Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Tidak tahu malu


__ADS_3

Tiba - tiba Ami dan Anton merasa perut mereka tidak enak,mereka sama sama memegang perut mereka, itu semua tidak lepas dari penglihatan keluarga Daguise.


"Kenapa Perut ku tiba - tiba sakit" Batin Ami.


"Aku merasa tidak salah makan, kenapa perutku sakit" Batin Anton.


"Kenapa mas? Mbak?" Tanya Rani khawatir.


"Perutku sakit" Ucap Ami dan Anton bersamaan.


"Maaf pak Rendi, Bu Farah kami saya harus permisi" Ami langsung berlari pergi dan masuk kedalam mobil yang menjemput mereka tadi.


"Maaf semua nya saya juga harus pamit" Anton pun ikut berlari mengikuti Ami. Semua yang ada di kediaman Daguise merasa heran dengan tingkah Ami dan juga Anton.


"Kenapa mereka?" Tanya Rey.


"Nggak tahu" Jawab Leo.


Sedangkan si kembar yang berada di lantai 2 melihat semua kejadian itu, mereka bertiga bertos ria.


"Misi berhasil" Ucap Yasha.


"Benar kak, huh dasar kakek sama nenek lampir" Ucap Arsha menimpali.


"Untung aja, aunty Vania sifatnya nggak ikut ibunya" Ujar Keysha.


"Obat ini memang manjur" ucap Keysha lagi, dan mereka pun berpandangan sambil tersenyum jahil.


Flashback on


Setelah makan malam, si kembar berpamitan untuk ke lantai atas, mereka beralasan ingin melihat oleh - oleh yang di bawakan Rendi untuk ketiga cucunya.


"Aku nggak suka sama sikap orang tua aunty Vania" ujar Yasha.


"Feeling ku mengatakan, mereka bukan orang baik" Ucap Yasha.


"Benar kak" Ucap Keysha membenarkan.


"Kita kerjain mereka yuk" Ucap Yasha memberi ide. Dan sudah pasti kedua adiknya mengangguk setuju.


Mereka turun kelantai bawah menuju dapur, semua orang sudah berada di ruang keluarga, jadi mereka bertiga aman menuju dapur. Sesampainya di dapur mereka melihat ada pelayan yang ingin membawakan teh.


"Stop" Ucap Yasha menghentikan pelayanan tersebut.


"Ada apa tuan muda?" Tanya pelayan.

__ADS_1


"Itu untuk mereka semua kan?" Tanya Keysha.


"Iya nona muda" Jawab pelayanan.


"Taruh dulu nampannya di meja" Ucap Yasha memerintah, dan pelayan pun menurut.


Yasha naik keatas kursi,agar lebih mudah. Kemudian dia mengeluarkan obat sakit pencahar.


"Tuan itu apa?" Tanya pelayan takut.


"Sttt kakak diam saja" ucap Yasha, dia melanjutkan kembali aktifitas nya.


"Nah, kakak ingat ya.. dua cangkir ini untuk kedua orang tua aunty Vania, tahu kan?" Tanya Yasha.


"Tahu tuan" Jawab pelayan, "tapi tuan, kalau terjadi sesuatu bagaimana?" Tanya pelayan takut.


"Tenang, kami bertiga yang akan tanggung jawab" Ucap Yasha.


"Lagian, itu tidak berbahaya kok" ucap Arsha.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" pelayan pun pergi dengan membawa nampan berisi teh.


Si kembar menatap kepergian pelayan dengan tersenyum jahil. Mereka tidak sabar melihat Ami dan Anton setelah meminum teh spesial dari mereka.


Flashback off.


"Mah, pah maafin sikap ibu ya" Ucap Vania tak enak.


"Iya pak Rendi, Bu Farah, saya mewakili kakak saya mbak Ami meminta maaf atas sikapnya yang kurang sopan, dan mungkin menyakiti hati pak Rendi sekeluarga" ucap Budi tulus.


"Vania, pak Budi.. jangan merasa tidak enak, kami paham kok, pak Budi tenang saja, saya maupun istri saya tidak tersinggung sama sekali" ucap Rendi.


"Terimakasih pak" Jawab Budi.


"Dan Vania.. jangan terlalu di fikirkan ya nak, kamu harus menjaga kesehatan kamu karena hari pernikahan sudah dekat" ucap Farah menasehati.


"Iya mah" Ujar Vania.


"Nak Leo, om minta maaf .. dan om mohon, perkataan mbak Ami dan mas Anton jangan di fikirkan" Ucap Budi.


"Iya om, saya paham kok" Jawab Leo seraya tersenyum.


"Pak Rendi, Bu Farah ini sudah cukup larut, kalau begitu saya dan istri saya pamit pulang" Ucap Budi berpamitan.


"Loh, tidak menginap saja pak?" Tawar Rendi.

__ADS_1


"Tidak pak Rendi, terimakasih.. kami pamit pulang saja" Jawab Budi. Kemudian mereka berdua pun berpamitan kepada keluarga Daguise.


.


.


Beberapa hari kemudian


Tidak terasa, pernikahan Leo dan Vania tinggal 5 hari lagi, dan hari ini gaun serta jas pernikahan mereka juga sudah tiba di kediaman Laura dan Rey.Keysha sudah menghubungi Leo dan Vania agar datang ke rumah untuk fitting.


"Bagaimana aunty apa ada yang kurang? " Tanya Keysha pada Vania yang tengah mencoba gaunnya.


"Nggak ada Key, ini sangat bagus" Ucap Vania.


"Syukurlah kalau aunty suka" Ucap Keysha.


"Wahh Vania, kamu sangat cantik" Ucap Laura memuji Vania.


"Terimakasih kak" Jawab Vania. Leo yang sedari tadi sudah mencoba jas nya pun begitu terpana melihat Vania memakai gaun pengantin.


"Aduh Leo tuh kan ileran, makanya jangan sampai mangap gitu ngeliatin Vania " Rey bersikap jahil kepada Leo, dia mengelap mulut Leo dengan tissue, padahal mulut Leo bersih tidak ada kotoran sama sekali.


"Apa sih, enggak kok" ucap Leo tak terima.


"Vania cantik kan Leo?" Tanya Laura.


"Cantik, sangat cantik malah" Ucap Leo, masih terus menatap Vania, membuat Vania tersenyum malu.


"Wahh aunty cantik banget" Ucap Arsha. Kehadiran Arsha seolah menjadi pengganggu bagi Leo.


"Duh kenapa pasti ketemu Arsha sih" Ucap Leo kesal.


"Mungkin, Arsha jodoh sama aunty" jawab Arsha yang semakin membuat Leo kesal.


"Heh kamu nggak liat, aunty Vania udah mau jadi istri uncle" Ucap Leo.


"Yaa kalo gitu, aunty Vania jadi calon mamah mertua aku aja.. nanti aunty punya anak cewek ya terus aku jadiin istri .. aku yakin anak aunty pasti cantik kaya aunty" Ucap Arsha, Vania menanggapi dengan tersenyum lucu.


"Dikira bikin anak bisa request" Ucap Leo lirih, namun masih bisa di dengar oleh Rey.


"Makanya belajar sama yang ahli" Ucap Rey bangga.


"Sangkin ahlinya sekali bikin langsung jadi 3" Ucap Leo lirih, yang tentunya hanya bisa di dengar oleh Leo dan Rey.


.

__ADS_1


.


...Double up untuk menemani malam Minggu readers 😁 jangan lupa like ,vote dan komen nya yaa...


__ADS_2