
Saat ini Thomas sedang berseteru dengan aliansi hitam.
“Tuan, sekarang Simon dan Peter sedang membuat siasat dengan bergabung bersama Lauren. Saya mendapatkan info dari Rayden. Dia juga mengirimkan bukti. Bukti itu sudah saya kirim lewat email anda tuan”, ucap Reyhan sambil mengikuti Thomas berjalan ke ruang markas yang ia bangun untuk menumpas para musuh yang merugikannya.
“Baiklah, kita selidiki dahulu mereka. Baru kita bertindak”, ucap Thomas.
Thomas bersama para tetua aliansi sedang membicarakan strategi untuk mengepung musuh-musuh di balik belakang Bahrat beranama aliansi black gosht. Kali ini Thomas tidak akan pernah selesai permasalahan baik urusan orang tua maupun sesepuh keluarga Stefanus yang haus akan kekuasaan untuk menjatuhkan dirinya.
“Kita mulai rapat ini, jika tidak ada yang setuju tidak perlu pakai emosi namun berikan alasan. Saya sudah penat”, ucap Thomas dan para tetua aliansi mengangguk. Mereka percaya pada Thomas sejak dulu dalam kinerja baik di pemerintahan maupun politik sehingga tetua cukup puas hasil yang sering diberikan Thomas. Apapun keputusannya dia dapat menengahi perdebatan para aliansi yang tergabung di lion with.
“Thomas menurut saya, kamu menunda urusan dengan Simon dan Peter karena aku dengar mereka licik”, ucap Aslan dari aliansi sayap kanan.
“Benar, yang dikatakan oleh Aslan. Apalagi daddy kamu juga terlibat dalam lingkaran mereka. Kamu harus berhati-hati”, ucap Samuel dari aliansi gabungan dog dan snake.
“Bagaimana dengan lainnya, apakah menyetujui ide mereka?”, tanya Thomas.
“Jika mereka setuju aku harus menyelusup ruang kerja Stefanus, aku harus cari tahu kematian dari keluarga Kimberly. Kenapa mereka tiba-tiba tumbang setelah Stefanus memenangkan saham tujuh puluh persen? Ia dapatkan dari mana?”, batin Thomas dengan bertanya-tanya kejadian setelah sepuluh tahun lalu.
“Kami setuju apa yang dikatakan Aslan dan Samuel setelah dipikir panjang. Kami juga belum sanggup mengambil resiko”, ucap Emir dari aliansi barat.
Thomas mengetuk meja, menimang lalu ia mengatakan, “Baiklah, kita cukup sampai di sini dan kita butuh informasi detail lagi agar kita tidak terlalu terhunus oleh aliansi hitam. Menurutku di balik kegilaan Bahrat ada hubungan aliansi hitam. Kita harus menemukan anak buah Bahrat sisanya juga teman Bahrat. Mereka pasti memiliki dendam dengan aliansi tersebut”, ucap Thomas sambil menyanggah kepala di kedua tangan.
“Kalau begitu kita cukup di sini, jangan ada pengkhianat selama kita bekerja sama”, ancam Thomas membuat mereka berhenti bergerak untuk beranjak. Thomas melihat rekan aliansi tiba-tiba termangu lalu melambaikan tangan untuk bisa pergi meninggalkannya.
Reyhan menghampiri Thomas untuk memperingatkan tingkah dari Bernardus dan Thomas mengangguk kepala lalu pergi kembali ke kantor bersama Jordhan dan Reyhan.
Sampainya di kantor Thomas menemui klien dari pusat arsitektur pembangunan resor milik Thomas di negara California. Ia membangun untuk mengembangkan perekonomian dan potensial perusahaan untuk mendapatkan saham lebih dari delapan puluh untuk mengalahkan Stefanus agar tersungkur atas perbuatan bejatnya dan pengkhianatan dalam pernikahan momy nya meski Herliana kerap kali sering membuat Thomas kewalahan karena perjodohan yang tidak ia setujui. Tapi Thomas tetap menyayanginya.
__ADS_1
Felix dan Keenan pergi ke pusat permainan di salah satu mall terbesar.
“Uncle kita naik jump shoot, terus time zone dan membeli playstation”, ucap Felix.
“Baiklah boy, kita beraksi”, ucap Keenan dengan semangat.
Felix dan Keenan memainkan berbagai permainan di time zone lalu melompat di jump shoot dan dilanjutkan pergi makan hingga malam hari di waktu yang tak terasa.
