Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
siapa dia?


__ADS_3

...^^Happy reading^^...


Sore harinya Rey dengan pulang dengan Leo dan Vania bertepatan dengan si kembar yang baru pulang mengaji, Leo dan Vania merasa heran karena ada salah satu ART yang nampak asing.


"Itu siapa? " Tanya Leo.


"Oh itu, Bi Santi uncle" Jawab Keysha.


"Bi Santi? " Tanya Leo memastikan.


"Iya uncle, Bi Santi pekerja baru disini, baru tadi siang" Jawab Arsha.


"Ya sudah ayo masuk" Ajak Rey.


Vani dan Leo masih terus memandang Santi yang tengah menyiram tanaman, Santi merasa ada yang memperhatikan pun menolah ke arah Leo dan Vania.


"Sore pak, bu" sapa Santi sopan.


"Sore.." Jawab Leo dan Vania seraya tersenyum. Setelah itu mereka melangkah memasuki rumah.


"Haii udah pada pulan?" Sapa Laura.


"Iya sayang" Jawab Rey, kini mereka tengah duduk di ruang keluarga, sedangkan si kembar berada dalam kamar.


"Kak, itu Art baru? "Tanya Vania.


"Iya Van, tadi siang aku lihat dia di pinggir jalan kasian" Jawab Laura.


"Kasihan kenapa Ra?" Tanya Leo.


"Dia kena tipu, Bu Santi datang dari kampung katanya mau cari kerja, malah semua uangnya di bawa kabur sama orang yang katanya mau cariin dia kerjaan" jelas Laura.


"Zaman sekarang banyak penipu berkedok kesusahan"


Ucap Rey.


"M


"Rey, Bu Santi itu hidup sebatang kara, dia janda tanpa anak. Jangan terlalu berlebihan, kalau Bu Santi dengar nggak enak" ucap Laura.


"Sayang, kamu harus lebih hati hati dalam menilai orang" Ucap Rey menasehati.


"Rey, Bu Santi itu orang baik, dia ramah dan anak anak juga langsung dekat dengan Bu Santi" Ucap Laura.


"Tapi kak Laura, mana ada seorang penjahat yang langsung memperkenalkan diri?" Ucap Vania.


Kali ini Laura tak bisa mengelak, benar apa yang dikatakan Vania. Dulu, ibu Mayang yang Laura pikir ibu kandungnya juga ternyata ibu tiri,bahkan dia tega membunuh ibu kandung Laura yang tidak lain Sabahat nya sendiri.


"Ya sudah, ini sudah sore kami pamit pulang dulu" Ucap Leo.

__ADS_1


"Kalian tidak makan malam disini?" Tawar Laura.


"Tidak kak,kasihan mamah Farah nanti" Ucap Vania,menolak dengan halus.


"Ya sudah, kalian hati hati ya" Ucap Rey. Kemudian Leo dsn Vania pun melangkah keluar meninggalkan kediaman Laura dan Rey.


"Aku akan mandi dulu, nanti kita sholat Maghrib berjamaah ya" Ucap Rey,dan diangguki Laura.


Saat Rey sudah pergi ke kamarnya,tiba tiba Santi datang mendatangi Laura.


"Maaf nona Laura kalau saya mengganggu" Ucap Santi sopan.


"Oh, tidak bi Santi, ada apa?" Tanya Laura.


"Apa tuan Rey tidak menyukai kedatangan saya?" Tanya Santi hati hati.


"Apa Bu Santi mendengar semuanya? " Batin Laura tak enak hati.


"Beliau hanya terlalu khawatir Bi, maklum saya sedang hamil. Tidak perlu di pikirkan ya?" Ucap Laura.


"Tapi kalau kedatangan saya memang tidak di terima, tidak apa apa non, saya mengerti. Saya bisa pergi saat ini juga" ucap Santi.


"Tidak bi Santi, jangan perpikir begitu. Semuanya menerima bi Santi dengan baik hanya saja mungkin Rey butuh waktu untuk mengenal ibu, jadi saya mohon jangan dipikirkan ya" Ucap Laura menenangkan.


"Baiklah non, terimakasih banyak " Ucap Santi.


