
Kini Leo sedang berada di rumah kerja milik Rey,ereka tengah membahas seputar pekerjaan. Leo berfikir bahwa Rey harus mengetahui tentang Santi yang sepertinya menyimpan rahasia dan tidak menutup kemungkinan Santi mempunyai niat buruk kepada keluarga Rey.
"Rey" Panggil Leo.
Rey tahu,jika seperti ini berarti Leo tidak akan membahas tentang pekerjaan tapi lebih ke pribadi, dari raut wajah Leo dapat Rey baca memang ada sesuatu yang nampaknya mengganggu pikiran Leo.
"Ada apa Leo?" Tanya Rey.
"Dirumah ada cctv? "Tanya Leo.
"Ada, memangnya kenapa?" Tanya Rey.
"Apa bisa kita mengecek cctv dari sini? " Tanya Leo lagi.
"Eemm bisa, memangnya ada apa?" Tanya Rey penasaran.
"Aku menaruh curiga dengan Bu Santi" akhirnya Leo mengatakan apa yang yang mengganggu pikirannya.
"Bu Santi? Memangnya kenapa? Aku lihat dia bekerja dengan baik " ucap Rey
"Aku menyuruh anak buah untuk mencari tahu tentang Santi,namun ada sesuatu yang janggal " Leo menjeda kalimatnya, "menurut informasi yang aku dapat, Santi terakhir kali tinggal di kontrakan yang cukup dekat dengan perumahan dikomplek kamu Rey" ucap Leo, dan sontak Rey terkejut dengan informasi tersebut.
"Tapi Laura bilang, Bu Santi itu dari kampung dan dia kena tipu" Ucap Rey.
"Itu lah yang aku curigai. Ya sudah coba kamu buka cctv di rumah" ucap Leo, dan Rey pun membuka akses cctv di rimahnyau .
"Ini leo" Rey memperlihatkan rekaman cctv dirumahnya, namun dia merasa ada yang janggal.
"Semuanya terlihat baik baik saja" Ucap Leo sambil memperhatikan keadaan rumah lewat rekaman cctv.
"Tunggu Leo" Ucap Rey tiba tiba.
"Ada apa?" Tanya Leo penasaran.
"Kenapa cctv di dapur tidak ada?" Ucap Rey, dia yakin betul bahwa ada satu cctv yang terpasang di dapur.
"Memang kamu yakin ada cctv di dapur?" Tanya Leo mastikan.
"Ada Leo, aku yakin dan aku sangat mengingatnya" ucap Rey.
"Tunggu, aku akan coba hubungi penjaga ruang cctv" Rey hendak mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Tunggu" Leo mencegah Rey, "biar aku hubungi salah satu anak buah yang mengecek, kita tidak bisa sembarang percaya pada siapapun saat ini" Ucap Leo, dia pun menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengecek rumah Rey dan juga bagian ruang cctv.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya anak buah Leo kembali menghubunginya.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Leo tak sabar.
"Nampaknya ada seseorang yang masuk ke dalam ruang cctv, rupanya dia cukup pintar tuan, semua rekaman yang memperlihatkan pelaku masuk kedalam ruangan ini sudah di hapus"
"Cari sekarang juga siapa pelakunya, pasti ada bukti. Cari bukti sekecil apapun itu" Ucap Leo.
"Baik tuan"
"Lalu bagaimana dengan Santi?" Tanya Leo.
"Tadi saya lihat dia sedang bersih bersih tuan"
"Tetap awasi dia" Perintah Leo.
"Baik tuan" Setelan itu panggilan pun terputus.
"Bagaimana?" Tanya Rey.
"Seseorang masuk kedalam ruang pengawas cctv dan mematikan cctv di bagian dapur, bahkan dia juga sempat menghapus jejaknya yang masuk ke dalam ruang pengawas cctv" ucap Leo menjelaskan.
"Aku harus menghubungi Laura agar dia lebih berhati-hati, karena sekarang di rumah sedang tidak aman" Ucap Rey.
