Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Rencana pernikahan (Revisi)


__ADS_3

...^^Happy reading readers^^...


Akhirnya pesanan Laura dan Rey pun siap, mereka segara memasuki mobil dan menuju kerumah,


"Sayang? " Panggil Rey pada Laura.


"Iya?" Tanya Laura.


"Kapan terakhir kali kamu datang bulan?" Tanya Rey.


"Eemmm coba aku lihat " Laura pun membuka aplikasi kalender pengingat datang bulannya, dan disana tertera bahwa Laura sudah terlambat sekitar 1 minggu.


"Rey,aku telat 1 minggu" ucap Laura.


"Satu Minggu?" Tanya Rey memastikan.


"Iya" jawab Laura .


"Begini saja, bagaimana kalau kita ke apotek" tawar Rey.


"Untuk apa?" Tanya Laura.


"Beli testpack" ucap Rey.


"Rey? Apa kamu benar benar ingin memiliki anak lagi?" Tanya Laura.


"Laura, anak itu anugerah terindah yang Allah titipkan untuk kita, aku bahagia jika memang kamu kembali hamil,tapi jika memang tidak,mungkin kita belum diberi kesempatan untuk memiliki momongan lagi" ucap Rey sambil memandang Laura sekilas, karena dia tengah menyetir sekarang.


"Kalau kita beli testpack, setidaknya kita tahu apa yang akan kita lakukan selanjutnya, jika kamu hamil besok kita akan ke dokter kandungan,tapi kalau tidak maka kita harus periksa kesehatan kamu,kenapa kamu sampai terlambat datang bulan. Aku hanya ingin memastikan kamu selalu baik baik saja" ucap Rey.


"Terimakasih ya Rey" ucap Laura tersenyum.


"Ya sudah,nanti didepan ada apotek kita mampir sebentar" ucap Rey dan diangguki oleh Laura.


Rey pun menepikan mobilnya disalah satu apotek,


"Kamu tunggu di sini,aku hanya sebentar" ucap Rey pada Laura sebelum dia turun.


"Kamu memang tahu?" Tanya Laura.


"Gampang,serahkan semuanya pada suami tampan kamu ini sayang" ucap Rey bangga.


Laura tersenyum ," ya sudah sana, keburu bakso dan mie ayamnya dingin" ucap Laura.


"Baiklah" Rey pun turun dari mobil dan langsung memasuki apotek.


"Permisi ada yang bisa kami bantu?" Tanya apoteker.

__ADS_1


"Permisi mbak, saya mau beli tastpack yang paling akurat" ucap Rey.


"Berapa pak?" Tanya apoteker.


"2" jawab Rey.


"Baik pak tunggu sebentar" apoteker pun menyiapkan pesanan Rey.


"Silahkan pak,jadi 75 ribu" apoteker memberikan kantong plastik berisi testpack yang Rey minta.


"Oh iya,ini kembaliannya ambil saja. Terimakasih ya" Rey memberikan uang 100 ribuan, setelah menerima pesanan nya dia pun pergi.


"Terimakasih pak" ucap apoteker ramah.


"Sudah Rey?" Tanya Laura setelah Rey memasuki mobil.


"Sudah,ini" Rey memberikan kantong plastik berisi testpack tadi.


"Wah kamu pintar" ucap Laura setelah dia melihat merek testpack yang Rey beli.


"Iya dong siapa dulu" ucap Rey bangga.


"Ya sudah ayo pulang" ucap Laura, Rey pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah.


Kini Leo dan Vania dalam perjalanan pulang, setelah mereka selesai makan malam Leo dan Vania memutuskan untuk langsung kembali ke apartemen, karena waktu sudah cukup malam.


"Kan sebentar lagi kita menikah Vania, kita hanya perlu memberitahukan kepada ibu kamu dan juga keluarga Daguise" ucap Leo menjelaskan.


"Leo, aku kan tidak tahu ayah ku dimana,bagaimana dengan walinya?" Tanya Vania risau.


"Kamu punya om? Atau paman?" Tanya Leo.


"Aku cuma punya Om Budi ,adiknya ibu" jawab Vania.


"Kamu dekat dengan om Budi?" Tanya Leo.


