
Vania dan Mytha pun sudah saling berkenalan, mereka cepat akrab karena memang Vania orang yang humble jadi membuat Mytha juga merasa nyaman. Sedikit demi sedikit Vania menjelaskan beberapa pekerjaan yang harus Mytha lakukan, dan Vania rasa Mytha termasuk orang yang cekatan.
"Mytha nanti mau makan siang bareng?" Tanya Vania, dia sengaja memanggil nama agar lebih akrab di tambah lagi usia mereka yang memang sepantaran.
"Emm siapa aja? Kalau sama tuan Leo juga aku enggak deh" Jawab Mytha.
"Tenang, aku sama teman - teman kantor yang lain kok" Ucap Vania.
"Ya udah boleh" Jawab Mytha.
"Okeee" Ucap Vania seraya mengangkat ibu jarinya.
Sore harinya sepulang kantor Rey dan Leo pergi ke restoran untuk bertemu dengan Ami. Vania tidak ikut karena Leo meminta Vania untuk pulang lebih dulu bersama Mytha.
Sedangkan Ami dia sudah sangat senang sekarang akan bertemu dengan Vania.
"Akhirnya Vania mengajak ku bertemu, pasti anak itu ingin meminta maaf atas sikapnya kemarin " Ucap Ami seraya tersenyum.
"Sayang kamu jadi bertemu dengan Vania?" Tanya Anton.
"Jadi lah, aku yakin dia akan menangis dan meminta maaf atas sikap kurang ajarnya kemarin pada ku" Ucap Ami yakin.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sayang?" Tanya Anton penasaran.
"Aku akan memaafkan dia tapi aku juga akan meminta sejumlah uang padanya" Jelas Ami.
"Baguslah, kamu memang berhak atas uang Vania sayang" Ucap Anton.
"Tentu kan aku ibunya" Jawab Ami.
"Ya sudah, ayo mobil jemputan kamu sudah datang" Ucap Anton, dia pun mengantarkan Ami keluar rumah.
"Ya sudah aku pergi dulu ya" ucap Ami berpamitan.
"Hati - hati sayang" Ucap Anton sambil melambaikan tangan.
Ami pun masuk kedalam mobil, kemudian mobil melaju meninggalkan kediaman Ami.
Sedangkan Anton menatap kepergian Ami dengan seringai licik nya, "kuras lah hartanya Ami, dan aku yang akan menikmati harta itu" ucap Anton.
Kini Leo dan Rey baru saja tiba ,rupanya merek datang lebih dulu di restoran karena Ami belum datang, mereka pun masuk kedalam ruang VIP yang sudah mereka pesan.
"Rey Bu Ami sudah tiba di parkiran" Ucap Leo, dia mengetahui Ami sudah tiba dari anak buahnya yang dia perintahkan menjemput . Dan benar saja tidak lama Ami masuk ke ruang VIP.
__ADS_1
"Loh kalian?" Ucap Ami terkejut, pasalnya setahu Ami Vania yang mengajaknya bertemu.
"Silahkan duduk Bu Ami" Ucap Leo mempersilahkan duduk.
Ami pun duduk dihadapan Rey dan Leo, "kenapa kalian di sini, mana Vania?" Tanya Ami.
"Vani tidak ada di sini, kami yang meminta Vania untuk menghubungi Bu Ami" Ucap Rey.
"Kenapa? Mau apa kalian?" Tanya Ami ketus.
"Saya ingin menanyakan suatu hal, apa benar Bu Ami datang ke rumah Leo dan Vania pada saat mereka tengah pergi ke Paris?" Tanya Rey.
"Iya betul, kenapa? Salah saya mendatangi anak saya sendiri?" Tanya Ami santai.
"Tidak masalah kalau Bu Ami datang menemui anak Bu Ami, yang salah adalah niat Bu Ami mendatangi nya" ucap Leo.
"Niat apa?" Ucap Ami berpura - pura tidak tahu.
"Jangan pura - pura Bu, kami sudah tahu semua cerita nya. Bahkan tentang ibu yang mendorong Laura hingga hampir jatuh" ucap Leo.
"Itu salah dia sendiri, kenapa dia ikut campur urusan ku" Ucap Ami dengan nada marah.
