
Setelah beberapa menit menunggu dokter selesai melakukan tindakan pada Santi, akhirnya dokter keluar.
"Bagaimana dok?" Tanya Rey.
"Maaf pak, kami sudah melakukan yang terbaik, namun kondisi pasien memang sudah sangat kritis saat di bawa kemari karena racun yang dia minum, dengan berat hati kami sampaikan, beliau sudah meninggal dunia" Jelas dokter.
Semua yang mendengar penjelasan dokter pun terkejut.
"Kalau begitu saya permisi dulu" Pamit dokter.
"Bagaimana ini Rey?" Tanya Laura.
"Leo, apa Bu Santi ada sanak saudara?" Tanya Rey.
"Menurut informasi, dia hidup sebatang kara, dia juga tidak memiliki anak" Jawab Leo.
"Baiklah, kalau begitu kita yang akan urus pemakaman besok" Ujar Rey.
"Baiklah" Jawab Leo.
"Sebaiknya, kita pulang dulu, untuk jenazah Santi kita serahkan kepada rumah sakit" ujar Rey, dan setelah itu mereka memutuskan untuk pulang.
Keesokan harinya jenazah Santi dimakamkan, tidak ada yang tahu jika Santi bunuh diri selain orang yang ada di rumah Rey.
"Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya sudah memaafkan kesalahan Bu Santi " batin Laura.
"Ayo sayang" Ajak Rey, karena kini prosesi pemakaman Santi sudah selesai. Mereka semua pun memutuskan pulang.
Kini Laura tengah beristirahat di kamarnya, karena beberapa hari ini Laura merasa pusing, mungkin karena kehamilannya.
Saat ini Laura tengah sendirian di kamar, sedangkan Rey sedang berada di ruang kerja bersama Leo.
"Mumpung sepi, aku baca surat bu Santi aja sekarang" Ucap Laura, dia pun mengambil surat yang di simpan di laci nakas.
...Assalamu'alaikum ...
...Bu Laura, saya meminta maaf yang sebesar - besarnya, mungkin jika ibu membaca surat ini saya sudah tidak ada lagi Bu. Saya minta maaf atas semua kesalahan saya Bu, sudah terlalu banyak kesalahan yang saya lakukan pada ibu....
...Saya terlalu malu untuk mengakui secara langsung di depan ibu Laura dan pak Rey. Bu saya akui motif saya mendekati ibu adalah untuk balas dendam. Ya dendam, yang sebenarnya semua itu hanyalah salah paham Bu....
...Saya kira keluarga ibu adalah orang jahat karena telah menculik suami saya, namun ternyata saya salah, suami saya lah yang telah melakukan kesalahan karena menculik putri ibu hingga Keysha trauma....
__ADS_1
...Bu, sekali lagi saya minta maaf, saya berharap keluarga ibu akan selalu hidup bahagia. Ibu beruntung memiliki anak - anak yang genius, mereka selalu siaga melindungi keluarganya....
...Bu, ini lah jalan yang saya pilih,saya memilih untuk mengakhiri hidup saya, selamat tinggal Bu, terimakasih karena selama ini ibu sudah sangat percaya dengan saya, tapi maaf saya mengecewakan kepercayaan ibu....
Laura menitikkan air mata nya setelah membaca surat dari Santi.
"Bu Santi, seandainya ibu mau berbicara terus terang, ini semua tidak akan terjadi" Isak Laura.
Rey tiba - tiba masuk ke kamar dan melihat Laura yang tengah terisak, Rey begitu khawatir karena takut terjadi sesuatu dengan istrinya.
"Sayang?" Panggil Rey khawatir.
"Rey" Laura menatap Rey dengan berlinang air mata.
"Kamu kenapa?" Tanya Rey dengan rasa khawatir.
"Ini surat yang di tulis Bu Santi" Laura memperlihatkan surat yang di tulis Santi sebelum melakukan bunuh diri.
"Surat?" Tanya Rey, dia pun mengambil surat yang di pegang Laura, dia pun membaca surat tersebut.
"Sudahlah sayang, mungkin ini adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, dan Bu Santi memilih mengakhiri hidupnya" ujar Rey setelah membaca surat Santi.
"Kita doa kan saja almarhum Bu Santi, agar beliau bisa tenang di alam sana" Ucap Rey lagi dan diangguki oleh Laura.
Sedangkan kini Vania tengah duduk di ruang tamu bersama Leo, setelah pemakan tadi, mereka tidak langsung pulang karena Leo ada beberapa urusan pekerjaan.
"Sayang? Jadi bi Santi sakit?" Tanya Vania. Ya yang orang lain tahu Santi meninggal karena sakit.
"Eemm ..Iyya" Jawab Leo, sebenarnya Leo agak takut berbicara jujur dengan Vania, Leo takut Vania akan menganggap Leo sebagai monster.
"Kasihan ya alm. Bu Santi, dia hidup sebatang kara" Ujar Vania sedih.
"Sudahlah sayang jangan terlalu larut, yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengirimkan doa untuk almarhum" Ujar Leo.
"Iya sayang" Jawab Vania.
"Hai aunty" Arsha datang dengan suara cempreng nya, dan dengan tidak tahu malunya dia duduk di tengah antara Leo dan Vania.
"Arsha, kursi masih banyak. Ngapain kamu duduk di sini" Ujar Leo kesal.
"Uncle aja yang kesana" Jawab Arsha jutek membuat Leo memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Hai aunty" Sapa Arsha.
"Hai Arsha" Jawab Vania sambil tersenyum.
"Aduh aunty mundur lagi, kelewatan" Ucap Arsha membuat, Vania mengernyit heran.
"Apanya yang kelewatan?" Tanya Vania.
"Cantiknya" jawab Arsha seraya mengerling kan matanya.
"Heh anak kecil, ngga usah sok ngegombal" Ucap Leo sewot.
"Apa sih uncle, ganggu aja" Ucap Arsha.
"Kamu tuh yang ganggu" Ucap Leo sewot.
"Un... Awww" Belum selesai Arsha melanjutkan ucapannya, Rey sudah datang dengan ganas.
"Ngapain kamu?" Tanya Rey seraya melepaskan jeweran nya di telinga Arsha, meskipun sebenarnya tidak sakit.
"Lagi gombalin eehh ngobrol sama aunty Vania dad" jawab Arsha.
"Dari pada kamu gombalin aunty, mending tidur siang. Nanti sore kamu berangkat ngaji kan? " Ucap Rey menasehati putranya yang genit itu.
"Bentar dad" Ujar Arsha, dia pun beralih menatap Vania.
"Ngapain Arsha ngeliatin aunty begitu?" Tanya Vania.
"Aku mau tidur aunty, kalau natap aunty begini siapa tahu bisa kebawa mimpi" Jawab Arsha dengan senyum manisnya.
"Dasar bocil" Leo sudah kesal, dia pun mengangkat tubuh Arsha dan membawanya ke kamar.
"Uncle... Turunin aku..." Arsha terus meronta meminta di turunkan. Sedangkan Vania menatap dengan tersenyum mereka berdua.
"Mereka tuh akur kalau lagi jadi hakim" Batin Rey, dia menggeleng kan kepalanya melihat perdebatan sengit antara Leo dan Arsha.
.
.
...Malam ini cukup double up yaa 😁 jangan lupa Like Vote dan komennya ...
__ADS_1
...Terimakasih...