Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Season 2 (Pekerjaan si kembar)


__ADS_3

Meskipun Keysha memiliki tanggung jawab menjaga rahasia para artis dan modelnya, Keysha memiliki batasan sendiri dalam menangani kasus para artis dan model nya.


Dalam agensi Keysha, ada beberapa model dan artis yang sudah menikah, dan Keysha tidak mau semua anak - anak yang berada dalam naungan nya menutupi pernikahan mereka, karena Keysha tidak mau adanya timbul fitnah.


Laura dan Rey sendiri masih sering memberikan nasihat kepada anak - anaknya tentang pekerjaan dan cara menangani karyawan, apa lagi kepada Keysha yang pekerjaan nya melingkupi dunia entertainment, yang pastinya tidak jauh dari gosip - gosip miring.


.


.


Sedangkan kini Keysha dan Natalie tengah menuju ke kediaman Farah dan Ryan, mereka pergi menggunakan mobil milik Natalie.


"Nat, kamu punya parfum nggak di mobil?" Tanya Keysha.


"Ada di kursi penumpang, di tas itu cari aja" Ucap Natalie.


"Oke... Aku buka yaa" ucap Keysha.


Keysha pun mencari parfum dalam tas yang Natalie sebutkan tadi, namun dia menemukan sesuatu yang membuatnya bingung.


"Mukenah? Bukannya Natalie..." Batin Keysha, dia pun mengambil mukenah tersebut.


"Natalie... Ini mukenah kan?" Tanya Keysha sambil menunjuk kan mukenah yang dia temukan di tas Natalie.


"Astaghfirullah aku lupa..." Ucap Natalie.


"Ini punya kamu??" Tanya Keysha lagi.


"Eemm... Iyaa Key" Jawab Natalie sambil mengangguk lemah.


"Kamu? Mualaf?" Tanya Keysha.


"Iya Key, sudah 4 bulan lalu" jawab Natalie.


"Ya Allah... Selamat yaaa" Ucap Keysha tersenyum.


"Makasih Key..." Ujar Natalie.


"Kenapa kamu nggak cerita?" Tanya Keysha.


"Aku... Bingung Key, karena aku rasa belum waktunya" Jawab Natalie.


"Apa yang mendasari kamu masuk Islam, maaf yaa aku menanyakan hal ini" Ucap Keysha tak enak.


"Apartemen ku sangat dekat dengan masjid, dan setiap aku mendengar kumandang adzan entah kenapa hatiku merasa tenang, dan sejak saat itu aku ingin lebih mengenal Islam. Dan beberapa bulan lalu aku meminta restu pada orang tua ku Key untuk mualaf, dan mereka setuju. Akhirnya aku membaca dua kalimat syahadat di masjid dekat apartemen, di bimbing oleh salah satu ustadz disana" Jelas Natalie.


"Aku benar - benar terharu dengan keputusan kamu" Ucap Keysha.

__ADS_1


"Terimakasih yaa... Sekarang aku juga sedang mulai belajar mengaji."


"Oh ya? Waah semangat yaaa" Ucap Keysha.


"Iyaa, aku merasa semakin nyaman saat mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an, semoga keputusan ku bisa membuat hidupku semakin lebih baik" Ujar Natalie.


"Aaamminnn"


Akhirnya mereka pun sudah sampai di kediaman Farah dan Ryan, Setelah memarkirkan mobil, Keysha mengajak Natalie untuk masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Wahh cucu grandma sudah datang?" Ujar Farah menyambut cucu nya. Keysha pun mencium tangan Farah dan Ryan secara bergantian, tidak lupa Natalie juga melakukan hal yang sama.


"Grandma sama grandpa sehat?" Tanya Keysha.


"Alhamdulillah kami sehat Nak" ujar Ryan.


"Apa kabar Natalie?" Tanya Farah. Karena memang Farah dan Ryan sudah cukup mengenal Natalie, mereka kenal karena Keysha sering mengajak Natalie ke rumah Farah.


"Alhamdulillah, Natalie baik Grandma" Jawab Natalie sopan.


"Sudah lama Natalie tidak datang" ujar Ryan.


"Ya sudah, sekarang kita sudah berkumpul, ayo kita ke meja makan, kita makan siang bersama" Ajak Farah.


Di sisi lain, Yasha dan Arsha juga tengah makan siang, tapi dalam ruang kerja, karena mereka tengah sibuk sekarang dan Arsha juga baru saja menelpon seseorang.


