
Laura menghampiri Rey, tadi dia seperti mendengar suara Leo namun hanya sebentar.
"Tadi aku dengar suara Leo, kok nggak ada??" Tanya Laura.
"Iya tadi ada Leo sayang, dia dan Vania izin hari ini, karena Bu Ami masuk rumah sakit" Ucap Rey.
"Apa? Bu Ami masuk rumah sakit? Kenapa?" Tanya, Laura panik.
"Sayang tenang.." Ucap Rey mencoba menenangkan Laura, "aku juga belum tahu pasti kenapa Bu Ami masuk rumah sakit, karena tadi Leo sangat terburu - buru" Ucap Rey menjelaskan.
"Aku takut Rey, bagaimana kalau Bu Ami di lukai oleh pak Anton" Ucap Laura.
"Bagaimana kalau kita kesana? Sekaligus mengantar si kembar ke sekolah" Ujar Laura memberi saran.
"Ya sudah sayang, nanti aku akan hubungi Mytha untuk membatalkan semua jadwal ku hari ini" Ujar Rey, setelah itu dia pun menghubungi Mytha bahwa hari ini dia, Vania dan Leo tidak datang ke kantor.
"Loh mommy sama Daddy yang akan antar kami??" Keysha,pasalnya dia melihat Keysha sudah sangat rapih.
"Iya sayang" Jawab Keysha seraya tersenyum.
"Loh, aunty Vania sama uncle Leo mana??" Tanya Yasha.
"Emmm aunty Vania sama uncle loe sedang ke rumah sakit, katanya Bu Ami dibawa ke rumah sakit" Jelas Rey.
"Bagus lah, semoga setelah itu nenek Ami cepat sadar" timpal Arsha.
"Sttt jangan bilang begitu, seharusnya kita mendoakan nenek Ami agar cepat sehat" Ucap Laura menasehati.
"Iya.. iya mom maaf" Ucap Arsha.
"Ya sudah, sekarang kita berangkat yaa nanti kalian terlambat" Ucap Rey, mereka pun masuk ke dalam mobil,kali ini Rey yang akan mengemudikan mobil, namun dia tetap membawa beberapa pengawal dan mereka mengikuti di belakang mobil Rey.
Setelah beberapa menit mengemudi akhirnya mereka sampai di sekolah si kembar, seperti biasa Rey akan memberikan uang saku kepada anak - anaknya setelah mereka berpamitan.
"Sekolah yang rajin yaa" Ucap Rey.
"Siap Dad" jawab Sikembar.
"Nanti grandpa yang akan jemput" Ujar Laura, pasalnya tadi Ryan sudah meminta izin ingin mengajak cucunya jalan - jalan, Ryan bilang dia sudah lama tidak pergi dengan ketiga cucunya.
"Siap mom" Jawab si kembar.
__ADS_1
"Ya sudah mom,dad kita masuk ke kekelas dulu yaa" Pamit Yasha mewakili.
"Iya sayang" Jawab Rey, setelah itu ketiga anak nya pun memasuki gerbang, setelah punggung ketiga anaknya tak terlihat Rey langsung mengemudikan mobil nya menuju rumah sakit.
Disisi lain Vania dan Leo baru saja sampai di rumah sakit, dia langsung menuju UGD atas informasi dari suster.
"Pak Bambang" Seru Vania yang melihat ada 3 lelaki paruh baya tengah duduk di kursi depan ruang UGD, Vania mengenal siapa mereka, yaitu tetangga yang rumah nya dekat dengan Ami, sedangkan salah satu ada pak Bambang selaku ketua RT.
"Pak bagaimana kondisi ibu??" Tanya Vania.
"Dokter sedang menangani Vania" Jawab pak Bambang.
Tidak lama dokter keluar dengan wajah murung nya.
"Dok, bagaimana keadaan ibu saya??" Tanya Vania panik.
"Maaf Bu, pasien tidak dapat kami selamatkan" Ujar dokter sendu.
"Apa? Nggak mungkin dok, dokter pasti salah" Ucap Vania histeris, dia langsung berlari masuk kedalam ruang UGD.
Vania melihat tubuh kaku ibunya yang sudah tebujur lemah dia atas ranjang rumah sakit, dan disampingnya ada Anton yang kondisinya pun tidak jauh berbeda dengan Ami.
