
Hari ini akan ada acara khotmil Qur'an anak - anak didik ustad ayam dan Ustadzah Nurul, si kembar sangat antusias karena hari ini mereka akan khatam Al-Quran dan mendapatkan piagam.
Semua orang sudah berkumpul di masjid, termasuk Rey dan Leo, bahkan Ryan juga menyempatkan datang ke masjid untuk menyaksikan cucunya khatam Al-Quran. Namun sayang Laura tidak bisa datang karena perutnya yang semakin membesar membuat gerak Laura terbatas, jadi Laura ,Vania dan Farah pun hanya menanti kepulangan si kembar di rumah seraya membuat nasi kuning untuk mereka.
"Si kembar pasti suka deh kak" Ucap Vania.
"Semoga ya.." Ucap Laura. Beberapa pelayan pun menata nasi kuning tumpeng di meja makan tidak lupa peralatan makan juga.
Tidak lama terdengar suara salam dari si kembar.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Mommy" Si kembar berlari ke arah Laura yang tengah duduk.
"Mommy lihat ini" si kembar menunjukkan piagam yang mereka dapat tadi.
"Waah selamat yaa sayang" Laura mencium pipi ke tiga anaknya dengan sayang.
"Nah sekarang ayo kita makan nasi tumpeng sebagai perayaan karena sekarang kalian sudah khatam Al-Qur'an" Ujar Farah.
"Siap grandma" Jawab si kembar kompak. Mereka pun segera menaruh piagam mereka dan beranjak ke wastafel untuk mencuci tangan. Setelah itu keluarga Daguise memulai makan malam bersama.
Beberapa hari kemudian..
Hari ini adalah hari Minggu, jadi sudah di pastikan Laura ,Rey dan si kembar tengah berada di rumah sekarang, tadi mereka baru saja selesai menyantap sarapan pagi mereka.
Tiba - tiba saja, Laura yang tengah menuruni tangga merasakan sakit di bagian perutnya, hampir saja dia akan terjatuh namun Laura sigap langsung berpegangan dan perlahan duduk di salah satu anak tangga.
"Rey..!!!" Teriak Laura sambil menahan sakit.
Rey dan si kembar yang tengah menonton televisi saling berpandangan karena mendengar suara teriakan dari Laura.
Mereka pun langsung berlari mencari keberadaan Laura, dan betapa terkejutnya mereka melihat Laura yang tengah terduduk di tangga sambil menahan sakit.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Rey panik.
"Aku .. mau melahirkan" Jawab Laura sambil terus mengatur napas.
Mendengar kata melahirkan, Rey dan si kembar langsung panik, si kembar meminta supir untuk menyiapkan mobil, karena akan terlalu lama jika menelpon ambulance.
__ADS_1
Rey menggendong Laura ala bridal style menuju mobil dengan hati - hati.
"Sayang, kalian di rumah aja dan hubungi grandma juga grandpa katakan mommy mau melahirkan di rumah sakit Harapan" Ucap Rey.
"Baik Dad" jawab si kembar patuh. Rey pun segera berangkat ke rumah sakit dengan supir rumah nya.
Leo dan Vania melihat kepergian Rey dengan terburu - terburu pun menjadi cemas, Leo dan Vania segera menghampiri si kembar yang masih di teras rumah dan baru saja menghubungi Farah.
"Mommy sama Daddy mau kemana?" Tanya Leo.
"Mommy mau melahirkan Uncle" jawab jawab Yasha.
"Melahirkan?" Tanya Leo memastikan.
"Iya uncle" Jawab si kembar bersamaan.
"Ya sudah, kalian tetap di rumah uncle titip aunty Vania ya.. " ujar Leo.
"Sayang aku ikut" Pinta Vania.
"Jangan sayang.. kamu istirahat saja di rumah, nanti aku kabari lewat telepon yaa" Ucap Leo.
"Baiklah" Jawab Vania.
"Siap uncle" Jawab si kembar.
Leo pun bergegas membawa mobil nya ke Rumah Sakit Harapan dimana Rey tengah membawa Laura.
"Ayo aunty kita masuk kedalam" Ajak si kembar.
