Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Vania pamit


__ADS_3

Keesokan harinya Leo dan Vania tengah sarapan, Vania sudah rapih dengan seragam kantor nya. Vania terlihat sudah lebih tenang sekarang.


"Sayang" Panggil Leo.


"Iya sayang kenapa?" Jawab Vania.


"Ini" Leo menyerahkan surat yang dia buat kemarin untuk Vania.


"Apa ini sayang?" Tanya Vania.


"Ini adalah surat pengunduran diri kamu" Jelas Leo.


"Surat pengunduran diri?" Tanya Vania kaget.


"Iya sayang, kamu tidak lupa kan dengan janji kamu waktu itu?" Tanya Leo.


"Iya sayang, aku nggak lupa kok" Jawab Vania, dia memang masih ingat tentang janjinya kalau Vania akan resign setelah dia sudah positif hamil.


"Ya sudah sekarang kamu habiskan sarapannya ya" Ucap Leo.


"Iya.." Jawab Vania, sebenarnya Vania sangat berat untuk meninggalkan pekerjaan nya. Dulu dia sangat bersusah payah untuk mendapatkan pekerjaan itu. Namun Vania kembali mengingat calon buah hati nya yang sekarang harus Vania jaga.


Selesai sarapan seperti biasa Vania dan Leo mendatangi rumah Rey, lalu kemudian baru lah mereka berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor Vania langsung duduk di meja kerjanya, begitu pun Leo. Ketika Vania datang rupanya Mytha sudah lebih dulu datang ke kantor.


"Vania aku turut berduka cita ya" Ucap Mytha sendu, dia tahu berita itu karena mendapat informasi dari rekan kerja nya.


"Terimakasih ya Mytha, aku sudah ikhlas akan kepergian ibu, mungkin ini memang sudah takdir " Jawab Vania.


"Syukurlah, aku takut kalau kamu akan terus larut dalam kesedihan" Ujar Mytha.


"Tenang lah, Yang Maha Kuasa sudah memberikan aku obat nya" Ujar Vania seraya tersenyum.


"Obat ? Obat apa?" Tanya Mytha penasaran.


"Aku hamil" Ucap Vania tersenyum bahagia.


"Benarkah? Wahh selamat Vania" Mytha sangat senang mendengar kehamilan Vania, meskipun mereka baru kenal namun Mytha merasa cocok dengan Vania.


"Iya.. usianya baru 2 Minggu" Jawab Vania.


"Semoga kamu dan calon anak kamu selalu sehat ya Vania, dan semoga dilancarkan sampai proses melahirkan nanti" ucap Mytha mendoakan Vania dengan tulus.


"Aammiinn" Terimakasih ya doanya.

__ADS_1


"Eemmm oh iya Mytha ada yang ingin aku sampaikan" Raut wajah Vania berubah sendu.


"Apa itu??" Tanya Mytha.


"Aku akan resign, dan ini adalah hari terakhir ku masuk kerja" ujar Vania, yang tentu saja membuat Mytha sangat terkejut.


"Apa? Resign? Kamu bercanda kan?" Tanya Mytha tidak percaya.


"Aku tidak bercanda, aku benar - benar resign Mytha" Ujar Vania mencoba menjelaskan. "Ini sudah menjadi kesepakatan antara aku dan Leo, dulu sewaktu menikah Leo berkata agar aku tidak perlu bekerja, namun aku menolak dan mengatakan bahwa aku akan resign ketika aku sudah positif hamil" jelas Vania.


"Berarti aku akan kehilangan rekan kerja Vania" ucap Mytha sendu.


"Jangan sedih, kita kan masih bisa bertemu di luar" Ucap Vania.


"Tetap saja rasanya berbeda Vania" Ucap Mytha sendu.


"Sudah lah jangan sedih, nanti kalau kamu ingin bertemu dengan ku kamu datang saja ke rumah ku, atau kita kan masih bisa saling bertukar kabar" Jelas Vania.


"Iya .. nanti kalau aku pengen ketemu aku main ya?" Ucap Mytha.


"Oke" Jawab Vania. " Ya sudah aku keruangan pak Rey dulu untuk melaporkan jadwal, sama ngasih surat resign ini" Ucap Vania.