Vania memandangi lekat wajah pucat ibunya, wanita yang kemarin memeluknya erat dan memberikan kehangatan yang selama ini selalu Vania inginkan dari sosok ibu kandung.
"Kenapa ibu ninggalin Vania Bu..." Isak Vania ,"ibu udah janji kan sama Vania, ibu mau tinggal dan hidup bersama Vania.. kenapa ibu bohong!!" Teriak Vania sambil mengguncang tubuh Ami, berharap Ami akan membuka matanya kembali.
"Vania, sayang.. ibu sudah nggak ada" Ucap Leo mencoba menenangkan istrinya.
"Leo.. panggil ibu Leo, dia bohongin aku lagi, ayo Leo kamu marah ke ibu, ibu sudah membuat aku kecewa, panggil ibu Leo" Ucap Vania dengan berderai air mata.
"Vania..." Leo tidak tega melihat Vania yang seperti ini, dia memeluk Vania erat.
"Ibu!!!!" Teriak Vania lagi.
"Ssttt sayang tenang lah yaa.." Leo masih berusaha menenangkan Vania.
"Dok, kenapa dengan Bu Ami dan suami nya??" Tanya Leo pada dokter yang masih berada di ruang UGD.
"saat dibawa kemari, kondisi pasien sudah sangat kritis karena saya prediksi kedua pasien sudah keracunan sejak semalam" Jawab dokter menjelaskan.
"Apa?? Keracunan??" Tanya Vania.
__ADS_1
"Benar Bu, kami sudah memeriksa di laboratorium jenis racun tersebut, rupanya itu sejenis racun serangga" Ucap dokter menjelaskan.
"Permisi Vania" Ucap pak Bambang yang masuk ke dalam ruang UGD.
"Iya pak" Jawab Vania masih dengan isakan.
"Ini, saya menemukan surat yang di tergelatak di samping Bu Ami ketika kami menemukan beliau pertama kali" Ucap pak Bambang sambil menyerahkan surat yang dia maksud.
Vania menerima surat itu dengan tangan gemetar, "terimakasih pak" Ujar Vania.
"Sama - sama Vania, bapak harap kamu bisa tabah dan ikhlas. Relakan ibu kamu nak, supaya jalan nya tidak berat" Ucap pak Bambang menasehati.
"Iya pak" Jawab Vania sambil menunduk.
"Kalau begitu ,saya dan warga permisi dulu ya Vania" pamit pak Bambang mewakili.
" Iya pak, terimakasih karena sudah banyak membantu ibu mertua saya" ucap Leo, Leo mewakili Vania karena melihat istrinya yang sudah sangat terisak.
"Iya pak sama - sama, saya mewakili seluruh warga mengucapkan bela sungkawa yang sedalam - dalamnya atas wafatnya ibu Ami dan pak Anton, semoga amal ibadah beliau di terima di sisi Allah SWT" Ucap pak Bambang.
"Aamiin pak, tolong sampaikan kepada seluruh warga, saya mewakili ibu Ami dan pak Anton meminta maaf yang sebesar - besarnya, apa bila ada kesalahan semasa hidup beliau baik yang di sengaja atau pun tidak, dan apa bila ada hutang pihutang yang belum selesai, bisa hubungi saya di nomor ini" ucap Leo sambil menyerahkan kartu namanya.
"Baik pak, nanti saya pribadi akan menyampaikan kepada para warga, kalau boleh tahu jenazah Bu Ami dan pak anton akan di urus di mana pak?" Tanya pak Bambang.
"Mungkin akan dibawa ke rumah almarhum pak, supaya tidak terlalu jauh menuju pemakaman dimana orang tua Bu Ami dimakamkan" Jelas Rey.
"Baiklah pak, kalau begitu saya permisi" Pamit Bambang.
"Iya pak, hati - hati" Jawab Leo, setelah itu pak Bambang dan beberapa warga tadi pun pulang.
Kini hanya ada Leo dan Vania yang berada di ruang UGD, Vania masih terisak di samping jenazah ibunya.
"Aku harus menghubungi om Budi dan Tante Rani" Ucap Leo, dia pun segera memberikan kabar kepada Budi dan Rani tentang berita duka cita ini, tidak lupa Leo juga menghubungkan Ryan dan Sinta.
.
.......
......Duhh kasihan yaa Vania 😌 ......
...Readers jangan sampe buat aku nangis juga ya kaya Vania 😁, aku nangis nih kalau kalian nggak like,vote dan komen 😁...
__ADS_1