
Rafa masih terus menatap Vanessa menantikan jawaban gadis cantik itu, dan Vanessa juga mencuri pandang ke arah Rafa, dia bingung apakah dia harus menjawab pertanyaan Rafa? namun tiba - tiba saat Vanessa mencuri pandang, secara tak sengaja pandangan mereka bertemu, dan Vanessa langsung memutuskan kontak mata mereka.
"Woy!" Seru Rafa, membuat Vanessa terkejut bukan main.
"Rafa! rese loe" ucap Vanessa kesal, dan sekarang mulut Vanessa tengah komat Kamit merapal kan mantra untuk Rafa yang jahil itu.
"Lagian ngapain loe diam, jawab pertanyaan gue, loe suka kan sama kak Arsha?" Tanya Arsha lagi untuk kesekian kalinya.
"Sial, gue gak bisa ngelak lagi" batin Vanessa.
"Kalo iya kenapa?" Jawab Vanesa menantang.
"Mending loe buang perasaan loe jauh - jauh dari sekarang" Ujar Rafa dengan mimik muka serius.
"Kenapa? dan apa hak loe ngelarang gue buat suka sama kak Arsha?" Tanya Vanessa.
"Kak Arsha itu udah suka sama cewek lain, namanya kak Glenca" Jawab Rafa.
Bukan nya terkejut, Vanessa malah tertawa mendengar jawaban Rafa, "haduh, Rafa... Rafa, kalau itu sih gue juga tahu, kak Arsha itu kan emang sering ngegodain cewek - cewek, bahkan bukan cuman kak Glenca Arsha, dan gue fine fine aja kok, kan emang kak Arsha itu humble orang nya" Ujar Vanessa.
"Tapi ini beda Nesa" ujar Rafa, Rafa memang mempunyai panggilan khusus untuk Vanessa.
"Apa bedanya?" Tanya Vanessa sambil menatap serius ke arah Rafa.
"Kak Arsha udah nunggu kak Glenca lama, bertahun - tahun Nessa, dari loe sama gue masih di perut sampe kita udah berusia 15 tahun, kak Arsha nggak mungkin punya perasaan biasa aja ke kak Glenca kalau dia aja rela nunggu selama itu " ujar Rafa, mencoba menjelaskan kepada Vanessa.
"Tapi kak Arsha belum melabuhkan hatinya ke wanita manapun kan? dan nggak menutup kemungkinan juga kalau kak Glenca nggak akan kembali ke Indonesia, jadi gue bakal tetep jaga hati gue buat kak Arsha" Ucap Vanessa kekeh pada keputusan nya itu.
Rafa menghela napas lelah, "dasar kepala batu, kalau loe sampe patah hati sama kak Arsha, jangan cari gue" Ujar Rafa sambil berdiri dari duduk nya. Melihat Rafa yang beranjak pergi, Vanessa pun mengikuti nya.
"Nggak akan" Jawab Vanesa yakin.
Tanpa berbicara lagi, Rafa pun menaiki sepeda motor nya, begitu juga Vanessa, dia naik ke atas motor Rafa.
"Rafa..." Panggil Vanessa, pasalnya sepanjang jalan Rafa hanya diam, biasanya Rafa paling tidak suka kalau Vanessa diam.
"Rafa..." Panggil Vanessa lagi, pasalnya tadi Rafa tidak menyahut.
"Apa?" Jawab Rafa singkat.
__ADS_1
"Loe marah?" Tanya Vanesa.
"Enggak, ngapain gue marah" jawab Rafa.
"Terus kenapa loe diem?" Tanya Vanessa.
"Gue mules Nessa, mending loe diem deh" Ujar Rafa.
"Sialan, jangan buang angin ya loe" Ujar Vanesa seraya menutup hidungnya.
"Tenang baunya wangi kok " ujar Rafa seraya tertawa.
Sedangkan Keysha dan Natalie baru saja kembali ke kantor setelah dari rumah Farah dan Ryan. Di keluarga Keysha, Natalie merasa punya keluarga, karena Natalie tinggal di Jakarta sendirian, sedangkan keluarga nya berada di Amerika.
Namun ada satu orang yang memandang Natalie tak suka, dia adalah Yasha. Pemuda itu masih saja membenci Natalie karena kesalahan masa kecil, itu lah sebabnya sebisa mungkin Natalie menghindari Yasha agar tidak bertemu.