"Telponan sama Glenca?" Tanya Yasha.


"Iya" Jawab Arsha seraya tersenyum.


"Keliatan seneng banget, kenapa?" Tanya Yasha lagi.


"Glenca mau pulang ke Indonesia, Minggu depan" Ujar Arsha seraya tersenyum.


"Wahh penantian bertahun - tahun, akhirnya kalian ketemu lagi" Ucap Yasha.


"Iya kak, aku udah nggak sabar ketemu Glenca" Ujar Arsha seraya membayangkan wajah cantik dan manis Glenca.


"Apa jadinya ya kalau Glenca tahu kelakuan kamu selama ini, yang suka menggoda wanita" Ujar Yasha.


"Kak, aku itu nggak bermaksud menggoda mereka, aku cuman bersikap ramah aja kok" Elak Arsha.


"Iya... dan kamu itu terlalu ramah" ujar Yasha.

__ADS_1


"Ya udah lah kak, pada saat nya nanti semua sifat itu akan menghilang."


"Kapan?" Tanya Yasha remeh.


"Pada saat aku menambatkan hati ku pada satu wanita yang tepat" Jawab Arsha.


"Dan Glenca apa dia wanita yang tepat untuk menambatkan hati kamu?" Tanya Yasha sambil bersedekap dada.


Arsha pun berpikir sejenak, "aku tidak tahu" Jawab Arsha sambil mengedik kan bahunya.


Yasha yang semula menegakkan bahunya, kini mulai sedikit condong ke depan," Arsha dengar kakak."


Kalau sudah ada perkataan dengar kakak, itu berarti Yasha akan mengeluarkan kata - kata ultimatum nya, dan sekarang Arsha sudah dalam mode serius mendengarkan perkataan kakak laki - laki nya.


"Selama ini kakak selalu diam melihat tingkah kamu yang mudah sekali mengobral kata - kata manis, karena Kakak pikir dulu kita masih kecil. Tapi sekarang sudah berbeda Arsha, kamu dan kita semua sudah dewasa sekarang, kakak takut kalau kamu terus menerus mengobral kata - kata manis kepada para wanita, itu akan membuat mereka berharap lebih ke kamu, sedangkan kamu menganggap hal itu sebagai bahan candaan, tapi belum tentu orang " ucap Yasha menjeda kalimatnya, dan Arsha masih setia menyimak perkataan Yasha.


"Kak takut mereka menganggap kamu sebagai lelaki yang tidak baik, lelaki yang suka mempermainkan perasaan wanita, meskipun kamu tidak berniat seperti itu. Arsha kamu juga harus ingat bahwa karma itu ada, dan kamu memiliki adik perempuan, apa kamu tidak khawatir? " Tanya Yasha memandang lekang Arsha.


"Iya kak, kakak benar ... aku tidak mau terjadi sesuatu kepada Keysha karena kesalahan ku" Ujar Arsha.


"Aku janji kak, akan merubah sikapku sedikit demi sedikit" Janji Arsha.


"Baiklah, kakak pegang janji kamu" Ujar Yasha.


"Iya kak."


"Cepat kita lanjutkan pekerjaan, supaya lebih cepat selesai, aku tidak mau lembur di sini" ucap Yasha.


"Sama kak, aku juga" Jawab Arsha, mereka berdua pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Kini Rafa dan Vanessa tengah menikmati ice-cream yang berada di salah satu minimarket, mereka masih mengenakan seragam lengkap karena memang tengah dalam perjalanan pulang, namun karena cuaca panas Vanessa ingin sekali makan ice-cream.


"Nes..." Panggil Rafa.


"Apa?" Jawab Vanessa sambil memakan ice-cream nya.


"Kamu suka sama kak Arsha kan?" Tanya Rafa to the point.


Membuat Vanessa yang tengah memakan ice-cream pun tersedak , uhukk... uhukk... Rafa pun segera menepuk pundak Vanessa pelan.


"Sudah lebih baik?" Tanya Rafa.


"Iya" Jawab Vanessa.


"Ngapain kamu nanya gitu?" Tanya Vanessa.


"Kan cuma nanya, iya apa engga?" Tanya Rafa lagi. Vanessa diam sejenak, mencoba menatap wajah Rafa mencari tahu kenapa tiba - tiba Rafa menanyakan hal seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2