
Usia Rafasha kini sudah memasuki usia 7 hari, dan rencananya hari ini akan di adakan acara aqiqah untuk Rafa, acara akan digelar bersama anak - anak panti asuhan. Rey dan Laura sangat bersyukur karena bisa mengadakan acara aqiqah sambil berbagi kepada anak - anak panti.
Akhirnya acara pun selesai, anak - anak panti pun berpamitan pulang, saat pamitan Rey dan si kembar membagikan bingkisan juga amplop yang berisi beberapa lembar uang.
Rey dan Laura berharap, ini juga bisa menjadi contoh untuk anak - anak nya kelak, jika mereka besar nanti agar mereka tidak lupa kepada sesama.
"Akhirnya acara selesai ya Dad" Ucap Yasha.
"Iya sayang.. adek Rafa juga udah tidur karena lelah" Ujar Rey.
Tidak lama Leo datang menghampiri Rey, "Rey.." Panggil Leo.
"Iya Leo ada apa?" Tanya Rey.
"Vania tidur di kamar tamu, tadi dia kelelahan. Sekarang aku akan bawa Vania pulang, aku pamit ya" Ucap Leo.
"Sudah, biar kan saja Vania beristirahat di sini, kalau di pindah nanti dia terbangun" ujar Rey.
"Baiklah, terimakasih yaa" Ujar Leo.
"Kamu seperti sama siapa aja, ya sudah kamu istirahat saja sana temani Vania" ucap Rey.
"Aku akan bantu kamu dulu" ucap Leo.
"Sudah lah, semua sudah di bersihkan, kamu istirahat saja" Ucap Rey lagi.
"Baiklah aku ke kamar dulu ya" Pamit Leo.
"Mah .. Pah" Panggil Leo kepada kedua orang tuanya yang baru saja selesai berbincang dengan ustadz Syam dan ustadzah Nurul.
"Iya Rey? Ada apa?" Tanya Ryan.
"Nggak papa.. aku cuman mau bilang makasih ya mah pah" Ucap Rey seraya tersenyum.
"Terimakasih untuk apa?" Tanya Farah tak paham.
"Terimakasih sudah menjadi orang tua terbaik untuk ku, aku sudah merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi orang tua. Apa lagi setelah beberapa waktu lalu aku melihat proses persalinan Laura, aku merasa menyesal sering membantah ucapan mamah" Ujar Rey sendu. "Maafin Rey ya mah" Ucap Rey sambil menggenggam tangan Farah.
"Rey.. sudah lah nak, mamah sudah memaafkan segala kesalahan kamu, mamah harap kamu bisa menjadi orang tua yang lebih baik , dan lebih bijak lagi dari kami" ujar Farah penuh harap.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Mah, Pah" Rey memeluk kedua orang tuanya.
"Ya sudah Mah, pah, ayo masuk" Ajak Rey, mereka pun sama - sama memasuki rumah.
Tidak terasa sudah 1 bulan 10 hari usia Rafasha, dan itu berarti usia Vania sudah memasuki usia 9 bulan lebih juga. Kini Vania tengah bersama Laura dan Rafa karena Leo tengah berangkat kerja. Selama Leo di kantor Vania akan ke rumah Laura.
"Kak aku agak takut deh karena usia kandungan ku sudah memasuki usia 9 bulan, itu berarti sebentar lagi aku akan melahirkan" ujar Vania.
"Apa yang kamu takutkan Vania? Tenang lah ya? Saat kamu melahirkan akan ada Leo di samping kamu" Ujar Laura.
"Tetap saja kak.. ada rasa khawatir, bagaimana kalau...."
"Sssttt jangan berpikir yang macam - macam, yakin lah kamu akan bisa melahirkan dengan selama, dan anak kamu akan sehat tanpa kurang suatu apapun" Ujar Laura.
"Iya kak..aaaammiin."
Namun, tiba - tiba saja Vania merasa perutnya sangat sakit, "aww kak perut ku.. " ucap Vania sambil memegang perutnya.
"Loh, Vania kamu kenapa?" Tanya Laura panik.
"Perutku sakit kak, seperti nya akan melahirkan " Jawab Vania.
