Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Cemas


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, tidak terasa kini kehamilan Laura sudah memasuki usia ke 9 bulan, dan Vania 8 bulan. Rey semakin possesive kepada istri nya itu, begitu juga dengan Leo yang semakin possesive kepada Vania.


Gerak Laura semakin terbatas, seiring dengan membesar nya perut, si kembar tidak ketinggalan dengan sang daddy yang senantiasa menjaga Laura. Seperti saat ini, Laura ingin buang air kecil, dan si kembar tengah mengecek kamar mandi.


"Bagaimana kak? lantai nya benar - benar kering kan?" Tanya Keysha pada Yasha yang tengah mengecek.


"Kering kok, mommy bisa masuk" Jawab Yasha. Kemudian Keysha dan Arsha pun membantu Laura, setelah itu mereka berdua keluar dan meninggalkan Laura di dalam kamar mandi.


Si kembar setia menunggu Laura di luar kamar mandi, namun tiba - tiba terbesit dalam pikiran mereka bagaimana keadaan Vania.


"Aunty Vania gimana yaa? Kan uncle Leo masih kerja" Ucap Arsha.


"Oh iya benar" ujar Yasha.


"Ya sudah, bagaimana kalau kita melihat keadaan aunty?" Tanya Keysha.


"Begini saja, Keysha dan Arsha kalian berdua melihat keadaan aunty, sedangkan aku akan menunggu mommy" Ujar Yasha.


"Baiklah kak, kita ke aunty Vania dulu" ujar Keysha.


Arsha dan Keysha pun bergegas menuju kediaman Vania, sedangkan Yasha masih setia menunggu Laura. Tidak lama, Laura keluar dari kamar kamar mandi.


"Loh Yasha kok sendirian? Arsha sama Keysha mana?" Tanya Laura yang bingung karena hanya melihat Yasha.


"Ke rumah aunty Vania mom, mau cek keadaan aunty" Jawab Yasha.


Laura pun tersenyum, "ohh ya sudah.." Jawab Laura. Dia merasa kagum karena ketiga anaknya tumbuh menjadi pribadi yang peduli.


"Ayo mom aku bantu" Ujar Yasha, dia membantu Laura menuju ruang keluarga.


Sedangkan Arsha dan Keysha kini baru saja tiba di kediaman Vania, saat mereka sampai Vania tengah duduk di gazebo sambil membaca majalah dan memakan buah - buahan.


"Assalamu'alaikum aunty."


"Waalaikumsalam"


"Ehh Arsha, Keysha" ucap Vania yang melihat kedatangan dua anak kakak beradik itu.


"Ada apa kesini sayang?" Tanya Vania lembut.


"Kita cuman mau cek keadaan aunty kok" Ujar Arsha.


"Cek keadaan aunty?" Tanya Vania.


"Iya aunty.. kita khawatir sama aunty" Jawab Keysha.


Vania merasa tersentuh dengan si kembar yang sangat mengkhawatirkan nya.

__ADS_1


"Terimakasih ya.. sudah mau khawatir dengan keadaan aunty.. tapi aunty baik - baik aja kok, kalian nggak perlu khawatir" Ujar Vania.


"Syukurlah kalau aunty baik - baik aja, soalnya kan aunty sendirian, ada juga asisten rumah tangga pasti mereka sibuk, jadi kita putuskan untuk cek aunty sendiri" Ujar Arsha.


"Kalian tenang aja.. lagian sebentar lagi uncle Leo pulang" Jawab Vania, karena memang ini sudah pukul 17.30.


"Ya sudah aunty, kalau begitu aku dan kak Arsha pamit pulang" ucap Keysha mewakilkan.


"Kalian nggak main dulu?" Tanya Vania.


"Enggak aunty, udah sore.. kalau begitu kami pamit yaa" ujar Arsha.


"Iya sayang.. Terimakasih yaa" Ujar Vania seraya tersenyum, si kembar pun kembali pulang kerumahnya.


Sedangkan di sisi lain, Rey dan Leo tengah berada di perjalanan pulang. Entah kenapa sedari tadi hati Leo terus gelisah, sampai - sampai lampu merah pun Leo tidak menyadari. Untung saja Rey sigap dan menyadarkan lamunan Leo.


"Leo STOP!" seru Rey.


