Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
pengganti Vania


__ADS_3

Saat ini Rey dan Leo tengah berada di ruangan Rey, mereka tengah membahas tentang pekerjaan, Leo juga mengecek beberapa pekerjaan yang dia tinggalkan ketika bulan madu. Dia begitu kagum dengan si kembar bisa mengerjakan pekerjaannya dengan teliti dan rapih.


"Ini semua Yasha sama Arsha yang ngerjain?" Tanya Leo.


"Iya lah siapa lagi?" Jawab Rey santai.


"Bibit - bibit penerus nih" ucap Leo.


"Aku sih nggak terlalu memaksa mereka untuk meneruskan perusahaan, meskipun aku berharap kelak mereka mau. Namun aku selalu menekankan pada mereka untuk memilih jalan hidup mereka masing - masing" Jawab Rey.


"Wahh Daddy yang bijaksana" Ucap Leo.


"Kalau kamu di posisi ku kamu pasti akan paham Leo. Penyesalan terbesarku adalah karena aku tidak hadir sedari awal untuk mereka" ucap Rey penuh rasa sesal.


"Dan kini kamu menebusnya, kamu sudah menjadi orang tua yang baik Rey, kamu melindungi mereka memberikan semua hal yang tidak mereka dapatkan ketika tidak bersama kamu" ucap Leo.


"Iya, dan lewat kehamilan Laura sekarang ini aku ingin memberikan kasih sayang yang penuh, karena ketika Laura mengandung si kembar dulu aku tidak pernah bisa memberikannya" Ujar Rey.


"Semoga aku cepat menyusul kamu ya Rey, mempunya keluarga kecil yang bahagia" Ucap Leo.


"Makanya gasspoll" ucap Rey meledek.


"Udah dongg" Jawab Leo santai.


"Oh iya aku jadi inget, ini masalah Vania" Ucap Leo yang membuat Rey penasaran.


"Kenapa sama Vania?" Tanya Rey.


"Jadi gini, aku tuh nawarin ke Vania supaya dia resign aja, kamu pasti tahu lah sebagai suami pasti pengennya di rumah supaya nggak terlalu capek" Ucap Leo ,dan Rey mengangguk.


"Tapi Vania menolak, dia bilang dia mau resign nanti setelah dia positif hamil. Nah cari sekretaris yang sesuai kriteria kamu kan susah nih ya Rey, gimana kalau kita cari sekretaris dari sekarang jadi, terus biar Vania bimbing sekretaris baru supaya nanti setelah Vania selesai udah nggak ada drama dia nggak paham cara kerjanya" Ucap Leo memberi saran.

__ADS_1


"Kamu bener Leo, tapi setahuku anak ajudan ku ada yang pernah bekerja sebagai asisten pribadi, dan dia juga paham pekerjaan sebagai sekretaris " ucap Rey.


"Siapa?" Tanya Leo.


"Mytha " Jawab Rey.


"Lalu bagaimana?" Tanya Leo lagi.


"Begini saja, nanti kamu beri tahu Mytha untuk datang ke kantor besok, dan kalau dia bersedia maka hari itu juga Mytha akan bergabung bersama Vania, agar Vania bisa menjelaskan secara detail tentang pekerjaan nya" Jelas Rey.


"Oke " Jawab Leo.


"Tapi kamu juga harus memberitahukan kepada Vania tengang hal ini, supaya Vania tidak salah paham" Ujar Rey.


"Tenang Rey.. sekarang aku lega, apa lagi calon pengganti Vania adalah orang yang kita kenal, jujur aku sempat galau kalau harus mencarikan mu sekretaris lagi" Ucap Leo lesu, dia mengingat bagaimana dulu pencarian sekretaris untuk Rey yang berlangsung sangat lama.


"Ya iyalah, kamu kan tahu sendiri aku tidak suka wanita yang genit, menye -menye, aku takut mereka menggoda ku, meskipun tidak semuanya. Apa lagi sekarang ada aku sudah menikah, aku tidak mau terjadi kesalahpahaman yang akhirnya membuat rumah tanggaku terganggu" ucap Rey.


"Iya - iya aku paham, kan sekarang Rey si kutub Utara sudah luluh menjadi Rey si hello Kitty di depan istrinya" Ucap Leo meledek Rey.


