Anak Genius - Triple Baby CEO

Anak Genius - Triple Baby CEO
Kehamilan Laura


__ADS_3

...^^Happy reading^^...


Rey dan Laura akhirnya sampai di kediaman Farah dan Rendi, mereka pun masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh beberapa pelayan rumah Daguise.


"Selamat datang tuan Rey dan nona Laura" ucap kepala pelayan.


"Mamah sama papah dimana?" Tanya Rey.


"Ada di gazebo tuan" jawab kepala pelayan.


"Ya sudah kami kesana dulu" ucap Rey.


"Tuan mau dibuatkan minum apa?" Tanya kepala pelayan sebelum Rey pergi.


"Aku kopi hitam tanpa gula, dan untuk Laura,buatkan jus yang baik untuk ibu hamil ya" ucap Rey.


"Nona Laura tengah mengandung tuan?" Tanya kepala pelayan dengan senyum bahagia.


"Benar" jawab Rey.


"Kalau begitu selamat tuan Rey dan nona Laura. Semoga bayi dan ibu nya selalu diberi kesehatan dan lancar sampai persalinan nanti" ucap kepala pelayan mendoakan Laura dan janin didalam perut Laura dengan tulus.


"Terimakasih Pak Adi" ucap Laura,ya kepala pelayan tersebut bernama Adi, usianya tidak jauh dengan Rendi,dia lebih tua 2 tahun.


"Kalau begitu aku dan Laura akan menemui mamah dan papah" ucap Rey,dia pun membawa istrinya ke Gazebo yang ada di pinggir kolam renang.



"Mah ,pah" sapa Rey pada kedua orang tuanya.


"Haii anak cantik mamah datang" ucap Farah pada Laura, Laura lun tersenyum dan mencium tangan kedua mertuanya.


"Ayo duduk" ucap Farah pada Laura, dia sangat perhatian kepada menantunya itu . Tak lama pelayan datang membawakan minuman yang dipesan Rey dengan beberapa camilan untuk menemani mereka.


"Kamu nggak kekantor Rey?" Tanya Rendi yang melihat Rey datang dengan pakaian santainya.


"Enggak pah" jawab Rey.


"Kenapa?" Tanya Rendi lagi.


"Habis dari rumah sakit" jawab Rey.


"Loh, siapa yang sakit?" Tanya Farah panik, "kamu nak?" Tanya Farah pada Laura.


"Aku nggak sakit mah" jawab Laura dengan tersenyum, "tapi hamil" Laura melanjutkan ucapannya.


"Hamil? Jadi papah dan mamah akan punya cucu lagi?" Tanya Rendi terkejut serta senang dengan kabar ini.


"Benar pah" jawab Rey

__ADS_1


"Kali ini berapa?" Tanya Farah antusias.


"Berapa apanya mah?" Tanya Rey sambil menautkan alisnya bingung.


Farah pun tersenyum, "dulu kan dapet tiga padahal sekali buat,nah sekarang berapa?" Ucap Farah menggoda Laura dan Rey.


"Mamah" tegur Rey malu.


"Satu kok mah" jawab Laura.


"Waah mamah kira bakalan jadi tim volly anak anak kamu Rey" ucap Farah tertawa.


"Sudah sudah, yang penting ibu dan bayinya sehat dan dilancarkan proses persalinan nya" ucap Rendi.


"Aammiinn" mereka mengamini doa Rendi.


"Kamu nggak ngidam apa apa Laura?" Tanya Rendi.


"Semalam ngidam jagung bakar pah, tapi udah keturutan kok" jawab Laura.


"Ngidam nya yang mahal dong Laura, beli pulau atau beli pesawat jet pribadi" ucap Farah memberi saran.


"Mamah ada ada aja" timbal Rendi.


"Dulu kamu ngidam apa Sayang pertama kali hamil?" Tanya Rey.


"Dulu aku ngidam pertama kali.. Bakso" ucap Laura setelah beberapa saat mencoba mengingat.


"Iya mah, itu cukup lama nyarinya. Soalenya kan Amerika jarang ada bakso yang khas dengan rasa Indonesia, akhirnya aku bisa makan bakso yang aku mau setelah Bella belajar dari YouTube. Itupun dia gagal sampe 4 kali" ucap Laura tertawa mengingat bagaimana Bella banyak berjuang untuk memenuhi ngidamnya.


