
Saat Rey baru melangkah sampai di pintu kamar, tiba tiba Laura memegang perutnya, keringat mulai bercucuran padahal AC dikamar menyala.
"Rey.." Lirih Laura memanggil suaminya.
"Iya sayang" Rey menoleh ke arah Laura, dan betapa terkejutnya dia melihat Laura yang sudah berkeringat, " sayang? Kamu kenapa?" Tanya Rey khawatir.
"Sakit.. perutku" Ucap Laura lirih dengan memegang perutnya.
"Apa yang terjadi? Ayo kita ke rumah sakit" Ucap Rey dia menggendong Laura ala bridal style.
"Daddy mau kemana?" Tanya Yasha yang khawatir melihat Rey membawa Laura.
"Ke rumah sakit, kamu jaga adik ya?" Ucap Rey.
"Aku ikut Dad " ucap Keysha.,.na
"Iya Dad, biarkan Keysha ikut" Ucap Arsha membela Keysha.
"Baiklah,ayo key" Ajak Rey, dia tidak mau berlama-lama karena kondisi Laura yang nampak sudah mengkhawatirkan.
Rey pun langsung masuk ke dalam mobil Laura berada di kursi penumpang dan ada Keysha di sampingnya, sedangkan Rey mengemudi.
Semua itu dalam pengawasan Santi, dia nampak tersenyum melihat Laura yang tidak berdaya dan bagaimana Rey nampak khawatir.
"Aku berdoa semoga tidak ada yang selamat" Batin Santi.
Setelah Rey pergi tak lama Leo datang dan menanyakan perihal keberadaan Yasha dan Arsha kepada penjaga rumah.
"Dimana Yasha dan Arsha" Tanya Leo.
"Ada di dalam tuan" .
"Tidak terjadi apa apa kan di rumah?" Tanya Leo khawatir.
"Maaf tuan, tadi tuan Rey nampak khawatir dan pergi bersama nyonya Laura dan nona Keysha".
Leo nampak terkejut mendengar jawaban penjaga, "apa yang terjadi?" Tanya Leo.
"Entahlah tuan, nyonya Laura nampak kesakitan".
"Sial" Ucap Leo ,dia segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Yasha juga Arsha di kamar mereka.
"Yasha, Arsha?" Panggil Leo.
"Uncle?" Ucap Yasha.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kalian meminta uncle kemari?" Tanya Leo, "dan bagaimana dengan mommy kalian?" Tanya Leo.
Klik .. Arsha menekan sebuah tombol, dan pintu pun tertutup rapat.
"Sekarang kita sudah bicara dengan aman" Ucap Arsha, ternyata secara otomatis tombol itu membuat ruangan mereka menjadi kedap suara, jadi tidak akan ada orang yang bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Kita sudah tahu uncle siapa bi Santi sebenarnya" ucap Yasha, dan Leo begitu terkejut mendengarnya.
"Maksudnya?" Tanya Leo tidak paham.
"Bi Santi, memang punya niat buruk dengan keluarga ini" Ucap Arsha.
"Iya uncle, dia sengaja mendekati mommy agar bisa masuk kedalam rumah ini" jelas Yasha.
"Tapi, apa motif dia?" Tanya Leo.
"Itu yang belum kita tahu, dan sekarang dia tengah berada di ruang kerja Daddy" Ucap Yasha.
"Dari mana kalian tahu?" Tanya Leo.
"Kami memasang cctv tanpa orang lain tahu, dan langsung terhubung pada laptop kami uncle" Jelas Yasha.
"Kak Yasha, uncle Leo sebaiknya kita ke ruang kerja Daddy sekarang" ucap Arsha, kemudian mereka bertuga pun langsung masuk berlari menuju ruang kerja milik Rey.
Dia tengah mencari sesuatu dan entah apa, dia mencoba membuka laptop milik Rey, namun ternyata di password , Santi mencoba memasukkan nomer acak dan tentu tidak bisa.
