
Saat Leo ingin menjelaskan lebih detail tentang keputusan Rey siapa pengganti Vania tiba - tiba mobil berhenti, dan ternyata mereka sudah sampai di kediaman Budi dan Rani.
"Kita sudah sampai sayang, pembahasan masalah ini kita lanjut di rumah nanti ya?" Ucap Leo.
"Iyaa sayang" Jawab Vania, mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah menuju rumah Budi.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Eh Vania .. Leo" Ucap Budi, Vania dan Leo pun mencium tangan Budi.
"Apa kabar om?" Tanya Leo.
"Om baik, bagaimana dengan kalian?" Tanya Budi.
"Alhamdulillah kami baik om" Jawab Leo.
"Mari masuk" Budi mempersilahkan Budi untuk masuk.
"Rani.. ini ada Vania dan Leo" Seru Budi memanggil istrinya.
"Wah pengantin baru datang?" Ucap Rani, Vania dan Leo pun berdiri dan Mencium tangan Rani.
"Ini Tante ada sedikit oleh - oleh" Vania memberikan paperbag berisi oleh - oleh kepada Rani.
"Wahh dapet oleh - oleh dari yang habis bulan madu.." Ucap Rani seraya tersenyum, namun perkataan Rani membuat Vania dan Leo bingung. Pasalnya mereka belum menceritakan kepada Rani tentang bulan madu mereka.
"Loh kok Tante bisa tahu?" Tanya Vania.
"Iya Vania, loh memang nak Laura nggak cerita?" Tanya Rani.
"Kak Laura nggak cerita apapun Tante" Jawab Vania bingung.
__ADS_1
"Memang selama kami pergi ada kejadian apa Tante?" Tanya Leo penasaran, pasalnya tidak ada laporan apapun dari pelayan dan penjaga di rumah nya
"Emm bagaimana yaa..." Ujar Rani, dia nampak bingung karena ternyata Vania tidak tahu tentang kedatang Ami dan membuat kekacauan. Dalam pikiran Rani mungkin ada alasan kenapa Laura tidak menceritakan semuanya kepada Vania.
"Mas bagaimana ini?" Tanya Rani pada Budi suaminya, raut wajah Rani terlihat cemas dan bingung.
"Ceritakan saja Rani" Ucap Budi tenang, dia meyakinkan Rani bahwa tidak akan terjadi apapun jika Rani berbicara jujur pada Leo dan Vania.
"Baiklah Tante akan ceritakan semuanya" akhirnya Rani pun berani bercerita setelah berpikir sejenak. Kemudian Rani pun duduk di ikuti oleh Leo dan Vania.
"Jadi waktu itu Tante datang ke rumah kalian berniat membawakan makanan kesukaan Vania, tapi saat Tante hendak masuk rumah Tante sudah mendengar suara keributan. Dan ternyata itu mbak Ami dan Laura" ucap Rani menjelaskan.
"Yang pada saat itu Tante mendengar Laura menasehati Ami agar tidak terus memanfaatkan kamu Vania, karena pada saat itu kedatangan Ami untuk meminta uang, para pelayan di rumah kalian sudah menjelaskan bahwa kalian sedang tidak berada di rumah tapi mbak Ami malah marah dan tidak percaya, dia berkata Vania hanya bersembunyi darinya untuk menghindar" Jelas Rani.
"Lalu bagaimana respon ibu Tante, waktu kak Laura menasehati ibu? " Tanya Vania, pasalnya Vania tahu betul bagaimana perangai ibunya yang keras kepala dan tidak mau mendengar nasehat orang lain.
"Mbak Ami marah dan dia mendorong tubuh Laura hingga Laura hampir terjatuh, Tante sigap mendatangi mereka dan menahan tubuh Laura" jawab Rani.
"Tidak papa kok, karena Tante sempat menahan tubuhnya. Jadi Laura tidak terjatuh" Jawab Rani.
"Tapi kenapa kak Laura tidak mengatakan hal ini pada ku Tante, bahkan para pelayan di rumah" Ucap Vania bingung.
"Mungkin Laura yang meminta itu pada para pelayan dan penjaga rumah, dan mungkin Laura punya alasan untuk tidak menceritakan nya pada kalian" Ujar Budi.
