Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
ke rumah ibu


__ADS_3

Setelah merasa lebih tenang Vania pun melangkah kan kakinya menuju pintu rumah, namun aneh ketiga anak buah yang Leo perintahkan untuk menjaga Vania terus mengikutinya.


"Kalian kenapa mengikuti ku?" Tanya Vania.


"Maaf nona, sesuai perintah tuan Leo kemanapun nona pergi kami harus selalu di samping nona" Jawab salah satu anak buah.


"Ohh baiklah" Jawab Vania paham. Dia tahu perintah Leo tidak bisa di ganggu gugat. Dia pun kembali melangkah dan menekan bel pintu.


Satu kali.. dua kali.. rumah belum juga terbuka, Vania sempat berpikir mungkin rumahnya kosong, dan Vania mencoba untuk ke tiga kali.


"Kalau sampai ketiga kali dan ibu tetep nggak keluar aku pergi aja deh" Batin Vania, dia pun kembali menekan bel rumah.


Ceklek suara pintu rumah terbuka, dan Vania mundur satu langkah, karena orang yang sangat ingin dia hindari nyatanya ada di rumah dan dia malah membukakan pintu untuk Vania.


"Vania kamu datang?" Tanya Anton dengan binar raut wajah bahagia.


"Iya, mana ibu?" Tanya Vania ketus.


"Lohh kok jangan galak - galak seperti itu.. nanti saya tambah suka loh" Ucap Anton sambil mengerling kan matanya membuat Vania bergidik ngeri, "ayo Vania masuk dulu" Ajak Anton, dia hendak menarik tangan Vania namun Vania sigap menjauhkan dirinya agar Anton tidak bisa menyentuh nya.


"Tolong jaga sikap anda, nona Vania tidak nyaman dengan anda" Ucap salah satu anak buah.


"Siapa kalian?" Tanya Anton tak suka.


"Kami di tugaskan oleh tuan Leo untuk mengawal Bu Vania"


"Untuk apa di kawal? Vania hanya datang ke rumah orang tuanya" Ucap Anton.


"Tapi di rumah ibu ada parasit yang membahayakan" Jawab Vania dari belakang tubuh anak buah.


"Vania!!" Teriak Ami dari belakang, rupanya Ami baru saja pulang.


"Ibu?" Ucap Vania.


"Apa yang kamu katakan ha! Dasar anak tidak tahu diri" Ucap Ami marah.

__ADS_1


"Bu.. Vania hanya.." Vania hendak menjelaskan namun suara Ami menghentikan niatnya.


"Halah sudah lah, kamu itu emang anak durhaka, kamu ngomong apa aja ke Laura sampai - sampai di mengatakan hal buruk tentang ibu" Ucap Ami kesal.


"Kaka Laura mengatakan hal buruk? Tentang apa Bu? Dan kapan?" Tanya Vania bingung.


"Halah, nggak usah sok pura - pura nggak tahu kamu, pasti Laura sudah mengadu kan ke kamu? Ibu muak melihat kamu lebih baik sekarang kamu pergi, dasar anak tidak berguna" Maki Ami.


Anton diam - diam tersenyum melihat pertengkaran antara Ami dan Vania, dia sangat senang ketika Ami membelanya.


Vania sudah hilang kesabaran, Ami terus memaki nya apalagi kini di luar rumah yang tentu saja tetangga Ami penasaran melihat kejadian itu, Vania sangat malu sekarang.


"Ibu cukup!!" Teriak Vania.


"Ibu terus menerus mengatakan hal buruk tentang ku, dan aku sabar Bu selama ini, tapi sekarang maaf Bu aku nggak bisa diam lagi kalau ibu terus menerus menginjak harga diri ku. Vania itu sayang sama ibu,tapi ibu nggak pernah bisa melihat itu. Ibu selalu membela laki - laki itu dari pada Vania, padahal Vania anak ibu. Dan sekarang Vania nggak akan lagi datang ke rumah ini dan Vania nggak akan perduli lagi dengan ibu" Ucap Vania dengan emosi, air mata sudah mengalir deras di pipinya.