Klikk.. Santi terkejut kala ruangan yang semula temaram tiba-tiba bercahaya karena lampu yang menyala, dan itu bukan Santi yang melakukan, melainkan Leo dan ada 2 anak kecil yaitu Yasha dan Arsha.
"Terkejut?" Tanya Leo dengan menaikkan sebelah alisnya.
Santi nampak terkejut dan tergagap karena dia tidak menyangka akan ada orang yang masuk kemari,apa lagi itu Leo.
"Tu..tuan Leo" gagap Santi.
"Apa yang bi Santi lakukan di sini?" Tanya Leo.
"Sa..saya hanya.." Santi bingung harus menjawab apa.
"Hanya apa? Mencari sesuatu? Apa yang kamu cari? Dan siapa sebenarnya kamu" Ucap Leo, dia menanyakan semua hal yang dia curigai.
"Ma..maksud tuan Leo apa?" Tanya Santi sambil tersenyum menutupi kegugupannya.
"Masih tidak mau mengaku? Mungkin dengan ini dia mau mengaku uncle" Ucap Arsha.
Kemudian Arsha memperlihatkan sebuah rekaman cctv dimana Santi tengah menaruh racun di susu kotak ibu hamil Laura.
__ADS_1
"Itu obat penggugur kandungan kan?" Ucap Yasha, dan memperlihatkan sebuah bungkus obat yang waktu itu di buang Santi.
Santi sangat terkejut karena Yasha dan Arsha bisa tahu semuanya.
"Rasanya memang tidak ada yang perlu aku tutupi lagi" Ucap Santi,dia mulai membuka topengnya.
"Aku memang menaruh racun di susu kotak itu, dan aku yakin sebentar lagi kalian akan kehilangan Laura" Ucap Santi sambil tersenyum devil.
"Kamu terlalu percaya diri, tidak akan ada hal buruk yang terjadi dengan mommy atau kandungan mommy" Ucap Arsha.
"Sepertinya kamu yang terlalu percaya diri, kamu tidak lihat seperti apa tadi kondisi mommy kalian?" Ucap Santi.
Sedangkan Yasha dan Arsha malah tertawa, "kamu menyebut kondisi mommy mengkhawatirkan karena ini?" Yasha memperlihatkan sebuah kotak susu ibu hamil yang ternyata milik Laura yang sudah diberi racun oleh Santi.
"Ini susu kotak yang kamu beri racun, sedangkan yang ada di dapur itu adalah susu ibu hamil yang baru" ucap Yasha.
"Tidak mungkin" Ucap Santi tidak percaya.
"Kami melihat semuanya jadi kami bergerak cepat, dan tentang mommy, itu bukan efek dari racun yang kamu beri, melainkan obat pencahar yang aman bagi ibu hamil karena mommy tengah sembelit " jelas Arsha.
"Mana mungkin? Pasti semua itu bohong" Ucap Santi tidak percaya.
"Kami ini anak genius, kamu tidak akan mudah untuk mengelabuhi kami" ucap Arsha, kemudian dia menjelaskan semuanya.
Flashback on
Hati pertama kedatangan Santi Sebenarnya Yasha dan Arsha sudah menaruh curiga.
"Kak, aku punya firasat buruk dengan Bi santi" ucap Arsha.
"Aku juga, tapi kita harus pastikan sendiri" Ucap Yasha.
"Bagaimana caranya?" Tanya Arsha.
"Untuk sekarang, tetap berpura pura lah menjadi anak yang penurut dan dekat dengan Bi Santi" ucap Yasha.
"Baik kak" Jawab Arsha patuh, mereka benar benar menjalankan misinya dengan menyamar sebagai anak yang penurut di depan Santi.
.
.......
......**Hari ini cukup dua bab, gimana Sampai disini? greget ngga? 😁 nah jangan lupa ya untuk kasih Like, vote dan komen supaya aku bisa lebih semangat buat up.......
......Terimakasih**......
__ADS_1