Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Mulai terlihat


__ADS_3

Leo nampak terkejut mendengar jawaban anak buahnya, karena seingat Leo, Laura pernah berkata wanita itu berasal dari kampung dan ingin mencari pekerjaan di kota, wanita itu juga janda tanpa anak.


"Dan dia terakhir tinggal di kampung?" Tanya Leo.


"Tidak tuan, terakhir dia tinggal di kontrakan dekat dengan perumahan tuan Rey" jawab lelaki itu.


Kali ini Leo semakin terkejut dengan informasi yang diberikan oleh anak buahnya.


"Kau yakin?" Tanya Leo memastikan.


"Saya yakin tuan"


"Kecurigaan ku benar" Ucap Leo.


"Terus awasi Santi, hingga kita mendapatkan bukti dan informasi akurat, sampai dia tidak bisa menyangkalnya nanti" Ucap Leo.


Pagi hari,seperti biasa para pelayan di rumah Rey sudah disibukkan dengan pekerjaan mereka, yaitu menyiapkan sarapan untuk keluarga Rey.


Begitu juga Santi, dia tengah memasak dengan 2 pelayan lain.


"Kita harus cepat karena Sebentar lagi pasti Bu Laura datang memeriksa makanan" Ucap salah satu pelayan.


"Aku akan bersihkan meja makan dulu" Salah satu pelayan pergi membersihkan meja makan.


"Ya ampun kotak bekal nona dan tuan muda kok tidak ada" Ucap salah satu pelayan lagi.


"Mungkin masih di tas nona dan tuan muda" Ucap Santi.


"Ah iya, kalau begitu aku pergi dulu Bu Santi mencari kotak bekal lain" Kemudian satu pelayan juga pergi, kini tinggal lah Santi di dapur sendirian. Dia mengambil minyak goreng yang ada dalam botol


"Ucapkan selamat tinggal pada calon bayi anda tuan " batin Santi dengan tersenyum smirk. Dia pun mulai menuangkan minyak di lantai yang akan dilewati Laura.


Setelah itu dia pun pergi, karena masakan sudah selesai, dia takut orang akan mencurigai nya.


"Pasti sebentar lagi rumah ini akan heboh dengan suara kesakitan" batin Santi.


Tak lama Laura datang ke dapur untuk mengecek menu sarapan pagi mereka, di meja makan Laura melihat salah satu pelayan baru selesai membersihkan meja makan.


"Menu sarapan sudah jadi mba Ane?" Tanya Laura.


"Sudah nyonya Laura" jawab Ane.


Laura pun melangkah menuju dapur,sedangkan Santi melihat dari jarak yang cukup jauh, Laura terus melangkah ke arah dapur dan memeriksa makanan.


Santi yang mengamati Laura dari jauh sudah tidak ssbar, namun sampai aneh, tidak ada kejadian apapun di dapur, bahkan Laura kini sudah keluar dan melangkah menuju kamar anak anaknya.


"Apa yang terjadi?" Batin Santi. Dia segera mengecek ke dalam dapur,dan disana sudah ada satu pelayan yang tadi memasak bersamanya.


Santi melangkah menuju lantai yang tadi sudah sengaja dia beri minyak, dan disana kering tak ada bekas minyak sama sekali.


"Kering? Aku yakin aku sudah menaruh minyak disana" Batin Santi.


"Bu Santi? Kenapa" Tanya Tuti yang melihat kebingungan di wajah Santi.

__ADS_1


"Ah tidak.. oh iya bagaimana apa masakannya sudah cocok dengan nyonya Laura?" Tanya Santi,dia berusaha menutupi kegugupannya.


"Sudah kok, semua sudah boleh di tata di meja makan, ayo kita bawa" Ajak Tuti,dia pun melangkah lebih dulu ke meja makan sambil membawa beberapa makanan.


"Sial, bagaimana bisa gagal, dan siapa yang sudah membersihkan nya?" batin Santi, tidak mau orang lain curiga dia pun membawa makanan menuju meja makan.


Seperti biasa sebelum ke kantor Leo dan Vania akan pergi ke rumah Rey, dan saat ini Leo dan Vania baru saja sampai di kediaman Rey.


