
Hai ketemu lagi sama aku, nah
dibawah sana ada sedikit ceritaku yang mungkin satu bulan ini kalian
pertanyakan, selamat membaca….
Sedangkan kini, Vanessa tengah
duduk santai di kursi depan kelasnya, karena memang tengah jam istirahat, mata
Vanessa menyipit kala melihat Rafa datang dengan membawa 1 buah coklat di
tangannya. Vanessa tersenyum karena dia sudah berpikir kalau Rafa akan menemuinya
dan memberikan coklat itu padanya.
“Hai Raf,” sapa Vanessa.
“Hai..” Rafa balas menyapa
Vanessa.
“Mau kemana?” tanya Vanessaa
basa-basi.
“Mau ke Friska, dia ada kan?”
tanya Rafa seraya melihat keadaan.
Vanessa menautkan alisnya
bingung, “tumben cari Friska?”
“Ini cuman mau ngucapin makasih
sama ngasih coklat juga, karena kemarin dia udah ngasih tumpangan ke kita,”
jelas Rafa.
“Oh iya, Friska ada kan di
dalem?” tanya Rafa lagi.
“O..ohh iya ada,” jawab Vanessa
terbata.
“Ya udah gue masuk dulu ya,” pamit
Rafa, dia pun masuk ke dalam kelas Vanessa.
Vanessa nampak bingung menatap
Rafa, bahkan raut wajah Vanessa nampak muram, Vanessa mulai berpikir kalau Rafa
sudah mulai melupakannya, padahal sedari dulu Rafa selalu mengutamakannya dan
Rafa paling tahu kalau Vanessa sangat menyukai coklat.
Jam pulang kantor sudah tiba,
Natalie dan Keysha sama-sama pulang ke kediaman Laura dan Rey, karena Natalie
masih belum boleh untuk kembali ke apartementnya. Namun dalam perjalanan
Natalie mendapatkan telepon dari keluarganya di Amerika.
“Siapa Nat?” tanya Keysha.
“Mommy ku,” jawab Natalie.
“Ya sudah kamu angkat, pasti
penting,” ujar Keysha lagi. Natalie pun menggeser tombol hijau di kayar
ponselnya.
“Halo mom?”
“…”
“Apa? Lalu bagaimana keadaan
daddy mom?” tanya Natalie panic.
“…”
“Baiklah, aku akan usahakan untuk
pulang mala min.”
Panggilan pun berakhir, Natalie
yang tadinya sudah mencoba untuk menahan tangisnya pun tak tahan lagi, dia
menumpahkan seluruh kesedihannya dalam pelukan Keysha.
“Ada Nat?” tanya Keysha dengan
khawatir.
“Daddy ku masuk rumah sakit, dan
aku harus segera pulang ke Amerika,” ujar Natalie dengan terisak.
“Ya sudah, aku akan temani kamu
ya,” ujar Keysha.
“Jangan, besok kita kedatangan
__ADS_1
client besar, aku yakin aku bisa pulang sendiri, dan aku akan kabari kamu
nanti, aku hanya minta doa supaya aku daddy ku di berik kesembuhan.”
“Pasti Natalie,” ujar Keysha,
mobil yang mereka tumpangi pun melaju terus melaju menuju kediaman Laura dan
Rey, karena Natalie juga harus menyiapkan semua keperluannya, sedangkan Keysha
membantu Natalie mencarikan tiket dengan penerbangan tercepat.
Sesampainya di rumah, Natalie dan
Keysha langsung menceritakan semuanya kepada Laura dan Rey, mereka ikut sedih
dengan kabar yang datang dari ayah Natalie, sebenarnya Laura juga tidak tega
jika harus membiarkan Natalie pergi sendirian, dia menatap Rey namun Rey juga
harus pergi ke luar kota besok, dan Arsha dia tengah bahagia karena Glenca baru
saja pulang, hanya ada satu yaitu…
“Yasha..” Laura memanggil putra
sulungnya dengan nada lembut.
“Iya mom?”
“Kamu temani Natalie ya pulang ke
rumahnya?” tanya Laura dengan wajah penuh harap.
“Apa? Ng … nggak bisa mom,” tolak
Yasha.
“Aunty, nggak perlu aku bisa
pergi sendiri kok,” ujar Natalie.
“Enggak sayang, aunty sudah
anggap kamu seperti anak aunty sendiri, jadi aunty tidak akan pernah mungkin
membiarkan kamu pergi sendiri, jaadi Yasha kamu harus temani Natalie,” ujar
Laura tanpa terbantahkan.
Yasha pun hanya bisa pasrah, dia
mengangguk dan setelah itu dia naik menuju lantai atas tempat dimana kamarnya
berada, dia akan membereskan perlengkapan yang harus di bawa selama berada di
Amerika. Begitu juga dengan Natalie, dia juga membereskan semua
perlengkapannya, sedangkan Keysha kembali mencari tiket penerbangan menuju Amerika,
punya cukup banyak waktu untuk bersiap.
Jam keberangkatan sudah tiba,
Natalie dan Yasha pun berpamitan kepada Laura, Rey dan Rafa, karena Keysha dan
Arsha yang akan mengantarkan Natalie dan Yasha ke bandara.
