Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Genitnya Arsha


__ADS_3

Pukul 19.00 semua sedang bersiap untuk acara makan malam terutama Ami. Dia sudah sangat tidak sabar bertemu keluarga Leo.


"Sayang, cepatlah mobil jemputan sudah datang" Ucap Anton.


"Iya.. iya sabar" Ucap Ami, dia keluar dari kamar dengan penampilan yang tidak biasanya.


"Wah sayang kamu sangat cantik" Puji Anton.


"Tentu, kita kan mau bertemu dengan besan kita yang kaya raya" Ucap Ami bangga.


"Ya sudah ayo, mobil jemputan sudah datang" Ucap Anton, mereka pun keluar rumah dan menaiki mobil jemputan yang sudah di siapkan oleh Leo.


"Wah mobilnya bagus sekali" Ucap Anton melihat interior mobil.


"Sstt jangan kampungan deh" Tegur Ami.


"Iya.. iya maaf" Ucap Anton, mereka pun kembali fokus di jalan dan menikmati perjalanan mereka.


Sedangkan di kediaman Rey dan Laura,mereka tengah sibuk karena Laura merasa bajunya tidak ada yang muat.


"Sayang? Kenapa?" Tanya Rey halus.


"Aku ngerasa nggak ada baju yang pas deh" Ucap Laura frustasi.


"Aku bantu cari ya" Ucap Rey, dan diangguki Laura.


Rey pun mencoba mencari dress yang sekiranya longgar dan tentu nya sopan. Pilihan Leo jatuh di dress berwarna merah maroon.



"Sayang, ini bagaimana?" Tanya Rey sambil membawa dress merah maroon tadi.


"Ah iya, aku coba dulu ya" Ucap Laura bersemangat, dia pun segera mencoba dress yang di pilih oleh Rey dan ternyata sangat pas.


"Bagaimana?" Tanya Laura.


"Kamu sangat cantik sayang" Puji Rey.


"Terimakasih" Ucap Laura seraya tersenyum.


Sedangkan Yasha dan Keysha tengah di buat kesal oleh Arsha yang masih sibuk menata rambutnya.


"Arsha, udah belum?" Tanya Yasha kesal.


"Bentar kak " jawab Arsha, dia masih sibuk merubah rubah gaya rambutnya.


"Selesai" Ucapnya Arsha, dia memilih gaya rambut khas cowok Korea.



"Kakak tuh ribet banget sih" Ucap Keysha kesal.


"Kan mau ketemu aunty Vania, jadi harus total" Ucap Arsha.


"Terus akhirnya pake model rambut begini?" Tanya Yasha.


"Iya kak, khas cowok Korea. Aku jadi keliatan menggemaskan kan?" Ucap Arsha bangga.


"Udah lah, ayo mommy sama Daddy udah nunggu kita" Ujar Keysha.

__ADS_1


"Aunty Vania I'm coming" Ucap Arsha semangat.


Dan setelah beberapa menit mengemudi, akhir nya keluarga Rey sampai di kediaman Farah dan Rendi. Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Grandpa..." Ucap si kembar bersamaan, mereka berlarian seolah tengah berlomba - lomba untuk di peluk Rendi.


"Wahh cucu - cucu grandpa, garndpa kangen sekali sama kalian" ucap Rendi seraya memeluk ketiga cucunya.


"Kita juga kangen grandpa" Ucap si kembar.


"Oh iya?" Tanya Rendi memastikan, dan di kembar kompak mengangguk kan kepala.


"Grandpa aku ganteng nggak?" Tanya Arsha.


"Kedua cucu grandpa itu ganteng, cuma satu yang cantik yaitu Keysha" Ucap Rendi.


"Wleee" Keysha menjulurkan lidah nya ke arah Arsha.


"Terimakasih grandpa" Ucap Keysha seraya tersenyum manis.


"Sama - sama cantik" Jawab Rendi.


"Grandpa, tahu nggak Arsha tuh tadi ribet banget" Ucap Yasha mengadukan tingkah Arsha pada Rendi.


"Ribet kenapa sayang?" Tanya Rendi serius.


"Masa dandannya Arsha lebih lama dari mommy" Jawab Yasha.


"Biasa grandpa mau ketemu aunty Vania, jadi harus total" Ujar Keysha.


"Iya dong, eh grandpa aunty mana?" Mendengar nama Vania di sebut, Arsha sudah mode on genit.


