Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Leo dan Vania pun tiba, Vania terlihat lebih anggun mengenakan gaun pernikahan nya, dan Leo terlihat lebih tampan mengenakan jas yang berwarna senada dengan gaun Vania.


Acara ijab qobul berjalan lancar, selesai acara ijab qobul Vania dan Leo langsung mengadakan acara resepsi.


Semua acara di adakan di salah satu hotel milik keluarga Daguise, Vania dan Leo berjalan beriringan menuju tempat singgasana pengantin. Jangan lupakan si kembar, mereka bertiga berjalan di depan pengantin sebagai pengiring.


Semua tamu undangan menatap kagum pada kedua pengantin, mereka terlihat sangat serasi. Senyum terukir dari keduanya, tentu senyum bahagia, namun tanpa mereka sadari ada seorang lelaki yang mengepalkan tangannya erat melihat kebahagiaan mereka berdua.


"Aku terima semua ini" Batin Anton. Ya dia adalah Anton, yang tidak lain ayah tiri Vania.


"Sayang anak - anak kita menggemaskan ya?" Ucap Laura.


"Iya dong, siapa dulu Daddy nya" Ucap Rey bangga.


"Aku yang hamil kok kamu yang bangga" Ucap Laura.


"Kan tanpa aku kamu nggak bisa tekdung sayang" Ucap Rey sambil tersenyum. Sedangkan Laura memutar bola matanya malas.


Budi, Rani, Ami dan Anton duduk bersama keluarga Daguise. Mereka menatap Leo dan Vania yang duduk di kursi pelaminan.


"Jadi, Leo ini cuma asisten nak Rey?" Tanya Ami kepada Rey.


"Iya Bu" Jawab Rey sopan.


"Padahal kalau saya lihat, nak Rey lebih cocok dengan anak saya loh" Ucap Ami tanpa tahu malu, padahal dia tahu di sini ada Laura istri sah Rey.


"Anak Tante yang mana?" Tanya Rey


"Vania dong nak Rey, siapa lagi?" Ucap Ami.


"Oh setahu saya ibu nggak pernah mengakui Vania anak ibu, bahkan dari dulu ibu nggak pernah ngurus Vania" ucap Rey tersenyum remeh. Kali ini Ami kalah telak lagi, dia hanya diam membisu.


"Lagian, saya hanya mencintai istri saya Laura, tidak akan ada yang bisa menggantikan nya. Sekali lagi anda berkata begitu aku tidak akan segan - segan berbuat tegas" Ucap Rey memperingati Ami.


"Sudah lah sayang, jangan terlalu emosi. Aku percaya kamu hanya mencintai aku" ucap Laura seraya tersenyum, dia pun tidak segan mencium pipi Rey di di depan keluarga nya.

__ADS_1


Bukannya malu, Rey malah tersenyum cerah mendapati ciuman singkat di pipinya. Kalau saja tidak di tempat ramai, mungkin dia sudah menghujani Laura dengan ciumannya.


Akhirnya acara resepsi Vania dan Leo pun selesai, para tamu undangan juga sudah mulai membubarkan diri. Termasuk keluarga Daguise dan keluarga Vania.


Sedangkan pengantin baru tersebut sedang dalam perjalanan menuju rumah baru yang sudah Leo siapkan, ini merupakan kejutan pertama untuk Vania, karena Vania sama sekali belum melihat rumah yang akan dia huni bersama Leo.


"Leo, aku bisa buka mata ku nggak?" Tanya Vania, sekarang mata Vania di tutup menggunakan kain.


"Sebentar lagi kita sampai sayang" Ucap Leo, dan akhirnya Vania pun terdiam. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai.


Leo turun dari mobil dan membukakannya pintu untuk Vania, Leo pun membantu Vania turun dari mobil dengan hati - hati.


"Sudah boleh di buka?" Tanya Vania.


"Sebentar aku bantu ya" Ucap Leo, dia pun membuka kan ikat penutup mata Vania.