"Aku lumayan dekat, selain om Budi yang baik,istri om Budi Tante Rani juga sangat baik padaku" jawab Vania.


"Baiklah,nanti kita kerumah om Budi ya, dan meminta om Budi menjadi wali nikah kamu" ucap Leo.


"Tapi Leo, aku rasa ibu tidak akan setuju" ucap Vania.


"Kenapa?" Tanya Leo penasaran, dan tepat mobil Leo berhenti diparkiran apartemen. Leo turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Vania.


"Kita bahas didalam" ucap Leo setelah Vania turun, Vania mengangguk sebagai jawaban.


Mereka pun melangkah beriringan menuju lift, Leo meneken lantai unit apartemen nya.

__ADS_1


"Aku ganti baju dulu ya" pamit Vania setelah mereka sampai di dalam apartemen Leo.


"Baiklah" jawab Leo, Vania pun masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Leo membuka jas dan hanya menyisakan kemejanya, dia menggulung lengan kemeja sampai ke siku, 2 kancing atas pun sudah di buka, Leo menyugar rambutnya kebelakang.


Tak lama Vania keluar dari kamar dengan piyama panjangnya, dia duduk disamping Leo yang tengah menonton televisi,awalnya Vania duduk dengan meberi jarak namun kemudian Leo langsung manarik lembut Vania agar lebih dekat dengannya, Leo merangkul bahu Vania dan membiarkan Vania menyenderkan kepalanya di dada bidang Leo.


"Wangi" ucap Vania sambil tersenyum.


"Pasti lah" jawab Leo tersenyum.


"Oh iya, bagaimana tadi, kata kamu ibu kamu tidak terlalu cocok dengan om Budi, kenapa?" Tanya Leo.


Vania pun duduk tegak,dia tidak lagi menyenderkan kepalanya di dada Leo, " iya itu semua berawal dari om Budi yang mengambil alih usaha pembuatan tahu Nenek" ucap Vania.


"Jadi nenek kamu pengusaha tahu?" Tanya Leo.


"Iya, awalnya ibu yang mengambil alih usaha nenek, tapi lama kelamaan malah omset menurun drastis, om Budi tidak mau peninggalan nenek satu satunya yang nenek dan kekek bangun dari awal bangkrut, om Budi pun mengambil alih usaha tersebut,tapi ibu tidak terima. Padahal om Budi setiap bulannya mentransfer sejumlah uang ke rekening ibu, meski ibu tidak ikut andil dalam pengembangan usaha pembuatan tahu, ibu tidak pernah puas dengan apa yang didapat ,aku sampai malu Leo kepada om Budi dan Tante Rani." Ucap Vania,dia mulai terisak, Leo pun memeluk Vania memberikan ketenangan.


"Meskipun sikap ibu kepada keluarga om Budi tidak baik,bahkan selalu mengatai Tante Rani mandul tapi om Budi dan Tante Rani tetap baik padaku" ujar Vania.


"Om Budi tidak memiliki anak?" tanya Leo.


"Iya, rahim Tante Rani diangkat karena kanker" jawab Vania.


"Baiklah aku mengerti, tapi tetap bagaimana pun kita hanya bisa meminta bantuan pada om Budi agar menjadi wali nikah kamu Vania, meskipun ibu kamu tidak setuju biarkan saja" ucap Leo.


"Baiklah Leo, lalu kapan kita kerumah ibu dan om Budi?" Tanya Vania.


"Besok aku akan mengenalkan kamu pada keluarga Daguise, jadi hari Minggu nanti kita bisa kerumah ibu dan om Budi. Bagaimana?" Tanya Leo meminta persetujuan Vania.


"Baiklah, aku rasa itu lebih baik" ucap Vania.


Leo menggenggam tangan Vania dan menciumnya,


"Aku mencintaimu Vania" ucap Leo serasa tersenyum hangat.


"Aku lebih mencintai kamu Leo" jawab Vania.


.


.


...**Sesuai perjanjian, hari ini aku up dua bab 🥰...


...Seneng nggak Leo sama Vania mau nikah? kasih restu nggak nih? 😁...


...Jangan lupa ya setelah baca budayakan klik Like,Vote dan komen ,supaya aku lebih semangat berkarya...

__ADS_1


...Terimakasih Readers**...


__ADS_2