"Ngapain kamu cari calon istri uncle?" Tanya Leo garang.


"Baru juga calon, sombong" Ucap Arsha.


"Mulai lagi" Ucap Vania dan Farah yang masih berdiri di anak tangga.


"Aunty" Panggil Arsha dengan semangat.


Arsha hendak menaiki anak tangga menyusul Vania, namun Leo menghadang, "Ngapain kamu?" Tanya Leo dengan ekspresi garang.


"Uncle, awas aku mau ke aunty" Ucap Arsha sambil terus berusaha melewati Leo.


"Nggak bisa" Tolak Leo.


"Uncle awasss" Arsha masih berusaha.


Grep Rey menggendong Arsha dan melewati Leo begitu saja, kemudian Rey mendekat kan Arsha pada Vania.


"Terimakasih dad" Ucap Arsha.


"Sama - sama sayang" Jawab Rey. Kemudian Arsha beralih menatap Leo dengan senyum mengejek.


"Aunty cantik banget" Ucap Arsha dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Terimakasih" jawab Vania, "Arsha juga tampan" Ucap Vania balik memuji Arsha.


"Wah kita semakin serasi ya aunty" Ujar Arsha. Farah yang berada di samping Vania hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah Arsha ini.


"Kenapa tingkah Arsha kaya Rey waktu kecil sih, giliran Yasha dinginnya duplikat Rey setelah besar" Batin Farah.


"Tapi maaf ya aunty, aku nggak bisa lama - lama natap aunty" Ujar Arsha, membuat Vania mengernyit heran.


"Loh, kenapa Arsha?" Tanya Vania.


"Takut diabetes aku aunty, soalnya aunty manisssss banget" Ucap Arsha, sedangkan Leo sudah memperagakan ingin muntah.


"Kenapa uncle? Cemburu?" Tanya Arsha.


"Nih anak di diemin ngelunjak sih" Batin Leo kesal. Dia pun langsung menaiki anak tangga dan menggendong Arsha.


"Uncle lepass.." Arsha terus meronta minta di lepaskan.Leo mendekat ke arah Yasha dan Keysha.


"Yasha, Keysha kalian jaga Arsha. Nanti uncle bawain mobil - mobilan yang lagi kalian mau" ucap Leo melakukan penawaran dengan kedua anak kembar itu.


"Oke uncle" Jawab Yasha dan Keysha.


"Kak Yasha ,Keysha jangan mau" Ucap Arsha.


"Tapi penawaran uncle sangat bagus, maaf ya Arsha" Ucap Yasha.


Kemudian, Leo menurunkan Arsha di tengah Yasha dan Keysha, dengan sigap mereka memegang tangan Arsha agar tidak kabur.


"Makanya jangan ganjen" Ucap Keysha.


"Kan cuma lagi usaha" Jawab Arsha.


"Duh Arsha, kalau mimpi jangan ketinggian,kalau jatuh sakit" Ucap Yasha menasehati adik laki - lakinya itu.


......................


Sedangkan kini Ami dan Anton baru saja tiba di kediaman Farah, mereka berpapasan dengan Budi dan Rani yang juga baru sampai.


"Mbak?" Sapa Budi dan Rani ramah.


"Ngapain kalian disini? Ini makan malam keluarga" Ucap Ami sinis, sangat terlihat bahwa dia tidak suka dengan keberadaan Budi dan Rani.


"Maaf mbak, kalau Mbak nggak nyaman dengan keberadaan kami, tapi kami juga hanya memenuhi undangan nak Leo dan juga Vania" ucap Budi.


"Kalian di undang oleh Vania?" Tanya Anton memastikan.


"Iya mas" jawab Budi.


"Sudahlah, sebaiknya kita masuk sayang, nggak ada gunanya berbicara dengan dia" ucap Ami, dia menatap sinis pada Budi dan Rani.


"Sabar ya sayang" Ucap Rani kepada suaminya. Ini memang bukan pertama kali Ami dan Anton bersikap sinis pada mereka.


"Nggak papa sayang, sudah ayo kita masuk" Ajak Budi, mereka berdua pun berjalan beriringan.


.


.


... **Cukup double up ya 😁 jangan lupa like, vote dan komen nya 🥰...

__ADS_1


...Terimakasih**...


__ADS_2