Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Season 2 (cerita Arya)


__ADS_3

Keysha nampak bingung dengan jawaban Arya, karena yang waktu itu Dara ceritakan seolah berbeda dengan apa yang Arya katakan kepada Keysha.


"Aku menikah dengan Bella sudah 6 tahun, dan diawal pernikahan Dar selalu mengatakan dia tidak mau melepas kariernya walaupun dia sudah menikah, sebagai seorang suami, aku pun mengiyakan permintaan istri ku, meskipun awalnya agak berat, karena jujur saja Key, tanpa Dara bekerja pun aku akan berusaha bekerja keras untuk mencukupi segala keperluannya," Arya menjeda kalimatnya, nampak dia tengah menguatkan batinnya.


"Tapi, harapan ku tak sesuai dengan kenyataan, Dara sibuk dengan pekerjaannya, bahkan ketika aku ingin Dara program hamil pun Dara menolak keras, dengan alasan, dia tidak mau berat badannya naik, dan dia menganggap kehamilannya akan menjadi penghalang karirnya nanti. Dara berusaha mengonsumsi pil kontrasepsi, namun aku terpaksa mengganti pil nya dengan pil kosong, karena aku ingin memiliki keturunan Key," ucap Arya, Keysha masih setia mendengarkan semua cerita Arya.


"Sampai akhirnya Data hamil, dan itu menjadi kado terindah bagiku, namun berbeda dengan Dara, dia mendiamkan aku dan mengatakan bahwa aku egois, aku sekuat tenaga meyakinkan Dara, bahwa saat anak kita lahir nanti, aku janji dia masih akan tetap berkarir, syukurlah akhirnya Dara mau menerima. Namun setelah Kiara lahir, Dara sama sekali tidak mau memberikan asi eksklusif kepada Kiara, aku mencoba untuk membujuknya, namun Dara kekeh pada pendiriannya, akhirnya aku mengalah, aku memberikan susu formula kepada Kiara."


"Keluarga kamu tahu tentang perilaku Dara?" tanya Keysha prihatin.


"Tahu, namun mereka tak membicarakan apapun, mereka juga tak berkomentar, yang mereka tahu adalah, yang penting mereka menyayangi Dara. Sebenarnya aku malu Key, kepada orangtuaku," ujar Arya seraya menunduk sendu.


"Malu kenapa?" tanya Keysha penasaran.


"Dulu hubungan ku dan Dara tidak direstui oleh orangtuaku, namun aku kekeh ingin menikahi Dara, dan ternyata benar, feeling kedua orangtuaku tepat, Dara tidak bisa menghargai aku sebagai suaminya, dan juga tidak bisa menjadi sosok ibu bagi Kiara, aku merasa bersalah dengan Kiara, kalau saja dulu aku tak menukar pil itu, mungkin Dara tak akan hamil, dan Kiara tak akan merasakan kurang kasih sayang seorang ibu," Dapat Keysha lihat dari mata Arya, banyak sekali beban yang Arya pikul.


"Jangan mengatakan itu Arya, aku yakin, ini sudah kehendak dari Yang Maha Kuasa, walaupun mungkin Kiara tak mendapatkan kasih sayang dari Dara, namun Kiara mendapatkan banyak kasih sayang yang melimpah dari kamu, dan orang-orang disekitarnya, aku juga yakin, kelak Dara akan berubah, dan akan fokus pada keluarga kalian," ujar Keysha menenangkan.


"Aku sudah tak banyak berharap dengan Dara Key, aku mempertahankan pernikahanku juga karena Kiara, aku tidak mau, kalau Kiara menjadi korban dari perceraian orangtuanya," ujar Arya.


"Aku do'akan semoga pernikahan kalian berdua akan bisa diperbaiki lagi, dan kalian akan bisa hidup bahagia," ucap Keysha tulus.


Tak lama, Kiara datang dengan membawa ice cream ditangan nya.


"Tante, Ayah mau?" tawar Kiara.


"Enggak sayang, buat Kiara ajah," tolak Keysha.


Di sisi lain, Yasha dan Arsha juga tengah makan siang di salah satu restoran terdekat di kantor mereka, bahkan mereka bukan hanya berdua, melainkan ada Rey juga.


"Diantara kalian, siapa yang akan menikah lebih dulu," tanya Rey disela makannya.


"Kak Yasha Dad," jawab Arsha.


"Ya enggaklah, kamu dulu," ucap Yasha.