"Awal ngidam, kamu usia kandungan berapa?" Tanya Rendi penasaran .


"Aku nggak ingat pah, awal hamil aku nggak ngerasa ngidam. Mungkin karena aku fokus untuk cari uang demi biaya hidup" jawab Laura.


"Maaf ya sayang" Rey jongkok di depan Laura sambil menitikkan air mata.


"Loh Rey, kamu kenapa?" Tanya Laura panik.


"Maaf karena kamu melewati itu semua sendirian. Aku merasa sangat bersalah" ucap Rey semakin terisak.


Farah juga diam diam menyeka air matanya yang turun membasahi pipi karena mendengar cerita Laura, serta anak laki lakinya yang tampak sangat menyesal dengan masa lalu.


"Sudahlah sayang itu semua sudah berlalu,sekarang kan sudah ada kamu yang akan menemani aku dan kamu sudah berjanji kan akan memenuhi semua ngidam ku?" Tanya Laura memastikan ucapan Rey semalam.


"Iya, aku janji akan selalu siaga untuk kamu dan anak anak kita, apapun yang kamu inginkan aku mohon katakanlah sayang. Aku akan sekuat tenaga memenuhinya" ucap Rey meyakinkan Laura.


"Terimakasih Daddy" ucap Laura menirukan suara anak kecil. Rey pun memeluk istrinya penuh kebahagiaan.


"Bagaimana kalau nanti malam kita adakan makan malam dirumah ini, nanti kamu panggil Leo juga ya Rey, ajak dia" ucap Farah.

__ADS_1


"Memang tidak merepotkan mah?" Tanya Laura.


"Sayang, tidak ada hal yang merepotkan untuk menantu mamah" ucap Farah sambil tersenyum.


"Terimakasih ya mah" ucap Laura tulus.


"Jangan berterimakasih nak, harusnya mamah yang berterimakasih karena kamu sudah memberikan begitu banyak kebahagiaan untuk kami" ucap Farah.


"Benar Laura, kamu adalah anak perempuan kami. Apapun yang kamu inginkan katakanlah, anggap kami orang tua kandung kamu" ujar Rendi.


"Terimakasih mah,pah" kali ini Laura menetes kan air mata harunya.


"Ya sudah, jangan nangsi lagi.. mamah mau ke dapur dulu mau ngomong sama pak Adi untuk rencana makan malam nanti, kamu mau ikut Laura?" Tanya Farah pada Laura .


"Iya mah" Laura pun mengangguk, kemudian dia dan Farah pun bangkit dari duduknya dan berjalan memasuki rumah.


"Oh iya pah, ada kabar baik tentang Leo" ucap Rey.


"Apa itu?" Tanya Rendi penasaran.


"Leo sudah melamar seorang wanita" ujar Rey, "dan dia adalah sekertaris ku" lanjutnya.


"Oh ya? Wah jahat sekali dia, Leo tidak memberi tahu papah" ucap Rendi, bukan kecewa namun Rendi tersenyum mendengar kabar Leo yang akhrinya berani membuka hati untuk wanita.


"Sepertinya baru semalam dia melamar Vania" ucap Rey memberitahu Rendi.


"Jadi namanya Vania?" Tanya Rendi memastikan.


"Iya pah, dan mereka tinggal bersama sudah hampir 2 Minggu" ucap Rey.


"Kenapa mereka tinggal bersama?" Tanya Rendi penasaran. Akhirnya Rey pun menceritakan tentang asal usul Laura, Rendi mendengar setiap detail ceritanya.


"Wah kalau mereka akan menikah berarti Vania harus memakai wali hakim" ucap Rendi.


"Begitu pah? Emangnya nggak bisa kalau dari keluarga ibunya?" Tanya Rey.


"Nggak bisa dong Rey, Vania termasuk anak hasil diluar nikah, apa lagi dia tidak tahu siapa ayahnya. Maka hanya bisa wali hakim" jelas Rendi.


"Baiklah pah, aku paham" ucap Rey.


"Nanti malam suruh Leo membawa Vania, mamah papah ingin mengenal nya" ucap Rendi.


"Baik pah, nanti aku akan hubungi Leo" jawab Rey.


.


.


...**Done readers, malam ini di tutup dengan 3 bab 😉...

__ADS_1


......jangan lupa ya Like ,Vote dan Komen supaya aku lebih semangat untuk up 🥰......


......Terimakasih Readers**......


__ADS_2