
Rey, Laura dan Vania membelalakkan mata terkejut mendengar penjelasan dari Leo, mereka tidak habis pikir bisa - bisanya Leo menjajikan oleh - oleh seperti itu kepada Arsha.
"Uncle... Mana???" Arsha terus menagih janji Leo.
"Arsha... Baby girl nya belum ada" Jawab Leo sambil tersenyum.
"Kok belum ada??" Tanya Arsha kesal.
"Aunty Vania harus hamil dulu kaya mommy, jadi nanti baru jadi deh baby girl nya" Ucap Leo menjelaskan.
"Arsha sabar yaa.. doain supaya baby girl nya cepet launching" Ucap Leo lagi.
"Iya deh uncle " Jawab Arsha, kemudian dia pun kembali mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kamu tuh ada - ada aja sih Leo" Ucap Laura.
"Hehehe ya gimana.. cuma itu cara supaya bocil gak ikut dan mau bantu aku" Ucap Leo.
"Jadi semua ide kejutan itu dari Arsha?" Tanya Vania.
"Iya sayang" Jawab Leo sambil tersenyum.
"Berarti Arsha lebih romantis dong yaa" Ucap Vania.
"Tapi kan tetep yang modal aku" Ujar Leo.
"Modal duit, kalau gak ada ide dari Arsha juga pasti kamu cuma kasih kejutan makan malam" Cibir Rey.
"Kamu lupa? Sedari nikah kamu belum ajak Laura buat bulan madu? Sampai sekarang mau anak punya 4 juga" Ucap Leo balik mencibir Rey.
"Dulu aku udah ngajak dan Laura nggak mau.. tapi kita nanti mau baby moon ya sayang??" Ucap Rey bertanya pada Laura. Laura pun mengangguk sebagai jawaban.
"Duh apaan sih kok malah bahas liburan" Ucap Vania, "sayang kita kan kesini mau menanyakan hal lain" Ujar Vania.
"Menanyakan apa??" Tanya Laura.
"Emmmm.." Vania nampak ragu, dia menatap si kembar yang tengah fokus pada tugasnya masing - masing.
Laura mengerti tatapan si kembar, "Yasha, Arsha ,Keysha" Panggil Laura.
"Iya mom??" Jawab si kembar.
"Mommy sama Daddy kan mau ngobrol seirus sama aunty dan uncle.. kalian belajar di kamar yaa??" Ucap Laura.
"Oke momm" Jawab si kembar, mereka pun segera membereskan peralatan mereka dan menuju kamar masing - masing.
"Ada apa??" Tanya Laura setelah memastikan ketiga anaknya sudah berada di kamar.
"Kak, apa waktu aku liburan ibu datang ke rumah?" Tanya Vania.
"Ibu Ami??" Tanya Rey.
"Iya" Jawab Leo.
"Emang iya sayang?" Tanya Rey pada Laura.
"Emm..." Laura nampak bingung.
"Tolong kak jawab.." Ucap Vania memohon.
__ADS_1
"Iyaa Vania" Jawab Laura kemudian.
"Kenapa kakak nggak cerita? Dan kakak juga menyuruh para penjaga rumah dan pelayan agar tidak memberitahukan aku tentang kedatangan ibu" Ucap Vania.
"Benar sayang?" Tanya Rey.
"Iyaa Rey " Jawab Laura.
"Kenapa sayang???" Tanya Rey.
"Karena ibu membuat kekacauan, dan bahkan ibu mendorong Laura sampai Laura hampir terjatuh, untungnya ada Tante Rania yang datang dan menahan tubuh Laura" ucap Leo menjelaskan.
"Apa?" Tanya Rey terkejut.
"Rey..." Ucap Laura menenangkan suaminya.
"Kenapa kamu nggak cerita sayang??" Tanya Rey pada Laura.
"Aku nggak mau hubungan Vania dan Bu Ami semakin menjauh" Jawab Laura ," dan mungkin memang aku yang salah" Ucap Laura lagi.
"Kak Laura,tapi apa yang kakak katakan itu sudah benar kak, dan ibu sudah sangat keterlaluan, ibu sudah berbuat kasar pada kakak yang tengah hamil" Ucap Vania.
"Vania sudahlah, aku juga tidak apa - apa kok" Ucap Laura.
"Tidak bisa begitu sayang, bagaimana pun ibu Ami sudah keterlaluan. Bagaimana kalau waktu itu tidak ada Tante Rani?" Ucap Rey, dia sudah mulai tersulut emosi.