Usai lelah mengelilingi permainan dan pusat makanan, saat ini mereka terkapar di ranjang apartemen milik Keenan. Mereka lalu pergi tidur karena kelelahan berjalan seharian.
Keesokan paginya Keenan mengantar Felix berangkat ke sekolah sedangkan Thomas mencari Felix saat sarapan pagi.
“Tina, Felix mana?”, tanya Thomas dengan menyesap kopi hitam buatan Tina.
“Dia kemarin seharian diajak Keenan pergi bermain dan menginap di apartemen”, ucap Tina sambil mengunyah roti tawar.
“Dia tadi mengirim pesan jika Felix telah diantar ke sekolah”, ucap Tina dan Thomas mangut-mangut.
Grace sedang banyak ngidam dan membuat Jack kewalahan.
“Baby, aku ingin makan belwah sepertinya enak, aku juga lagi ingin makan buah mangga muda. Beli yuk bab”, ucap Grace dengan merengek.
“Sebentar Sweety aku menyelesaikan rapat di zoom meething”, ucap Jack.
“Lama gak, honey?”, tanya Grace yang tidak sabaran dengan mengusap perut besarnya yang sudah memasuki empat bulan.
“Tidak, sweety”, ucap Jack dengan senyum hangat sambil tangan kanannya mengusap perut buncit istrinya.
__ADS_1
“Baiklah”, ucap Grace dengan cemberut.
Sepuluh menit kemudian Grace merengek kembali dan akhirnya Jack mengalah dan mengajaknya pergi. Lalu Grace semangat seperti anak kecil.
“Honey, aku mau kebab food truck itu sepertinya enak”, ucap Grace sambil menatap food truck dari balik jendela mobil.
“Ayolah honey”, ucap kembali Grace dengan menatap seperti kelaparan. Lalu Jack menuruti dan memakirkan mobil kemudian turun bersama Grace. Setelah mendapatkan kebab dengan ukuran jumbo pada akhirnya ia hanya memakan seperempat potong dan Grace memaksa Jack untuk menghabiskan.
“Jack aku kenyang nih, kamu yang habiskan makanannya ya”, ucap Grace dengan memaksa.
“Ayolah Jack, demi anak kita. Kamu mau anak kita nantinya ngileran”, ucap Grace dengan nada sedih. Lalu Jack mengiyakan dengan membuang nafas, “haah”.
Usai kenyang Jack melanjutkan kembali perjalanan bersama istrinya pergi mencari soup blewah dan mangga muda lalu kembali lagi ke rumah. Wajah Jack hari ini lebih kusut dan lelah dibandingkan menghadapi urusan kliennya. Lalu Jack tertidur di sofa. Saat Grace mencari Jack, ia menemukannya sudah terkapar kemudian mencari selimut dan mengecup kening milik Jack. Lalu Grace mengucapkan terimakasih dengan lirih di depan wajah Jack yang sedang ia usap pipi dan keningnya dengan penuh rasa kasih sayang yang hangat seperti di rasakan Jack ketika tertidur.
Sementara Thomas sedang menghukum Tina dengan cara berhubungan di atas ranjang karena dia telah menghidupkan api cemburu saat bersama Keenan di Cafe Shop setelah mendapatkan kabar dari Reyhan yang menguntit atas perintah Thomas. Setelah mendapatkan kabar Thomas menjemputnya dengan paksa sampai-sampai Tina diangkat tubuhnya seperti bak karung beras.
"Thomas lepasin!", ucap Tina terus meronta di bawah kukungannya.
"Aku lelah", teriaknya dengan memukul-mukul dada bidang Thomas.
"Jika lelah kenapa masih berani pergi dengan pria lain tanpa izin dariku", ucap Thomas dengan dingin sambil mencekal dua rangan Tina ke atas.
"A.. aku, hanya mengobrol, memang tidak boleh", ucap Tina.
"Kamu maunya apaan sih, ini itu tidak boleh", kesal Tina dengan tubuhnya terus menggeliat.
Thomas tidak menjawab dan langsung melakukan aksinya. Tina tidak bisa menahan suara lenguhan karena geli. Thomas terus menikmati setiap inci hingga Tina berteriak akibat tangan nakal Thomas menyentuh di area ke dua kakinya yang mulus. Sampai mereka terkapar dan tertidur lelap di kamar utama.
__ADS_1