Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Season 2 (Peringatan Vanessa)


__ADS_3

Hari ini, seperti biasa Rafa berangkat ke sekolah, namun dia berangkat sendirian memakai motor, sedangkan Vanessa berangkat bersama Leo.


Saat tengah berjalan di koridor sekolah, dia melihat seorang gadis yang terjatuh, dengan buku-buku yang cukup banyak berserakan dilantai. Rafa pun segera berjongkok dan ikut membereskan buku-buku yang berserakan itu.


"Sini," pinta Rafa kepada gadis tadi, supaya Rafa saja yang membawanya.


"Eh nggak usah Rafa," tolak gadis itu halus.


"Nggak papa Fris, lagian ini berat kan? kenapa loe nggak minta tolong anak laki-laki aja?" tanya Rafa kepada gadis yang bernama Friska.


"Aku nggak enak Rafa, nanti aku dicap tukang perintah," jawab Friska.


"Ngapain mikirin itu? seenggaknya loe minta satu anak laki-laki, nanti loe tetep ikut, dari pada loe kaya gini repot sendiri."


"Iya Raf nanti aku minta tolong sama temen laki-laki kalau aku emang nggak mampu," jawab Friska halus.


"Gue tahu loe itu ketua kelas, tapi nggak semuanya loe kerjain sendiri, kalo loe nggak sanggup, loe bisa minta tolong, kalau gak ada yang mau minta tolong, loe bisa minta ke gue," ucap Rafa.


"Emm i.. iya Raf, makasih ya," ucap Friska malu-malu.


"Ya udah, yuk." ajak Rafa, mereka pun berjalan menuju kelas Friska, Rafa dan Friska memang beda kelas, Friska satu kelas dengan Vanesa, dan disamping kelas mereka ada kelas Rafa.


Kelas yang semula ramai, tiba-tiba saja senyap karena kedatangan Rafa dan Friska bersamaan, Rafa berjalan dengan gagahnya menaruh buku paket dimeja guru.


"Makasih ya Raf," ucap Friska.


"Sama-sama, ya udah gue ke kelas dulu ya?" pamit Rafa, dia pun berjalan meninggalkan ruang kelas Friska.


"Rafa!" seru Vanessa seraya mengejar Rafa.


"Apa?" tanya Rafa santai.


"Ngapain loe sama Friska?" tanya Vanessa.


"Loe nggak lihat? gue bawain buku paket buat kelas loe, loe wakil kan? harusnya loe bantuin Friska," ucap Rafa kesal.


"Peduli banget loe sama Friska, suka sama dia?" tanya Vanessa seraya bersedekap dada.


"So what kalau gue suka sama Friska, dia jomblo gue jomblo, ngga masalah" jawab Rafa santai.


"Udahlah, gue mau ke kelas dulu, bentar lagi guru masuk." Rafa pun pergi meninggalkan Vanessa yang masih terpaku ditempatnya.

__ADS_1


Vanessa langsung masuk kedalam kelas, dan mendekat ke meja Friska, Friska yang tengah duduk terkejut dengan kedatangan Vanessa.


"Ada apa Van?" tanya p.


"Loe mau cari muka sama Rafa?" tanya Vanessa tak suka.


"Aku nggak ada niat gitu ke Rafa, lagi pula kita cuman nggak sengaja ketemu," jawab Friska.


"Gue tahu, tapi loe bisa kan tadi minta tolong sama gue, kesannya gue nggak mau bantuin loe."


"Tadi kamu belum berangkat Nes, jadi aku kekantor duluan, aku minta maaf ya kalau gara-gara aku, kamu sama Rafa jadi salah paham, nanti aku bantu jelasin deh," ucap Friska sungguh-sungguh.


"Nggak perlu, Rafa juga nggak akan bisa marah sama gue, kan loe tau sendiri gue sama Rafa deket," ucap Vanessa.


Friska pun tersenyum canggung kearah Vanessa, "iya udah Van, kalau gitu aku minta maaf ya."


"Ya udah aku maafin," Vanessa pun kemudian duduk ditempatnya.


Bel paling merdu terdengar, apa lagi kalau bukan bel pulang sekolah, seluruh siswa berlarian keluar kelas. Tak terkecuali Rafa. Dia mengeluarkan motornya dari parkiran. Saat melewati gerbang, dia melihat Vanessa yang tengah berdiri menunggu jemputan nya.


