
Selesai makan malam, mereka melanjutkan memakan rujak buah sembari mengobrol ringan dan bersenda gurau, namun ada yang lain dari Arsha. Vania sedari tadi melihat wajah Arsha, meskipun dia tersenyum namun senyum nya tidak selepas biasanya, seolah ada yang Arsha coba tutupi.
"Arsha kamu kenapa?" Tanya Vania lirih, karena kini tempat duduk Arsha bersebelahan dengan Vania.
"Nggak papa aunty" Jawab Arsha bohong.
"Yakin nggak papa?" Tanya Vania memastikan.
"Iya aunty" Jawab Arsha lagi.
"Ya sudah kalau memang kamu tidak apa - apa" Ujar Laura kemudian.
Laura melihat interaksi antara Vania dan Arsha, sebenarnya Laura juga tahu kalau salah satu putra nya tengah sedih,yaitu Arsha. Acara makan malam bersama ini sebenarnya bukan hanya untuk menghibur Vania tapi juga Arsha, karena Laura tahu dulu Arsha sangat suka menggoda Vania jadi jika Arsha bisa bertemu dengan Vania mungkin akan terobati, namun ternyata masih tetap sama.
Laura pun mencoba berpikir bagaimana caranya supaya Arsha tidak lagi sedih, dan Laura punya ide cemerlang. Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang, rupanya Laura mencoba dengan Vidio call
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Apa kabar cantik?" Tanya Laura, dari suaranya nampaknya Laura tengah berbicara dengan seorang anak perempuan.
"Aku baik Mom, Mommy apa kabar?".
"Mommy juga baik sayang, Glenca lagi ngapain? Mommy ganggu nggak?" Tanya Laura,ya yang Laura hubungi adalah Glenca, dan memang Glenca sudah sangat dekat dengan Rey dan juga Laura. Itu lah kenapa Glenca memanggil Laura dengan sebutan Mommy.
Mendengar Laura menyebut nama Glenca pandangan Arsha pun teralih kan dan fokus pada Laura yang tengah asik ngobrol dengan Glenca.
"Glenca tahu nggak? Ada yang kangen loh.." Ucap Laura sambil melirik Arsha, membuat anak lelaki itu menjadi salah tingkah.
"Siapa Mom?" Tanya Glenca.
"Itu dia" Laura mengubah kameranya dan menyorot Arsha. Membuat Glenca tersenyum malu.
"Arsha kan lagi marah sama aku Mom" ucap Glenca sendu.
"Siapa bilang?" Tanya Laura.
"Iya kok Mom, sampe sekarang aja Arsha nggak mau ngabarin aku" Ucap Glenca.
"Eemmm gitu..." Laura manggut - manggut sambil melirik ke arah putra nya. "Arsha mau ngobrol nggak sama Glenca? Atau masih mau lanjut marah? Kalau nggak mau ngobrol ya udah Mommy matiin Vidio call nya" Ucap Laura.
"Eh jangan Mom" Arsha langsung mendekat ke arah Laura, dan meminta ponsel milik Laura.
__ADS_1
"Nih, habis itu ngga usah galau lagi" Ucap Laura seraya tersenyum, sedangkan Arsha hanya tersenyum malu - malu. Arsha pun sedikit menjauh agar bisa berbicara leluasa dengan Glenca.
Laura hanya tersenyum melihat tingkah Arsha itu, tapi setidaknya kali ini cara Laura berhasil untuk membuat Arsha kembali tersenyum.
"Kak? Arsha galau?" Tanya Vania penasaran.
"Iya.. gara - gara Glenca pindah ke luar negeri" jawab Laura.
Vania pun tersenyum mendengar jawaban Laura, "aku nggak nyangka Arsha bisa galau gara - gara perempuan, masih kecil juga" Ucap Vania.
"Aku juga nggak tahu deh, aku pikir si Arsha itu cuman sekedar iseng gombalin Glenca, kaya dia ke kamu. Tapi ternyata di tinggal pergi udah bikin dia mendung begitu" Ujar Laura seraya tersenyum, dia tak habis pikir dengan Arsha yang masih kecil tapi sudah bisa galau gara - gara perempuan.
"Kalau nanti Arsha jodoh Glenca gimana kak?" Tanya Vania.
