
...^Happy reading,^...
Perbincangan pun dilanjutkan dengan rencana rencana pernikahan Leo dan vania yang sudah mereka susun, bahkan mereka juga sudah menetapkan dimana lokasi pernikahan. Pukul 10 malam Laura ,Rey, Leo,dan Vania pamit pulang karena sudah cukup malam,belum lagi sikembar sudah tertidur.
"Kalian nggak pada nginep aja?" Tanya Farah.
"Enggak deh mah, kapan kapan aja" ucap Rey.
"Kamu Leo?" Tanya Rendi.
"Leo mau menikmati waktu berdua pah" ledek Laura
"Ya sudah, ingat pesen mamah jangan macam macam" ucap Farah mengingat kan Leo.
"Iya mah" ucap Leo.
"Ya sudah kami pamit mah,pah" ucap Rey.
"Ayo papah bawa Yasha" Rendi pun membantu menggendong cucunya Yasha.
"Biar aku bantu bawa Keysha" ucap Leo.
"Enggak, kamu bawa Arsha" ucap Rey, dia pun langsung menggendong putrinya.
"Musuh bebuyutan" ucap Leo lirih,dia pun akhirnya menggendong Arsha.
Setelah itu merekapun berpamitan kepada Farah dan Rendi, dan memasuki mobil masing-masing. Diperjalanan Vania merasa lega karena apa yang dikatakan Leo tentang keluarga Daguise itu benar , mereka sangat baik dan menerima Vania dengan senang hati .
"Leo, aku lega sekarang" ucap Vania.
"Kenapa?" Tanya Leo,sambil fokus mengemudi.
"Iya,setelah bertemu dengan keluarga pak Rey aku lega, karena mereka memang baik, sama seperti yang kamu ucapkan. Terimakasih ya sudah mengenalkan aku pada keluarga yang begitu harmonis" ucap Vania, dia pun menyenderkan kepalanya di bahu Leo.
"Tapi aku justru sedih" ucap Leo.
__ADS_1
Vania pun segera duduk tegak dan memandang Leo, "kenapa?" Tanya Vania sambil memandang Leo.
"Kamu lupa? Mamah Farah mengatakan kamu dan aku tidak boleh tinggal bersama?" Ucap Leo.
"Kan kita akan segera menikah nanti" ucap Vania tersenyum, "apa yang mamah Farah katakan itu benar, tapi sebenarnya aku malu, kenapa aku tidak mencari kosan lain saja?" Tanya Vania pada Leo.
"Kalau itu, aku lebih tidak setuju" ucap Leo, "aku malah takut kalau kamu tinggal jauh dari ku, akan lebih baik kamu tinggal dengan mamah Farah" ucap Leo.
"Baiklah, aku akan menurut pada calon suamiku" ucap Vania seraya tersenyum
Sedangkan kini Rey dan Laura sudah berada dikamar mereka, setelah mengetahui Laura hamil kini Rey akan mengajak calon anaknya berbicara, walau sebentar.
"Hallo anak Daddy?" Ucap Rey didepan perut Laura.
"Kamu sehat sehat ya? dan katakan apa saja yang kamu inginkan, Daddy akan berusaha mewujudkan nya untuk kamu, kamu jangan nakal ya disana" ucap Rey mengelus perut Laura.
Laura tersenyum melihat tingkah suaminya, dia pun mengelus kepala Rey dengan sayang.
"Rey,besok aku akan pergi menemui Bu Farida bersama Keysha" ucap Laura memberitahukan Rey.
"Untuk apa?" Tanya Rey,karena dia merasa kini Keysha sudah tidak ada masalah lagi dengan traumanya.
"Aku ikut ya?" Tanya Rey.
"Jangan, aku akan bertemu Bu Farida di temani mamah, kamu ajaklah Yasha dan Arsha bermain bersama papah" ucap Laura.
"Kenapa kita tidak ikut?" Tanya Rey.