"Iya,dan bila perlu hindari Santi" ucap Leo, dan Rey pun mengangguk. Dia segera menghubungi Laura untuk menanyakan kabar istrinya, serta mengatakan agar Laura lebih berhati-hati.
"Assalamu'alaikum sayang" ucap Rey setelah telepon tersambung.
"Kamu sedang apa?" Tanya Rey.
"Aku sedang duduk di gazebo" Jawab Laura.
"Kamu hati-hati ya dirumah, jangan terlalu dekat dengan Santi,aku mohon" ucap Rey.
"Iya Rey, aku akan selalu jaga diri,kamu tenang saja" Ucap Laura.
"Baiklah sayang, aku tutup dulu teleponnya" ucap Rey.
"Iya, kamu fokuslah bekerja, aku akan baik baik saja di di rumah" ucap Laura menenangkan Rey.
"Baiklah, tunggu aku pulang assalamu'alaikum".
"Waalaikumsalam".
Sedangkan kini Santi tengah tersenyum penuh arti di dalam kamarnya sambil menggenggam sebuah bekas obat di tangannya.
"Aku sudah mencampurkan obat ini ke dalam susu kotak ibu hamil yang Laura minum" batin Santi.
__ADS_1
"Kalau sampai dia mengonsumsi susun ibu hamilnya, maka bisa di pastikan bayi itu tidak akan selama " ucap Santi sambil tersenyum smirk.
.
.
Malam hari seperti biasa setelah makan malam Laura akan meminum susu asam folat. Sebagai suami yang siaga Rey selalu membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya.
Rey tengah menuangkan air ke dalam gelas dan hendak mengaduk susu yang dia buat, namun suara ponsel yang berada di sakunya terus berdering.
"Aku angka telepon dulu baru setalah itu mengantarkan susu ini ke Laura" ucap Rey bermonolog sendiri, dia pun keluar sebentar dari dapur untuk mengangkat telepon, karena di dapur sinyal kurang bagus.
Dan setelah kepergian Rey, seseorang masuk ke dalam dapur lalu menaruh sesuatu kedalam susu yang dibuat Rey, tak ingin orang lain curiga dia pun segera pergi dan sebelum Rey kembali.
"Nomer siapa?" Ucap Rey, karena hanya tertera nomer tanpa nama, dia sama sekali tidak mengenali nomer tersebut.
"Hallo" Ucap Rey setelah mengangkat panggilan, namun tak ada sahutan, dia melihat sinyal di ponselnya dan cukup bagus berarti seharusnya tidak ada masalah.
"Hallo" Rey mencoba sekali lagi, namun tetap tidak ada sahutan, merasa kesal dia pun mematikan panggilan lalu pergi ke dapur mengambil susu yang tadi dia buat.
"Sebaiknya aku ke kamar, dan mengantar susu ini ke Laura" Ucap Rey, dia pun melangkah menuju kamar.
Santi melihat Rey yang tengah berjalan menuju kamar sambil membawa susu hamil di tangannya pun tersenyum.
"Sebentar lagi akan ada kejadian besar, dari sinilah penderitaan kalian semua" Batin Santi.
"Sayang" Panggil Rey pada Laura yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang.
"Kamu buatin susu buat aku?" Tanya Laura yang melihat Rey membawa susu di tangannya.
"Iya, ini minum lah dulu" Ucap Rey sambil memberikan susu yang dia buat.
"Terimakasih" Ucap Laura, diapun meminum susu ibu hamilnya.
"Enak?" Tanya Rey setelah Laura selesai meminum susunya.
"Enak, terimakasih papah" ucap Laura menirukan suara anak kecil.
"Sama sama sayang," ucap Rey sambil mengelus perut Laura, "aku taruh gelas ke dapur dulu ya" Pamit Rey dan diangguki Laura.
.
.
...Haii readers apa kabar? *maaf ya Triple Baby CEO baru bisa up....
__ADS_1
......jangan lupa setelah baca kasih like,vote,dan komen supaya aku lebih semangat buat up 😉......
...Terimakasih*...