Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Restu Yang Terhalang Oleh Masa Lalu 8


__ADS_3

Di pagi buta pukul 04.00, Felix terbangun karena alarm yang dia stel. Felix membuka mata perlahan-lahan dengan mengusap kedua mata lalu beranjak dari tidurnya dan pergi ke kamar Tina dengan mengetuk pintu sedikit keras tetapi Tina tidak terbangun.


Lalu Felix mencari cara untuk membuka pintu kamar ibunya dengan mengambil kawat yang berada di kamarnya. Kemudian Felix mengotak atik lubang pintu. Beberapa saat kemudian Felix berhasil membuka pintu momy nya.


Felix langsung pergi melangkah ke ranjang yang saat ini Tina sedang tidur pulas di bawah alam sadar. Felix yang telah mendekati ranjang momy nya, Felix langsung membangunkan ibunya dengan menggoyangkan tubuhnya sambil memanggil-manggilnya dengan suara sedikit keras agar tidak membangunkan orang-orang yang berada di mansion.


"Mom!"


"Mom!"


"Mom!"


Tina yang merasakan tidurnya terganggu dengan suara anak kecil lalu terbangun dengan matanya terbuka perlahan. Tina kemudian membenarkan posisi tubuhnya dengan duduk di ranjang sambil bertanya, "ada apa boy?"


"Mom, sekarang bersiaplah sebelum grandpa dan grandma terbangun. Aku mau mengajak kamu secara diam-diam menemui daddy", ucap Felix.


"Apa!", dengan menutup bibirnya agar tidak keras-keras bersuara.


"Daddy?", tanya Tina dengan memastikan dan Felix menjawab dengan mengangguk kepala.


"Kalau begitu ayo kita pergi sebelum mereka bangun", ajak Tina dengan menggendong Felix pergi ke luar dari Villa.


Mereka berlari dengan sedikit mengendap-endap lewat belakang dan di sana telah ada Reyhan yang tiba-tiba muncul untuk menolongnya.


"Reyhand", panggil Tina.


"Iya nona, sekarang bukan waktunya sapa menyapa. Kita harus segera pergi sebelum para pengawal kembali bergerak", ucap Reyhand.


"Baiklah, tolong ambil alih Felix", ucap Tina.


"Tentu nona", ucap Reyhan.

__ADS_1


Mereka berlari melewati gerbang yang telah CCTVnya dimatiin oleh Felix dengan meretas semalaman yang dibantu oleh Thomas lewat sambungan ponsel yang telah ia sembunyikan.


Thomas saat ini menunggu Tina di area parkir dekat Villa milik Reffalino. Dia telah menunggu begitu lama dan pada akhirnya mereka muncul. Senyum merekah yang di tampilkan pada wajahnya terpatri. Lalu Tina memeluk Thomas dan mencium kepala istrinya. Saat sedang berpelukan, Jordhan dari seberang sana menyuruh mereka segera pergi sebelum waktu peretasan habis.


"Hai bro, segera pergi dahulu sebelum CCTV di sekitar kalian menyala dan acara pelukan kalian lakukan setelah pergi dari sana", ucap Jordhan yang berada di kamar hotel.


Thomas menyetujui ucapan Jordhan dengan masuk ke mobil lamborghini putih. Thomas dan Reyhan melajukan mobilnya segera sebelum ketahuan. Saat sudah menjauh nafas mereka begitu lega setelah keadaan menegang. Tina yang berada di samping Thomas merasa bahagia.


Thomas membuka suara dengan nada protes.


"Sweety, kenapa kamu berpakaian sexy menggunakan gaun malam? Apakah kamu tidak bisa berganti pakaian sebentar?".


"Thomas aku tidak sempat, sudah keburu lari sebab aku takut momy dan daddy bangun apalagi penjaga Villa yang dikerahkan daddy begitu ketat", ucap Tina.


"Kalau begitu pakai jas ini untuk menutupi tubuh kamu", ucap Thomas melemparkan jasnya ke Tina. Lalu Tina memakainya.


Pagi pukul 08.00, Alena telah siap menghidangkan makanan untuk sarapan pagi setelah berkutat di dapur. Lalu Alena memanggil Tina, Felix dan Hans.


Alena pergi ke kamar terlebih dahulu ke kamar Tina. Ketika sedang mengetuk pintu di kamar putrinya tidak ada respon. Lalu Alena berteria memanggil putrinya.


"Tina!"


"Tina!"


Panggilan darinya tidak ada respon malah yang datang Hans suaminya.


"Ada apa Alena?", tanya Hans dari belakang dan membuat Alena sedikit berjingkat karena terkejut.