"Aku takut kalau kalau trauma Keysha belum sembuh,lalu Yasha dan Arsha melihatnya" ucap Laura .
"Memang kenapa sayang , kalau Yasha dan Arsha melihat nya?" Tanya Rey penasaran.
"Karena, Yasha yang paling protektif pada keluarga, apa lagi pada ku dan Keysha" ucap Laura, dia menjeda Kalimatnya.
"Di Amerika, aku dan anak anak hidup sendiri, mungkin itu yang membuat Yasha menanamkan didalam dirinya bahwa dia harus bisa menjadi pelindung untuk keluarga nya" ucap Laura, "pernah dulu di Amerika, aku digoda oleh seorang lelaki di toko kue ku, aku merasa risih dan sehalus mungkin aku menolaknya karena dia terang terangan memperlihatkan bahwa dia tertarik pada ku, ternyata Yasha melihat semuanya" Laura kembali menjeda kalimatnya dan melihat reaksi Rey, ternyata Rey masih mendengar cerita Laura dengan seksama.
__ADS_1
"Malamnya, aku melihat Yasha dan Arsha tengah duduk di depan layar komputer, padahal itu jam 11 malam, Samar samar aku mendengar cerita mereka yang ternyata mereka tengah meretas keamanan perusahaan lelaki yang menggoda ku, dia bahkan sengaja menjual informasi perusahaan tersebut pada musuh, dan kamu pasti tahu apa yang terjadi" ucap Laura menatap Rey.
"Perusahaan itu bangkrut?" Tanya Rey.
"Iya, bahkan lelaki itu juga dipenjara karena dia tidak bisa melunasi hutang pinjaman, itu semua berawal dari kedua anak lelaki kita Rey" ucap Laura.
"Dari sini aku tahu, emosi Yasha dan rasa ingin melindungi keluarganya sangat besar, sedangkan Arsha, dia akan mematuhi apapun yang dikatakan Kakaknya, apa lagi menyangkut melindungi aku mommy nya" ucap Laura.
Rey memeluk Laura dengan raut wajah bersalah, "maafkan aku sayang,andai aku ada, mungkin Yasha tidak akan bertindak demikian" ucap Rey merasa bersalah.
"Sudahlah itu masa lalu Rey, yang penting sekarang kita sudah bersama, kamu juga sudah menjadi Daddy dan suami yang baik untuk aku dan anak anak" ucap Laura tersenyum.
Rey pun menatap wajah istrinya dan melu*at bibir Laura lembut, dia tidak akan melakukan lebih, karena Rey sadar usia kandungan Laura masih rawan.
"Kamu mendidik anak anak dengan baik sayang" ucap Rey memeluk istrinya.
"Itu kan tugas orang tua" jawab Laura.
"Dan kita akan bersama mendidik anak anak kita sampai mereka dewasa" ucap Rey tersenyum.
"Apa kamu akan mengatur masa depan mereka?" Tanya Laura.
"Tidak, aku akan membiarkan mereka memilih jalannya masing-masin"jawab Rey.
"Syukurlah, karena sepertinya Keysha tidak tertarik dengan kantormu" ucap Laura
"Kamu bener , Keysha sudah mendirikan bisnis nya sendiri,tapi aku yakin Yasha dan Arsha akan mewarisi perusahaan ku" ucap Rey.
"Semoga kelak mereka bisa menjadi leader yang baik dan bisa menjadi panutan karyawan nya ya Rey" tutur Laura penuh harap.
"Amiin.. sekarang kita tidur ya" ucap Rey dan diangguki Laura. Mereka pun merubah posisi menjadi berbaring ,dan tak lama kantuk mulai menyerang.
.
.
__ADS_1
...**Double up nih 😁 jangan lupa like vote dan komen ya supaya aku lebih semangat dalam berkarya 😉 jangan lupa kalau berkenan kasih tips juga ya 😁...
...Terimakasih 😁**...