"Nesa, mau balik bareng?" tanya Rafa.


"Enggak, aku nunggu jemputan," jawab Vanesa.


"Fris?" panggil Rafa.


"Eh Rafa," sapa Friska.


"Nggak dijemput?" tanya Rafa, pasalnya Friska biasanya akan dijemput oleh supir.


"Enggak, supir ku lagi sakit," jawab Friska halus.


"Gue anter pulang yuk." Ajak Rafa. Friska terkejut, bahkan bukan hanya Friska, beberapa anak yang juga tengah menunggu di halte bus juga ikut terkejut dengan ajakan Rafa, bahkan ada yang menjerit pelan.


Vanessa juga menatap Rafa tak percaya, setahu Vanessa, Rafa adalah tipikal lelaki yang cuek dan dingin.


"Tapi ... apa nggak ngerepotin Rafa?" tanya Friska tak enak.


"Enggak lah, yuk." ajak Rafa lagi. Kemudian Friska pun mengangguk seraya tersenyum.


"Makasih ya Raf," ucap Friska setelah dia berhasil naik keatas motor.

__ADS_1


"Nih, pakai jaket gue," ucap Rafa, karena Friska memakai rok, tentu saja rok itu akan terangkat setelah dia naik keatas motor.


"Eh, nggak papa Raf?" tanya Friska memastikan.


"Nggak papa, ambil aja," titah Rafa, Friska pun mengambil jaket Rafa dan menutupi bagian pahanya, supaya tak terekspose.


Rafa pun melajukan motornya meninggalkan sekolahan, tanpa Rafa dan Friska tahu, Vanessa menatap mereka berdua dengan kesal.


"Ih, gimana sih Rafa, kenapa dia jadi cuek gitu, biasanya dia nemenin gue sampe supir dateng," batin Vanessa kesal, Vanessa pun menghentakkan kakinya kesal.


Saat motor Rafa belum jauh dari sekolah, dia menepikan motornya, dan membuat Friska bingung.


"Kenapa berhenti Rafa?" tanya Friska.


"Kita tunggu supir Vanessa dateng," jawab Rafa.


"Loh kenapa disini? tadi kita bisa sama-sama nemenin Vanessa disana," ucap Friska.


"Iya, mau disini aja," jawab Rafa singkat.


Friska tersenyum melihat Rafa yang begitu peduli dengan Vanessa, meskipun nampak cuek, namun Rafa punya caranya sendiri untuk memberikan perhatiannya.


"Rafa," lirih Friska.


"Iya?" jawab Rafa masih tetap mengawasi Vanessa.


"Kami perhatian banget sama Vanessa," puji Friska.


"Kan gue sama Vanessa besar sama-sama, dari kecil kita udah sama-sama," jawab Rafa.


"Iya ... tapi, kamu pernah nggak, bayangin kalau kalian udah punya pasangan masing-masing?" tanya Friska lagi.


Rafa sontak terdiam, dia tak pernah memikirkan itu, "emang kenapa?" tanya Rafa bingung.


"Maaf ya Raf, bukannya aku mau ikut campur, tapi kalau kamu dan Vanessa sedekat ini, kelak pacar kamu ataupun pacar Vanessa akan keberatan, biar bagaimanapun cemburu itu ada Raf," ujar Friska.


Rafa terdiam, kembali memikirkan ucapan Friska, apa yang Friska ucapkan memang benar, Rafa dan Vanessa sangat dekat, tak jarang ada yang mengira mereka berdua memiliki hubungan.


Friska nampak tak enak, karena Rafa terdiam cukup lama, "maaf ya Raf," ucap Friska lagi.


"Nggak papa kok Fris, kamu bener, aku harus mulai belajar untuk jaga jarak dengan Vanesa," jawab Rafa.

__ADS_1


"Ya udah kita pulang, itu supir Vanessa udah dateng kok," ucap Rafa seraya menunjuk kearah Vanessa yang sudah menaiki mobilnya.


Rafa pun kembali melajukan motornya, menuju kediaman Friska, selama perjalanan mereka berdua juga kadang mengobrol seputar sekolah dan kegiatan di sekolah, tak jarang mereka juga berbagi cerita seputar masa-masa SMP dulu.


__ADS_2