"Vania, aku akan meminta izin kepada kamu untuk memberikan pelajaran kepada ibu kamu" Ucap Rey.
"Rey apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Laura panik.
Rey pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sesuatu.
"Apa?" Ucap Vania terkejut.
"Dari mana kamu tahu Rey??" Tanya Laura.
"Aku dan Leo sudah menyelidiki nya, dan Anton adalah otak dari kejadian tersebut" jawab Rey.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan ini kepadaku Leo??" Tanya Vania.
"Aku takut ini akan mengganggu kamu sayang, rencana nya aku dan Rey akan menyimpan bukti ini jika suatu saat di perlukan, dan aku rasa ibu kamu perlu tahu sekarang" Jawab Leo.
"Kenapa Anton melakukan semua itu?" Tanya Vania.
Rey dan Leo pun menjelaskan semua bukti yang sudah mereka kumpulkan kepada Vania dan Laura.
"Bagaimana Vania? Apa kamu mengijinkan aku untuk memberikan bukti ini pada Ibu kamu?" Tanya Rey lagi meminta izin.
"Iya kak aku menginzin kan, bagaimana pun ibu harus tahu seperti apa lelaki yang dia nikahi" Ucap Vania.
"Baiklah, besok kami akan menemui ibu kamu Vania " Ucap Rey.
Keesokan harinya Rey, Leo dan Vania sedang dalam perjalanan menuju kantor.
"Kamu sudah memberi tahu Vania tentang kedatangan Mytha nanti Leo?" Tanya Rey.
"Sudah Rey" Jawab Leo.
"Vania, nanti kamu tolong bantu Mytha ya" Ujar Rey.
__ADS_1
"Baik kak" Jawab Vania.
"Oh iya, tolong Vania buat janji kamu bertemu dengan ibu Ami jam 5 sore , bisa??" Tanya Rey lagi.
"Bisa kak, mau bertemu dimana?" Tanya Vania.
"Di restoran langganan saya saja, nanti tolong kamu pesan ruang VIP ya?" Ucap Rey.
"Baik kak" Jawab Vania.
Dan sesampai nya mereka di kantor, ternyata Mytha sudah lebih dulu sampai, tapi Mytha menunggu di loby.
"Mytha kamu sudah datang?" Ucap Rey.
"Iya tuan " Jawab Mytha sopan, perempuan dengan rambut sebahu itu mengenakan setelan jas dan celana bahan, Mytha belum mengetahui kenapa dia dipanggil kekantor Rey.
"Ya sudah ikut saya" Ajak Rey.
"Baik tuan" Mereka pun menaiki lift menuju lantai ruangan Rey. Setelah sampai Mytha langsung di ajak keruangan Rey bersama Leo.
"Silahkan duduk" Ucap Rey mempersilahkan Mytha untuk duduk.
"Terimakasih tuan" Ujar Mytha
"Kamu sudah tahu Mytha kenapa saya meminta kamu datang?" Tanya Rey.
"Belum tuan" Jawab Mytha jujur.
"Baiklah saya akan jelaskan, saya akan memindah tugaskan kamu menjadi sekretaris saya" Ucap Rey.
"Kamu pasti tahu kalau Leo sudah menikah dengan Vania yang notabennya sekretaris saya, tidak menutup kemungkinan Vania akan resign dalam waktu dekat, jadi saya mau kamu yang menjadi pengganti nya. Karena saya tahu, kamu punya pengalaman menjadi asisten pribadi dan pekerjaan kamu tidak jauh berbeda dengan sekretaris" ujar Rey, "bagaimana apa kamu bersedia?" Tanya Rey kepada Mytha.
"Baik tuan saya bersedia" Jawab Mytha yakin.
"Baiklah,karena kamu sudah memutuskan maka hari ini juga kamu sudah bisa bekerja" ujar Rey.
"Baik tuan saya siap" jawab Mytha, kemudian Rey memanggil Vania lewat intercome agar Vania masuk ke dalam ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Vania.
"Tolong kamu ajarkan Mytha tentang pekerjaan seperti apa yang harus dia lakukan" ujar Rey.
"Baik pak" Jawab Vania.
Kemudian Vania pun mengajak Mytha untuk keluar dadi ruangan Rey menuju meja sekretaris.
.
.
...Haii yang minta crazy up hari ini aku turutin...
...**Kira - kira hukuman apa yang akan Rey berikan? ada yang tahu???...
...lalu gimana ya Mytha? dia baik nggak kayaknya?...
...pokoknya jangan lupa like ,vote dan komen ya readers kuuu .. ...
...Terimakasih**...
__ADS_1