Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Kabar baik dari Vania


__ADS_3

Budi dan Rani begitu syok mendengar kabar wafatnya Ami dan Anton yang tiba - tiba, begitu juga dengan Sinta dan Ryan, Sinta merasa menyesal karena terakhir kali bertemu dengan Ami terjadi cekcok antara mereka.


Tanpa menunggu lama mereka semua pun pergi ke rumah sakit, mereka juga sangat khawatir dengan kondisi Vania.


"Tinggal menghubungi Rey dan Laura" Ucap Leo, saat Leo hendak menghubungi Rey, terdengar suara langkah kaki memasuki ruang UGD dan rupanya itu Rey dan Laura.


"Vania.. Leo" Panggil Rey.


"Ya Allah Bu Ami" Ucap Laura sambil menutup mulutnya.


"Leo..." Rey mendekat dan hendak bertanya.


Leo menggeleng lemah, "mereka tidak bisa di selamatkan" Ucap Leo.


"Innalilahiwainnailaihirojiun"


"Vania, aku turut berduka cita yaa.." Ucap Laura sambil memeluk Vania yang masih terisak.


"Kenapa ibu bohong kak.." Lirih Vania, suaranya sudah sangat serak, pasti karena terlalu lama menangis.


"Vania.. ini sudah takdir dari Yang Maha Kuasa" Ucap Laura sambil mengelus lembut kepala Vania.


"Aku pikir, aku akan bisa merasakan kasih sayang ibu lebih lama, tapi ibu malah pergi" ucap Vania semakin terisak.


"Vania.. aku tahu ini berat untuk kamu, tapi jangan terus terpuruk Vania, ibu mu tidak akan suka itu, yang bisa kamu lakukan sekarang adalah mendoakan beliau supaya jalan nya dimudahkan dan amal baik nya diterima disisi Allah SWT" ucap Rey.


Vania hanya bisa menggunakan pasrah sebagai jawaban, namun tidak lama tubuh Vania ambruk di pelukan Laura.


"Lahh Vania.. bangun" Ucap Laura panik.


Leo pun bergegas menggendong Vania dan memanggil beberapa suster, Vania dibawa ke ruang rawat kemudian dokter pun langsung memeriksa kondisi Vania.


Jenazah Anton dan Leo akan segera diurus oleh perawat, sedangkan urusan pemakan sudah di urus oleh anak buah Rey dan beberapa warga yang membantu.


Leo, Laura dan Rey menunggu dokter yang tengah memeriksa Vania, sambil menunggu dokter selesai memeriksa,Leo membaca surat dari pak Bambang yang tadi sempat terjatuh saat Vania pingsan.


Assalamu'alaikum



Vania, mungkin saat kamu membaca surat ini, ibu sudah tidak ada nak, ibu meminta maaf sebesar - besarnya atas segala kesalahan ibu, ibu tahu betapa betapa jahatnya ibu kepada kamu nak, kamu tidak pernah sedikit pun merasakan kasih sayang dari ibu.



Vania, entah kenapa ibu merasa bahagia ketika ibu memeluk kamu untuk pertama kalinya, dan mungkin terakhir kalinya, ibu sangat bahagia ketika melihat senyuman kamu yang lepas karena pelukan ibu, ini pertama kalinya ibu membuat kamu tersenyum nak.



Mungkin kamu akan merasa kecewa, karena lagi lagi ibu membohongi kamu. Ibu minta maaf sayang karena ibu tidak bisa hidup bersama kamu, ibu memilih mengakhiri hidup ibu dengan membawa lelaki pengkhianat itu, ibu berharap setelah kepergian lelaki itu, sudah tidak ada lagi kesedihan yang hinggap dalam hidup kamu nak.

__ADS_1



Vania, ibu sangat menyayangi kamu, ibu mohon saat ibu pergi kamu jangan sedih yaa, kamu harus bahagia, hiduplah dengan baik. Sekarang ibu bisa pergi dengan tenang, karena ibu sudah melihat bagaimana Leo yang sangat mencintai kamu dan ibu yakin Leo akan selalu menjaga kamu.


Leo, ibu titip Vania ya, jangan membuat dia sedih ibu mohon, karena selama ini Vania sudah menjalani hidupnya yang berat karena ibu.


Vania, ibu sudah tidak bisa berkata apa - apa lagi sayang, tapi ibu berharap lewat sepucuk surat ini kamu bisa mengerti betapa besar sayang ibu ke kamu.


