
“Baiklah saya bersedia,” Yahsa berucap dengan yakin.
Nathalie yang tengah bingung pun dibuat terkejut dengan
pernyataan Yasha, mata Nathalie langsung menatap tajam kearah Yasha, karena
Nathalie tidak mau memberikan harapan palsu kepada kedua orangtuanya yang
terlihat sudah sangat berharap agar Nathalie segera menikah.
“Yasha? Jangan bercanda,” ucap Nathalie tegas.
“Aku tidak sedang tidak bergurau, aku serius,” jawab Yasha
dengan penuh keyakinan.
“Uncle, aunty, saya janji akan menikahi Nathalie setelah uncle
keluar dari rumah sakit,” ucap Yasha yakin.
Mendengar ucapan Yasha yang begitu yakin, mata kedua orantua
Nathalie pun penuh dengan binary bahagia, mereka tidak bisa lagi menyembunyikan
kebahigaannya, karena sebentar lagi anak semata wayang mereka akan segera
menikah.
Rencananya pernikahan mereka akan diadakan di Indonesia, itu
semua juga atas permintaan kedua orangtua Nathalie, dan sebelum berangkat ke
Indonesia mereka akan memeriksakan kondisi George lebih dulu, supaya mereka
bisa lebih yakin kalau George benar-benar sudah sehat.
Yasha berpamitan untuk menghubungi orantuanya, meskipun
Yasha yakin mommy dan daddy nya akan senang mendengar kabar ini, mengingat
Laura memang sudah sangat sering menjodohkan Yasha dengan Nathalie.
“Yasha?” suara lembut Laura terdengar menyapa pendengaran
Yasha.
“Assalammualaikum mom.”
“Waalaikumsalam, kalian sudah sampai kan nak?” tanya Laura
khawatir.
“Iya, mommy tenang saja, aku dan Nathalie sudah sampai,
bahkan kami sudah ada di rumah sakit sekarang,” jawab Yasha.
“Syukurlah kalau begitu, oh iya Yasha disana pukul 20.30
malam kan ya kalau nggak salah?” tanya Laura.
“Iya mom.”
“Kamu sudah makan malam?”
“Belum mom, nanti sebentar lagi aku makan kok,” ujar Yasha.
“Oh iya mom, ada hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“Apa itu?” tanya Laura penasaran, kemudian Yasha pun
menceritakan semua hal yang terjadi tadi, sampai kedua orangtua Nathalie
__ADS_1
meminta Yasha untuk menikahi Nathalie, tentu saja sesuai dugaan Yasha, Laura
teramat senang mendengar kabar bahagia ini, bahkan dia juga sangat bersemangat
untuk membantu rencana pesta pernikahan mereka berdua.
“Mommy akan sampaikan kabar bahagia ini kepada daddy dan
ketiga adik kamu, serta grandpa dan grandma, mommy yakin mereka akan sangat
senang,” ujar Laura seraya tersenyum bahagia.
“Terserah mommy, ya sudah mom aku cari makan dulu ya?”
“Iya sayang, salam ya buat calon menantu mommy.”
“Iya,” jawab Yasha dengan malas, kemudian dia pun menutup
teleponnya dan kembali masuk kedalam ruang rawat ayah Nathalie. Sesampainya
disana, Jennifer meminta Nathalie untuk membawa Yasha mencari makan malam,
karena Jennifer yakin Nathalie dan Yasha belum sempat makan malam.
Kini Nathalie dan Yasha tengan berjalan beriringan dikoridor
rumah sakit, mereka berniat makan direstoran yang bersebrangan dengan rumah
sakit.
“Yasha, kenapa kamu menyetujui permintaan Daddy ku?” tanya
Nathalie.
“Lalu kalau aku tidak mau, kamu akan mengatakan apa? Kamu
bingung kan mau menikah dengan siapa? Karena kamu tidak memiliki kekasih?” ujar
Yasha, Nathalie pun terdiam karena apa yang Yasha ucapkan memang benar.
bersalah dengan orangtua kamu, tapi meskipun kita sudah menikah nanti, aku
tidak mau ya kalau kita satu kamar,” ucap Yasha lagi.
“Idih gr siapa juga yang mau satu kamar dengan dia,” batin
Nathalie kesal.
“Nathalie kamu dengarkan?” seru Yasha, dia belum mendengar
jawaban Nathalie, dan tentu saja itu belum puas bagi Yasha.
“Iya Yasha, aku juga tidak berminat sama sekali untuk tidur
satu ranjang sama kamu,” ucap Nathalie dengan kesal. Akhirnya mereka pun sampai
direstoran yang mereka tuju, dan mereka memesan makan malam sesuai keinginan
masing-masing.
Disisi lain, Keysha tengah sibuk mengurus pekerjaannya
karena tidak ada Nathalie yang membantunya, belum lagi dia harus meeting dengan
beberapa client di luar kantor, dan ada beberapa berkas juga yang harus Keysha
cek, membuatnya frustasi.
“Ya Allah semoga Natalie cepet
pulang, bisa stress aku kalau kerja sendirian begini,” ucap Keysha.
__ADS_1
Kini Keysha baru saja selesai
meeting disalah satu restorant, dia pun berniat untuk kembali ke kantornya,
namun karena Keysha melangkah dengan tergesa-gesa, Keysha tidak sengaja menbrak
seseorang sampai beberapa berkasnya jatuh berserakan.
“Oh maaf,” ucap Keysha, dia
langsung jongkok untuk membereskan beberapa berkasnya.
“Tidak apa-apa, saya juga
bersalah karena kurang memperhatikan jalan,”
Keysha menoleh kearah pria yang tidak
sengaja dia tabrak, karena dia merasa sangat familiar dengan suara tersebut.
“Arya?” ucap Keysha terkejut.
“Hai Key,” sapa Arya, dia tidak
menyangka bisa bertemu kembali dengan Keysha.
“Kamu apa kabar?” tanya Arya.
“Alhamdulillah aku baik, kamu?”
“Alhamdulillah aku juga baik.”
“Sendirian? Kiara mana?” tanya
Keysha, pasalnya dia tidak melihat keberadaan Kiara.
“Iya, kebetulan Kiara aku
titipkan di rumah orangtua ku,” jawab Arya.
“Oh begitu,” Kanaya melihat jam
dipergelangan tangannya, “Ar, aku duluan ya? soalnya bentar lagi aku ada
meeting,” pamit Keysha.
“Oh iya, silahkan … hati-hati ya?”
“Kamu juga, sampai jumpa lagi,”
Keysha pergi seraya melambaikan
tangannya kearah Arya.
Aku mau cerita lagi nih, jadi
karyaku yang ini telah di plagiat oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dia
mengupload cerita ku di platform W, aku berterimakasih kepada kak Salma
Salbila298 yang sudah memberikan aku informasi tersebut, dia bahkan membantu
aku banyak , terimakasih kak Salma …
Dan aku berharap semoga tidak ada
lagi tindakan plagiarisme, karena hal seperti itu sangat DILARANG! Aku juga
menghimbau, jika kalian menemukan karyaku yang ada di Noveltoon, kemudian
terbit di platform lain, aku harap kalian bisa memberitahukan hal itu ke aku
__ADS_1
ya? karena bisa saja itu tindakan Plagiat.
Terimakasih.