"Baiklah om biar nanti kami menanyakan langsung pada Laura" Ucap Leo.
"Oh iya Tante ini kita bawa makanan sedikit, niatnya sih biar bisa makan malam sama - sama" Ujar Leo seraya tersenyum.
"Duh ya ampun kok pake bawa makanan segala, padahal Tante juga udah masak loh" Ujar Rani.
"Nggak papa kok Tan" Ucap Vania.
"Ya sudah, mumpung sudah jam makan malam, kita makan malam sekarang saja ya" Ajak Budi, dan mereka pun berlanjut mengobrol di meja makan. Tadi Leo juga sudah memberikan makan malam kepada anak buahnya yang mengantarkan Leo dan Vania ke rumah Budi.
__ADS_1
Selesai makan malam Leo dan Vania pun berpamitan pulang, nampak nya Vania sudah tidak sabar membicarakan perihal tentang kedatangan Ami kerumahnya.
Kini Leo dan Vania sudah berada di mobil, mereka dalam perjalanan pulang.
"Sayang nanti kita ke rumah kak Laura ya?" Tanya Vania.
"Iya sayang, tapi kita pulang dulu ya? Bersih - bersih" Ucap Leo, dan Vania pun mengangguk setuju.
Sedangkan kini Laura tengah duduk di ruang keluarga sambil menikmati segelas susu hangat buatan Rey tentunya. Laura menatap keluarga kecilnya penuh rasa bahagia, Rey sedang menemani si kembar mengerjakan tugas sekolahnya.
Laura kembali teringat dengan masa - masa sulit nya dulu ketika dia mengandung si kembar tanpa suami. Laura harus berjuang keras agar bisa terus menyambung hidup, bahkan untuk check kandungan sebulan sekali ke rumah sakit pun Laura tidak punya biaya, karena uang dari hasil menjual kue saat itu hanya mampu untuk membeli kebutuhan sehari - hari, maklum pada saat itu Laura baru merintis usahanya.
Beruntung saat itu Laura bertemu dengan Bella yang banyak membantu kehidupannya dengan si kembar, kehidupan Laura berangsur membaik saat usaha kue nya mulai di kenal orang, belum lagi Yasha dan Arsha yang diam - diam sering meretas keamanan perusahaan dan mencuri informasi dari sana kemudian mereka akan meminta uang tebusan agar informasi perusahaan tersebut tidak bocor ke tangan musuh,atau Yasha dan Arsha akan menjual ke tangan musuh perusahaan tersebut jika mereka berani membayar mahal.
Yasha dan Arsha tidak sembarangan meretas keamanan perusahaan orang lain, mereka melakukan itu hanya kepada orang yang berani mengusik mommy nya, ya misal nya orang yang berniat menggoda Laura atau membuat Laura tidak nyaman.
Pada saat itu Laura tidak tahu sebenarnya dari mana si kembar mendapatkan uang, karena si kembar selalu mengatakan mereka mendapatkan uang dari website, entah karena Yasha dan Arsha yang genius atau memang Laura yang tidak paham masalah seperti itu, Laura pun percaya.
Hingga akhirnya, Laura mengetahui semuanya yang Yasha dan Arsha sembunyikan ketika Laura tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua, pada saat itu Laura langsung menegur si kembar dan menyarankan agar si kembar berhenti meretas dan mencuri informasi perusahaan orang lain.
Hal yang membuat Laura semakin sakit adalah, ketika dia harus menyaksikan secara langsung kejadian anak - anaknya di bully di sekolah karena mereka tidak mempunyai Ayah. Hati Laura seakan tercabik - cabik pada saat itu, rupanya hari - hari si kembar harus di lewati dengan begitu berat di sekolah, namun si kembar tidak pernah menceritakan semuanya pada Laura.
.
.
...Hai pagi - pagi udah up nih 😁...
...**wah kira - kira apa reaksi Rey ketika mengetahui semuanya ya??...
...jangan lupa kasih like vote dan komen sebagai dukungan kalian di karyaku.....
......Terimakasih**......
__ADS_1