
Setelah makan siang, Rey mengajak anak - anaknya untuk sholat duhur berjamaah terlebih dahulu di musholah yang ada di kantor. Rey mengimami ketiga anaknya karena memang pada saat itu musholah sedang sepi.
Beberapa karyawan yang hendak melaksanakan sholat duhur pun melihat Rey yang tengah menjadi imam untuk si kembar.
"Wahh pak Rey memang suami dan papa idaman ya?" Bisik salah satu karyawan wanita.
"Iya.. inget nggak dulu pak Rey sebelum ketemu sama Bu Laura , ya ampun tatapannya dingin banget" Ucap salah satu karyawan lagi menimpali.
"Bener, sekarang aja udah sama Bu Laura pak Rey jadi lebih ramah, aku beruntung loh bisa kerja di Perusahaan yang di pimpin oleh orang seperti pak Rey"
"Bener, jaman papah nya pak Rey sampai sekarang, mereka selalu memanusiakan karyawannya. Mereka selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan, di perusahaan ini juga yang mampu memberikan gaji tinggi kepada karyawan yang bekerja giat"
"Ya namanya juga pak Rey punya pegangan agama, jadi dia tahu harus memimpin perusahaan seperti apa"
"Sstt udah - udah katanya mau sholat malah ngerumpi" Dan akhirnya mereka pun meneruskan niat mereka untuk menunaikan ibadah sholat duhur.
Selesai melaksanakan sholat duhur Rey dan si kembar membereskan perlengkapan sholat mereka, dan tidak lupa Rey mambantu si kembar merapikan kembali pakaiannya.
"Sudah" Ucap Rey yang baru saja selesai merapikan anak - anaknya.
"Terimakasih dad" Ucap si kembar bersamaan.
"Sama - sama sayang" Ucap Rey, "ya sudah ayo kita kembali bekerja" Ajak Rey, bagaimana pun kini si kembar tengah benar - benar terjun ke dunia kerja, jadi Rey juga harus mencontohkan tentang kedisiplinan waktu.
Pukul 4 sore Rey dan ketiga anaknya pun pulang, Laura sudah menyambut mereka berempat.
"Wahh selamat datang anak - anak mommy" Ucap Laura.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Laura mencium tangan Rey lalu berlanjut si kembar yang mencium tangan Laura.
"Ayo masuk" Ajak Laura pada ketiga anaknya.
"Gimana kerjanya?" Tanya Laura penuh perhatian.
"Capek mom, tapi seru" Jawab Keysha.
"Iya mom kita bisa banyak belajar di sana" Kali ini Yasha yang menjawab.
__ADS_1
"Waah anak - anak mommy memang selalu semangat dalam segala hal" Ucap Laura.
"Harus dong mom" Ujar Arsha menimpali.
"Mom, kita sholat Maghrib di masjid ya, soalnya habis Maghrib kita mau langsung mengaji" Ucap Yasha.
"Loh sekarang jadi habis Maghrib?" Tanya Rey.
"Iya Dad, soalnya kita udah Al-Qur'an jadi ustadzah Nurul bilang kita mengajinya habis Maghrib sama ustadz Syam" Jawab Arsha.
"Ya sudah kalau begitu" Ucap Laura.
"Kami pamit bersih - bersih dulu ya dad,mom" Pamit si kembar, dan mereka pun masuk ke dalam kamar masing - masing.
Laura dan Rey sangat bangga dengan si kembar yang seolah tidak pernah lelah dan jarang sekali mengeluh, Laura dan Rey bersyukur karena anak - anak mereka selalu semangat apa lagi urusan agama, semoga saja itu semua bisa menjadi bekal mereka agar bisa menjadi anak - anak yang Sholeh dan Sholeha.
"Hebat yaa anak - anak kita" ujar Rey.
"Iya sayang, aku bersyukur karena Allah mengaruniakan anak - anak yang begitu genius" Jawab Laura.
"Semoga anak Daddy yang satu ini bisa mencontoh ketiga kakaknya yang selalu pantang menyerah dan penuh semangat" Ucap Rey sambil mengelus perut Laura, tidak lupa dia juga memberikan kecupan kecil di perut sang istri.
"Ammmiinnn" Jawab Laura.