"Hans, aku sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada respon dari Tina", ucap Alena dengan ekspresi sedih. Hans mendengarkan ucapan Alena dengan ekspresi khawatir membuat Hans geram dan berinisiatif membuka pintu yang tidak di kunci. Saat masuk dalam kamar Tina tidak ada batang hidung terlihatbl di setiap sudut kamar putrinya. Lalu Hans pergi ke kamar sebelah ternyata Felix juga tidak ada di dalam kamar.


Hans memukul dinding yang tidak bersalah menjadi tempat pelampiasan kemarahan Hans dengan umpatan kasar, "b*jing*n", dengan mata melotot dan ekspresi wajah marah.

__ADS_1


Sementara Thomas dan Tina sedang asyik bermesraan di dalam kamar hotel setelah seharian mereka tidak bertemu karena diculik oleh orang tuanya sendiri ke pulau terpencil yang ia injak saat ini.


Sedangkan Felix sedang bermain playstation dengan Jordhan dan Reyhan. Mereka dikalahkan oleh tangan mungil Felix sampai level tertinggi. Mereka mengakui kehebatan anak kecil itu sampai tubuhnya terkapar karena lelah bermain tanpa pernah menang. Felix begitu bangga dengan otak cerdasnya.


Lalu Thomas tiba-tiba datang dan bersuara, "kenapa dengan kalian?", tanyanya.


"Kami dikalahkan berkali-kali oleh anak kamu. Aku merasa Tuhan tidak adil kau memiliki anak imut nan cerdas dan istri yang menawan. Aku begitu iri dengan kamu. Kamu benar-benar manusia serakah", omel Reyhan dengan tidur terlentang diatas karpet coklat.


"Sudahlah, kamu jangan iri. Lebih baik kamu cari istri yang montok saja sana. Biar nanti tidur kamu nyenyak di dekapan wanita montok kan hangat", ucap Jordhan dengan menggoda di sebelah Reyhan yang sudah terbangun dari posisi tidurnya.


"Benar juga, aku sudah dapat tetapi dia terlalu perhitungan", ucap Reyhan dengan wajah ditekuk.


"Tenang uncle, aku memiliki wanita yang cocok dengan uncle Reyhan tetapi dia masih kuliah di London. Uncle Reyhan mau aku tunjukin foto aunty Laura?", ucap Felix dengan menawarkan kepada Reyhan.


"Baiklah, kamu kirim saja foto wanita itu", ucap Reyhan.



Setelah foto terkirim dalam ponselnya, Reyhan langsung mengunduh foto yang dikirim oleh Felix dengan mata berbinar dan dipamerkan kepada Jordhan. Lalu Jordhan menggoda Reyhan yang begitu senang melihat foto wanita sesuai tipe idealnya.


"Aku sepertinya juga menyukai wanita itu. Lebih baik kau mengalah, biarkan aku yang memiliki dia", ucap Jordhan dengan ekspresi memohon.


"Menurutku kamu cari saja sendiri sebab kamu memiliki banyak wanita yang bisa kau jangkau dan memilih tanpa mengeluarkan keringat buat menggombal", ucap Reyhan yang tidak goyah dengan godaan Jordhan. Orang yang di sekitar mereka terkekeh.


Ketika mereka sedang bercanda dengan menggoda Reyhan, Tina datang membawakan camilan untuk mereka dengan minuman segar. Lalu Tina menaruh nampan di atas meja dan menuangkan cola ke dalam gelas untuk mereka minum. Kemudian Tina menyinggung persoalan daddy nya.


"Thomas, bagaimana jika daddy akan memisahkan kita kembali", ucap Tina dengan ekspresi sedih dan khawatir dan bersandar di pundak suaminya sambil merangkul lengannya.


"Tenanglah sweety, aku akan berjuang untuk mendapatkan restu dari mereka", ucao Thomas menciun kepala Tina dengan penuh kelembutan.


"Baiklah, aku percaya kamu", ucap Tina dengan menampilkan senyum di wajahnya.

__ADS_1


Lalu Felix ikut menimbrung persoalan Thomas dan Tina dengan mengatakan, "tenanglah mom, aku akan bantu momy dan daddy untuk segera mendapatkan restu dari grandpa dan grandma karena Felix sayang kepada kalian", dengan menampakan wajah menggemaskan dan polos membuat orang di sekitar ingin memeluk tubuh mungil itu.


Reyhand yang berada di samping Felix langsung memeluk tubuh mungil itu dan mencium pipi gembulnya walaupun Thomas tidak suka dengan perilaku Reyhand yang mencium putranya sekenanya tanpa izin darinya. Tapi Reyhand tidak perduli karena telanjur gemas kepada pria mungil di sampingnya. Tina yang melihat kecemburuan Thomas terhadap Reyhand yang menciun putranya itu terlalu berlebihan dan Tina memberikan peringatan agar jangan menghukum Reyhand hanya gara-gara sebuah pelukan dan kecupan dipipi Felix. Thomas pun tidak berani membantah Tina dan menahan rasa kesal kepada Reyhand.


__ADS_2