Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Bertemu pelaku


__ADS_3

...^^Happy reading^^...


Vania begitu terkejut dengan perkataan Budi tentang Leo yang menanyakan perihal pelaku kejahatan itu, tangan Vania menggenggam erat sampai kukunya pucat, dia begitu marah mendengar pelaku kejahatan itu,yang membuat Vania dibenci oleh ibunya sendiri.


"Lalu om menjawabnya?" Tanya Vania.


"Maaf Vania, om mengatakan semuanya" ucap Budi tak enak.


"Nggak papa om, Leo berhak tau, dia kan akan menjadi calon suami Vania" Jawab Vania.


"Baiklah, kalau begitu om tutup dulu telepon nya ya" Ucap Budi.


"Iya om, sampaikan salam Vania untuk Tante Rani" Ucap Vania.


"Iya nak, kamu jaga kesehatan ya?"


"Om juga.." Setelah itu panggilan telepon pun terputus.


"Apa yang sebenarnya kamu cari Leo " Batin Vania.


Setelah makan malam, Leo berpamitan pulang karena harus ada pekerjaan yang dia selesaikan malam ini, Vania pun mengantarkan Leo hingga pintu depan.


"Leo"Panggil Vania.


"Iya sayang" Jawab Leo halus.


"Apa rencana kamu sebenarnya? Kenapa kamu menanyakan tentang orang orang bejat itu?" Ucap Vania,air mata mulai menggenang di pelupuk mata nya.


Leo memejamkan matanya sejenak, "aku minta maaf, kalau aku salah menanyakan hal ini, aku minta maaf kalau hal ini membuat kamu sakit hati, aku hanya ingin tahu bagaimana kehidupan mereka" Ucap Leo.


"Apa lagi Leo? Mereka dihukum, di penjara" Ucap Vania .


"Mereka sudah bebas Vania, 7 tahun lalu" Ucap Leo.


Degg.. Vania membelalakkan matanya, dia begitu terkejut dengan perkataan Leo.


"Apa kamu bilang? " Ucap Vania tak percaya


"Mereka mendapatkan remisi masa tahanan" ucap Leo.


Tangan Vania mengepal erat, air mata tak mampu lagi dia tahan.


"Jadi selama 7 tahun terakhir ini mereka sudah bebas?" Tanya Vania.


"Iya sayang" Jawab Leo.


"Aku mau bertemu mereka Leo, aku ingin melihat mereka" Ucap Vania memohon.


"Jangan sekarang sayang" Ucap Leo menenangkan.


"Aku .. mau sekarang" Ucap Vania tak terbantahkan, darahnya mendidih kala mendengar orang orang itu sudah bebas.


"Baiklah" Leo menyerah, "kita minta izin ke mamah Farah, ingat jangan bilang kemana kita akan pergi sebenarnya, bilang saja kamu ingin jalan jalan" Ucap Leo,dan diangguki oleh Vania.


Mereka pun masuk kembali ke dalam rumah, Farah tengah menonton Drakor kesukaannya yang bercerita tentang hakim tampan.

__ADS_1


"Eh Leo, mamah pikir udah pulang" ucap Farah, "Vania, Leo sini nonton sama mamah nonton orang ganteng" Ucap Farah.


"Apa sih mah? "Tanya Leo, dia pun mendekati Farah .


"Itu Drakor Leo, kamu mana paham" Ucap Vania.


"Nah Leo, supaya kamu paham tuh lihat gantengkan?" Ucap Farah sambil menunjuk pemeran hakim devil


"Masih ganteng aku" ucap Leo tak terima.


"Jauh" ucap Farah sambil memakan salad buahnya, "nanti kalau anak Laura laki laki lagi, mamah mau kasih nama Yohan" ucap Farah seraya tersenyum.


"Tapi feeling ku anaknya Laura perempuan mah" Jawab Leo.


"Ya sudah, kalau begitu anak kamu sama Vania, kalau laki laki mamah kasih nama Yohan" Ucap Farah.


"Mamah pengin cucu dari aku sama Vania?" Tanya Leo sambil tersenyum.


"Ya iyalah" Jawab Farah.


"Ayo Vania kita buat dulu" Ucap Leo hendak berdiri mendekat pada Vania.