"Sama sama Bu, kalau begitu saya pergi menyusul Rey dulu ya" Laura pun pamit menuju kamarnya, sedangkan Santi memandang punggung Laura yang semakin menjauh dengan penuh arti.


"Sayang, kamu turun dulu nanti aku menyusul" Ucap Leo pada Vania.


"Baiklah" Jawab Vania, dia pun turun dari mobil Leo.


Setelah memastikan Vania masuk kedalam rumah, Leo menggeser tombol hijau, "ada informasi?" Tanya Leo to the point.


"Ada tuan, kami sudah mendapatkan semua informasi nya,dan akan kami kirim melalui email" Jawab lelaki di sebrang telepon.


"Kerja bagus" Ucap Leo, setelah itu panggilan pun dimatikan. Tidak mau Vania menaruh curiga, Leo pun bergegas masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Nah ini dia anaknya, baru ditanyain" Ucap Farah sebagai kata kata sambutan ketika Leo datang.


"Maaf mah, habis Nerima telepon nya" Ucap Leo.


"Ya udah, mandi dulu deh kalian udah sore" Ucap Farah


"Iya mah" Jawab Leo dan Vania bersamaan. Leo dan Vania memasuki kamar masing-masing, memang di rumah ini ada kamar yang biasa digunakan Leo ketika menginap dulu, bahkan banyak pakaian yang sengaja Leo tinggal untuk berjaga jaga.

__ADS_1


Saat Vania baru memasuki kamar, tiba tiba suara ponselnya berdering dan tertera nama om Budi di sana.


"Om Budi?" Tanya Vania bermonolog sendiri, dia pun langsung menggeser tombol hijau.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Ada apa om? " Tanya Vania.


"Om ganggu kamu nak?" Tanya Budi halus.


"Enggak kok, Vania lagi santai" Jawab Vania.


"Syukurlah, oh iya om mau mengucapkan terima kasih" Ucap Budi.


"Terimakasih? Untuk apa om?" Tanya Vania bingung.


"Untuk modal usaha yang Leo berikan ke om, katanya untuk membantu usaha pembuatan tahu milik keluarga kita supaya semakin berkembang" Jawab Budi.


"Leo memberikan modal om?" Tanya Vania memastikan.


"Iya, apa kamu tidak tahu Vania?" Tanya Budi.


"Tidak, aku bahkan baru tahu sekarang, kapan om dan Leo bertemu?" Tanya Vania.


"Tadi siang nak" Jawab Budi.


"Tadi siang, memang Leo pergi om malah sebelum jam makan siang, dia pergi ke kantor KUA dan ternyata setelah itu dia pergi bertemu om? " Ucap Vania seraya tersenyum.


"Iya Vania, Om merasa tidak enak karena ternyata kamu tidak tahu menahu soal uang modal itu" Ucap Budi tak enak.


"Om tenang saja, aku justru senang. Ternyata Leo sangat perhatian dengan keluargaku, dia melakukannya tanpa harus pamer padaku kan? Jadi bisa aku simpulkan Leo benar benar tulus dengan Vania" Jawab Vania sambil tersenyum, sangkin senangnya dia sampai memeluk bantal.


"Om sangat bahagia karena kamu akan menikah dengan lelaki yang baik dan perduli dengan kamu nak, om berdoa semoga pernikahan kalian lancar dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah" Ucap Budi mendoakan dengan tulus.


"Aaammiin om, terimakasih doa doa baiknya" ucap Vania.


"Oh iya nak, Leo juga menanyakan satu hal lagi" Ucap Budi.


"Apa itu om? " Tanya Vania penasaran.


"Nak Leo menanyakan tentang pelaku kejahatan yang telah menodai ibu kamu" Ucap Budi.


...Kira kira siapa Santi? dan apa niatnya? lalu kenapa Leo menanyakan itu ya?...


...Tulis jawaban kalian di komen...


...Dan jangan lupa, budayakan setelah membaca berikan like vote dan komen sebanyak banyaknya, sebagai tanda dukungan kalian di karyaku ini...

__ADS_1


...Terimakasih**...


__ADS_2