
"Ada apa Kak Arsha datang?" tanya Vanessa, masih fokus pada novelnya, jujur saja, bukan tidak mau menatap wajah Arsha. Tapi, debaran jantung Vanessa, selalu tidak bisa dokondisikan jika tengah berdekatan dengan Arsha, apalagi menatap wajahnya.
"Kenapa? emangnya nggak boleh?' tanya Arsha, dengan raut wajah dibuat serius.
"Kak Arsha kan udah lupa sama aku, Kak Arsha udah jarang banget ke sini. Lagi sibuk pacaran ya Kak?" tanya Vanessa dengan raut wajah curiga. Jika boleh jujur, Vanessa teramat berat menanyakan hal ini, dia takut akan mendengar jawaban yang menyakitkan.
"Ini, Kakak lagi nemuin pacar Kakak," jawab Arsha, dengan menaik turunkan kedua alisnya. Jawaban dari Arsha tentu saja membuat Vanessa langsung salah tingkah.
"Apaan sih Kak Arsha," ujar Vanesa, menutupi rasa malu-malunya. Vanesa dibuat salah tingkah dengan jawaban Arsha, padahal Arsha sendiri menganggap hal itu, hanyalah sebuah lelucon.
"Oh iya, Vanessa ... tadi Keysha bilang, katanya dia minta design gaun," ujar Arsha, menyampaikan pesan dari Keysha.
"Oh iya, kebetulan ada di sini," Vanessa pun langsung menyerahkan design yang diminta.
"Oke, makasih ya ... kalau gitu aku harus pamit, udah sore dan aku belum mandi," Arsha pun pergi seraya mengacak puncak kepala Vanessa dengan gemas. Vanessa memegang kepalanya dan tersenyum karena itu adalah bekas sentuhan Arsha. Nampaknya, Vanessa benar-benar sudah jatuh hati dengan Arsha, dia menaruh harapan besar kepada sosok pria yang selama ini spesial baginya. Tanpa sadari, bisa saja nantinya dia akan merasakan kekecewaan karena harapan yang terlalu dalam kepada manusia.
.
.
Pagi ini, Laura sudah benar-benar sibuk, dia dan Rey sudah berada di Bandara untuk menyambut calon menantu serta besannya. Laura nnampak excited menyambut kedatangan mereka.
"Itu dia sayang," tunjuk Laura, pada rombongan Yasha.
"Syukurlah ..." Rey, tersenyum lega, melihat putranya, serta keluarga Nathalie akhirnya sampai.
"Selamat datang Nathalei, Ibu Jennifer dan Pak George. Perkenalkan, saya Rey, ayah dari Yasha, dan ini istri saya Laura," sapa Rey seraya memperkenalkan diri.
"Terimakasih Pak Rey, sudah mau repot-repot datang menyambut kami," ujar George tidak enak hati.
"Sama sekali tidak repot Pak George, justru kami sangat senang, karena anda berkenan hadir," ujar Laura memberikan jawaban. Laura dan Rey pun mengajak mereka semua untuk masuk ke mobil. Rey sengaja membawa mobil besar, supaya bisa mengangkut mereka semua, sedangkan barang-barang milik kedua orang tua Nathalie, di bawa di mobil lain. Mobil langsung melaju menuju apartement Nathalie, karena di sana beberapa chef handal sudah mempersiapkan sarapan untuk mereka.
__ADS_1
"Di sini apartement Nathalie, Bu Jenifer, dan maaf kemarin saya meminta izin pada Nathalie untuk masuk ke dalam apartement, karena ada hal yang harus saya persiapkan," ujar Laura.
"Tidak apa Bu Laura ... tapi, kalau boleh tahu mempersiapkan apa ya Bu?" tanya Jennifer penasaran.
"Sebentar lagi, Ibu Jennifer akan mengetahuinya, mari." Laura pun mengajak mereka untuk masuk ke dalam apartement Nathalie. Betapa terkejutnya sang pemilik apartement, melihat beberapa chef sudah ada di sana, dan makanan juga nampaknya baru saja dihidangkan.
"I-ini Tante Laura yang persiapkan?" tanya Nathalie terbata.
"Iya, kenapa? Nathalie tidak suka?" Laura nampaknya tidak enak, karena mungkin saja Nathalie akan berpikir bahwa Laura lancang.
"Oh bukan begitu Tante, tapi ... Nathalie merasa nggak enak, karena merepotkan, Tante." jawab Nathalie dengan tak enak hati.