"Surprise...!!!!"


Vania sangat terkejut, ketika pertama kali membuka penutup matanya dia melihat keluarga kecil Daguise, serta ada om Budi dsn Tante Rani juga beserta Ami dan Anton.


"Iya sayang, ini di depan rumah Rey dan Laura" Jawab Leo.


"Iya Vania, sekarang kita bertetangga" Ucap Laura seraya tersenyum.


"Kamu suka?" Tanya Leo.


"Suka banget.. makasih yaa" Ucap Vania seraya tersenyum, dia memeluk suaminya erat.


"Ayo sayang, kita masuk" Ajak Leo pada Vania, dia juga tidak lupa mengajak keluarga nya untuk melihat rumah baru yang akan di huni nya.


"Wah rumah nya bagus sekali" Puji Ami.


"Iya sayang, kita pasti betah kalau tinggal di sini" Ucap Anton, seperti memberi kode agar Vania juga mengajak Ami dan Anton untuk tinggal bersama.


"Mbak, mas jangan begitu" Ucap Budi menasehati.

__ADS_1


"Apa sih, kan aku cuma bilang kalau" Ucap Anton.


"Maaf ya pak,Bu saya tidak bisa mengajak kalian tinggal di rumah ini" Ucap Leo, bukan pelit. Leo hanya ingin menjaga Vania, apa lagi Vania punya kenangan buruk dari Anton.


"Kenapa? Apa karena kami hanya mertua kamu?" Tanya Ami dengan nada ketus.


"Saya hanya ingin istri saya hidup dengan aman tanpa gangguan dari siapapun" Ucap Leo, dia sudah tidak bisa basa basi lagi dengan Ami dan Anton, kerena mereka adalah dua manusia yang tidak memiliki rasa tahu malu.


"Dasar menantu tidak tahu sopan santun" ucap Anton.


"Vania, kamu tega melihat ibu kamu di hina begini?" Tanya Ami pada Vania.


"Suami Vania sama sekali tidak menghina ibu, hanya mendengar kata - kata Leo barusan ibu sudah tersinggung? " Tanya Vania.


"Jelas ibu tersinggung, Leo mengatakan ibu ini seolah pengganggu" ucap Ami kesal.


"Leo hanya ingin melindungi aku Bu" ucap Vania membela Leo.


"Melindungi? Ini orang tua kamu Vania" Ucap Ami.


"Apa perlu aku ingatkan Bu? Bagaimana perlakuan ibu dan suami ibu padaku? Dulu saat suami ibu hendak berbuat senonoh pada ku, ibu malah menyalahkan ku dan mengusir ku, belum lagi hutang - hutang ibu dan suami ibu yang semuanya di limpahkan pada ku, ibu lupa?" Tanya Vania dengan menggebu - gebu.


"Kamu benar - benar anak durhaka, ibu benar - benar kecewa dengan kamu "ucap Ami, setelah itu dia pergi tanpa pamit. Anton langsung mengejar Ami yang sudah lebih dulu pergi.


Mata Laura memanas, ada rasa sesal ketika dia berbicara kasar pada ibunya, tapi dia juga ingin mengeluarkan semua isi hatinya tentang ibunya itu. Vania ingin ibunya berubah dan bisa tulus menyayangi nya seperti Vania yang tulus sayang pada ibunya.


.


.


...Haii semuanya, maaf yaa **author belum bisa konsisten buat up setiap hari, karena author juga harus memprioritaskan real life author. ...


...Tapi author selalu berusaha untuk setiap kali up minimal dua bab.....


......Author mengucapkan banyak terimakasih kepada readers yang selalu setia nunggu author up cerita, terimakasih untuk semangat, dan support yang kalian berikan ke Author. Tanpa kalian, cerita ku nggak akan menjadi seperti ini, karena kalian adalah semangat ku 🥰**......

__ADS_1


__ADS_2