“Kak, aku titip Natalie ya,” ujar
Keysha.
“Emang dia apa? Barang?” ujar
Yasha.
“Iiih kak Yasha,” Keysha mencubit
perut Yasha gemas.
“Udah, jangan bercanda,” Arsha
memisahkan perdebatan kecil itu sebelum menjadi besar, “kalian berdua hati-hati
ya, kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar,” ujar Arsha. Akhirnya Natalie
dan Yasha pun berpamitan.Selama perjalanan Natalie terus berdoa semoga keadaan
ayahnya akan baik-baik saja.
Setelah menempuh perjalanan
kurang lebih 26 jam, akhirnya Nathalie dan Yasha pun tiba di Amerika, Nathalie
langsung menuju ke rumah sakit dimana ayahnya dilarikan, Yahsa sendiri
senantiasa mengikuti kemanapun Natalie pergi, sejujurnya ada rasa iba dalam benak Yasha, dia yakin sejujurnya Nathalie
sangat lelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, namun tanpa istirahat lebih
dulu, Nathalie memilih langsung menemui kedua orangtuanya di rumah sakit.
“Mom, Dad …” Natalie langsung
memeluk ayah dan ibunya dengan penuh rasa rindu, senyum kebahagiaan langsung
terpancar dari raut wajah kedua orangtua Nathalie.
“Daddy kenapa?” tanya Nathalie
lembut.
__ADS_1
“Daddy tidak papa, mungkin hanya
rindu dengan putri Daddy,” jawab George ayah Nathalie.
“Dad … aku juga rindu dengan
mommy dan juga Daddy, Daddy cepat sembuh ya supaya kita bisakumpul lagi, mumpung
aku ada di sini,” ujar Nathalie.
“Nak dia siapa? Pacar kamu?”
tanya Jennifer ibu Nathalie.
“Benarkah? Nathalie datang
membawa kekasihnya?” tanya George dengan tatapan yang berbinar.
“Bu … bukan Dad,” jawab Nathalie
cepat.
“Iya uncle, aunty saya bukan
kekasih Nathalie, sebelumnya perkenalkan saya Yasha,” jawab Yasha membenarkan
dia juga memperkenalkan dirinya. Namun tiba-tiba saja George terbatuk seraya
memegang dadanya membuat Nathalie, Jennifer, dan Yasha panic.
“Dad, aku panggil dokter dulu,”
Nathalie berniat memanggil dokter, namun tangannya langsung ditahan oleh George.
“Jangan, Daddy hanya ingin kamu
memenuhi satu permintaan Daddy,” ucap George dengan penuh harap.
“Apa itu Dad?” tanya Nathalie.
“Menikahlah nak, Daddy sangat
ingin melihat kamu menikah.”
Nathalie benar-benar
terkejut mendengar permintaan George,
dia bingung harus menjawab apa, karena saat ini Nathalie sedang tidak dekat
dengan siapapun juga.
“Dad, aku akan menikah kalau aku
sudah bertemu dengan orang yang tepat, dan sekarang bahkan aku sedang tidak
dekat dengan siapapun,” ujar Nathalie menjelaskan. Namun tiba-tiba George
merintih kesakitan seraya memegang dadanya, membuat Nathalie semakin khawatir.
“Nathalie, tolong nak, Daddy
sangat ingin melihat kamu menikah,” ucap Jennifer memohon kepada putrinya,
supaya Nathalie mau mewudkan permintaan George.
“Tapi….” Nathalie ingin
menjelaskan bahawa dia juga bingung akan menikah dengan siapa, namun Jennifer
langsung menunjuk Yasha, dalam penilaian kedua orangtua Nathalie, Yasha adalah
tipe lelaki yang bertanggung jawab.
Yasha pun dibuat kalang kabut,
dia bingung dengan apa yang harus diputuskannya, melihat kondisi ayah Nathalie
yang tengah sakit ditambah dengan ibu Nathalie yang terisak memohon kepada
Yasha supaya mau menikahi Nathalie.
“Baiklah, saya bersedia.”
Hai … aku mau cerita sedikit nih,
tentang alasan aku hiatus selama satu bulan, dan membuat novelku ini
terbengkalai, tapi bukan cuman novel ini aja kok, novel ku yang berjudul Keysha
juga sama. Nah, tentang alasan aku hiatus itu sendiri, karena di bulan Desember
kemarin aku tengah fokus menjalankan program hamil ku, (doa’in ya readers
semoga author cepat diberi momongan hehehe) dan aku mencoba untuk
mengistirahatkan diriku, serta otak ku.
Aku meminta maaf
sebesar-besarnya, mungkin kalian kecewa, tapi aku harap setelah kalian
mengetahui alasan ku kalian bisa mengerti posisi ku ya … karena setiap pasangan
suami istri pasti menginginkan kehadiran buah hati sebagai pelengkap keluarga
kecil, dan aku berharap di bulan ini aku bisa mendapatkan hasil yang aku ingin
kan, aaammmiiinnnn.
Tapi readers jangan khawatir ya,
__ADS_1
bulan ini aku akan berusaha keras untuk update setiap hari, jadi terus
semangati aku , terimakasih ….