Grepp tiba tiba ada seseorang yang memeluk tubuh Vania, membawa Vania ke dalam pelukannya. Vania tahu siapa lelaki itu, ya dia adalah Leo.


Setelah Vania meminta izin untuk menemui ibunya, Leo tidak bisa berhenti memikirkan Vania, dan Leo pun langsung menyusul Vania ke rumah Ami setelah meeting selesai. Sepanjang perjalanan perasaan Leo gelisah dia terus saja memikirkan kondisi Vania.


"Ssttt sudah .. kita pergi sekarang" Ucap Leo mengajak Vania memasuki mobilnya. Setelah membawa Vania masuk kedalam mobil Leo kembali menghadap Ami untuk mengatakan sesuatu.


"Jangan pernah datang menemui Vania lagi, dan jangan pernah ganggu dia. Kalau sampai kalian berdua melakukan itu, maka aku akan bertindak tegas, ini peringatan terakhir ku, aku tidak akan segan - segan menghancurkan kalian sehancur - hancurnya" ucap Leo memperingati. Setelah mengatakan itu Leo pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Ami.


Ami dan Anton terpaku dengan perkataan Leo, tangan Anton terkepal erat melihat Leo yang memeluk Vania di depan matanya. Berbeda dengan Ami dia sangat kesal karena Leo berani mengancam nya. Nampaknya Ami dan Anton belum mengetahui tentang Leo yang dikenal lebih kejam dari pada Rey.


Dalam mobil Leo memeluk Vania memberikan ketenangan, Leo tidak mengemudi karena dia memerintahkan anak buahnya mengemudikan mobilnya.


Setelah beberapa menit sudah tidak terdengar lagi isakan dari Vania, nampaknya dia sudah mulai tenang.


"Sayang?" Panggil Leo.


Vania pun mendongak menatap Leo, "terimakasih" Ucap Vania.


"Sstt sudah ya, sudah aku bilang aku akan selalu menjaga kamu" Ucap Leo.

__ADS_1


"Seharusnya aku mendengar kan kamu sayang" Ucap Vania menyesal.


"Sudahlah, itu bukan salah kamu sayang" Ucap Leo.


"Sekarang kita pulang yaa??" Ucapnya lagi.


"Tapi aku ingin ke rumah om Budi" Ucap Vania dengan pandangan penuh harap.


"Baiklah kita kesana, tapi kita beli makanan dulu ya supaya kita bisa makan malam bersama" Ucap Leo.


Vania pun tersenyum cerah mendengar ucapan Leo,"terimakasih sayang" Ucap Vania.


"Jangan berterima kasih sayang, kamu adalah tanggung jawab ku, keselamatan dan kebahagiaan kamu adalah tanggung jawab ku sekarang.. apapun yang kamu inginkan, katakan pada ku yaa" Ucap Leo.


"Selagi bersama kamu aku tidak memerlukan apapun lagi Leo, karena kamu adalah sumber semangat dan bahagia ku" Jawab Vania seraya tersenyum.


"Sejak kapan istriku jago gombal" Ucap Leo seraya mencubit gemas hidung Vania.


"Iihh sakit" Aku Vania sambil mengerucutkan bibirnya, "lagian aku nggak gombal kok" Jawab Vania.


"Iya - iya aku percaya sayang" Ucap Leo seraya tersenyum.


"Oh iya aku sudah membicarakan tentang rencana resign kamu ke Rey" ujar Leo.


"Loh kok kamu udah bilang? Nggak kecepatan?" Tanya Vania.


"Enggak dong sayang, kan kamu tahu sendiri bagaimana pemilih nya Rey dalam memilih sekertaris" Ujar Leo mengingat kan.


Vania mengangguk tersenyum, dia mengingat kembali bagaimana sulitnya dia bisa bergabung dalam perusahaan Daguise karena begitu banyak test yang harus Vania lalui. Namun meskipun begitu gajia yang Vania terima pun jauh lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lain.


.


.......


......Dua bab cukup ya readers 😁 jangan lupa setelah baca klik Like, vote dan komen ........

__ADS_1


__ADS_2