Namun Rey malah terlihat santai, dia menyesap kopi hitam tanpa gulanya dengan perlahan.
"Iya" Seru Ami dengan nada sinis nya.
"Istri saya salah atau Bu Ami yang tersinggung dengan ucapan nya yang mengatakan bahwa Bu Ami selalu memanfaatkan Vania " ucap Rey.
"Mau aku memanfaatkan Vania atau apapun, itu semua adalah urusan ku, karena aku ibu nya" Seru Ami.
"Bu, harusnya ibu berpikir dengan hati naluri ibu, dimana perasaan ibu bisa setega itu kepada anak kandung ibu sendiri, yang ibu lahir kan" ucap Leo.
"Kalian tidak tahu apapun tentang ku, jadi jangan pernah ikut campur dan urus - urusan kalian sendiri" Ucap Ami,dia hendak pergi namun langsung di cegah oleh Leo.
"Tunggu Bu, pembicaraan kita belum selesai. Aku hanya ingin mengingat kan ibu bahwa sekarang Vania adalah tanggung jawab ku, jadi urusan Vania juga menjadi urusan ku sekarang" ujar Leo.
"Kalian selalu saja menyudut kan aku, kalian tidak pernah tahu rasanya di posisi ku kan? Aku harus mengandung anak yang tidak pernah aku inginkan, sekarang aku muak berbasa - basi dengan kalian, sebenarnya apa niat kalian mengundang ku kemari" tanya Ami.
"Baiklah Bu Ami, saya juga sudah lelah berbasa - basi dengan Bu Ami, jadi saya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin saja bisa merubah sikap ibu kepada Vania" Ucap Rey. Ami hanya diam, namun dari sorot matanya Rey dapat mengetahui bahwa Ami penasaran dengan apa yang akan Rey dan Leo sampaikan.
"Leo" Rey memberi kode kepada Leo, kemudian Leo mengeluarkan sebuah alat perekam suara.
"Tolong dengarkan baik - baik rekaman suara ini Bu Ami" Ucap Leo, dia pun memutar suara rekaman itu.
__ADS_1
Flashback on
Dua orang lelaki tengah berlarian dengan sempoyongan, wajah yang babak belur menandakan keadaan mereka tidak baik - baik saja , dan mereka tengah menuju ke suatu tempat yang sudah mereka sepakati dengan seseorang ,ya mereka sudah membuat janji dengan seseorang untuk bertemu malam hari itu juga
Tak lama seseorang pun datang, orang tersebut lah yang mereka tunggu.
"Bos" Ucap kedua orang tersebut lirih.
"Ada apa??" Tanya lelaki yang di panggil bos tersebut.
"Bos anak dari wanita yang kita berdua perkosa dulu, mendatangi kami" Ucap salah satu pria.
"Benar bos Anton, dia juga datang bersama Leo" Ucap salah satu pria lagi. Ya laki - laki yang di panggil bos tadi adalah Anton.
"Dia berhasil menemukan kalian?" Tanya Anton.
"Benar bos, namanya Vania" Jawab salah satu lelaki.
"Sial, lalu apa kalian mengatakan bahwa aku ikut andil dalam kejadian itu?" Tanya Anton.
"Tidak bos, kami tidak menyebut nama bos sama sekali"
"Bagus, aku janji akan membantu kalian untuk melarikan diri dari sini, jadi mereka tidak akan menemukan kalian" Ucap Anton.
"Baik bos"
"Tapi ingat, jangan sampai kalian menyebut nama ,paham?" Ucap Anton.
"Paham bos" jawab mereka berdua seraya mengangguk.
"Pergilah, jangan sampai ada yang melihat kita berdua" Ucap Anton memerintahkan kedua anak buahnya pergi, dan benar saja setelah Anton mengatakan itu mereka pun pergi.
"Vania berhasil menemukan mereka? Ini mulai gawat" Batin Anton.
.
.
...**Haii readers, maaf ya author baru bisa up karena kemarin harus istirahat lebih dulu dikarenakan sakit.....
...dan maaf banget readers hari ini cuman bisa up 2 bab.....
...Terimakasih atas pengertiannya** ...
__ADS_1