"Ayo" Ajak Leo pada Vania. Mereka masuk dengan bergandengan tangan, ternyata Rey dan keluarga kecilnya masih sarapan.


"Pagi semuanya" Sapa Leo.


"Pagi Leo, Vania" jawab Rey dan Laura.


"Waalaikumsalam" jawab si kembar menyindir Leo.


"Oh iya, assalamu'alaikum" ucap Leo dengan cengirannya.


"Sinih Leo , Vania kita sarapan" ajak Laura.


"Makasih kak, kita udah sarapan tadi" Tolak Vania halus.


"Oh.. ya udah kalian duduk dulu ya" Ucap Laura.


"Iya kak, kita tunggu di ruang tamu" Ucap Vania, kemudian mereka pun menuju ruang tamu. Laura meminta Sinta membuatkan teh manis untuk Leo dan Vania.


Saat Leo dan Vania tengah duduk, Santi datang dengan membawa teh manis.


"Terimakasih" Ucap Vania ramah.


"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi" Ucap Santi.


"Sebenarnya siapa dia?" Batin Leo, dia terus menatap kepergian Santi.


"Leo" Panggil Vania.


"Leo..." Vania mencubit lengan Leo.


"Aww sakit sayang" Ucap Leo mengadu kesakitan.


"Kamu ngapain liatin Bu Santi gitu banget?" Tanya Vania curiga.


"Kenapa? Cemburu?" Tanya Leo seraya tersenyum.


"Aku tanya Leo, bukan cemburu" Ucap Vania.


"Tapi raut wajah kamu mengatakan kalau kamu cemburu" Ucap Leo yakin.


"Enggak Leo" Elak Vania.


"Bohong dosa loh Vania" Ucap Leo. Saat mereka tengah berdebat, Keysha datang menghampiri mereka berdua.


"Uncle,aunty" Panggil Keysha.

__ADS_1


"Haii sayang" Ucap Vania.


"Ini aunty" Keysha memberikan sebuah gambar design gaun pernikahan serta jasnya.


"Bagaimana? Aunty suka?" Tanya Keysha.


"Suka.." jawab Vania sambil tersenyum, dia sangat cocok dengan design yang dibuat oleh Keysha.


"Nah kalau uncle?" Tanya Keysha.


"Uncle juga suka" jawab Leo.


"Baiklah kalau sudah setuju,maka gambar ini akan aku kirim ke Tante Bella agar segera di proses" Ucap Keysha.


"Terimakasih ya Keysha " Ucap Vania.


"Jadi berapa harga yang kamu bandrol sayang?" Tanya Leo.


"Ini tidak ternilai, karena aku membuatnya dengan cinta" Ucap Keysha seraya tersenyum, "anggaplah ini sebagai hadiah pernikahan dari ku uncle" Lanjut Keysha.


"Terimakasih sayang" Vania memeluk Keysha dan menangis haru, karena dia mendapat kan kasih sayang yang berlimpah dari keluarga Daguise.


"Sama - sama aunty" jawab Keysha, dia membalas pelukan Vania.


"Sudah pelukannya?" Tanya Rey yang tiba tiba datang, "ayo berangkat,sudah cukup siang" Ucap Rey.


"Sayang aku berangkat ya" Pamit Rey.


"Iya hati-hati" Laura mencium tangan Rey dan tidak lupa Rey akan mencium kening istrinya juga calon anaknya. Kemudian si kembar juga berpamitan pada Laura juga calon adik mereka.


"Kami berangkat Laura" Pamit Leo, dan dibalas anggukan oleh Laura.


Dari balik temok, Santi melihat semua kejadian itu, kehangatan keluarga Rey seolah hal yang sangat dia benci. Santi mengepalkan tangan nya kuat hingga kukunya memucat.


"Aku berjanji akan membuat kelurga kalian hancur" Batin Santi sambil tersenyum smirk.


.


.


...**Haii readers, happy weekend yaa 😁...


...meskipun hari Minggu, tapi author tetep up buat nemenin kalian 😉...


......Dan author nggak pernah lupa untuk selalu ingetin, setelah baca Klik Like, Vote dan Komen ya🥰 sebagai dukungan kalian di karyaku ......


...Terimakasih...


Jika berkenan baca juga ceritaku berjudul


..."Sienna's story"...


__ADS_1


__ADS_2