Leo reflek mengerem mobil, dan untung saja sangat tepat dan mereka terhindar dari musibah.


"Kamu kenapa Leo?" Tanya Rey.


"Aku nggak papa" Jawab Leo.


"Jangan bohong, nanti kamu tepokan mobil nya yaa, soalnya bentar lagi lampu hijau" Ujar Rey.


"Iyaa" Jawab Leo.


"Kamu turun" Ujar Rey, yang membuat Leo bingung.


"Kenapa?" Tanya Leo.


"Udah turun aja dulu" Ucap Rey. Akhirnya Leo pun turun dari mobil, begitu juga Rey. Ternyata Rey mah bertukar posisi, kali ini Rey yang mengemudi sedangkan Leo duduk di samping Rey.


"Rey aku masih bisa mengemudi" Ujar Leo.


"Sudah lah, kamu istirahat dulu, aku lihat sepertinya kamu banyak pikiran" Ujar Rey.


"Iya.. aku memikirkan Vania" Jawab Leo lesu.


"Kenapa dengan Vania?" Tanya Rey penasaran.


"Sebentar lagi, Vania akan melahirkan dan entah kenapa aku semakin takut, takut kalau terjadi apa - apa dengan Vania."


"Aku juga sempat seperti kamu Leo, ada rasa takut jika terjadi hal yang tidak aku inginkan. Namun sebisa mungkin aku buang semua pikiran buruk itu, aku percaya Laura akan bisa melahirkan dengan selamat." Ujar Rey mencoba menenangkan Leo.


"Tapikan, Laura dan Vania berbeda Rey.. Laura sudah pernah melahirkan" Ucap Leo.

__ADS_1


"Apa bedanya? Laura dan Vania sama - sama wanita dan sama - sama akan melahirkan. Aku juga sama seperti kamu Leo, meskipun ini anak ke 4 ku tapi ini adalah pertama kalinya aku akan menemani Laura melahirkan, kamu tahu itu kan?" Tanya Rey.


"Iya Rey aku tahu" Jawab Leo.


"Jadi, jangan berpikir macam - macam, percayalah Vania akan bisa melahirkan dengan selamat, begitu juga anak kamu" Ujar Rey.


"Aamiin"


"Ya sudah, beristirahat lah, jalanan lumayan macet sekarang" Ujar Rey.


Tidak lama ponsel Leo berdering tanda panggilan masuk, Leo mengecek ponselnya dan ternyata itu panggilan dari rumah nya.


"Siapa Leo?"Tanya Rey.


"Orang rumah" Jawab Leo, dia pun segera menggeser tombol hijau.


"Hallo"


"Hallo.. tuan" Ucap salah satu Art Leo dengan suara panik.


"Ada apa?" Tanya Leo,dia juga ikut panik sekarang.


"Maaf tuan.. nyonya Vania dibawa ke rumah sakit."


"Apa!? Memang nya apa yang terjadi?" Seru Leo.


"Nyonya jatuh dari kamar mandi tuan."


Leo mengacak rambutnya frustasi, "rumah sakit mana?" Tanya Leo.


"Rumah sakit Harapan tuan."


"Baiklah" setelah mengatakan itu Leo pun segera mengakhiri panggilan nya.


"Ada apa Leo?" Tanya Rey, dia ikut khawatir karena melihat keadaan Leo sekarang.


"Rey, ke rumah sakit Harapan sekarang" Ujar Leo panik.


"Iya .. tapi kenapa?" Tanya Rey.


"Vania jatuh di kamar mandi, dan dibawa ke rumah sakit."


"Astagfirullah.. ya sudah kita kesana sekarang" Rey pun langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat, karena keadaan sudah ramai lancar.


Dalam hati Leo terus berdoa untuk keselamatan Vania dan anaknya, semoga mereka dalam keadaan baik - baik saja.


"Ya Allah hamba mohon, selamat kan lah istri dan anak hamba" Batin Leo berdoa.

__ADS_1


Rey pun ikut cemas dengan keadaan Vania, bagaimana pun juga Rey sudah menganggap Vania seperti adiknya sendiri.


"Ya Allah selamat kan lah Vania, jaga Vania dan anaknya, semoga Vania bisa melahirkan anaknya dengan selamat dan tak kurang suatu apapun" Batin Rey.


__ADS_2