
Setelah menemui Anton kedua pria itu rupanya pergi menemui Leo yang sudah menunggu mereka berdua.
"Kalian mendapatkan rekamannya?" Tanya Leo.
"Iya tuan, ini" Salah satu pria pun menyerahkan rekaman yang mereka bawa tadi ketika bertemu dengan Anton.
"Setelah ini kalian aku bebaskan, karena kalian sudah membantuku membuktikan bahwa Anton lah dalang di balik semua ini" Ucap Leo.
"Tapi apa benar tuan, kalau bos Anton malah menikahi Ami?" Tanya salah satu pria. Pasalnya mereka benar - benar tidak mengetahui tentang pernikahan Anton dan Ami.
"Benar, dan saat kalian di penjara Anton malah tengah bahagia menikmati harta istrinya itu" Jawab Leo.
"Bedebah, dia mengorbankan kita malah dia hidup enak" Ucap salah satu pria marah.
"Tenang lah sebentar lagi Anton akan merasakan hukumannya" Jawab Leo. Memang setelah Leo mengantar kan Vania pulang, dia kembali menemui kedua pria itu lagi, dia mengintrogasi kedua pria tersebut hingga mereka mengaku bahwa dulu Anton lah yang menyuruh mereka untuk melecehkan Ami hingga Ami mengandung Vania.
Flashback off
Ami mendengar rekaman suara rekaman antara Anton dan anak buahnya, dia begitu terkejut mendengar semua itu.
"Kenapa Anton melakukan itu?" Tanya Ami lirih, dia masih syok dengan kenyataan yang dia ketahui saat ini.
"Dulu apa Bu Ami ingat, Bu Ami pernah menolak cinta seseorang" Ucap Rey.
"Dulu... " Ami mencoba mengingat hal itu, karena kejadian itu sudah sangat lama.
"Ah iya aku ingat, dulu aku pernah menolak cinta seseorang yang bernama Firman" Ucap Ami setelah dia berusaha mengingat nya.
"Benar, dan Firman adalah kakak Anton" Jawab Rey.
"Apa??" Ucap Ami terkejut.
"Firman bunuh diri karena frustasi cinta nya di tolak oleh Bu Ami , dan Anton tahu itu. Anton menaruh dendam pada Bu Ami, dia pun menyuruh anak buahnya untuk melecehkan Bu Ami" ucap Leo menjelaskan.
"Lalu kenapa dia menikahi ku?" Tanya Ami.
"Menghancurkan Bu Ami, agar Bu Ami semakin membenci Vania anak kandung Bu Ami sendiri, dan mengeruk habis harta ibu, suatu saat percaya lah Anton akan meninggalkan ibu" Jawab Leo menjelaskan.
__ADS_1
Ami menggelengkan kepalanya, dia sudah terisak sekarang. Ami kembali mengingat kebersamaan nya dengan Anton yang ternyata palsu, dia adalah dalang yang menghancurkan masa depan Ami.
"Bagaimana Bu Ami? Anda terkejut? Jahat bukan Anton itu,lelaki yang ibu cintai memperalat ibu, agar ibu Ami bisa memanfaatkan Vania melunasi semua hutang - hutang Anton" ucap Rey, namun Ami masih diam, dia masih syok atas semua kenyataan pahit ini.
"Saya berharap, setelah Bu Ami mengetahui ini, Bu Ami bisa merubah sikap Bu Ami pada Vania, ingat bu tidak ada anak yang mau dilahirkan dalam keadaan seperti itu, tapi ini sudah menjadi suratan takdir yang harus Vania jalani" ucap Rey mencoba menasehati Bu Ami.
"Saya memang bersalah" Ucap Ami sambil terisak.
"Bu, Vania saya menyayangi Bu Ami terlepas dari semua perlakuan buruk ibu kepada Vania selama ini, aku mohon Bu sayangi lah Vania seperti Vania menyayangi ibu" ucap Leo.
"Saya memang ibu yang jahat, saya tidak pantas mendapatkan semua kasih sayang Vania" Ucap Ami semakin terisak.
"Bu saya yakin, Vania akan memaafkan semuanya, asal kan ibu mau memulai nya dari awal. Tinggalkan Anton Bu, dan biarkan kami yang mengurus nya" Ucap Leo meyakinkan Ami.
