
Laura mendengus kesal karena tadi Leo memaksanya untuk masuk ke dalam rumah, dengan alasan takut Laura dehidrasi. Dengan keadaan Laura yang tengah hamil muda ini, memang Laura harus sangat menjaga kesehatan nya.
"Kami tuh ada - ada aja deh Ra, udah tahu lagi panas banget di luar malah nyapu, inget Ra kamu tuh lagi hamil, kalau kamu pengen nyapu kan bisa nanti sore nunggu nggak panas" ucap Leo menasehati.
"Terus kalian, kenapa kalian biarin aja sih Laura nyapu halaman rumah pas lagi panas - panasnya begini?" Tanya Leo pada penjaga rumah yang dia kumpulkan.
"Maaf tuan Leo, tapi kami sudah melarang nyonya Laura dan meminta nyonya Laura beristirahat" Jawab penjaga takut.
"Iya Leo, ini bukan salah mereka, aku nya aja yang mau nyapu halaman. Aku tuh selama hamil jadi rajin bersih - bersih tahu" Ucap Laura, dia memang tidak berbohong. Beberapa Minggu ini Laura sangat rajin bersih - bersih, itu juga yang kadang membuat Rey takut, Rey takut kalau Laura akan kelelahan dan berdampak pada kesehatan nya dan juga kandungan Laura.
"Masa ngaruh sih, apa hubungannya orang hamil sama rajin bersih - bersih" Ucap Leo tak percaya.
"Ada Leo, kadang hal - hal seperti itu bisa menjadi pertanda jenis kelamin anak yang di kandung oleh ibu hamil" Ucap Vania memberitahukan kepada Leo.
"Tuh dengerin istri kamu ngomong" Ucap Laura sambil memakan buah yang sudah di sediakan oleh pelayan di rumahnya.
"Terus kalo kasusnya kaya Laura berarti anaknya di prediksi cowok atau cewek sayang?" Tanya Leo penasaran pada Vania.
"Cewek kayaknya" Jawab Vania sambil menyeruput coklat panasnya.
"Waah bakal ada temennya nih Kesysha" Ucap Leo senang, wajah garangnya sudah tidak terlihat lagi.
"Makanya kamu gasspoll supaya anak aku ini ada temennya nanti" Ucap Laura sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit.
"Nah kan, aku hampir lupa" Ucap Leo menepuk jidatnya, "kedatangan aku kesini tuh mau pamitan, kita mau pergi bulan madu" Ucap Leo seraya tersenyum, tak lupa tangan Leo yang sudah memeluk bahu Vania.
"Ohh iyaa? Kemana?" Tanya Laura penasaran.
"Paris" Jawab Leo.
"Wahh selamat bulan madu yaa Vania, nanti aku juga mau minta baby moon ke Rey. Kan waktu nikah aku nggak bulan madu" Ucap Laura.
__ADS_1
"Bukannya kamu yang nolak?" Tanya Leo meledek.
"Iya kan waktu itu sikembar sekolah, terus ada beberapa problem. Tapi kayaknya kali ini baby nya minta liburan" Jawab Laura seraya tersenyum.
"Ya udah selamat merayu Rey yaaa.. kita pamit dulu" Ucap Leo seraya berdiri.
"Kamu udah bilang ke mamah, papah?" Tanya Laura pada Leo.
"Udah, kita telepon mamah sama papah tadi, ya udah udah kesiangan nih , kita berangkat yaa?" Pamit Leo.
"Kak Laura mau dibawain apa?" Tanya Vania.
"Gantungan kunci menara Eiffel" jawab Laura.
"Cuman itu?" Tanya Leo memastikan.
"Yang lain nanti nyusul lewat chat" Jawab Laura seraya tersenyum.
Sedangkan kini, Rey dan ketiga anaknya tengah makan siang di restoran dengan kantor, sambil makan siang Rey juga mengecek kondisi Laura lewat chat. Jujur saja meninggalkan Laura hanya untuk bekerja pun sebenarnya Rey sangat khawatir, karena semenjak hamil Rey berubah sangat possesive.