"Mamah??" Ucap Laura.
"Gimana nih mah?" Tanya Laura bingung.
"Sebentar Laura, kamu jaga Vania" ucap Farah, dia segera pergi mencari bantuan. Farah memanggil anak buah Rey yang tengah berjaga, dan meminta salah satu dari mereka menyiapkan mobil.
Para anak buah Rey membantu Vania memasuki mobil, tidak lupa Farah juga menghubungi Rey dan Leo supaya mereka segara datang ke rumah sakit.
Perjalanan terasa begitu lama karena mereka sudah sangat khawatir dengan kondisi Vania, Farah berada di samping Vania begitu juga Laura. Sepanjang jalan, Farah terus memberikan nasihat agar Vania mengatur nafas nya.
Disisi lain, Leo dan Rey langsung panik ketika mendengar bahwa Vania akan melahirkan, untung nya hari ini tidak ada jadwal bertemu dengan Client jadi Rey dan Leo hanya menitipkan kantor kepada Mytha.
"Rey cepat nyetirnya" ucap Leo yang duduk di samping Rey.
"Sabar Leo, ini aku juga sudah ngebut" Jawab Rey.
"Vania.. tunggu aku sayang, aku segera datang" Batin Leo.
__ADS_1
Tidak lama mereka sampai di rumah sakit, dan ternyata Vania ,Farah dan Laura juga baru sampai. Leo segera berlari menghampiri Vania yang tengah di bawa menuju ruang bersalin menggunakan brankar.
"Vania..." Ucap Leo lirih.
"Leo.. sakittt" Ucap Vania seraya terisak.
Leo tidak tega melihat Vania sekarang, dia mencium kening istrinya berharap bisa mengurangi sedikit rasa sakit yang tengah dirasakan Vania.
"Sabar ya Sayang" Ucap Leo. Dia di perbolehkan oleh dokter untuk masuk kedalam ruang bersalin menemani Vania.
Di dalam ruang bersalin Leo melihat perjuangan Vania agar bisa melahirkan anaknya, Leo tidak bisa menahan Isak tangis nya. Namun sebisa mungkin Leo tetap menyemangati Vania.
Dan akhirnya suara tangisan bayi pun terdengar, Leo dan Vania tersenyum setelah mendengar suara tangisan bayinya.
"Alhamdulillah Pak, Bu bayinya perempuan sehat tanpa kurang suatu apapun" Ujar dokter yang menangani Vania.
"Alhamdulillah" Leo mengucapkan syukur.Terdengar helaan napas lega dari Vania.
Sedangkan di luar ruangan bersalin, Laura, Rey ,Farah dan Ryan yang juga baru datang tersenyum bahagia ketika mendengar suara tangisan bayi.
Setelah beberapa menit Vania pun di pindah kan keruang rawat VIP bersama bayinya, semua keluarga tersenyum melihat anak Vania yang sangat cantik.
"Siapa namanya Leo?" Tanya Rey.
"Vanessa Putri Alvaro, panggilan nya Vanessa" Ujar Leo.
"Nama yang cantik" ucap Laura.
Kemudian Laura dan Rey pamit pulang,karena mereka meninggalkan Rafasha di rumah, sedangkan Farah dan Ryan tetap berada di rumah sakit menemani Vania dan cucu perempuan nya.
Ryan dan Farah sangat bersyukur karena mereka di berikan cucu dalam waktu yang berdekatan, satu perempuan dan satu laki - laki.
"Alhamdulillah ya Pah, sekarang kita sudah punya 5 cucu" ujar Farah sambil menyantap makan siang nya di kantin rumah sakit.
"Iya mah, Papah sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, apa lagi si kembar yang tumbuh menjadi anak - anak yang baik, semoga kedua cucu kita ini juga bisa tumbuh menjadi anak Sholeh dan Sholeha " ujar Ryan.
"Aaammiin Pah."
"Ya sudah mah, kita lanjut kan makan, setelah ini kita bawakan juga untuk Leo yaa" Ucap Ryan.
__ADS_1
"Iya Pah." Mereka berdua pun melanjutkan makan siang kembali, karena setelah ini mereka akan kembali menjaga Vania dan Vanessa.