"Aku sih nggak masalah, siapa pun nanti jodoh anak - anak ku, yang penting mereka baik, bertanggung jawab terhadap Keluarga. Dan harapan aku, semoga mereka menikah sesuai urutannya, yaitu dimulai dari Yasha" Ujar Laura penuh harap.
"Tapi aku lihat, Yasha cuek banget kak, versi kak Rey" ucap Vania.
"Itu yang aku takutkan Vania, sifat Yasha sangat cuek apa lagi terhadap perempuan, dia memang sangat penyayang dan peduli kepada keluarga, apa lagi ke aku dan Keysha. Namun semua itu berbanding terbalik dengan kehidupan sosial nya." Ujar Laura.
"Bahkan ada satu anak perempuan yang sampai sekarang sangat Yasha benci." Ucap Laura lagi.
"Siapa kak?" Tanya Vania.
"Yasha kalau sudah benci sama orang kayanya dalem banget ya kak" Ucap Vania.
"Iya Van, mungkin ini karena dulu ketika aku tinggal di Amerika, Yasha merasa dia harus menjadi pelindung Mommy dan adik - adiknya, sebab dia anak pertama."
"Semoga saja, seiring berjalan nya waktu, Yasha akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi kak, yang lebih humble dan mudah bersosialisasi." Ujar Vania.
"Aaaammiiin"
Disisi lain Arsha tengah mengobrol dengan Glenca menyelesaikan permasalahannya.
"Kamu marah sama Glenca ya Arsha?" Tanya Glenca dengan wajah sendu.
"Aku cuman kecewa sama kamu Glenca, kenapa kamu nggak bilang kalau kamu mau pindah waktu itu? Bahkan aku tahu kamu mau pindah dari orang lain" Ujar Arsha.
"Glenca nggak sanggup buat bilang nya, pasti nanti Glenca nangis" Ucap Glenca.
Melihat Glenca yang nampak sedih, membuat Arsha tidak tega, "sudah lah, aku juga sudah tidak marah kok. Nanti kita tetap berkirim kabar ya.. " Ucap Arsha.
"Benar Arsha kamu tidak marah?" Tanya Glenca memastikan.
__ADS_1
"Iyaaa " Jawab Arsha.
"Terimakasih Arsha, iya nanti kita tetap akan berkirim kabar. Oh iya Arsha akan nunggu Glenca pulang kan?" Tanya Glenca.
"Pasti" Jawab Arsha yakin.
"Kapan pun itu?" Tanya Glenca lagi.
"Iya Glenca, Arsha pasti bakal nunggu Glenca pulang" Jawab Arsha dengan senyum manisnya.
"Terimakasih Arsha" ucap Glenca seraya tersenyum manis.
"Glenca lama - lama Arsha bisa diabetes kalau liat Glenca senyum terus" Ujar Arsha.
Glenca pun mengernyit heran, "kok gitu?" Tanya Glenca.
"Soalnya senyum Glenca manis nya kebangetan" Jawab Arsha sambil tertawa.
"Arsha gombal" Ujar Glenca malu - malu.
"Nggak gombal, beneran kok" Jawab Arsha lagi.
"Ya udah Arsha udah dulu ya, aku di panggil sama Bunda" ujar Glenca.
"Iyaa.. nanti kapan - kapan kita sambung lagi" Ujar Arsha.
"Oke.. bye Arsha" Ujar Glenca sambil melambai ke a call dengan Glenca selesai, Arsha pun terus tersenyum, melihat hal itu membuat Yasha dan Keysha ikut senang.
"Udah nih ngambeknya?" Tanya Yasha.
"Wah langit nya cerah ya Kak, padalah malam hari" Sindir Keysha.
"Iya nih" Jawab Yasha.
"Nggak usah rese" Ujar Arsha kesal.
"Cie ngambek lagi" Ledek Keysha.
"Kalau kamu deketin Glenca, terus anak aunty Vania gimana?" Tanya Yasha.
"Kan anak aunty Vania masih di perut, itu juga belum tentu cewek" jawab Arsha.
"Terus kalau cewek gimana?" Tanya Keysha lagi.
__ADS_1
"Ya buat cadangan" Jawab Arsha seraya tertawa.