"Baiklah" Jawab Mytha, dia pun mengerjakan pekerjaan yang lain, sedangkan Vania melangkah masuk ke ruang kerja Rey.


Vania baru saja menjelaskan kepada Rey tentang jadwalnya hari ini, dia pun mengeluarkan surat pengunduran dirinya.


"Ada apa Vania?" Tanya Rey.


"Surat pengunduran diri saya Pak" Vania menyerahkan surat tersebut.


"Kamu sudah yakin?" Tanya Rey.


"Sudah Pak" jawab Vania yakin.


"Baiklah, kalau memang keputusan kamu sudah bulat, surat ini saya terima ya" Ucap Rey.


"Terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi" Pamit Vania.


Selesai jam makan siang, Vania dan Mytha pun bergegas menuju ke kantor, namun tampak aneh karena suasana kantor nampak lengang.


"Kok sepi ??" Tanya Vania pada Mytha.


"Udah pada ke ruang meeting room kali Van" Jawab Mytha.


"Loh emang ada meeting?" Tanya Vania.

__ADS_1


"Kamu nggak tahu??" Mytha balik bertanya.


"Enggak, meeting apa?" Tanya Vania heran.


"Nggak tahu, pak Rey cuman bilang mau meeting hari ini setelah jam makan siang" Jawab Mytha. Namun Vania merasa heran.


"Ya udah yuk, nanti kita ketinggalan lagi" ajak Mytha. Mereka berdua pun menuju ruang meeting.


Sesampainya di sana Vania sangat terkejut karena semua rekan kerja nya berkumpul dan memberikan kejutan untuk Vania sebagai hadiah perpisahan.


"Surprise" Serua semua karyawan, bahkan disana ada Rey dan Leo.


"Kejutan Vania" ucap Mytha.


"Ayo Vania silahkan duduk" Vania diajak untuk duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan, bahkan Vania di kenakan mahkota.


"Selamat datang kepada Vania tamu terhormat kita hari ini" Ucap salah satu karyawan yang berperan sebagai pembawa acara.


"Kita persilahkan kepada Pak Rey selaku direktur utama kita untuk memberikan sepatah dua patah kata, " ucap pembawa acara, dan Rey pun maju kedepan.


"Selamat siang semuanya" Ucap Rey sebagai pembuka kata.


"Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan - rekan semua karena sudah berkenan hadir di siang hari ini, dalam acara Perpisahan Vania" Ucap Rey.


"Kepada Vania, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar - besarnya atas pengabdian kamu selama ini di Perusahaan, kinerja kamu yang baik mampu mendorong perusahaan menjadi lebih maju."


"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Vania atas dedikasi nya selama ini kepada saya, saya juga mengucapkan selamat atas kehamilan nya, saya berdoa semoga ibu dan calon bayinya selalu di beri kesehatan dan juga dilancarkan sampai proses persalinan nanti" ucap Rey.


"Saya rasa cukup sekian sepatah dua patah kata yang bisa saya sampaikan, kurang lebih nya saya ucapkan terimakasih" ucap Rey, semua karyawan pun bertepuk tangan.


"Terimakasih pak Rey, dan selanjutnya mari kita sambut Vania" Ucap pembawa acara.


"Ayo Vania" Ucap Mytha, Vania pun bangun dari duduk nya dan melangkah ke depan.


"Selama siang semuanya" Ucap Vania.


"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas semua kejutannya, saya sangat terharu" Ucap Vania mencoba menahan air mata.


"Saya juga ingin meminta maaf apa bila selama saya bekerja disini pernah melakukan kesalahan, baik perilaku atau perkataan saya. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Pak Rey yang sudah memberikan kesempatan kepada saya agar bisa bergabung di perusahaan ini, terimakasih juga kepada rekan - rekan semua atas kerja samanya selama ini, semua kenangan indah yang telah kalian ukir tidak akan pernah saya lupakan. Sekali lagi terimakasih banyak" Ucap Vania, kali ini dia tidak dapat lagi membendung isakannya.


.


.......


......**Done 2 bab jangan lupa like ,vote dan komen yaa......

__ADS_1


...Terimakasih** ...


__ADS_2