Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Vania ngambek?


__ADS_3

Acara perpisahan untuk Vania akhirnya selesai, semua rekan - rekan kerja Vania tidak dapat lagi membendung rasa sedih karena harus berpisah dengan Vania, namun mereka sadari ini memang keputusan yang terbaik.


Jam pulang kantor telah tiba, namun sepertinya Rey dan Leo masih ada pekerjaan yang belum selesai.


"Kamu nggak pulang Mytha?" Tanya Vania, pasalnya tadi Rey sudah mengatakan kepada Mytha untuk pulang lebih dulu.


"Aku mau nemenin kamu dulu" Ujar Mytha.


"Udah nggak usah, paling sebentar lagi Leo keluar " Ujar Vania.


"Beneran nggak papa kalau aku tinggal?" Tanya Mytha memastikan.


"Iyaa beneran" Jawab Vania meyakinkan Mytha.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit duluan yaa" Ucap Mytha.


"Iyaa hati - hati" Ujar Vania sambil melambaikan tangan. Vania menatap mejanya yang kini sudah dia kemasi, ada rasa haru dan sedih yang bercampur, dia masih belum percaya bahwa Vania benar - benar meninggalkan pekerjaan nya.


"Aku akan sangat merindukan meja ini" Batin Vania. Tidak lama Rey dan Leo keluar dari ruangan masing - masing.


"Nunggu lama Vania?" Tanya Rey.


"Belum kok kak" Jawab Vania.


"Ya sudah ayo pulang" ajak Leo, mereka pun melangkah menuju lift, tidak lupa Leo membawakan beberapa barang - barang Vania dalam kardus kecil.


Ketika sampai di lantai satu, Vania melihat sekeliling dimana biasanya dia akan bertemu dengan beberapa rekan kerjanya di sini.


"Ayo Vania" Ajak Leo.


"Iya" Vania kembali melangkah kan kakinya keluar dari kantor, sebelum memasuki mobil, Vania melihat kearah gedung yang menjulang tinggi tersebut, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi tempat nya mencari nafkah.


Namun kemudian Vania pun memasuki mobil, setelah Leo membukakan pintu untuk Vania, Leo tahu pasti sangat berat bagi Vania meninggalkan pekerjaan nya. Namun Leo ingin yang terbaik bagi Vania dan calon anaknya.


Sepanjang perjalanan pulang Vania hanya diam memandang keluar jendela mobil, membuat Leo dan Rey bingung, namun mereka berdua juga memilih diam karena takut merusak mood Vania.


Rey sudah memberitahukan kepada Leo bahwa mood ibu hamil itu sering berubah - ubah dan juga sensitif, jadi sebisa mungkin Leo tidak mau membuat Vania marah, karena mood Vania sekarang ini pasti sedang tidak bagus, karena Vania sedih harus meninggalkan pekerjaan nya.


Sampai di rumah pun Vania masih diam, membuat Leo menjadi bingung.


"Vania ini marah atau bagaimana?" Batin Leo. Tidak mau menduga - duga Leo memilih menanyakan hal itu pada Rey, agar Rey menyampaikan pada Laura.


Rey yang baru sampai pun mendengar notifikasi dari ponselnya tanda pesan masuk, dia membaca pesan tersebut yang rupanya dari Leo.


"Siapa sayang?" Tanya Laura yang melihat kebingungan di wajah Rey.


"Leo" Jawab Rey.


"Leo? Kenapa dia?" Tanya Laura lagi.

__ADS_1


"Dia bilang aku disuruh menanyakan hal ini sayang, Vania kan hari ini resign karena dia hamil, itu pun sudah kesepakatan mereka berdua, tapi saat perjalanan pulang tadi sampai sekarang Vania masih diam" jelas Rey membaca pesan dari Leo.


"Mungkin Vania masih terkejut dengan hal ini, tapi aku punya ide" Ucap Laura sambil tersenyum.


"Ide apa sayang??" Tanya Rey.


"Udah, nanti malam lepas isya kita ke rumah Leo, kita ajak anak - anak juga ya" Ucap Laura.


"Oke" Jawab Rey pasrah.


"Ya udah kamu mandi gih, bau" Ucap Laura sambil menutup hidung nya.


"Wangi kok" Ucap Rey sambil mengendus badan nya.


"Itu kata kamu, kata anak kamu bau" Ucap Laura tak mau kalah.


"Iya iya Mommy..." Ucap Rey gemas, dia pun melangkah menuju kamar nya.