Leo hendak mengelak, namun suara Rey kembali terdengar, "nggak usah ngelak, sekarang ayo kerja" Ucap Rey.


"Dasar curang" Batin Leo menggerutu.


Jam makan siang sudah tiba, Rey mengajak Leo untuk makan siang bersama. Mereka berdua pun keluar dari ruangan kerja milik Rey.


"Vania ayo makan siang sama - sama" Ajak Rey.


"Terimakasih pak, tapi maaf saya sudah janji makan siang dengan teman - teman yang lain" jawab Vania menolak halus. Karena mereka sedang di kantor jadi Vania memanggil Rey dengan sebutan pak.


"Oh begitu" Jawab Rey.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi pak" Vania pun pamit lebih dulu, karena dia pasti sudah di tunggu oleh teman - teman yang lain. Vania termasuk orang yang mudah bergaul, jadi dia mempunyai banyak teman di kantor.


"Kalian nggak makan siang bareng?" Tanya Rey pada Leo.


"Dunia Vania bukan cuman aku Rey, Vania udah sering makan siang, makan malam sama aku di rumah maupun di luar, sedangkan sama temen - temennya dia jarang. Vania juga perlu bersosialisasi, jadi nggak papa sih kalau Vania lebih memilih makan siang dengan temannya" Jawab Leo.


"Wahh suami yang bijak" Ucap Rey sambil menepuk bahu Leo.


"Ya udah yuk makan, laper" Ucap Rey sambil memegang perutnya,dia pun menyeret Leo menuju lift.


Sore harinya Vania pulang lebih dulu karena Leo dan Rey ada meeting dengan Client di luar. Leo juga meminta Vania pulang dengan di antar oleh salah satu anak buah Daguise group yang sudah dihubungi oleh Leo, dan ada 2 orang lagi anak buah yang Leo siapkan untuk mengantar Vania, bukan berlebihan tapi Leo hanya ingin Vania aman, karena Vania meminta izin pada Leo untuk pergi ke rumah ibunya dan om Budi , Vania ingin memberikan oleh - oleh yang dia beli ketika di Paris.


Awalnya Leo menolak dan beralasan akan mengantarkan Vania saja nanti, namun Vania meyakinkan Leo bahwa dia akan sebentar, dan demi keamanan Leo memerintahkan anak buah untuk menjaga istrinya.


Kini Vania dalam perjalanan ke rumah Ami ibu kandung Vania, Vania merasa bersalah karena pertemuan terakhir mereka Vania dan Ami ribut besar. Vania belum mengetahui tentang kedatangan Ami kerumahnya ketika Vania tengah bulan madu bersama Leo, karena Laura meminta para pelayan dan penjaga rumah Vania dan Leo untuk merahasiakan nya, Laura tidak mau antara Ami dan Laura kembali bersitegang.


Perjalanan yang seharusnya hanya di tempuh sekitar 1 jam kini harus memakan waktu sampai 2 jam karena jalanan begitu macet, maklum jam pulang kantor jadi tidak heran jalanan menjadi sangat ramai. Akhirnya Vania sampai di kediaman Ami dan Anton, dia turun dari mobil setelah salah anak buah membukakan pintu mobil untuk Vania.


"Silahkan nona"


"Terimakasih " Ucap Vania. Dia nampak takut dan gugup karena dia datang tanpa Leo, dia berharap Anton tidak berada di rumah. Namun Vania mencoba menghilangkan rasa takut itu.


"Huh tenang Vania .. tenang.. kamu tidak sendirian, lagi pula kamu tidak akan lama, setelah bertemu ibu kamu akan langsung pulang" Batin Vania menenangkan dirinya.


Vania mencoba menenangkan debar jantungnya karena takut, ya Vania takut bertemu dengan Anton, Vania mencoba menarik nafas panjang lalu mengeluarkan perlahan, dia melakukan berulang.


.


.......


......**Haii readers happy weekend yaaa ......

__ADS_1


...weekend kalian bakalan di temenin sama triple Baby CEO 😁 jangan lupa kasih Like , Vote dan komen.. kalau berkenan kasih tips juga yaa 😉...


...Terimakasih**...


__ADS_2