"Syukurlah kalau kamu suka, dan Tante juga nggak masalah kok. Ya sudah, ayo kita sarapan?" ajak Laura, mereka pun mulai duduk di tempat yang sudah disediakan.
"Pak George, saya tahu anda baru saja keluar dari rumah sakit ... dan dari chef saya, mereka merekomdasikan makanan ini semua," Laura memperlihatkan makanan mana saja yang direkomdasikan untuk George.
"Wah, pasti ini sangat merepotkan bagi anda kak Bu Laura," kedua orang tua Nathalie, benar-benar tidak menyangka, kalau Laura dan Rey benar-benar sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.
"Tidak sama sekali Pak, ya sudah mari silahkan dicicipi selagi masih hangat," akhirnya mereka pun mulai menyantap sarapan mereka masing-masing, dengan diselingi candaan dan obrolan ringan.
.
.
"Kak Keysha, Mommy sama Daddy mana?" tanya Raffa seraya menggeser kursi.
"Ke Bandara," jawab Keysha sembari menyuap makanan ke dalam mulutnya.
"Bandara?" beo Raffa.
"Iya, kamu lupa kalau kak Yasha hari ini pulang?" Arsha ikut menimpali.
__ADS_1
"Oh iya-iya," Rafa pun baru mengingatnya.
"Oh iya, sesuai pesan Bunda, malam ini jangan pergi ke manapun. Karena malam ini akan ada acara penting," kembali Keysha mengingatkan pesan dari Mommy nya.
"Acara apa memang?" ternyata Arsha belum tahu soal rencana makan malam yang mana untuk membahas soal rencana pernikahan Yasha dan Nathalie.
"Makan malam, sama kedua orangtua Nathalie. Untuk membahas rencana pernikahan kak Yasha dan Natahalie," jelas Keysha.
"Waah kak Yasha gerak cepat juga," puji Raffa.
"Iya, habis itu kakak sama Glenca deh," ujar Arsha dengan penuh percaya diri.
"Emang kak Arsha dan kak Glenca punya hubungan?" tanya Rafa menyelidik.
"Jangan sembarangan, kamu pikir selama ini Kakak dekat dengan kak Glenca ngapain? ya kita pacaran lah," jawab Arsha berterus terang.
'Apa?' ternyata sedari tadi ada seorang wanita yang mendengar pembicaraan mereka, yaitu Vanessa. Vanessa datang untuk memberikan salah satu design gaun pernikahan yang baru saja dia buat, Vanessa berpikir mungkin saja ini akan cocok untuk Nathalie. Namun, apa yang Vanessa dengarkan pagi ini, benarr-benar sangat mengejutkannya. Vanessa mendnegar secara langsung, bahwa Arsha memiliki seorangg kekasih, yaitu Glenca.
"Non Vanessa? kok malah berdiri di sini?" salah satu asisten rumah tangga, menyapa Vanessa, yang nampak hanya berdiam diri.
"Vanessa?" akhirnya, Rafa dan yang lain pun menyadari akan kehadiran Vanessa. Vanessa yang semula ingin pergi, akhirnya mengurungkan niatnya. Dia melangkah mendekati Keysha dengan perasaan yang tidak karuan.
"Hei Vanessa, ayo ikut sarapan," ajak Keysha, namun Vanessa hanya bisa menggeleng dengan lemah.
"Terimakasih Kak, aku sudah sarapan tadi," tolak Vanessa halus.
"Ini ada salah satu design baru Kak, siapa tahu nanati kak Nathalie cocok," Vanessa mengulurkan hasil designnya kepada Keysha.
"Oke makash ya," ucap Keysha.
"Sama-sama Kak, kalau begitu aku pamit," Vanessa pun langsung memilih pergi, tanpa menyapa Arsha atau Raffa.
__ADS_1
"Vanessa!!" Raffa bangkit dari tempat duduknya, dan memilih mengejar Vanessa. Raffa paham, pasti saat ini hati Vanessa benar-benar begitu terasa tercabik-cabik mendengar sendiri pengakuan dari Arsha. Namun, selama ini pun Raffa sudah sering mewanti-wanti Vannessa untuk tidak berharap kepada Arsha.
...Haii semuanya, buat kalian yang mau gabung group, kalian bisa klik profile aku dulu yaa dan kalian bisa ikuti aku atau kalian nanti juga bisa lihat ada group chat di profile aku, kalian tinggal klik gabung aja. Karena aku nggak bisa mengundang akun yang belum mengikuti aku. Terimakasih semuanya ......