Mungkin ini memang bukan kehamilan pertama Laura, namun ini pertama bagi Rey mendampingi kehamilan istrinya, karena kehamilan Laura dulu Rey tidak bisa berada di sampingnya. Jadi sekarang Rey selalu ingin memberikan apapun yang Laura dan calon anaknya inginkan, Rey selalu berusaha menuruti semua ngidamnya Laura. Bahkan semenjak hamil Laura selalu membangunkan Rey di tengah malam untuk membuatkan jus jeruk tapi ketika sudah jadi Laura malah tidak meminumnya karena Laura melanjutkan tidurnya.
Rey sama sekali tidak marah dengan tingkah Laura, semua itu malah membuat Rey semakin senang dan Rey merasa dirinya sangat di butuhkan Laura. Hanya saja ada satu hal yang Rey khawatir kan, yaitu kegemaran Laura bersih - bersih rumah. Rey takut jika Laura kelelahan, tapi Laura selalu beralasan dia bosan jika hanya diam.
"Sayang, ada yang mau kalian pesan lagi?" Tanya Rey pada ketiga anaknya yang baru selesai makan.
"Tidak dad, kami sudah kenyang" Jawab Yasha.
"Ya sudah,sebentar lagi kita kembali ke kantor ya??" Ucap Rey dan diangguki oleh si kembar.
"Bagaimana rasanya bekerja selama setengah hari ini?" Tanya Rey pada si kembar.
__ADS_1
"Menyenangkan dad, kami bisa belajar lebih dalam tentang bisnis" ucap Arsha.
"Iya Dad, kita juga bisa mengasah kemampuan yang selama ini kita pelajari " ucap Yasha.
"Lalu bagaimana dengan Keysha?" Tanya Rey.
"Keysha suka,karena di sini Keysha belajar bersikap sopan kepada tamu, di sini Keysha bisa mengasah diri Keysha supaya lebih percaya diri" ucap Keysha.
"Wah anak - anak Daddy memang terbaik, Daddy bangga kepada kalian. Kalian bisa bekerja dengan baik dan kalian bisa memetik kesimpulan dari pekerjaan kalian" Ucap Rey memuji ketiga anak nya.
"Sebagai orang tua, Daddy tidak akan memaksa kalian untuk mengikuti jejak Daddy, dan Daddy juga tidak akan memaksa kalian untuk mau menjadi penerus perusahan. Apapun keputusan kalian dan jalan apapun yang akan kalian ambil, selagi itu baik maka Daddy akan selalu mendukung kalian" Ucap Rey kepada ketiga anaknya.
"Terimakasih dad, karena Daddy mau menerima keputusan kami kelak, untuk saat ini kami belum bisa memutuskan jalan apa yang akan kami ambil nantinya" Ucap Yasha mewakili sebagai kakak tertua.
"Dan begitu juga dengan Keysha dad, meskipun saat ini Keysha tengah menjalankan butik, namun belum tentu untuk kedepannya Keysha akan terus dengan kegemaran Keysha. Untuk saat ini kami hanya ingin terus mengasah kemampuan untuk bekal kami kelak" Ujar Keysha.
"Intinya apapun yang akan kami putuskan kelak kami selalu ingin membuat Daddy dan mommy bangga" Ujar Arsha.
"Daddy dan mommy sangat bangga dengan kalian, dengan sikap kalian yang dewasa dan selalu menjaga satu sama lain, tetaplah seperti ini hingga nanti ya nak.. dan sebentar lagi kita akan kedatangan keluarga baru yaitu adik kalian, Daddy harap kalian bisa menerima dan menjaga adik kalian" Ucap Rey.
"Tentu dad" Ucap si kembar bersamaan.
Rey sangat bangga dengan ketiga anaknya yang bisa bersikap dewasa, dia sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena memberikan kesempatan kepada Rey untuk bertemu kembali dengan Laura dan anak - anaknya, hingga sekarang Rey bisa memiliki keluarga yang bahagia.
.
.
...**Done 2 bab readers, jangan lupa aku tunggu Like, vote dan komennya yaaa...
...Terimakasih**...
__ADS_1