania kepada saya jangan ke ibunya" ucap Budi seraya menahan isakannya,karena kini dia sudah menitikkan air mata. Budi merasa benar benar menjadi ayah yang akan melepas putrinya kepada lelaki yang akan menjadi suami Vania.
Leo beralih duduk mendekat ke arah Budi dan jongkok di hadapan Budi seraya tersenyum.
"Saya berjanji,sekuat tenaga akan menjaga Vania dan saya berjanji suatu saat semarah nya saya pada Vania,saya tidak akan menyakitinya sedikitpun om, saya akan menjadikan Vania satu satunya pendamping hidup saya hingga ajal yang memisahkan kami berdua" ucap Leo yakin.
"Terimakasih nak, terimakasih" Ucap Budi,kini dia sudah semakin menunduk haru. Leo pun bangkit dan memeluk Budi.
"Saya yang berterima kasih om, berkat om Budi dan Tante Rani Vania bisa mendapatkan kasih sayang orang tua yang lengkap,yang tidak pernah Vania dapatkan dari orang tua kandungnya" ucap Leo.
Dan ternyata Vania melihat semua kejadian itu, Vania tadinya berniat membantu Rani memasak,namun Rani menolak karena dia hanya akan menggoreng ayam. Vania pun disuruh kembali ke ruang tamu,namun langkah Vania terhenti ketika Budi dan Leo mengobrol.
"Terimakasih ya Allah,kau kirimkan orang orang baik disekitar ku, semoga Leo adalah jodoh terbaik yang kau kirim untuk ku" Batin Vania, dia langsung menghapus air matanya kasar ketika melihat Rani yang akan menghampiri nya karena sudah selesai dengan urusan dapur.
"Loh kok masih disini?" Tanya Rani pada Vania.
__ADS_1
"Nggak enak Tante,om Budi lagi ngobrol sama Leo" Ucap Vania sambil tersenyum.
"Ya sudah,ajak om kamu sama Leo buat makan siang ya," ucap Rani.
"Baik Tante" jawab Vania, dia pun menghampiri Leo dan Budi yang kini sudah diposisi semula ketika Vania meninggalkan mereka. Sedangkan Rani menuju ruang makan menyiapkan minum.
"Om Budi, Leo udah dipanggil tante buat makan siang" ucap Vania.
"Iya nak" jawab Budi, "ayo nak Leo" ajak Budi.
"Iya om" jawab Leo, mereka pun melangkah ke ruang makan.
"Ayo Vania, nak Leo makan dulu,maaf ya lauknya seadanya" ucap Rani.
"Ini sudah lebih dari cukup kok Tante" ucap Leo.
"Ya sudah ayo duduk, cicipi ya masakan tante,maaf kalau nggak enak" ucap Rani seraya tersenyum.
"Pasti enak Tante,baunya aja harum" ucap Leo.
Kemudian mereka semua pun duduk ditempat masing masing,Vania juga mengambilkan makanan ke piring Leo.
Siang itu mereka makan siang dengan suasana yang penuh kehangatan keluarga, canda tawa nampak mewarnainya. Membuat Vania dan Leo betah bersama Budi dan Rani.
Leo sangat senang bisa mengenal Budi dan Rani yang begitu menyayangi Vania,sangat berbeda dengan Ami yang jelas penuh tipu muslihat. Dirumah ini Leo bisa melihat Vania sangat nyaman, tawa lepasnya ketika bercanda dengan Budi dan Rani sangat berbanding terbalik ketika bertemu ibu kandungnya sendiri.
Pukul 4 sore Leo dan Vania berpamitan pulang, karena Leo juga harus mengantar Vania ke rumah Farah sesuai janjinya. Setelah berpamitan dengan Budi dan Rani mereka memasuki mobil lalu melaju dengan kecepatan sedang.
.
.
...****Haii author up siang nih 😁 siapa yang seneng di part ini? ada yang terharu nggak 😁...
...Tulis jawaban kalian di komentar yaa.. dan jangan lupa untuk kasih Like dan Votenya...
...Terimakasih🥰**...
__ADS_1