"Jadi model yang akan berangkat ke Mexico bernama Andara Kirana?" Tanya Keysha kepada Natalie, sambil membaca berkas biodata Andara atau lebih dikenal Dara.
"Benar Key, dia lah yang terpilih" Jawab Natalie.
"Ibu dengan satu anak?" Tanya Keysha lagi.
"Wow hebat... dia bahkan bisa mengalahkan beberapa model yang masih singgel" Ujar Keysha.
"Dia salah satu model terbaik yang kita miliki" Jawab Natalie.
"Aku penasaran, baiklah Natalie aku mau bertemu dengan nya, bawa dia kehadapan ku sekarang ya" ujar Keysha.
"Oke" Jawab Natalie, dia pun keluar dari ruangan Keysha dan meminta sekretaris memanggil Dara ke ruangan Keysha.
Tak lama seorang wanita cantik berjalan dengan anggun kearah Natalie, senyum manis tak pernah luntur dari bibir nya.
"Selamat siang Bu, saya Dara" Ucap wanita itu.
"Siang, saya Natalie. Ibu Keysha ingin bertemu dengan kamu" Ujar Natalie, dia pun mempersilahkan Dara untuk masuk ke dalam ruang kerja Keysha.
"Silahkan duduk" Ujar Keysha.
"Terimakasih Bu."
__ADS_1
"Dengan Andara Kirana?" Tanya Keysha memastikan.
"Benar Bu, ibu bisa panggil saya Dara" Jawabnya.
Keysha tersenyum karena melihat ketegangan di wajah Dara, "gak usah tegang, saya cuman mau kenal kok model dari agensi saya yang terpilih untuk berangkat ke Mexico, karena ini projects besar jadi saya harus memastikan sendiri" Ujar Keysha.
"Iya Bu " Jawab Dara seraya tersenyum canggung
"Kamu sudah menikah?" Tanya Keysha.
"Sudah Bu, dan sudah punya 1 anak" Jawab Dara.
"Saya kagum sama kamu, karena masih bisa berkarier dengan status kamu yang sudah tidak lagi lajang, bahkan sudah memiliki anak" Ujar Keysha.
"Terimakasih Bu" Jawab Dara tersenyum, dia merasa terhormat bisa di puji secara langsung oleh pimpinan agensi.
"Oh iya, apa suami kamu sudah memberi izin kamu berangkat ke Mexico? Karena disana akan memakan waktu cukup lama, sekitar 1 bulan" Ujar Keysha.
"Eemm sudah kok Bu, saya juga sudah menyerahkan bukti berupa tanda tangan persetujuan suami saya" ujar Dara.
"Iya, saya sudah menerimanya, namun saya merasa sedikit bingung, mengingat waktu 1 bulan itu kan bukan waktu yang sebentar, apa lagi kamu pergi ke Mexico. Apa suami kamu seorang model juga?" Tanya Keysha.
"Bukan Bu, suami saya seorang CEO dan dia memang mendukung karier saya penuh, karena dia tahu saya punya mimpi ingin menjadi model yang terkenal, itulah mengapa meskipun saya sudah menikah dan punya anak tapi suami saya mengizinkan saya untuk tetap menjalankan profesi saya sebagai model, dia ingin saya tetap mengejar mimpi dan cita - cita saya" ujar Dara menjelaskan.
"Wow... kamu sangat beruntung ya" Ujar Keysha seraya tersenyum.
"Terimakasih Bu."
"Baiklah, saya rasa cukup untuk pertemuan kita kali ini, tetap jaga kesehatan ya dan jaga nama baik kamu dan keluarga, serta agensi. Karena kamu adalah tanggung jawab saya jadi saya harus memastikan bahwa kamu pergi sudah mendapatkan izin dari suami" Ujar Keysha.
"Iya Bu, saya mengerti... kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Dara.
"Silahkan."
Keysha masih menatap punggung Dara yang mulai menghilang, dia merasa Dara salah satu wanita yang beruntung karena bisa mendapatkan dukungan penuh dari suami nya.
"Dia salah satu wanita yang beruntung kan Natalie" Ucap Keysha.
"Mungkin iya, mungkin juga tidak" Ujar Natalie, karena jujur saya dia masih merasa curiga pada Dara.
__ADS_1