"Heh anak nakal ngomong apa kamu" Farah menjewer telinga Leo.


"Aww ampun mah .. ampunn" Ucap Leo kesakitan, padahal Farah tidak terlau kencang.


"Lebay kamu, katanya lautan akan ku sebrangi, gunung akan ku daki nyatanya di jewer gitu doang ngadu sakit" Ucap Farah mengejek Leo.


"Ya kan emang sakit mah" ucap Leo sambil mengerucutkan bibirnya, dia juga memegang telinganya yang tadi di jewer Farah.


Mendengar tendang masa depan, Leo pun langsung merapat kan kakinya membuat Vania tertawa.


"Sadis" Ucap Leo.


"Harus" Jawab Farah.


"Mah, aku mau keluar sebentar ya sama Leo" ucap Vania meminta izin pada Farah.


"Leo yang maksa kamu buat pergi?" Tanya Farah.


"Mamah pikirannya negatif terus ke aku" Ucap Leo tak terima.


"Kamu aja piktor terus kalau sama Vania" ucap Farah.


"Piktor? " Ucap Leo bingung.


"Pikiran kotor Leo" Ucap Vania menjelaskan.


"Astaghfirullah" Leo berucap sambil mengelus dada.


" Nah gitu, kalau setan lagi menggoda kamu nya istighfar " ucap Farah menasehati.


"Iya mah, ya udah gimana? Bolehkan?" Tanya Leo dengan memasang wajah manisnya.


"Boleh,pulangnya jangan terlalu larut ya, terus jaga Vania jangan macem macem Leo" Peringat Farah.

__ADS_1


"Siap mah, ya udah kami pamit" Leo pun mencium tangan Farah begitupun Vania.


"Hati hati ya kalian" Ucap Farah dan diangguki mereka berdua.


Kini Leo dan Vania sudah berada di salah satu restoran yang cukup ramai pengunjung, mereka melihat dari dalam mobil, belum ada niatan untuk turun.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Vania.


"Disinilah mereka sekarang, membuka usaha" Ucap Leo.


Vania semakin marah melihat kehidupan para pelaku yang nampak baik baik saja, bahkan mereka memiliki keluarga yang harmonis.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Leo.


"Merusak tempat itu, apapun yang mereka miliki, aku ingin menumpahkan semua amarahku" jawab Vania sambil menatap ke arah restoran itu.


"Baiklah" jawab Leo,kemudian Leo memberi kode kepada seseorang agar mendekat.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Ucap lelaki itu yang ternyata anak buah Leo.


"Kosongkan tempat itu" Ucap Leo.


"Baik tuan" Jawab lelaki berjas hitam.


Tak lama sekitar 15 lelaki berjas hitam memasuki restoran dengan membawa tongkat baseball.


"Semua pengunjung restoran diminta mengosongkan tempat ini sekarang juga" Teriak salah satu anak buah Leo.


Dan karena takut, semua pengunjung pun mulai berlarian menyelamatkan diri masing masing,


"Tuan, anda ini siapa?" Tanya seorang lelaki paruh baya yang diketahui pemilik restoran.


"Iya tuan, kenapa anda meminta pelanggan kami untuk pergi" Tanya salah satu pemilik restoran lagi.


"Selamat malam semuanya" itu adalah suara sapaan dari Leo.


"Tu..tuan Leo " Ucap kedua pria pemilik restoran.


"Wah kalian mengenali ku?" Tanya Leo .


"Iya tuan, anda kan asisten tuan Reynaldo" ucap salah pria paruh baya.


"Ada apa tuan datang kemari?" Ucap salah satu pria paruh baya dengan suara gemetar.


"Iya tuan, apa kami melakukan kesalahan?"


"Kesalahan? Mungkin bukan pada ku ,tapi kepada calon istriku" Ucap Leo, dan saat itu keluarlah Vania.


.


.


...*Kira kira apa yang bakal Vania lakukan? pengin nya Vania ngapain nih? tulis jawaban kalian di Komentar yaaa...


...Dan selalu aku ingatkan untuk Like Vote dan komen sebagai bentuk dukungan kalian di karyaku...

__ADS_1


......Terimakasih*......


__ADS_2