Wassalamu'alaikum


Leo memandang sendu surat yang baru saja dia baca, "kenapa ibu harus mengambil langkah ini Bu??" Batin Leo.


Tidak lama dokter keluar dari ruangan rawat Vania, "suami ibu Vania" Panggil dokter.


"Saya dok" Ucap Leo sambil berdiri.


"Bagaimana istri saya dok??" Tanya Leo penasaran.


"Selamat ya pak, istri bapak tengah hamil" Ucap dokter.


"A.. apa?? Hamill?" Tanya Leo.


"Benar pak" jawab dokter seraya tersenyum.


"Rey.. Vania..." Leo sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya.


"Iya Leo.. selamat yaa" Ucap Rey dan Laura.


"Baik dok" Jawab Leo.


"Dok, boleh saya masuk??" Tanya Leo.


"Silahkan pak" Dokter pun mempersilahkan Leo untuk masuk. Saat Leo, Rey, dan Laura hendak masuk kedalam ruangan perawatan Vania tiba - tiba Sinta memanggil.


"Rey..." Panggil Sinta. Rupanya Sinta dan Ryan datang bersamaan dengan Budi dan Rani.


"Kenapa kalian ada di sini??" Tanya Sinta.


"Iya mah, tadi Vania pingsan" Jawab Leo.


"Apa pingsan? Kenapa??" Tanya Rani.


"Alhamdulillah, Vania hamil Tante" jawab Leo.


Mereka pun sama - sama mengucapkan syukur, mereka lega karena Vania tengah hamil.


"Lalu bagaimana dengan jenazah mba Ami dan mas Anton?" Tanya Budi.


"Sedang di urus oleh perawat om" Jawab Rey.

__ADS_1


"Ya sudah, setidak nya sudah di urus, sekarang kita ke kesehatan Vania dulu" Ucap Ryan.


Mereka pun memasuki ruang perawatan Vania, mereka melihat Vania yang masih tertidur di ranjang karena pingsan, namun tidak lama ada pergerakan di jemari Vania.


Perlahan Vania mengerjapkan matanya, dan melihat sekeliling. Dia melihat keluarga nya yang berkumpul. Namun saat kesadaran Vania kembali dia teringat atas kondisi ibunya. Vania pun hendak bangkit namun langsung di tahan Leo.


"Vania kamu mau kemana??" Tanya Leo.


"Aku harus menemani ibu Leo" ucap Vania.


"Nak, sebaiknya sekarang kamu istirahat, jenazah ibu kamu sedang di urus oleh suster" Ucap Sinta.


"Tapi mah..." Vania hendak menolak namun Leo kembali bersuara.


"Sayang, kamu harus menjaga kesehatan kamu, karena sekarang ada calon anak kita di sini" Ucap Leo sambil memegang perut rata Vania.


"A.. apa?" Tanya Vania mencoba memastikan.


"Kamu hamil Vania" Ucap Laura.


"Hamil? Leo benarkah aku...." Vania seolah tidak mampu melanjutkan ucapannya.


"Iya sayang, kamu hamil.. dan untuk lebih jelasnya kita ke dokter kandungan yaaa" Ucap Leo.


"Benar Vania, supaya kamu juga bisa mengetahui usia kehamilan kamu" Ujar Rani.


"Tapi ibu..." Ucap Vania sendu.


"Ada om di sini, kamu jangan risau yaa" Ucap Budi. "Bagaimana pun kamu juga harus memperhatikan kondisi kamu nak, demi calon anak kamu" Ucap Budi lagi.


"Iya om" Jawab Vania mengangguk.


Leo pun membawa Vania menuju dokter kandungan, sedangkan yang lain akan menunggu jenazah Ami dan Anton.


Tidak lama perawat laki - laki mengabarkan bahwa jenazah Ami dan Anton sudah siap dibawa pulang, jenazah juga sudah berada dalam mobil ambulance.


"Tunggu sebentar ya mas, kita masih menunggu dua keluarga kita " jawab Budi.


"Baik pak" Jawab salah satu perawat.


Tidak lama Leo dan Vania datang, dan mereka memberitahukan bahwa kini kandungan Vania berusia 2 Minggu. Semua keluarga merasa sangat senang atas berita kebahagiaan Vania, namun hari ini mereka juga sedih karena kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.


Setelah itu merekapun menuju kediaman Ami untuk mengurus pemakan Ami dan Anton di sana.


.


.......


......Yeay selamat Leo dan Vania 🥰......

__ADS_1


...readers jangan lupa ya Like,vote dan komen nyaaa...


__ADS_2