
Leo menatap Vania yang berada di sampingnya, dia tahu Vania pasti merasa bersalah karena telah berbicara cukup keras dengan ibunya. Dia merangkul bahu Vania bermaksud ingin menenangkan sang istri.
"Sayang, sudah yaa.. jangan sedih" ucap Leo.
"Aku terlalu keras kepada ibu, harusnya aku menahan ibu agar tetap disini" Ucap Vania penuh sesal.
"Vania.. bersikap tegas itu perlu nak, karena kamu tahu sendiri kan bagaimana perangai ibu kamu? Kamu harus tegas agar ibu kamu tahu bahwa Vania yang sekarang bukan Vania yang dulu, yang mudah di injak - injak dan di maki" ucap Farah.
"Iya mah" Jawab Vania sambil mengangguk lemah.
"Vania, Tante tahu kamu anak yang baik dan sangat menyayangi ibu kamu sayang, tapi sepertinya ibu kamu belum bisa melihat ketulusan kasih sayang kamu, kalau kamu terus menerus mengalah dengan ibu kamu, maka besar kemungkinan kamu akan terus di manfaatkan oleh ibu kamu, kita harus mengubah perangainya agar ibu kamu tahu bahwa tidak semua yang dia inginkan bisa terwujud, dan agar dia sadar bahwa putrinya yang selama ini dia benci sangat sayang dan tulus mencintai nya" Ucap Rani menenangkan Vania.
Mendengar perkataan Rani, Vania semakin terisak. Leo sigap, memeluk istrinya agar Vania bisa tenang.Beberapa saat kemudian, Vania sudah mulai tenang.
"Terimakasih semuanya, Vania merasa sangat beruntung karena bisa berada di tengah kalian semua. Terimakasih atas segala kasih sayang yang kalian berikan kepada Vania" ucap Vania seraya tersenyum.
"Sama - sama aunty" Kali ini Keysha yang menjawab.
"Aunty kita udah laper" Ujar Yasha sambil memegang perutnya dengan wajah memelas.
Leo menepuk jidatnya, "uncle hampir lupa, ya sudah ayo semuanya kita ke meja makan" Ajak Leo. Dia sudah menyiapkan makan malam bersama, semua makanan di siapkan oleh pelayan yang bekerja di rumah Leo.
Setelah makan malam, semua keluarga pamit pulang, dan kini hanya tersisa Leo dan Vania yang berada di kamar mereka. Leo sudah menyiapkan kamar dengan dekorasi pengantin.
"Ini kamu yang menyiapkan sayang?" Tanya Vania.
"Iya.. di bantu Laura dan mamah Farah " Ucap Leo sambil tersenyum.
"Kamu suka sayang?" Tanya Leo pada Vania.
"Suka.. makasih yaa, hari ini banyak banget kejutan yang kamu berikan" Ucap Vania seraya tersenyum.
__ADS_1
"Karena kamu adalah istriku, tanggung jawab ku" Ujar Leo.
"Eemm aku ke kamar mandi dulu ya mau bersih - bersih" Ucap Vania dan diangguki oleh Leo.
Vania pun pergi ke kamar mandi, tidak lupa dia membawa paperbag berisi pakaian dari Laura.
Selesai bersih - bersih Vania mengeluarkan pakaian dari paperbag tadi, mata Vania membulat sempurna saat melihat pakaian yang di berikan oleh Laura yang berupa lingerie.
"Kalau aku pakai ini sama aja telanjang" Ucap Vania.
"Tapiii.. nggak papa deh, di depan suami kan udah halal" Vania menepis rasa malunya, dia pun mengenakan lingerie yang di berikan oleh Laura.
"Kak Laura memang sudah ahli ya" Batin Vania tersenyum jahil.
Tok..tok.. suara pintu kamar mandi di ketuk.
"Sayang sudah??" Tanya Leo, dia khawatir Vania kembali menangis, karena sudah cukup lama Vania di kamar mandi. Jadi Leo memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.
"Tenang Vania.. tenang" Ucap Vania.
"Masuk aja Leo, pintunya nggak di kunci, aku mau sikat gigi" Ucap Vania, dia tidak berbohong. Karena memang Vania berniat menyikat giginya, kini dia sudah berdiri di depan wastafel.
Leo pun memegang gagang pintu dan mendorong nya pelan, Leo menelan salivanya kasar ketika melihat Vania yang tengah berdiri membelakangi nya karena posisi Vania yang berada di depan wastafel.
Vania mengenakan lingerie transparan yang memperlihatkan pakaian dalam Vania. Melihat pemandangan yang menggoda iman, junior Leo langsung bereaksi.
"Sabar.. sabar" Batin Leo. Dia mendekat ke arah Vania dan berdiri di belakang Vania.
Leo mengambil sikat gigi beserta pasta giginya lewat belakang tubuh Vania, jadi posisi Leo seperti memeluk Vania dari belakang. Vania yang tengah menyikat gigi merasa terkejut, namun dia berusaha menormalkan debar jantungnya.
Leo dan Vania pun sudah selesai menyikat gigi, Leo langsung menggendong Vania ala bridal style, Vania pun langsung mengalungkan tangannya ke leher Leo.
__ADS_1
"Sudah siap sayang??" Tanya Leo dengan pandangan penuh gairah, Vania hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi Vania dan Leo, kedua manusia yang sudah sah menjadi suami istri itu sama - sama baru pertama kali mereguk surga dunia.
Sedangkan di kediaman Rey, dia tengah bingung bagaimana besok akan bekerja, karena Leo dan Vania akan pergi bulan madu.
"Daddy kenapa?" Tanya Yasha yang melihat kegelisahan Daddy nya.
"Daddy lagi pusing, cari pengganti uncle Leo sama aunty Vania untuk sementara" Ucap Laura.
"Ya sudah, biar kita aja yang bantu Daddy" Ujar Yasha memberi ide.
"Iya Dad, kita juga lagi libur kok selama 1 minggu, soalnya lagi buat ujian sekolah" Ujar Arsha.
Rey nampak terkejut, tapi dia juga ragu, apa mungkin anak - anaknya memahami pekerjaan kantor? Rey tahu anak - anaknya genius, tapi ini masalah kantor.
"Daddy ragu?" Ucap Keysha yang bisa menebak raut wajah Rey.
"Nak, Daddy tahu kalian anak - anak yang genius, tapi ini pekerjaan kantor, yang sebelumnya belum pernah kalian handle" Ujar Rey mencoba memberi pengertian pada ketiga anaknya.
"Daddy tenang saja, kami sudah sering belajar ilmu bisnis dan tentang perkantoran, jadi ini juga bisa mengasah kemampuan kami dalam praktik dengan di dampingi Daddy. Dengan begitu Daddy bisa mengawasi pekerjaan kami " ujar Yasha.
Rey berpikir sejenak, dan memandang Laura mencoba meminta saran, Laura tahu arti tatapan dari Rey. Dia pun mengangguk setuju meyakinkan Rey agar memberi ketiga anak - anaknya kesempatan.
"Baiklah, besok kalian bisa ikut Daddy ke kantor" Akhirnya Rey memutus kan untuk memberi kesempatan pada ketiga anaknya. Ini juga sebagai pengenalan kepada si kembar, karena Rey berharap anak - anaknya akan menjadi penerus perusahan yang dia bangun. Tentu saja si kembar merasa senang, mereka begitu bersemangat dan tidak sabar untuk besok.
.
.......
......**Cukup dua bab ya readers, jangan lupa kasih like, vote dan komennya........
__ADS_1
...Terimakasih**...