
...^^Haii readers, baca sampai selesai yaa.. karena di bawah sana ada sedikit curhat ku tentang novel ini^^...
Pukul 11 siang Laura dan Rey pamit untuk menjemput ketiga anaknya, dan rencananya selesai sholat Maghrib mereka akan datang kerumah Farah dan Rendi.
"Kami pamit dulu ya mah,pah" ucap Rey.
"Ya sudah,kalian hati hati ya, jangan lupa nanti malam datang dan ajak Leo" ucap Rendi pada anak laki-laki nya itu.
"Iya pah" jawab Rey.
"Kita pamit mah" Laura menyalimi tangan kedua mertuanya begitupun Rey,setelah itu Laura dan Rey pun pergi.
"Nggak nyangka ya pah kita mau punya cucu lagi" ucap Farah sambil memandang mobil Reg yang kian menjauh.
"Iya mah, kira kira calon cucu ke empat kita berjenis kelamin apa ya?" Ucap Rendi.
"Apapun jenis kelamin nya yang penting ibu dan bayinya sehat pah" jawab Farah.
"Dulu mamah sangat ingin punya anak perempuan,tapi sekarang mamah bersyukur karena kita mempunyai menantu yang baik dan juga cantik seperti Laura" ucap Farah.
"Jadi mamah pengen anak perempuan?" Tanya Rendi.
"Dulu pahh" jawab Farah.
"Kalau sekarang?" Tanya Rendi lagi.
"Kenapa? Kok papah nanya gitu?" Tanya Farah curiga.
"Kalau sekarang masih mau anak perempuan,ayo kita bikin mah" ucap Rendi Semangat.
"Ihh papah nggak ingat umur, cucu udah mau 4 juga" ucap Farah sewot, dia pun melangkah masuk kedalam rumah meninggalkan Rendi sendirian.
"Mamah.." panggil Rendi ,namun Farah tidak menggubris. Dia malah semakin cepat melangkah.
Tak ada pilihan,Rendi pun mengejar istrinya, "mah.. ayo bikin" ucap Rendi sambil mengejar sang istri.
...****************...
Sedangkan kini Rey dan Laura tengah berada diperjalanan menuju sekolah ketiga anaknya, mereka tidak sabar untuk memberitahukan tentang kabar bahagia ini.
"Sayang, apa tidak apa kalau kita memberitahukan kepada mereka sekarang?" Tanya Laura.
"Loh mereka kan kakaknya, kenapa harus disembunyikan?" Tanya Rey.
"Aku takut mereka belum siap memiliki adik lagi, terutama Keysha" ucap Laura.
"Tenang sayang, selama ini kita selalu memberikan kasih sayang yang sama untuk anak ank kita, apa kamu lupa, anak anak kita itu genius. Aku yakin,mereka akan senang mendengar kabar bahagia ini" ucap Rey menenangkan.
"Aku berharap juga begitu" ucap Laura sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak lama mobil Rey akhirnya sampai didepan gerbang sekolah,bertepatan dengan anak anak yang mulai keluar dari kelas masing-masing.
"Itu mereka" tunjuk Laura pada ketiga anaknya yang tengah berjalan bersama. Rey pun keluar dari mobil membukakan pintu ketiga anaknya.
"Dad" sapa Yasha, mereka bertiga mencium tangan Rey.
"Ayo masuk" ucap Rey, sikembar pun menaiki mobil kemudian berganti mencium tangan Laura.
"Bagaimana sekolahnya?" Tanya Laura setelah Rey masuk kedalam mobil dan melakukan mobilnya menuju rumah mereka.
"So far so good" ucap Keysha mewakilkan.
"Syukurlah" jawab Laura.
"Oh iya nanti malam akan ada makan malam di rumah grandma dan grandpa" ucap Rey.
"Makan malam?" Tanya Arsha memastikan, "dalam rangka apa Dad?" Tanya Arsha.
"Perayaan" Jawab Rey sambil tersenyum.
"Apa yang akan dirayakan?" Kali ini Keysha yang bertanya.
"Eemm, mommy hamil" jawab Laura ragu.
"Hamil?" Pekik sikembar kaget, dan Laura hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Jadi kita akan adik?" Tanya Arsha.
"Yeayyy" tanpa diduga sikembar justru berekspresi lain. Mereka nampak bahagia bahkan sikembar secara bergantian memeluk Laura dari belakang secara bergantian,meskipun agak sulit karena mereka berada dalam mobil.
"Thankyou mom" ucap Keysha sambil menitikkan air matanya.
"Kami bahagia sekali" ucap Arsha menimpali.
"Kami janji,akan menjadi kakak yang paling baik dan akan selalu menjaga dedek bayi nanti" ucap Yasha.
