Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
season 2 (Permintaan?)


__ADS_3

Hai ketemu lagi sama aku, nah


dibawah sana ada sedikit ceritaku yang mungkin satu bulan ini kalian


pertanyakan, selamat membaca….


Sedangkan kini, Vanessa tengah


duduk santai di kursi depan kelasnya, karena memang tengah jam istirahat, mata


Vanessa menyipit kala melihat Rafa datang dengan membawa 1 buah coklat di


tangannya. Vanessa tersenyum karena dia sudah berpikir kalau Rafa akan menemuinya


dan memberikan coklat itu padanya.


“Hai Raf,” sapa Vanessa.


“Hai..” Rafa balas menyapa


Vanessa.


“Mau kemana?” tanya Vanessaa


basa-basi.


“Mau ke Friska, dia ada kan?”


tanya Rafa seraya melihat keadaan.


Vanessa menautkan alisnya


bingung, “tumben cari Friska?”


“Ini cuman mau ngucapin makasih


sama ngasih coklat juga, karena kemarin dia udah ngasih tumpangan ke kita,”


jelas Rafa.


“Oh iya, Friska ada kan di


dalem?” tanya Rafa lagi.


“O..ohh iya ada,” jawab Vanessa


terbata.


“Ya udah gue masuk dulu ya,” pamit


Rafa, dia pun masuk ke dalam kelas Vanessa.


Vanessa nampak bingung menatap


Rafa, bahkan raut wajah Vanessa nampak muram, Vanessa mulai berpikir kalau Rafa


sudah mulai melupakannya, padahal sedari dulu Rafa selalu mengutamakannya dan


Rafa paling tahu kalau Vanessa sangat menyukai coklat.


Jam pulang kantor sudah tiba,


Natalie dan Keysha sama-sama pulang ke kediaman Laura dan Rey, karena Natalie


masih belum boleh untuk kembali ke apartementnya. Namun dalam perjalanan


Natalie mendapatkan telepon dari keluarganya di Amerika.


“Siapa Nat?” tanya Keysha.


“Mommy ku,” jawab Natalie.


“Ya sudah kamu angkat, pasti


penting,” ujar Keysha lagi. Natalie pun menggeser tombol hijau di kayar


ponselnya.


“Halo mom?”


“…”


“Apa? Lalu bagaimana keadaan


daddy mom?” tanya Natalie panic.


“…”


“Baiklah, aku akan usahakan untuk


pulang mala min.”


Panggilan pun berakhir, Natalie


yang tadinya sudah mencoba untuk menahan tangisnya pun tak tahan lagi, dia


menumpahkan seluruh kesedihannya dalam pelukan Keysha.


“Ada Nat?” tanya Keysha dengan


khawatir.


“Daddy ku masuk rumah sakit, dan


aku harus segera pulang ke Amerika,” ujar Natalie dengan terisak.


“Ya sudah, aku akan temani kamu


ya,” ujar Keysha.


“Jangan, besok kita kedatangan

__ADS_1


client besar, aku yakin aku bisa pulang sendiri, dan aku akan kabari kamu


nanti, aku hanya minta doa supaya aku daddy ku di berik kesembuhan.”


“Pasti Natalie,” ujar Keysha,


mobil yang mereka tumpangi pun melaju terus melaju menuju kediaman Laura dan


Rey, karena Natalie juga harus menyiapkan semua keperluannya, sedangkan Keysha


membantu Natalie mencarikan tiket dengan penerbangan tercepat.


Sesampainya di rumah, Natalie dan


Keysha langsung menceritakan semuanya kepada Laura dan Rey, mereka ikut sedih


dengan kabar yang datang dari ayah Natalie, sebenarnya Laura juga tidak tega


jika harus membiarkan Natalie pergi sendirian, dia menatap Rey namun Rey juga


harus pergi ke luar kota besok, dan Arsha dia tengah bahagia karena Glenca baru


saja pulang, hanya ada satu yaitu…


“Yasha..” Laura memanggil putra


sulungnya dengan nada lembut.


“Iya mom?”


“Kamu temani Natalie ya pulang ke


rumahnya?” tanya Laura dengan wajah penuh harap.


“Apa? Ng … nggak bisa mom,” tolak


Yasha.


“Aunty, nggak perlu aku bisa


pergi sendiri kok,” ujar Natalie.


“Enggak sayang, aunty sudah


anggap kamu seperti anak aunty sendiri, jadi aunty tidak akan pernah mungkin


membiarkan kamu pergi sendiri, jaadi Yasha kamu harus temani Natalie,” ujar


Laura tanpa terbantahkan.


Yasha pun hanya bisa pasrah, dia


mengangguk dan setelah itu dia naik menuju lantai atas tempat dimana kamarnya


berada, dia akan membereskan perlengkapan yang harus di bawa selama berada di


Amerika. Begitu juga dengan Natalie, dia juga membereskan semua


perlengkapannya, sedangkan Keysha kembali mencari tiket penerbangan menuju Amerika,


punya cukup banyak waktu untuk bersiap.


Jam keberangkatan sudah tiba,


Natalie dan Yasha pun berpamitan kepada Laura, Rey dan Rafa, karena Keysha dan


Arsha yang akan mengantarkan Natalie dan Yasha  ke bandara.


