
Akhirnya Ami dan Anton pun telah di makamkan, saat di perjalanan menuju ke rumah Ami, Leo sempat memberikan surat yang di tulis oleh Ami sebelum melakukan bunuh diri. Tentu saja Vania langsung terisak ketika dia membaca surat tersebut, namun Leo selalu memenangkan Vania agar tidak terlalu larut.
Setelah acara pemakaman Leo, Rey dan yang lainnya pun berkumpul di rumah Ami untuk membicarakan rumah tersebut, om Budi tidak ingin menjual nya karena itu peninggalan orang tua, namun om Budi juga tidak bisa Pindah, di karenakan dia sudah memiliki rumah sendiri.
"Lalu baiknya bagaimana om?" Tanya Leo pada Budi.
"Om punya ide, namun kembali lagi pada Vania apa kah Vania setuju atau tidak. Jadi bagaimana kalau rumah ini dijadikan tempat panti asuhan, nanti keuntungan yang seharusnya diberikan untuk mbak Ami larinya ke panti asuhan ini untuk kebutuhan panti, dan nanti akan ditambah dari hasil omset tahu" usul Budi.
"Vania setuju om" Ucap Vania.
"Begini saja om, untuk omset itu biarkan om kelola, untuk memajukan usaha pembuatan tahu, nah kalau untuk uang yang seharusnya di berikan kepada alm. Bu Ami bisa kita serahkan kepada panti asuhan seperti yang om bilang, nah nanti saya akan menjadi donatur tetap di panti ini " ujar Rey.
"Saya juga pak Budi" Ucap Ryan.
"Dan saya akan bantu merenovasi rumah ini om supaya lebih nyaman" ucap Leo, pasalnya memang sudah ada beberapa tembok yang mulai retak.
"Terimakasih semuanya, terimakasih banyak" Ucap Budi penuh rasa haru. Dia merasa memiliki keluarga yang lengkap.
Selesai melakukan musyawarah tersebut dan hasilnya pun sudah di putus kan, mulai Minggu depan rumah tersebut akan di renovasi dan akan dijadikan panti asuhan, dengan keluarga Daguise yang akan menjadi donatur tetap di panti tersebut nantinya.
Mereka semua pun akhirnya pulang ke rumah masing - masing, cukup sulit membujuk Vania untuk pulang, namun akhirnya Vania pun menurut ketika Leo mengatakan bahwa sekarang Vania tidak sendirian, ada janin yang harus Vania jaga.
Leo tahu Vania tengah berduka, jadi sebisa mungkin Leo bisa lebih mengerti Vania, apa lagi Rey mengatakan kepada Leo bahwa perasaan ibu hamil lebih sensitif, jadi Leo harus benar - benar berhati - hati dalam berbicara.
Saat Laura dan Rey sampai di rumah, rupanya si kembar sudah pulang, Rey memang mengutus anak buah untuk menjemput si kembar.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Mom.. dadd" Keysha dan Yasha menghampiri kedua orang tuanya, lalu mencium tangan mereka secara bergantian.
"Bagaimana dengan aunty Vania mom??" Tanya Keysha. Si kembar sudah tahu tentang berita Ami dan Anton.
"Aunty Vania masih sangat sedih sayang" jawab Laura.
"Kasihan aunty" Ucap Yasha.
"Tapi ada kabar baik dari aunty dan uncle" Ujar Rey.
__ADS_1
"Apa itu dad?" Tanya Keysha dan Yasha penasaran.
"Aunty Vania hamil, jadi aunty Vania dan uncle Leo akan segera memiliki Dede bayi" Ujar Rey.
"Benarkah dad??" Tanya Keysha memastikan,dan Rey pun mengangguk.
"Wah, nanti kita datang ke rumah aunty ya mom, kita hibur aunty supaya nggak sedih" ucap Yasha.
"Iya sayang, tapi nanti ya.. biarkan aunty istirahat dulu" Ucap Laura.
"Iya mom" Jawab Yasha dan Keysha bersamaan.
Namun Laura dan Rey merasa heran, karena sedari tadi tidak melihat Arsha putra centilnya itu.
"Loh Arsha mana??" Tanya Laura.
"Ke rumah Glenca mom" Jawab Yasha.
"Ke rumah Glenca? Ngapain?" Tanya Rey penasaran.