Laura tersenyum mendengar perkataan anak-anaknya, semua ketakutan nya hilang setelah melihat ekspresi bahagia yang ditunjukkan.
"Kalian janji, akan jaga Dede bayi nanti?" Tanya Laura memastikan.
"Bukan hanya Dede bayi,tapi mommy juga" ucap Keysha melanjutkan.
"Terimakasih ya anak anak mommy" ucap Laura tersenyum pada sikembar.
Rey tersenyum bahagia, dia merasa bersyukur dengan apa yang di miliki. Keluarga yang harmonis dan lengakap.
"Kalian ganti seragam lalu bersih bersih,nanti kita makan siang sama sama" ucap Laura setelah mereka sampai di rumah.
"Siap mom" jawab sikembar bersamaan. Mereka pun memasuki kamar masing-masing.
__ADS_1
"Aku kedapur dulu ya"pamit Laura.
"Iya, tapi jangan melakukan apapun. Biarkan asisten rumah tangga yang melakukannya" ucap Rey memperingati,karena dia tahu bagaimana sifat istrinya yang selalu ingin melayani suami dan anaknya sendiri. Jika kemarin Rey masih diam,tapi kali ini tidak. Karena kondisi Laura yang tengah hamil muda.
"Iyaa" jawab Laura,dia pun melangkah ke arah dapur.
Sedangkan Rey mengambil ponselnya yang berada di saku, untuk menghubungi Leo perihal acara yang akan diadakan nanti malam.
"Selamat siang tuan" sapa Leo setelah panggilan terhubung.
"Siang Leo, aku ingin memberitahukan sesuatu" ucap Rey.
"Ada apa tuan?"Tanya Leo.
"Mamah dan papah mengadakan makan malam dirumahnya sebagai perayaan karena Laura hamil. Papah memintaku untuk menghubungi kamu" Ucap Rey
"Jadi nona benar benar hamil tuan?"Tanya Leo memastikan, bisa Rey tebak Leo juga ikut senang dengan berita ini, itu terdengar dari suara Leo.
"Iya, kandungannya sudah berusia 3 Minggu" jelas Rey
"Syukurlah tuan,lalu kali ini kembar berapa?" Tanya leos penasaran.
"Kenapa kamu menanyakan itu?" Tanya Rey
"Kan cuma bikin sekali bisa jadi tiga, apa lagi sekarang tuan sudah menikah pasti bikinnya berkali kali, jadi kembar berapa tuan?" Tanya Leo lagi.
"Kenapa otak kamu sama sih dengan Laura? Untung nggak jodoh" ucap Rey ketus.
"Iya ya tuan,harusnya dulu yang meminum minuman berisi obat perangsang bukan tuan, tapi saya" ucap Leo .
"Heh kamu" Hampir saja Rey mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Leo.
"Tidak tuan,hanya bercanda. Kan saya sudah ada Vania " Ucap Leo dengan cengirannya.
"Ya sudah nanti malam kamu harus datang jangan lupa bawa Vania, dan itu permintaan papah" Rey menekan permintaan papah agar Leo tidak menolak.
"Saya memang sudha berencana membawa Vania kerumah tuan besar ,saya ingin memperkenalkan Vania" ucap Leo.
"Baguslah kalau begitu" ucap Rey.
"Iya tuan, saya pastikan nanti malam akan datang" jawab Leo kemudian.
"Ya sudah aku tunggu, aku tutup telepon nya ya, kamu jangan lupa makan siang" ucap Rey mengingatkan.
"Iya tuan, terimakasih sudah mengingatkan" jawab Leo, setelah itu panggilan telepon pun terputus.
Haii readers, maaf aku baru bisa up hari ini, kemarin mood ku buruk dan aku memutuskan untuk nggak up sehari. Mood ku buruk karena penurunan level karyaku sampai 2 tingkat 🥺 kecewa pasti, karena aku merasa sudah berusaha untuk up tiap hari bahkan aku sangat menghindari adegan 21+ , setiap aku up juga pasti minimal 1000 kata, bahkan viewers juga nambah.
Aku juga berpikir untuk menamatkan cerita ini karena aku bener bener nggak semangat buat lanjut, tapi semua pikiran itu hilang waktu aku baca komen komen kalian yang selalu setia nunggu up episode. Di situ aku berpikir, apa gunanya level kalau aku mengecewakan readers ku yang setia, dan aku pun memutuskan melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
Aku akan berusaha untuk menamatkan cerita ini suatu saat nanti dengan baik, agar kalian tidak merasa cerita ini menggantung, kalian bener bener semangat aku untuk berkarya ,jadi jangan lupa untuk like,vote dan komen,kalau berkenan kasih tips juga yaa😁
Oke readers sekian dulu curhat aku semoga kalian suka dengan up ceritaku hari ini 😉