"Iya,aku pasti akan meninggalkan lelaki itu, tapi Leo boleh ibu menemui Vania?" Tanya Ami.
"Boleh Bu, nanti ibu ikut lah dengan ku" Ajak Leo.
"Baiklah terimakasih yaa.." Ucap Ami seraya tersenyum.
Leo dan Rey pun bernafas lega, akhirnya Ami sadar siapa Anton sebenarnya. Semoga dengan begini, Vania akan benar - benar merasakan kasih sayang Ami yang sebenarnya.
"Ibu kenapa?" Tanya Leo yang melihat kegelisahan Ami.
"Ibu takut, Vania tidak mau menerima maaf ibu" Jawab Ami lesu.
"Tenanglah Bu, Vania pasti akan memaafkan ibu" Jawab Rey menimpali.
"Semoga saja" Jawab Ami.
Tak lama akhirnya mereka sampai, Rey turun dari mobil Leo namun langsung pulang ke rumahnya, karena Laura pasti sudah menunggu nya, sedangkan Ami dan Leo langsung masuk ke kediaman Leo dan Vania.
Vania begitu terkejut ketika melihat Leo pulang bersama Ami, namun yang lebih mengherankan Vania lagi adalah tatapan sendu dari Ami, biasanya Ami akan menatap Vania dengan tatapan sengit namun kali ini berbeda. Entah kenapa Vania merasa ada kehangatan dalam tatapan Ami pada nya.
"Sayang ibu ingin bertemu dengan kamu" Ucap Leo setelah Vania mencium tangannya.
"Ibu ingin menemui ku?" Tanya Vania lembut, runtuh sudah pertahanan Ami agar tidak menangis di depan Vania. Ami pikir Vania akan berkata kasar padanya, namun ternyata tidak, Vania malah berkata lembut pada Ami.
__ADS_1
"Ibu kenapa??" Tanya Vania khawatir.
"Kami ajak lah ibu gazebo, mungkin di sana ibu akan lebih baik" Ucap Leo, dia tahu Ami dan Vania perlu ruang untuk berbicara berdua.
"Baiklah, ayo Bu ikut aku" Ajak Vania, dia memapah Ami menuju gazebo.
"Ibu minum dulu ya" Ucap Vania, dia memberikan teh manis pada Ami, tadi Vania sudah meminta pelayan untuk membawakan minum ke gazebo.
"Terimakasih nak" Ucap Ami.
Darah Vania berdesir, "apa aku tidak salah dengar? Nak?" Batin Vania bertanya, ada rasa bahagia menyelimuti hatinya ketika mendengar Ami memanggil dengan sebutan nak.
"Ibu kenapa??" Tanya Vania lembut.
"Ibu minta maaf" Ucap Ami terisak.
"Minta maaf untuk apa Bu??" Tanya Vania bingung.
"Maaf untuk semua kesalahan yang sudah ibu lakukan pada kamu Vania, ibu tahu ibu salah, bahkan mungkin ibu tidak pantas mendapatkan maaf kamu " ucap Ami semakin terisak.
Vania pun terharu, dia ikut terisak dan langsung memeluk ibunya. "Vania sudah memaafkan ibu, jangan menangis Bu, kita lupakan semuanya dan memulai hidup kita dari awal. Tinggal lah bersama ku Bu dan tinggalkan lelaki bejad itu" Ucap Vania.
"Terimakasih nak.. terimakasih" Ucap Ami semakin erat memeluk Vania sambil terisak.
Vania begitu bahagia, karena akhirnya ibu nya mau memeluk Vania, pelukan yang sedari dulu Vania inginkan dari Ami.
"Ibu sudah tahu tentang siapa Anton sebenarnya" Ujar Ami setelah dia melepas pelukannya. Kini dia sudah jauh lebih tenang.
"Bu, jangan mengatakan apa pun padanya, aku takut ibu akan di lukai oleh dia, karena dia lelaki yang nekat Bu, biarkan Leo dan kak Rey yang mengurus Anton" ucap Vania menjelaskan.
"Iya nak" jawab Ami seraya tersenyum. Mereka pun kembali melanjutkan ngobrol mereka, bahkan jam makan siang juga sudah tiba, Vania pun mengajak Ami untuk makan malam bersama.
.
.
...**Done ya readers 2 bab, jangan lupa like ,vote dan komen...
__ADS_1
...Terimakasih**...