Sedangkan kini Rey baru saja tiba di rumah sakit, untung saja perjalanan ke Rumah Sakit tidak berlangsung lama karena tidak terkena macet.
Rey tengah berada di samping Laura yang akan melakukan proses lahiran secara Normal, Laura terus menggenggam tangan Rey dengan erat. Sedangkan Rey terus menyemangati Laura.
"Semangat sayang" Ucap Rey. Dan akhirnya suara tangisan bayi terdengar , membuat Rey dan Laura seketika tersenyum. Tak terkecuali Leo, Farah dan juga Ryan yang ternyata sudah tiba di rumah sakit.
Rey mencium kening Laura dengan sayang, "terimakasih sayang" Ucap Rey sambil menitikkan air matanya.
"Selama pak ,Bu bayinya laki - laki" Ujar dokter.
"Sayang.. bayi kita laki - laki" Ucap Rey kepada Laura, dan Laura hanya tersenyum sebagai jawaban, mungkin karena masih kelelahan pasca melahirkan. Selama hamil, Rey dan Laura memang meminta pada dokter untuk merahasiakan jenis kelamin bayi mereka, Laura dan Rey bilang supaya menjadi surprise.
__ADS_1
"Terimakasih Dok" Ujar Rey. Bayi Rey pun di bersihkan terlebih dahulu, baru setelah itu di berikan kepada Rey untuk dikumandangkan adzan. Setelah selesai bayi diberikan kepada Laura.
Laura terus tersenyum melihat sang buah hati yang lahir dengan selamat dan sehat tanpa kurang suatu apapun. Setelah di rasa cukup, dokter kembali mengambil bayi Laura dan di taruh di ranjang bayi.
Laura pun di pindah kan keruang rawat VIP bersama dengan bayinya. Farah dan Ryan tak bosan - bosannya menatap cucu ke empat mereka.
"Kamu sedang apa Leo?" Tanya Rey.
"Mengambil foto baby boy, Vania dan si kembar bilang mau lihat" Jawab Leo, dan Rey pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Siapa namanya Rey?" Tanya Ryan.
"Rafasha Daguise" jawab Rey.
"Panggillannya Rafa Pah" Ujar Laura.
"Hallo Rafa..." Ucap Farah dan Ryan kepada cucu mereka.
Menurut dokter, besar kemungkinannya besok Laura sudah di perbolehkan untuk pulang, tentu saja Laura sangat senang, karena dia paling tidak betah di rumah sakit.
Rencana nya malam ini , Farah akan pulang ke rumah Rey untuk menjaga si kembar, sedangkan Ryan akan menemani Rey menjaga Laura dan Rafa di Rumah Sakit.
Leo sendiri juga harus pulang, karena besoknya dia akan menghandle pekerjaan Rey di kantor, sebab Rey sudah berpesan kepada Leo bahwa satu Minggu ini dia tidak bisa berangkat ke kantor. Rey memutus kan untuk bekerja di rumah selama satu Minggu.
Keesokan harinya Laura sudah bersiap untuk pulang, si kembar juga nampak sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anggota baru di keluarga nya itu.
"Mommy sama Daddy kok lama banget sih" Keluh Keysha.
"Sabar ya sayang mommy sama Daddy bentar lagi sampai kok" Ucap Vania.
"Kita nggak sabar aunty mau ketemu dedek Rafa" Jawab Arsha.
"Aunty juga nggak sabar" Ujar Vania seraya tersenyum, dan tidak lama terlihat lah mobil Rey.
Rey membukakan pintu untuk Laura, Laura keluar mobil dengan sangat hati - hati karena dia juga menggendong Rafa.
"Assalamu'alaikum"
"Wassalamu'alaikum"
Si kembar hendak berteriak karena sangkin senangnya Laura pulang, namun sebelum itu Laura sudah memberi aba - aba agar si kembar tidak berteriak sebab takut kalau Rafa akan terkejut.
__ADS_1
Si kembar pun mengangguk patuh, mereka mengikuti Laura masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga bersama keluarga Daguise, tapi minus Leo, karena Leo sudah berangkat ke kantor lebih dulu.