“Kak, aku titip Natalie ya,” ujar


Keysha.


“Emang dia apa? Barang?” ujar


Yasha.


“Iiih kak Yasha,” Keysha mencubit


perut Yasha gemas.


“Udah, jangan bercanda,” Arsha


memisahkan perdebatan kecil itu sebelum menjadi besar, “kalian berdua hati-hati


ya, kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar,” ujar Arsha. Akhirnya Natalie


dan Yasha pun berpamitan.Selama perjalanan Natalie terus berdoa semoga keadaan


ayahnya akan baik-baik saja.


Setelah menempuh perjalanan


kurang lebih 26 jam, akhirnya Nathalie dan Yasha pun tiba di Amerika, Nathalie


langsung menuju ke rumah sakit dimana ayahnya dilarikan, Yahsa sendiri


senantiasa mengikuti kemanapun Natalie pergi,  sejujurnya ada rasa iba dalam benak Yasha, dia yakin sejujurnya Nathalie


sangat lelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, namun tanpa istirahat lebih


dulu, Nathalie memilih langsung menemui kedua orangtuanya di rumah sakit.


“Mom, Dad …” Natalie langsung


memeluk ayah dan ibunya dengan penuh rasa rindu, senyum kebahagiaan langsung


terpancar dari raut wajah kedua orangtua Nathalie.


“Daddy kenapa?” tanya Nathalie


lembut.

__ADS_1


“Daddy tidak papa, mungkin hanya


rindu dengan putri Daddy,” jawab George ayah Nathalie.


“Dad … aku juga rindu dengan


mommy dan juga Daddy, Daddy cepat sembuh ya supaya kita bisakumpul lagi, mumpung


aku ada di sini,” ujar Nathalie.


“Nak dia siapa? Pacar kamu?”


tanya Jennifer ibu Nathalie.


“Benarkah? Nathalie datang


membawa kekasihnya?” tanya George dengan tatapan yang berbinar.


“Bu … bukan Dad,” jawab Nathalie


cepat.


“Iya uncle, aunty saya bukan


kekasih Nathalie, sebelumnya perkenalkan saya Yasha,” jawab Yasha membenarkan


dia juga memperkenalkan dirinya. Namun tiba-tiba saja George terbatuk seraya


memegang dadanya membuat Nathalie,  Jennifer, dan Yasha panic.


“Dad, aku panggil dokter dulu,”


Nathalie berniat memanggil dokter, namun tangannya langsung ditahan oleh George.


“Jangan, Daddy hanya ingin kamu


memenuhi satu permintaan Daddy,” ucap George dengan penuh harap.


“Apa itu Dad?” tanya Nathalie.


“Menikahlah nak, Daddy sangat


ingin melihat kamu menikah.”


Nathalie benar-benar


terkejut  mendengar permintaan George,


dia bingung harus menjawab apa, karena saat ini Nathalie sedang tidak dekat


dengan siapapun juga.


“Dad, aku akan menikah kalau aku


sudah bertemu dengan orang yang tepat, dan sekarang bahkan aku sedang tidak


dekat dengan siapapun,” ujar Nathalie menjelaskan. Namun tiba-tiba George


merintih kesakitan seraya memegang dadanya, membuat Nathalie semakin khawatir.


“Nathalie, tolong nak, Daddy


sangat ingin melihat kamu menikah,” ucap Jennifer memohon kepada putrinya,


supaya Nathalie mau mewudkan permintaan George.


“Tapi….” Nathalie ingin


menjelaskan bahawa dia juga bingung akan menikah dengan siapa, namun Jennifer


langsung menunjuk Yasha, dalam penilaian kedua orangtua Nathalie, Yasha adalah


tipe lelaki yang bertanggung jawab.


Yasha pun dibuat kalang kabut,


dia bingung dengan apa yang harus diputuskannya, melihat kondisi ayah Nathalie


yang tengah sakit ditambah dengan ibu Nathalie yang terisak memohon kepada


Yasha supaya mau menikahi Nathalie.


“Baiklah, saya bersedia.”


Hai … aku mau cerita sedikit nih,


tentang alasan aku hiatus selama satu bulan, dan membuat novelku ini


terbengkalai, tapi bukan cuman novel ini aja kok, novel ku yang berjudul Keysha


juga sama. Nah, tentang alasan aku hiatus itu sendiri, karena di bulan Desember


kemarin aku tengah fokus menjalankan program hamil ku, (doa’in ya readers


semoga author cepat diberi momongan hehehe) dan aku mencoba untuk


mengistirahatkan diriku, serta otak ku.


Aku meminta maaf


sebesar-besarnya, mungkin kalian kecewa, tapi aku harap setelah kalian


mengetahui alasan ku kalian bisa mengerti posisi ku ya … karena setiap pasangan


suami istri pasti menginginkan kehadiran buah hati sebagai pelengkap keluarga


kecil, dan aku berharap di bulan ini aku bisa mendapatkan hasil yang aku ingin


kan, aaammmiiinnnn.


Tapi readers jangan khawatir ya,

__ADS_1


bulan ini aku akan berusaha keras untuk update setiap hari, jadi terus


semangati aku , terimakasih ….


__ADS_2