Rey pun menegakkan tubuhnya, "menyenangkan, meskipun usia mereka masih belia namun mereka bisa mengerjakan pekerjaan kantor, bahkan mereka bisa bersikap profesional loh" Jawab Rey.
"Bersikap profesional? Maksudnya ?" Tanya Laura tak paham.
"Iya sayang, jadi tadi selama jam kerja apa lagi di depan Client, mereka sama sekali nggak memanggil aku Daddy, tapi mereka memanggilku ku pak Rey" Jawab Rey menjelaskan.
"Benarkah? Aku nggak nyangka loh anak - anak bisa seprofesional itu" Ucap Laura.
"Client ku saja sampai bangga sayang karena melihat anak - anak yang bekerja dengan cekatan, mereka benar - benar mahir, seolah itu pekerjaan yang biasa mereka lakukan" ujar Rey menceritakan kegiatan di kantornya.
"Anak - anak juga sangat sopan dengan Client ku dan karyawan, meskinya mereka anak CEO tapi aku tidak melihat kesombongan dimata mereka" ujar Rey lagi
"Syukurlah Rey, dengan begitu berarti anak - anak mendengar kan nasihat kita, supaya tidak memandang orang lain hanya dari cover, apa lagi membeda - bedakan derajat manusia melalui harta benda" ucap Laura.
"Ini semua berkat didikan kami sedari awal sayang" Puji Rey kepada Laura.
"Dan sekarang, kamu juga mendidik anak - anak dengan baik " ucap Laura seraya tersenyum
__ADS_1
"Terimakasih ya sayang, untuk semua kebahagiaan ini, semoga keluarga kecil kita selalu dalam lindungan Allah" ucap Rey.
"Aamminn" jawab Laura.
"Ya sudah sayang, aku mandi dulu yaa" Pamit Rey dan diangguki oleh Laura.
...****************...
Sedangkan kini Leo dan Vania baru saja tiba di salah satu hotel yang memang sudah Leo siapkan, kini mereka tengah check-in karena rencananya mereka ingin langsung beristirahat, perjalanan yang panjang membuat tubuh mereka lelah.
"Ayo sayang masuk" Ajak Leo. Mereka pun memasuki kamar hotel, Laura melihat sekeliling kamar. Leo pun langsung memeluk Laura dari belakang.
"Mau melihat sesuatu?" Tanya Leo.
"Apa ?" Tanya Vania. Leo pun menuntun Vania ke arah jendela dia membuka tirai tebal tersebut. Laura membelalakkan matanya takjub melihat apa yang ada di depan matanya.
"Leo, itu..??" Ucapan Vania terhenti karena Leo sudah menjawabnya.
"Iya sayang itu menara Eiffel" Jawab Leo, dia pun membuka pintu jendela agar Vania bisa melangkah menuju balkon, supaya Vania bisa melihat menara Eiffel lebih dekat.
"Kamu suka??" Tanya Leo.
"Suka.. makasih yaaa" Vania membalikkan badan dan berhadapan dengan Leo, Vania pun tidak sungkan untuk mencium pipi Leo lebih dulu.
"Aku bahagia sekali... Akhirnya bisa melihat menara Eiffel lebih dekat,dan yang lebih spesial lagi aku melihat menara Eiffel bersama suamiku tercinta" Ucap Vania seraya tersenyum.
"Aku bahagia ketika melihat kamu bahagia sayang" Ucap Leo, Leo pun memegang tengkuk Vania dan mengikis jarak antara mereka berdua, perlahan tapi pasti bibir mereka menyatu Vania pun menikmati pagutan mereka dengan mengalungkan tangannya ke leher Leo.
Setelah merasa nafas mereka hampir habis Leo pun melepaskan pagutannya, mereka berdua sama - sama menghirup udara untuk memberi pasokan oksigen.
"I love you" Ucap Leo sambil menempelkan kening nya dengan kening Vania.
"I love you more " Jawab Vania seraya tersenyum.
.
.......
......**Yang udah nungguin? nihh triple baby CEO Dateng 😁 maaf ya baru bisa Dateng menyapa kalian 😌 sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih banyak untuk segala dukungan yang kalian berikan, dan aku berharap kalian akan terus mendukung semua karyaku ......
__ADS_1
......Terimakasih Readers 🥰**......