Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Kehangatan keluarga


__ADS_3

Laura menunggu kepulangan Rey dengan harap - harap cemas, karena Laura tahu hari ini Rey dan Leo akan menemui Ami membicarakan tentang apa yang sudah Ami lakukan padanya,serta memberikan bukti - bukti tentang kejahatan Anton. Laura takut kalau Rey akan hilang kesabaran dan berbuat kasar pada Ami, karena Laura tahu bagaimana perangai Ami yang keras kepala itu.


"Assalamu'alaikum" Ucap Rey sambil memasuki rumah.


"Waalaikumsalam" Jawab Laura, setelah itu dia mencium punggung tangan suaminya.


"Kamu pasti menunggu sayang" Tebak Rey, dari wajah Laura saja Rey sudah tahu kalau Laura tengah khawatir.


"Ya pasti sayang" Jawab Laura seraya duduk di samping Rey.


"Jadi gimana pertemuan antara kamu dan Bu Ami? Kamu nggak berbuat kasar kan?" Tanya Laura.


"Sayang, kamu tenang aja.. kan aku udah bilang, aku cuman mau bicara baik - baik" Jawab Rey.


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Laura sambil bernafas lega.


"Kamu tenang saja, aku sudah bisa mengontrol emosi ku sekarang, jadi jangan khawatir yaa" Ucap Rey.


"Iya Sayang" Jawab Laura sambil tersenyum.


"Ya sudah aku mandi dulu, setelah itu kita sholat Maghrib berjamaah" Ucap Rey dan Laura pun mengangguk.


Laura dan Rey pun menunaikan sholat Maghrib berjamaah tanpa si kembar, karena mereka berada di mushola, si kembar akan pulang lepas sholat isya.


Selesai sholat isya Rey dan Laura menunggu ketiga anak mereka untuk makan malam bersama, dan tidak lama terdengar salam dari si kembar.


"Assalamu'alaikum" Ucap si kembar bersamaan.


"Waalaikumsalam"


Si kembar pun secara bergantian mencium tangan kedua orang tuanya.


"Taruh perlengkapan sholat dan Al-Qur'an nya yaa, setelah itu kita makan malam" Ucap Rey pada ketiga anak nya.


"Iya Dad" jawab si kembar patuh, mereka pun segera menuju kamar masing - masing dan menyimpan kembali perlengkapan sholat mereka serta Al Qur'an nya.


"Sebelum makan kita baca doa dulu" Ucap Rey, kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan.


Di sisi lain, Ami tengah berpamitan kepada Vania untuk pulang, padahal Vania sudah meminta pada Ami untuk menginap saja malam ini, namun Ami menolak.


"Bu, yakin ibu mau pulang? Menginap aja ya Bu.." Ucap Vania memohon, entahlah mungkin Vania tengah bahagia jadi dia ingin selalu dekat dengan ibunya. Karena hubungan nya dengan Ami sudah mulai membaik.


"Ibu pulang saja ya.. kamu jaga kesehatan, istirahat yang cukup, nurut apa kata suami yaa" Ucap Ami menasehati Vania.


"Iya Bu.." Jawab Vania halus.

__ADS_1


"Leo, ibu titip Vania ya.. kalau Vania ada salah tolong tegur dia dengan cara yang baik" Ucap Ami.


"Pasti Bu" Jawab Leo.


"Bu, tapi ingat ya pesan ku, ibu jangan bilang apapun kepada lelaki itu kalau ibu sudah tahu semuanya, biarkan ini menjadi urusan Leo dan kak Rey" ucap Vania, pasal nya Vania takut kalau Anton berbuat nekat.


"Iya sayang.. ibu akan ingat pesan kamu, ya sudah ibu pulang yaa" Pamit Ami, dia pun memeluk Vania dengan penuh kasih, setelah itu Leo dan Vania bergantian mencium punggung tangan Ami.


Leo sudah meminta salah satu anak buahnya untuk mengantar Ami sampai ke rumahnya, Vania dan Leo melambaikan tangan ketika mobil mulai melaju meninggalkan pelataran rumah Leo dan Vania.


"Ayo masuk" Ajak Leo pada Vania.


"Terimakasih ya sayang" Ucap Vania sambil memeluk Leo.


"Terimakasih untuk apa??" Tanya Leo.


"Berkat kamu ibu sudah bersikap jauh lebih baik" Ucap Vania, senyumnya benar - benar ringan tanpa beban, dan Leo ikut bahagia akan itu.