"Ya enggak kak, dimana-mana kakak duluan yang nikah," ujar Arsha.

__ADS_1


"Kamu duluan, kan kamu yang udah ada calon," ucap Yasha.


"Udah jangan ribut, lebih baik kami dulu Yasha, kan kamu kakak," ucap Rey menengahi.


"Tapi ..."


"Apa? kamu belum punya calon?" tebak Rey.


"Iya," jawab Yasha.


"Natalie ada," jawab Rey santai.


"Apaan sih Dad, kok Natalie?" tanya Yasha tak suka.


"Loh kenapa? Natalie cantik, baik, seiman lagi sama kamu, kurang apa? satu lagi, Natalie itu sabar banget," ujar Rey.


"Nah, bener kata Daddy, aku juga setuju kalau kakak sama Natalie," ucap Arsha menyetujui perkataan Rey.


"Nggak usah ikut-ikutan," ujar Yasha kesal kepada Arsha. Melihat wajah Yasha yang sudah mulai kesal, Rey pun menyudahi pembicaraan soal pernikahan, karena kalau diteruskan Rey rasa tidak baik.


Sore hari Keysha pulang kerumahnya, dia melihat Rafa dan Vanessa yang tengah bermain bersama Gerry di teras depan.


"Waalaikumsalam,"


"Eh kak Keysha udah pulang," ucap Vanes menyambut kepulangan Keysha.


"Iya nih, oh iya mumpung ketemu Vanessa disini, kakak pengin ngobrol serius," ujar Keysha.


"Ngobrol apa kak?" tanya Vanes penasaran.


"Iya pakai serius segala," timpal Rafa.


Keysha tersenyum seraya duduk bersama Rafa dan Vanessa, "kamu suka gambar kan?" tanya Keysha kepada Vanessa.


"Suka kak," jawab Vanessa.


"Kak sering lihat, kamu gambar design juga, kebetulan kakak punya butik di Amerika yang masih diurus oleh aunty Bella dan anaknya, kak Keysha disini bagian mendesign, nah kakak ngerasa keteter banget sekarang ini, gimana kalau kamu yang mendesign?" tanya Keysha.

__ADS_1


"Aku kak? tapi ... aku takut kak, kalau hasil ku nggak sebagus kakak," Vanessa nampak ragu.


"Kakak tahu kamu punya potensi Vanessa, kamu tenang aja, selama 1 bulan ini, kakak bakal tuntun kamu, jadi nanti hasil design nya kamu serahkan dulu ke kakak, gimana?" tanya Keysha lagi.


"Aku pikir-pikir dulu ya kak," ujar Vanessa.


"Ya udah, alangkah baiknya kamu juga minta pendapat ke mamah sama papah ya? nanti, kita bicarakan lagi soal pendapatannya," ujar Keysha.


"Iya kak, makasih ya atas tawarannya."


"Sama-sama cantik, kakak tunggu kabar baik dari kamu ya," setelah mengatakan itu, Keysha pun masuk kedalam rumah.


"Kamu mau terima tawaran kak Keysha?" tanya Rafa.


"Aku bingung, sebenarnya aku cukup tertarik sih," ucap Vanessa.


"Ya udah, kamu bilang dulu ke mamah dan papah kamu, mungkin mereka juga punya saran supaya kamu bisa mempertimbangkan," ucap Rafa bijak.


"Iya Raf,"


Keysha masuk kedalam rumah, dan melihat Natalie yang tengah duduk diruang tamu.


"Loh Natalie? kok nggak dikamar?" tanya Keysha seraya duduk disamping Natalie.


"Iya Key bosen," jawab Natalie.


"Kan biar loe istirahat."


"Gue udah lebih baik kok, bahkan gue juga bisa tinggal sendiri di apartemen," ujar Natalie, sebenarnya dia tengah memberi kode.


"Nggak usah aneh-aneh, loe belum sembuh bener," ucap Keysha.


Natalie hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum, "gimana kantor?" tanya Natalie.


"Gak usah nanyain kantor dulu, pikirin kesehatan," jawab Keysha.


"Kan cuman tanya kantor, bukan pekerjaan kantor," jawab Natalie lagi.

__ADS_1


"Huft capek, ternyata nggak ada loe gue keteter Nat," ujar Keysha, nampak sekali dia lelah.


"Kasihan," Natalie malah memberi respon meledek.


__ADS_2