Saat Yasha dan Keysha ingin menjelaskan, tiba - tiba Arsha datang dengan wajah sendu nya.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Ngga papa mom" ujar Arsha sendu, dia kembali melangkah dan masuk ke dalam kamar nya.
"Arsha kenapa??" Tanya Rey pada Yasha dan Keysha.
"Glenca mau pindah Dad ke Prancis ikut orang tuanya, dan tadi Yasha ketemu Glenca untuk melakukan salam perpisahan" Ujar Yasha menjelaskan.
"Ohhh begitu, pantesan sedih" Ucap Laura.
"Ya udah, kalian hibur Arsha yaa kasihan" Ucap Rey.
"Siap mom.. dad" Ucap Yasha dan Keysha bersamaan, mereka pun menyusul Arsha menuju kamar.
"Ada .. ada aja deh anak kita yang satu itu" Ujar Laura seraya tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah yuk sayang bersih - bersih habis itu istirahat dulu" ajak Rey.
Yasha dan Keysha masuk kedalam kamar dimana ada Arsha, mereka melihat Arsha yang murung sambil memegang cincin mainan bertuliskan huruf G.
"Itu dari Glenca?" Tanya Yasha.
"Iya kak" Jawab Arsha.
"Sudahlah kak jangan bersedih terus, kalau takdir kalian memang di pertemukan kembali pasti kalian akan bertemu kok" Ujar Keysha.
"Iya dan itu pasti sangat lama, karena Glenca saja tidak tahu apakah dia akan kembali ke sini atau tidak" Ujar Arsha sendu.
"Wah jadi seorang penakluk hati wanita ini sedang patah hati" Ledek Yasha.
"Kamu jangan sedih, mana Arsha yang aku kenal, biasanya kamu yang paling ceria diantara kami" Ujar Yasha lagi, dan Keysha mengangguk tanda setuju.
"Apa yang kak Yasha katakan itu benar kak, sekarang ini ada seseorang yang membutuhkan hiburan kakak, yaitu aunty Vania" Ujar Keysha.
"Aku tidak bisa menghibur orang lain, sedangkan aku sendiri sedang rapuh" Ucap Arsha sedih.
"Sudah lah aku mau tidur saja" Ucap Arsha, dia pun memilih membaringkan tubuhnya di ranjang empuk milik nya itu.
"Sudah lah Key tidak perlu di pikirkan, nanti juga dia akan kembali seperti biasanya" Bisik Yasha.
"Iya kak" Jawab Keysha. Tidak mau mengganggu Arsha yang ingin istirahat, mereka pun keluar dari kamar menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.
Sedangkan di kediaman Leo sendiri, Leo tengah menemani Vania yang kini telah terlelap, tadi setelah makan sedikit nasi Leo pun menyuruh Vania untuk meminum obat yang dimter resep kan, obat itu bertujuan untuk menguatkan kandungan Vania yang masih sangat rentan, juga untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Vania,mengingat Vania yang tengah berduka membuat Leo khawatir dengan kesehatan Vania dan calon anaknya. Setelah minum obat tadi Vania merasa sangat mengantuk kemudian terlelap, Leo pun setia menunggu Vania benar - benar sudah nyenyak tidur, Leo bersyukur karena akhirnya Vania bisa beristirahat dengan baik, karena sepanjang pemakaman tadi Vania terus menangis bahkan sampai pingsan.
"Jangan nakal ya anak papah" Lirih Leo, dia pun mencium kening Vania dan melangkah keluar dari kamar.
Kau kembali teringat sesuatu, yaitu tentang janji Vania.
"Sebaiknya aku buatkan Vania surat pengunduran diri, karena sudah kesepakatan kalau Vania hamil dia akan resign" ucap Leo, dia pun bergegas menuju ruang kerja untuk membuatkan surat pengunduran diri Vania yang mungkin akan di serahkan besok.
.
.
...**Haii readers aku minta maaf karena baru bisa up, karena aku sedang mempersiapkan untuk membuat season 2 cerita ini .. ...
__ADS_1
...Jadi dalam waktu dekat season 1 ini akan selesai, tapi tenang untuk season 2 akan aku buat dalam satu novel ini jadi kalian pantau terus yaaa ...
...Terimakasih**...