"Aku tidak melakukan apa pun sayang, aku dan Rey hanya menyampaikan apa yang seharusnya ibu ketahui sejak dulu tentang kejahatan Anton, Maslah ibu yang kini berubah, itu adalah pilihan ibu sendiri" Ucap Leo.


"Tapi tetap saja, kamu dan kak Rey ikut andil dalam hal ini, terimakasih yaaa" Ucap Vania.


"Sama - sama .. ya sudah ayo istirahat besok kita harus kerja lagi kan" ucap Leo, mereka pun menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar mereka.


"Adik mau apa??" Tanya Yasha tepat di perut Laura.


"Mau mangga" Jawab Laura menirukan suara anak kecil.


"Oke.. Kaka siap kan yaa" Ucap Yasha, dia pun bergegas menuju dapur.


"Enak mom pijatan nya?" Tanya Arsha, dia dan Keysha tengah memijat kaki Laura. Itu bukan permintaan Laura, melainkan keinginan si kembar sendiri.


"Enak kakak" Jawab Laura.


Sedangkan Yasha kini sudah berada di dapur, dia melihat Rey yang tengah membuat susu asam folat untuk Laura.


"Bibi.. tolong siapkan mangga yaa buat mommy" Ucap Yasha kepada salah satu pelayan yang berada di dapur.


"Baik tuan muda" Jawab pelayan, dia pun menyiapkan apa yang diminta oleh Yasha.


Rey begitu bangga dengan anak - anaknya yang selalu bersikap sopan kepada siapapun, bahkan kepada para pekerja di rumahnya.


Rey senang, karena nampaknya anak - anak Rey tidak memiliki sifat angkuh, bahkan ketika meminta tolong kepada para pelayan pun si kembar selalu mengatakan tolong, dan jika sudah di tolong mereka akan mengucapkan kata terimakasih.


Sepele memang, namun hal - hal sepele seperti itu adalah pondasi mendidik mereka supaya memiliki rasa rendah hati, tidak sombong dengan apa yang dia miliki.

__ADS_1


"Sudah selesai dad??" Tanya Yasha, dia melihat Rey yang tengah membereskan susu kotak kembali.


"Iya.. ini mau Daddy bawa ke mommy" Jawab Rey.


"Ya sudah dad, aku masih menunggu mangga" Ucap Yasha.


"Daddy duluan ya.." Ucap Rey, setelah mengatakan itu dia keluar dari dapur menuju ruang keluarga dimana istri dan anak - anak nya berada.


Tidak lama mangga pesanan Yasha sudah selesai di kupas dan dipotong oleh pelayan.


"Silahkan tuan" Pelayan memberikan piring berisi mangga kepada Yasha.


"Terimakasih Bi Ana" ucap Yasha seraya tersenyum.


"Sama - sama tuan Yasha" Jawab Bi ana, setelah itu Yasha pun keluar dari dapur dan kembali ke ruang keluarga.


"Ini mom mangga nya" Ucap yasha seraya menaruh mangga di atas meja.


"Terimakasih" Ucap Laura.


"Sama - sama mommy" Jawab Yasha.


"Arsha.. Keysha, udah ya sayang pijatnya.. kaki mommy udah enakan, terimakasih ya.." ucap Laura kepada kedua anak nya itu.


"Sama - sama mommy" Jawab Arsha dan Keysha bersamaan.


"Ya sudah, kalian cucu tangan setelah itu kita makan mangga sama - sama" Titah Laura, dan sikembar pun langsung berlari menuju wastafel.


"Anak - anak kita tumbuh menjadi anak yang baik yaa" Ucap Rey seraya menatap punggung ketika anak nya yang mulai menjauh.


"Tentu sayang.. ini berkat didikan kamu juga" Ucap Laura.


"Kita berdua.." Ralat Rey, "tapi aku masih belum bisa membayangkan ketika mereka dewasa nanti, mereka akan menikah dan menjalani bahtera rumah tangga, kita pun akan jauh dari anak - anak" Ucap Rey sendu.


"Masa itu pasti akan hadir, dan kita sebagai orang tua harus mempersiapkan anak - anak untuk dimasa depan mereka nanti, nikmatilah masa sekarang Rey, karena masa - masa ini tidak akan terulang lagi" Jelas Laura.


Rey tersenyum mendengar jawaban Laura, dia mencium kening Laura penuh sayang. Betapa beruntungnya dia memiliki istri dan anak - anak yang kuat biasa.


.


.......


......**Hallo readers, setelah baca jangan lupa klik like,vote dan komen yaaaa......


...Terimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2