Selepas isya Rey, Laura dan si kembar pergi ke rumah Leo.Yasha membawa buah yang sudah di iris dalam piring, Arsha membawa buah mangga yang masih utuh, kemudian Keysha membawa sambal rujak, sedangkan Rey membawa beberapa lauk pauk yang sudah tersusun dalam rantang, lalu bagaimana Laura? Dia membawa anak dalam kandungan nya.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Leo terkejut melihat keluarga Rey yang datang seperti orang pindahan.


"Sembarangan, aku kesini itu mau bikin Vania nggak murung lagi" Ucap Rey kesal.


"Ohh iya iya.. ya sudah silahkan masuk" Ucap Leo mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.


"Kita jangan di ruang tamu" Ucap Laura.


"Lalu dimana?" Tanya Leo bingung.


"Di taman samping, disana kan kita bisa piknik" Ucap Laura.


"Ya sudah aku siapkan dulu tempat nya, baru kita panggil Vania oke?" Tanya Leo.


"Okee"


Mereka pun mulai menyiapkan tikar untuk alas, dan menyusun makanan yang Rey bawa, Leo juga mangambil nasi serta beberapa lauk lagi untuk melengkapi, tidak lupa peralatan makannya.


"Selesai" Ucap Laura.


"Ya sudah aku panggil Vania dulu ya" Ucap Leo, dan diangguki oleh Keysha.


Leo pun sangat bersemangat menuju kamar nya, karena tadi Vania tengah membaca novel dikamar.


"Sayang" Panggil Leo lirih kepada Vania.

__ADS_1


"Ada apa Leo?" Tanya Vania.


"Ikut aku sebentar ya" Ajak Leo.


"Kemana?" Tanya Vania.


"Sudah ikut saja" Ucap Leo mencoba merahasiakan. Akhirnya Vania pun pasrah, dia mengikuti Leo dari belakang. Saat sampai di lantai satu Leo membawa Vania menuju taman.


"Sebenarnya Leo mau mengajak ku kemana?" Batin Vania.


"Surprise" Ucap Rey, Laura dan sikembar membuat Vania sedikit terkejut.


"Kak Laura, kak Rey" Ucap Vania.


"Maaf ya Vania kita ngagetin kamu" Ucap Laura tak enak.


"Kita sengaja datang kesini mau bikin surprise buat kamu, ayo sini" Laura mengajak Vania untuk duduk di atas tikar.


"Apa ini kak?" Tanya Vania.


"Kita piknik, tapi malam hari" Ujar Laura sambil tersenyum.


"Piknik? " Tanya Vania memastikan.


"Sebenarnya lebih tepatnya kita makan malam bersama Vania, tapi dengan suasana piknik supaya kamu terhibur" Ujar Rey.


Vania mengernyit heran, "terhibur? Memang nya aku kenapa kak?".


"Begini sayang, waktu pulang kerja tadi aku lihat kamu murung, aku tahu ini pasti berat buat kamu karena harus melepaskan pekerjaan yang sudah kamu perjuangkan dengan susah payah, tapi aku hanya ingin memastikan kamu dan anak kita baik - baik saja sayang" ucap Leo mencoba memberi pengertian pada Vania, berharap setelah ini Vania tidak lagi murung.


"Aku minta maaf sayang, kalau sikap ku mungkin membuat kamu kurang nyaman, aku memang masih berat untuk meninggalkan pekerjaan ku, tapi aku sadar ini semua kamu lakukan karena kamu khawatir dengan aku dan anak kita" Ujar Vania.


"Syukurlah sayang kalau kamu mengerti" Ujar Leo sambil mengelus pipi Vania.


"Vania kamu tenang aja, lama - lama kamu akan terbiasa tinggal di rumah, kalau kamu bosan kamu bisa datang ke rumah ku oke?" Ucap Laura.


"Iya kak" Jawab Vania seraya tersenyum.


"Ya sudah sekarang kita makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan?" Tanya Laura pada Vania, dan benar Vania mengangguk tanda dia mengiyakan pertanyaan Laura.


"Ya sudah kita makan ya.. baru setelah itu kamu bisa makan rujak buah" Ucap Laura sambil menunjuk rujak buah yang tadi di bawa oleh sikembar.


Melihat buah - buahan yang tampak mengiurkan apa lagi ada buah mangga yang setengah matang membuat Vania langsung ingin mencicipi nya, namun Vania ingat bahwa dia belum makan nasi.


"Tenang, sambalnya nggak pedes kok, jadi aman .. tapi kamu harus tetep makan nasi dulu yaa" Ujar Laura lagi.


"Iya kak" Jawab Vania dengan semangat.


Mereka pun mulai menyantap hidangan makan malam bersama - sama, Leo sangat lega karena Vania sudah kembali ceria.

__ADS_1


__ADS_2