
Senyum tak pernah luntur dari bibir Vania, dia sangat bahagia setelah bertemu Budi dan Rani, kehangatan keluarga yang selalu dia rindukan akhirnya tersalurkan. Sikap Budi yang sangat menyayangi Vania selayaknya anak kandung sendiri,dan sifat Rani yang ke ibuan, membuat Vania bisa merasakan kasih sayang orang tua utuh yang tidak pernah Vania dapatkan sebelumnya.
"Bagaimana perasaan kamu sayang setelah bertemu om Budi dan Tante Rani?" Tanya Vania.
"Aku sangat senang bisa mengenal mereka, terimakasih ya sudah mengajak aku kesana" Ucap Leo seraya menatap Vania sebentar lalu kembali fokus pada jalanan.
"Kamu memang harus bertemu mereka, kan kamu calon suami ku" jawab Vania.
"Kamu beruntung memiliki mereka" ucap Leo.
"Kamu benar Leo, mereka adalah orang orang yang menyayangi aku dengan tulus, saat aku merasa dunia terlalu jahat padaku maka merekalah tempat aku berlindung" Ucap Vania.
"Dan sekarang aku yang akan mengambil alih tugas om dan tante kamu , aku akan menjadi rumah tempat kamu bernaung dan aku yang akan selalu melindungi kamu, kamu akan menjadi satu satunya ratu di hatiku Vania" ucap Leo bersungguh sungguh.
Vania pun tersenyum, "sejak kapan kamu bisa berkata manis" ledek Vania.
"Aku serius sayang" Ucap Leo gemas.
"Iyaa aku percaya" Ucap Vania seraya tersenyum kepada Leo.
...****************...
Sedangkan kini Laura sudah sampai di rumahnya, Farah juga sudah pulang karena takut kalau Vania datang Farah tidak ada di rumah.
Kini Laura tengah duduk di teras bersama dengan Rey, sedangkan sikembar belum pulang mengaji.
"Jadi sudah di pastikan Keysha sembuh sayang?" Tanya Rey.
"Iya, ibu Farida sudah membuktikannya , aku sangat lega sekarang sayang" Jawab Laura.
"Alhamdulillah , kabar baik terus mendatangi kehidupan keluarga kita. Sebentar lagi kita akan menyambut anak ke 4 kita,dan sekarang kabar baik dari Keysha" ucap Rey sambil mengelus perut Vania.
"Iya sayang" ucap Laura,dia menumpukan tangannya di atas tangan Rey yang berada di perut Laura, "oh iya bagaimana dengan pernikahan Leo? Kita akan memberikan hadiah apa?" Tanya Laura antusias.
"Bulan madu,bagaimana?" Tanya Rey.
"Kamu yakin bisa kerja tanpa Leo dan vania? Nanti mereka lagi bulan madu kamu gangguin lagi" ucap Laura.
__ADS_1
"Maka dari itu, aku yang tentukan bulan madunya, hanya 3 hari" ucap Rey seraya tersenyum.
"3 hari?" Tanya Laura memastikan, dan diangguki oleh Rey.
"Itu terlalu singkat Rey" ucap Laura.
"Terus berapa? Aku aja nggak bulan madu kok" Protes Rey.
"Kan sebelum nikah kamu udah nyicil duluan,jadi waktu kamu nikah sama aku udah ada buntut 3 . Mana bisa bulan madu? Nggak bulan madu aja udah mau anak 4 kok" ucap Laura.
Kali ini Rey tidak bisa menjawab ucapan Laura, karena apa yang istrinya ucapkan itu benar. Waktu menikah mereka memang sudah memiliki 3 anak, kalau mereka bulan madu tentu akan sulit,kalau anak anak dititipkan pada Farah dan Rendi pasti Laura dan Rey akan terus kepikiran pada anak anak, tapi kalau di bawa bulan madu,bukankah bukan bulan madu namanya ?.
"Apa ? Nggak bisa jawab?" Tanya Laura, dan Rey hanya bisa diam. Merasa menang,Laura pun melanjutkan rencananya.
"Jadi deal ya 7 hari kamu kasih mereka libur?" Tanya Laura lagi.
"Iya deh 7 hari, tapi dihitung sama hari pelaksanaan pernikahan" Ucap Rey.
"Oke nggak masalah" Ucap Laura seraya tersenyum, nanti dia akan mengabari Leo dan Vania bahwa Rey akan memberikan mereka cuti menikah 7 hari.
Pukul 17:30 mobil Leo sampai di kediaman Farah, dia pun membukakan pintu mobil untuk Vania lalu beralih menurunkan koper milik Vania.
"Akhirnya datang juga" ucap Farah yang ternyata sudah menanti kedatangan Leo dan Vania.
"Maaf ya mah lama" Ucap Leo setelah mencium tangan Farah dan bergantian dengan Vania.
"Nggak papa" Jawab Farah, "ya udah yuk masuk" ajak Farah pada Vania, Leo pun mengikuti dari belakang sambil menarik koper Vania.
"Leo,pulangnya nanti ya setelah makan malam" ucap Farah.
"Iya mah" jawab Leo.
"Ya udah duduk dulu" ucap Farah mempersilahkan Vania dan Leo duduk, lalu datanglah salah satu maid membawa jus dingin dan camilan.
"Gimana pertemuan dengan keluarga Vania?" Tanya Farah.
"Alhamdulillah lancar mah, kita juga ke rumah om nya Vania" ucap Leo.
__ADS_1
"Syukurlah mamah seneng dengernya" ucap Farah, "lalu kapan kalian daftarkan berkas ke KUA?" tanya Farah lagi.
"Semua berkas sudah terkumpul, dan rencananya besok aku akan bawa ke KUA" jawab Leo.
"Papah terus nanyain loh tentang hasil dari pertemuan dengan keluarga Vania, dan papah minta setelah papah selesai dengan urusan pekerjaannya kita mengadakan makan malam bersama keluarga Vania" ucap Farah, "kamu setuju Vania?" Tanya Farah.
"Iya mah" Jawab Vania.
"Baiklah, Leo nanti kamu hubungi papah tentang hasil pertemuan kamu dengan keluarga Vania ya?" Ucap Farah.
"Iya mah, nanti malam aku kabari" jawab Leo.
"Hari ini mamah sangat senang, karena mendapat 2 kabar baik" ucap Farah seraya tersenyum.
"Dua kabar baik mah? Maksudnya?" Tanya Vania.
"Iya, satu kabar baik karena hubungan kalian juga direstui oleh keluarga Vania, dan satu kabar lagi dari Keysha" ucap Farah.
" Memang Keysha kenapa mah?" Tanya Leo penasaran.
"Tadi siang mamah mengantar Keysha bertemu psikolog bersama Laura, dan psikolog mengetes trauma Keysha, Alhamdulillah traumanya sudah sembuh" jawab Farah dengan senyum yang memancarkan kebahagiaan.
"Alhamdulillah mah, akhirnya usaha untuk menyembuhkan trauma Keysha berhasil" ucap Leo.
"Benar Leo,mamah selalu memikirkan bagaimana masa depan Keysha, kalau traumanya tidak sembuh, tapi semua ketakutan mamah akhirnya terbantahkan"
"Mereka kan anak anak genius mah, jadi aku yakin mereka tidak akan menyerah dengan keadaan yang akan membuat mereka terpuruk" ucap Leo.
"Kamu benar " ucap Farah.
.
.
...D****ouble up 😁 selalu aku ingatkan ya readers setelah baca klik Like vote dan komen sebagai dukungan kalian di karyaku, dan jangan sungkan kasih tips ya 😉...
...Terimakasih...
__ADS_1